Berbagai Gejala Pneumonia yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
Bagikan sekarang

Pneumonia adalah infeksi yang membuat kantong udara paru-paru (alveoli) meradang. Dalam kondisi tersebut, kantong udara dapat terisi dengan cairan atau nanah dan menyebabkan berbagai gejala. Itu sebabnya, orang kadang menyebutnya sebagai paru-paru basah. Mengetahui gejala pneumonia penting untuk menentukan pengobatan yang tepat untuk pneumonia. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa saja gejala-gejala pneumonia?

Gejala pneumonia atau radang paru-paru dapat bervariasi, dari yang sangat ringan dan hanya memerlukan pengobatan rumahan, hingga sangat parah sampai membutuhkan rawat inap. Jenis kuman yang menginfeksi, usia, dan kondisi kesehatan Anda secara umum juga dapat memengaruhi gejala yang Anda rasakan.

Dikutip dari American Lung Association, tanda dan gejala pneumonia secara umum adalah:

  • Batuk, yang mungkin mengeluarkan cairan berwarna kehijauan, kuning, atau bahkan mengandung darah
  • Demam, berkeringat, dan menggigil
  • Kesulitan bernapas
  • Napas pendek
  • Nyeri dada seperti ditusuk dan terasa lebih sakit ketika mengambil napas dalam atau batuk
  • Kehilangan nafsu makan, tidak berenergi, dan kelelahan
  • Mual dan muntah, khususnya pada anak-anak
  • Linglung, khususnya pada orang lanjut usia

Gejala mungkin beragam pada berbagai kelompok orang. Bayi baru lahir dan balita mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi sama sekali. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan mereka memperlihatkan tanda, seperti muntah, demam, dan batuk. Mereka juga mungkin terlihat lemas, sakit, dan tidak berenergi.

Orang lanjut usia dan orang-orang yang memiliki penyakit serius atau sistem pertahanan tubuh yang lemah mungkin menunjukkan gejala lebih sedikit dan ringan. Mereka mungkin menunjukkan suhu tubuh yang lebih rendah dari normal.

Lansia yang menderita pneumonia terkadang mengalami perubahan mental secara tiba-tiba. Ciri-ciri pneumonia mungkin memburuk jika mereka sudah mengidap penyakit paru-paru kronis.

Gejala pneumonia bakteri

Pneumonia bakteri adalah jenis yang paling umum dan serius dibandingkan dengan yang lain. Pneumonia akibat bakteri biasanya menimbulkan gejala yang membutuhkan pertolongan medis. Ciri-ciri pneumonia bakteri dapat berkembang secara bertahap atau tiba-tiba.

Beberapa gejala pneumonia bakteri, antara lain:

  • Demam hingga 40,5°C disertai keringat
  • Peningkatan laju pernapasan dan denyut nadi
  • Bibir dan kuku dapat berwarna kebiruan tanda kekurangan oksigen dalam darah
  • Mungkin merasa linglung, kebingungan, hingga mengigau

Gejala pneumonia virus

Pneumonia juga ada yang disebabkan oleh virus. Gejala pneumonia virus biasanya muncul setelah beberapa hari terinfeksi. Gejala awal pneumonia virus mirip dengan gejala flu, seperti demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, dan lemas.

Dalam satu atau dua hari, tanda dan gejala pneumonia virus biasanya memburuk. Batuk yang Anda alami mungkin bertambah parah. Anda mungkin juga akan mengalami napas pendek dan nyeri otot. Demam tinggi serta bibir dan kuku yang membiru juga mungkin terjadi.

Bagaimana pneumonia didiagnosis?

Pneumonia terkadang sulit didiagnosis karena gejalanya sangat beragam dan mirip dengan pilek atau flu. Anda mungkin tidak menyadari tentang kondisi Anda hingga gejalanya berlansung lebih lama.

Untuk mendiagnosis pneumonia dan menentukan penyebabnya, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan meminta Anda mengikuti sejumlah tes.

