home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pasien Suspek COVID-19 Meninggal, Dipastikan Akibat Bakteri Pneumonia

Pasien Suspek COVID-19 Meninggal, Dipastikan Akibat Bakteri Pneumonia

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Seorang pasien suspek COVID-19 yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi meninggal dunia. Pasien tersebut meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari. Meski demikian, faktor yang menyebabkan kematian bukanlah COVID-19, melainkan infeksi bakteri legionella yang menimbulkan keluhan mirip pneumonia.

Setiap tahun, pneumonia menjangkiti sekitar 450 juta orang di seluruh dunia. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal The Lancet, pneumonia menyebabkan 3 juta kematian pada tahun 2016 dan merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan kematian. Lantas, apa yang membuat pneumonia begitu mematikan?

Bagaimana pneumonia menyebabkan kematian?

Cara Menggunakan Nebulizer untuk Orang dengan PPOK

Pneumonia merupakan penyakit pada paru-paru akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur. Penyakit ini menyebabkan peradangan, penumpukan cairan di paru-paru, dan bahkan penumpukan nanah pada alveoli atau kantong udara berukuran kecil yang terdapat dalam paru-paru.

Pasien dengan tubuh yang sehat biasanya pulih dari pneumonia setelah menjalani perawatan selama 1-3 minggu. Namun, pneumonia juga dapat menyebabkan dampak yang lebih berbahaya, termasuk kematian pada orang-orang dengan kondisi tertentu.

Pneumonia berawal saat patogen (bibit penyakit) memasuki saluran pernapasan lewat batuk, bersin, atau bicara dalam jarak dekat dengan pasien yang terinfeksi. Keberadaan patogen lalu memicu peradangan dan pembengkakan pada alveoli dalam paru-paru.

Paru-paru berperan penting dalam pengiriman oksigen ke seluruh tubuh. Akan tetapi, peradangan dan pembengkakan membuat paru-paru tidak dapat berfungsi secara normal. Organ-organ vital akhirnya tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Pneumonia mungkin tidak langsung menyebabkan kematian, tapi penyakit ini membuat tubuh pasien terus mengeluarkan reaksi peradangan untuk melawan infeksi. Respons ini mengakibatkan penurunan tekanan darah dan semakin mengurangi aliran darah menuju organ-organ vital.

Organ-organ vital akhirnya kekurangan suplai darah dan oksigen sekaligus. Kombinasi keduanya lantas mengganggu fungsi jantung, ginjal, dan organ lain yang penting untuk menunjang kehidupan pasien. Hal ini akan membuat kondisi pasien semakin menurun.

Seiring waktu, pasien juga kesulitan bernapas karena alveoli dalam paru-parunya terisi oleh cairan atau nanah. Tanpa penanganan segera, pneumonia yang sangat parah bahkan dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam.

Faktor yang meningkatkan risiko kematian akibat pneumonia

ppok eksaserbasi adalah

Siapa pun dapat mengalami pneumonia, tetapi ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko infeksi dan membuat penyakit ini menjadi lebih berbahaya. Faktor-faktor tersebut mencakup penyebab pneumonia, usia, kondisi kesehatan, gaya hidup, dan lingkungan.

Berikut faktor-faktor yang perlu diwaspadai:

1. Penyebab pneumonia

Setiap jenis pneumonia dapat menyebabkan kematian, tapi risikonya tergantung pada jenis kuman yang menyebabkan penyakit. Pneumonia akibat virus misalnya, cenderung ringan dan gejalanya muncul perlahan. Namun, infeksi virus bisa lebih rumit dibanding bakteri dan jamur.

Pneumonia bakteri biasanya lebih parah dan gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba. Apabila tidak ditangani dengan baik, bakteri dapat memasuki aliran darah dan memicu komplikasi yang lebih berbahaya.

Sementara itu, pneumonia akibat jamur lebih banyak ditemukan pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Infeksi jamur juga dapat menimbulkan komplikasi parah seperti halnya pneumonia bakteri.

makanan untuk memperkuat imun

2. Usia

Pneumonia lebih sering menyebabkan kematian pada anak di bawah dua tahun, sebab sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sepenuhnya. Penyakit ini bahkan menjadi penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di Amerika Serikat, seperti dikutip dari American Thoracic Society.

Selain anak-anak, lansia berusia 65 tahun ke atas juga berisiko mengalami komplikasi parah akibat pneumonia. Pasalnya, lansia memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah sehingga sulit bagi tubuh mereka untuk melawan infeksi.

3. Kondisi medis yang sudah ada

Pneumonia kerap menyebabkan komplikasi berat dan kematian pada pasien yang telah mengidap penyakit parah atau memiliki kondisi medis tertentu. Berikut sejumlah kondisi yang perlu diwaspadai:

  • Penyakit yang menyerang paru-paru seperti asma, fibrosis kistik, dan penyakit paru obstruktif kronis.
  • Penyakit jantung, sel darah merah sabit, dan diabetes.
  • Baru saja mengalami pilek atau flu.
  • Menjalani perawatan intensif dan menggunakan ventilator untuk bernapas.
  • Mengalami kesulitan dalam batuk atau menelan sehingga liur dan sisa makanan dapat memasuki paru-paru, lalu memicu infeksi.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat HIV atau AIDS, kemoterapi, penggunaan steroid, atau penyebab lainnya.

4. Lingkungan sekitar

Paparan jangka panjang polutan, zat kimia, dan asap rokok dapat meningkatkan risiko pneumonia dan komplikasinya. Selain kematian, pneumonia juga bisa menyebabkan komplikasi berupa:

  • meningitis (infeksi pada selaput otak)
  • bakteremia (kondisi masuknya bakteri ke dalam aliran darah)
  • gagal ginjal
  • kegagalan sistem pernapasan
  • sepsis (kondisi berbahaya akibat respons kekebalan tubuh secara besar-besaran untuk melawan infeksi)

5. Gaya hidup

Gaya hidup pasien turut memengaruhi tingkat keparahan pneumonia. Pneumonia dapat menyebabkan komplikasi berat dan kematian pada pasien yang menggunakan obat terlarang, merokok, serta mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Pneumonia dapat menimbulkan komplikasi parah pada pasien dengan kondisi tertentu, bahkan tidak jarang menyebabkan kematian. Penyakit ini juga merupakan salah satu komplikasi dari COVID-19 yang kini mewabah di sejumlah negara.

Meski pneumonia belum tentu menandakan COVID-19, jangan abaikan gejala yang muncul. Segera periksakan diri bila Anda mengalami gangguan pernapasan atau batuk yang tidak kunjung sembuh. Pemeriksaan dini amat penting untuk menunjang pemulihan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ruuskanen, O., Lahti, E., Jennings, L., & Murdoch, D. (2011). Viral pneumonia. The Lancet, 377(9773), 1264-1275. doi: 10.1016/s0140-6736(10)61459-6

Can you die from pneumonia?. (2020). Retrieved 26 February 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/325557#seeing-a-doctor

The top 10 causes of death. (2018). Retrieved 26 February 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death

Top pneumonia facts. (2020). Retrieved 26 February 2020, from https://www.thoracic.org/patients/patient-resources/resources/top-pneumonia-facts.pdf

Can You Die from Pneumonia? What You Need to Know. (2020). Retrieved 26 February 2020, from https://www.healthline.com/health/pneumonia/can-you-die-from-pneumonia#more-dangerous-types

Rx for Survival . Deadly Diseases . Pneumonia | PBS. (2020). Retrieved 26 February 2020, from https://www.pbs.org/wgbh/rxforsurvival/series/diseases/pneumonia.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 26/02/2020
x