Kenapa Wanita Lebih Rentan Mengalami Anemia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anemia bisa menyerang siapa saja, tapi ternyata ada lebih banyak kasus anemia pada wanita daripada laki-laki. Menurut data Riskesdas tahun 2013, kasus anemia pada wanita Indonesia mencapai 23,9% dibandingkan dengan anemia pada pria yang sebesar 18,4 persen. Kejadian anemia pada remaja perempuan di Indonesia bahkan juga tergolong tinggi, yaitu sebesar 22,7 persen.

Kenapa anemia lebih banyak menyerang perempuan?

Jika Anda memiliki anemia, tubuh Anda tidak memiliki cukup sel darah merah. Kecenderungan seseorang memiliki anemia diukur dari kadar hemoglobin dan hematokrit yang rendah. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang membantu darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Hematokrit adalah persentase jumlah sel darah merah per 100 ml volume darah. 

Wanita memiliki kadar hemoglobin dan hematokrit lebih rendah ketimbang pria. Pada pria sehat, kadar hemoglobin normal adalah sekitar 14-18 g/dL dan hematokritnya 38,5 sampai 50 persen. Nah, pada perempuan sehat, kadar normal hemoglobinnya bisa sekitar 12-16 g/dL dan hematokrit sebesar 34,9 sampai 44,5 persen. Perbedaan inilah yang membuat wanita lebih rentan mengalami anemia daripada laki-laki. Jika Anda memiliki anemia, tubuh Anda tidak mendapatkan darah yang kaya oksigen untuk memelihara seluruh fungsinya. 

Selain itu, wanita pada dasarnya membutuhkan asupan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Kondisi-kondisi yang khusus dialami perempuan, misalnya menstruasi, kehamilan, menyusui, dan menopause kemudian menuntut tubuh wanita untuk mendapatkan lebih banyak zat besi. Remaja perempuan yang sedang dalam masa puber pun butuh lebih banyak asupan zat besi daripada anak laki-laki puber. Jika tidak tercukupi, kondisi-kondisi ini membuat wanita berisiko mengalami kekurangan zat besi, yang dapat berkembang menjadi anemia.

Faktor lainnya yang menyebabkan anemia pada wanita adalah saat proses persalinan dan masa nifas. Bersalin membuat wanita kehilangan banyak darah, sehingga membuatnya lebih rentan terserang anemia dibandingkan pria. Semakin sering hamil dan bersalin, semakin besar kemungkinan wanita untuk mengalami anemia kronis.

Bagaimana mencegah anemia pada wanita?

Anemia dapat disebabkan oleh kebutuhan zat besi yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, untuk mencegah anemia, Anda disarankan untuk memperbanyak makan makanan sumber zat besi. Perbanyak juga makan dan minuman yang membantu tubuh dalam menyerap zat besi. Misalnya jus jeruk, stroberi, brokoli, atau buah dan sayuran lainnya yang mengandung vitamin C. Hindari minum kopi atau teh sebagai minuman saat makan. Minuman tersebut akan menyulitkan tubuh dalam menyerap zat besi.

Minum obat anemia jika perlu, tapi konsultasikan dulu dengan dokter. Selain itu, bicarakan juga pada dokter mengenai masalah seputar menstruasi (misalnya, darah mens yang keluar banyak) atau masalah pencernaan, seperti diare, jika Anda mengalaminya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Anemia pada Ibu Hamil Bisa Menyebabkan Keguguran?

Anemia saat hamil sebenarnya merupakan hal yang normal terjadi. Namun, Ibu tetap harus mengatasi anemia karena jika dibiarkan dapat menyebabkan keguguran.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
anemia saat hamil
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 29/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 7 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12/12/2019 . Waktu baca 5 menit

Anemia Sideroblastik

Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 10/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
penderita anemia minum suplemen saat puasa

Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit
pencegahan anemia

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020 . Waktu baca 8 menit