Dokter mungkin mendiagnosis kondisi Anda dengan jenis pneumonia tertentu berdasarkan pada bagaimana Anda mendapatkan infeksi dan jenis kuman apa yang menjadi penyebab infeksi Anda.

Berikut adalah hal-hal yang mungkin akan diperiksa dokter untuk mendiagnosis pneumonia:

1. Riwayat medis

Dokter akan mengajukan pertanyaan soal tanda dan gejala pneumonia yang Anda rasakan, bagaimana dan kapan gejala itu muncul. Untuk menemukan apakah penyebab pneumonia adalah bakteri, virus, atau jamur, Anda mungkin diberi pertanyaan, seperti:

  • Perjalanan terakhir
  • Pekerjaan Anda
  • Kontak dengan hewan
  • Kontak dengan orang sakit di rumah, tempat kerja, atau sekolah
  • Masalah kesehatan lain

2. Pemeriksaan fisik

Dokter akan mendengarkan suara paru-paru Anda menggunakan stetoskop. Jika Anda mengidap radang paru-paru, suaranya akan terdengar seperti berderak dan gemuruh, terlebih ketika Anda menarik napas.

3. Tes diagnostik

Jika menduga Anda mengalami pneumonia, dokter akan merekomendasikan beberapa tes untuk melakukan diagnosis dan mempelajari lebih lanjut soal jenis infeksi yang terjadi. Pemeriksaan tersebut meliputi:

Tes darah

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan infeksi dan menemukan kuman yang menjadi penyebab pneumonia.

Rontgen dada/thorax

Rontgen dada dilakukan untuk melihat lokasi dan penyebaran atau luas peradangan pada paru-paru Anda.

Oksimetri

Ini dilakukan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Pneumonia dapat menghalangi paru-paru memindahkan oksigen yang cukup ke aliran darah Anda.

Dalam pemeriksaan ini, sensor kecil terpasang ke jari atau telinga Anda. Sensor menggunakan cahaya untuk memperkirakan berapa banyak kadar oksigen dalam darah Anda.

Tes dahak

Tes dahak dilakukan dengan mengambil sampel lendir (sputum) yang diambil setelah batuk. Gunanya untuk mencari sumber infeksi.

Jika Anda termasuk pasien yang risiko tinggi karena usia dan kesehatan Anda, atau jika Anda pernah dirawat di rumah sakit, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes tambahan. Berikut tes yang mungkin diminta dokter:

CT scan dada

Prosedur ini dilakukan untuk melihat tampilan paru-paru yang lebih jelas dan mencari abses serta komplikasi lainnya. CT scan dapat menunjukkan hasil yang lebih jelas dan menemukan kelainan-kelainan yang ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan rontgen dada.

Tes gas darah arteri

Pemeriksaan ini untuk mengukur jumlah oksigen dan perubahan kadar asam-basa tubuh dalam sampel darah yang diambil dari arteri, biasanya di pergelangan tangan. Tes ini lebih akurat daripada oksimetri nadi sederhana.

Kultur cairan pleura

Ini adalah prosedur pengeluaran sejumlah kecil cairan dari sekitar jaringan yang mengelilingi paru-paru. Bakteri yang ada dalam sampel cairan tersebut kemudian dibiarkan tumbuh dan dianalisis, sebelum akhirnya diputuskan bakteri mana saja yang paling mungkin menyebabkan pneumonia.

Kultur cairan pleura bisa juga digunakan untuk melihat antibiotik apa saja yang masih ampuh untuk membunuh bakteri-bakteri yang ditemukan.

Dalam pemeriksaan ini, sampel cairan diambil dari ruang pleural (ruang tipis antara dua lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada). Dokter menggunakan prosedur yang disebut dengan thoracentesis untuk mengumpulkan sampel cairan.

Bronkoskopi

Ini adalah prosedur yang digunakan untuk melihat saluran udara paru-paru. Jika Anda dirawat di rumah sakit dan perawatan tidak bekerja dengan baik, dokter mungkin akan melihat apakah ada hal lain yang menyerang saluran udara Anda, seperti penyumbatan.

Dokter akan memasukkan tabung tipis dan lentur melalui hidung atau mulut, ke tenggorokan, dan ke saluran udara. Tabung ini memiliki kamera kecil dan ringan yang memungkinkan dokter melihat saluran pernapasan dan saluran udara, serta mengambil gambar.

Dokter dapat menggunakan prosedur ini untuk mengumpulkan sampel cairan dari pneumonia (disebut dengan bronchoalveolar lavage atau BAL) atau mengambil jaringan kecil (biopsi) pada paru-paru untuk membantu menemukan penyebab pneumonia.

Kapan sebaiknya periksa ke dokter?

Jika Anda atau anak Anda mengalami tanda dan gejala pneumonia, jangan menunggu hingga penyakitnya parah untuk pergi ke dokter.

Anda perlu memeriksakan diri atau anak ke dokter jika mengalami kesulitan bernapas, bibir dan kuku menjadi berwarna biru, nyeri dada, demam tinggi, atau batuk dengan lendir yang parah atau bertambah parah.

Penting untuk mencari pertolongan ketika pneumonia dialami orang-orang berisiko tinggi, seperti orang lanjut usia di atas 65 tahun, anak-anak berusia di bawah dua tahun, orang dengan masalah kesehatan lain atau daya tahan tubuh lemah.

Setelah menghubungi tenaga kesehatan, Anda mungkin akan bertemu dengan dokter umum atau dokter unit gawat darurat, atau Anda mungkin dirujuk ke dokter spesialis infeksi atau spesialis paru-paru.

Anda mungkin perlu mempersiapkan hal-hal di bawah ini sebelum ke dokter:

  • Catat gejala yang Anda rasakan, termasuk suhu tubuh Anda.
  • Catat informasi kunci soal kesehatan Anda, termasuk kapan terakhir Anda dirawat di rumah sakit dan kondisi medis yang Anda miliki.
  • Catat informasi personal, termasuk kontak dengan zat kimia atau beracun, atau perjalanan terakhir Anda.
  • Buatlah daftar obat-obatan, vitamin, dan suplemen yang Anda konsumsi, terutama antibiotik yang mengobati infeksi sebelumnya.
  • Ajak anggota keluarga atau teman, jika memungkinkan, untuk mengingatkan Anda tentang hal-hal penting yang perlu disampaikan ke dokter.
  • Catat pertanyaan apa saja yang Anda ingin tanyakan kepada dokter.

Berikut adalah pertanyaan yang bisa Anda tanyakan ke dokter:

  • Apa penyebab gejala yang saya rasakan?
  • Pemeriksaan apa yang perlu saya jalani?
  • Perawatan apa yang Anda rekomendasikan?
  • Apakah saya perlu dirawat di rumah sakit?
  • Saya memiliki masalah kesehatan lainnya, bagaimana kalau saya pneumonia?
  • Apakah ada pantangan yang harus saya ikuti?

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Berbagai hal bisa memicu kambuhnya psoriasis, salah satunya adalah penggunaan obat. Oleh sebab itu, hindarilah konsumsi obat-obatan pemicu psoriasis ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Berbagai Macam Upaya Pencegahan agar Terhindar dari Pneumonia

Pencegahan pneumonia bisa dimulai dari hal kecil, seperti menjalani pola hidup sehat dan melakukan vaksinasi. Simak cara-cara mencegah pneumonia berikut ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin

Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

Dengan aktivitas yang tepat, liburan hanya di rumah sekalipun bisa tetap terasa menyenangkan. Apa saja kegiatan yang bisa Anda lakukan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 25, 2020

6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

Nyeri yang menyerang kaki tentu membuat anak-anak tak nyaman dan kerap merengek. Bagaimana cara mengatasi growing pain pada anak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

obat untuk infeksi jamur kulit

Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal tayang Mei 26, 2020
pantangan makanan divertikulitis

Pantangan Makanan bagi Penderita Divertikulitis (Radang Kantung Usus Besar)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 26, 2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal tayang Mei 26, 2020
ommetaphobia

Mengenal Ometaphobia, Ketika Seseorang Takut Berlebihan pada Mata

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Mei 26, 2020