Fakta Seputar Anemia Akibat Penyakit Kronis

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020
Bagikan sekarang

Anemia akibat inflamasi dan penyakit kronis (anemia of inflammation and chronic disease atau AI/ACD) terjadi ketika penyakit kronis menghambat tubuh dalam memproduksi sel-sel darah merah yang sehat. Selain itu, penyakit kronis mencegah tubuh menggunakan zat besi untuk membuat sel-sel darah merah baru, walaupun tingkat zat besi yang dimiliki normal atau bahkan tinggi.

Karena AI/ACD menyerang perlahan-lahan, gejala yang muncul tergolong ringan dan bahkan mirip dengan gejala penyakit yang sedang diderita pasien. Kurangnya sel darah merah mencegah penyebaran oksigen ke jaringan tubuh dan organ. Akibatnya, pasien mungkin terlihat pucat, lesu, lemah, pusing dan detak jantung cepat.

Anemia inflamasi dan penyakit kronis merupakan jenis anemia umum selain anemia defisiensi besi. Jumlah penderita ACD bervariasi tergantung pada jenis penyakit yang diderita. Sebanyak 60% pasien rheumatoid arthritis, 28% pasien penyakit ginjal ringan, 87% pasien penyakit ginjal berat, dan hampir setiap pasien dengan penyakit stadium akhir ginjal, terserang anemia.

Penyebab dan faktor risiko anemia akibat penyakit kronis

Para ahli medis telah mengidentifikasi beberapa kondisi kronis yang dapat mengakibatkan anemia, di antaranya:

Penyakit inflamasi/radang

Respon tubuh terhadap inflamasi dapat memicu anemia penyakit kronis karena beberapa alasan, yaitu:

  • Respon inflamasi dapat menghasilkan sitokin, protein yang melindungi tubuh terhadap infeksi dan mengganggu penggunaan zat besi dan produksi sel darah merah.
  • Inflamasi dapat menyebabkan perdarahan internal yang berakhir pada penurunan jumlah sel darah merah.
  • Inflamasi pada sistem pencernaan dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan.

Jenis penyakit inflamasi yang menyebabkan anemia penyakit kronis, meliputi:

  • Radang sendi
  • Kolitis ulseratif
  • Penyakit Crohn
  • Penyakit radang usus
  • Lupus
  • Diabetes
  • Penyakit sendi degeneratif

Penyakit menular

Pasien yang mengidap penyakit menular dapat terkena anemia penyakit kronis jika respon sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi mengganggu produksi sel darah merah.

Sama halnya dengan penyakit inflamasi, penyakit infeksi juga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan sitokin yang menghambat penggunaan zat besi dalam pembuatan sel-sel darah merah. Sitokin juga dapat memblokir produksi dan fungsi erythropoietin, hormon yang diproduksi oleh ginjal untuk memberi sinyal pada sumsum tulang agar memproduksi sel darah merah.

Penyakit menular yang menyebabkan anemia penyakit kronis, meliputi:

  • AIDS / HIV
  • Hepatitis
  • Tuberkulosis
  • Endocarditis (infeksi jantung)
  • Osteomielitis (infeksi tulang)

Gagal ginjal

Pasien penyakit ginjal dapat terkena anemia penyakit kronis jika penyakit tersebut menghambat ginjal untuk memproduksi erythropoietin. Kondisi ginjal yang buruk juga dapat menyebabkan tubuh tidak mampu menyerap zat besi dan folat secara optimal. Padahal, folat merupakan nutrisi yang diperlukan dalam produksi sel darah merah.

Pasien gagal ginjal mungkin mengalami kekurangan zat besi akibat kehilangan darah selama hemodialisis.

Kanker

Beberapa jenis kanker dapat mendorong pelepasan sitokin inflamasi. Sitokin inflamasi dapat mengganggu produksi erythropoietin dan sel darah merah oleh sumsum tulang. Beberapa jenis kanker tersebut adalah:

  • Penyakit Hodgkin
  • Limfoma Non-Hodgkin
  • Kanker paru-paru
  • Kanker payudara

Kanker juga dapat membahayakan produksi sel darah merah jika kanker menyerang tulang sumsum. Selain itu, pengobatan kanker seperti kemoterapi dan terapi radiasi juga dapat memicu anemia penyakit kronis jika terapi merusak sumsum tulang.

Di antara penderita kanker dari berbagai usia, orang tua berisiko lebih tinggi terkena anemia penyakit kronis.

Pengobatan untuk anemia inflamasi dan penyakit kronis

Keberhasilan pengobatan AI/ACD biasanya tergantung pada pengobatan penyakit yang mendasarinya. Ketika penyakit kronisnya berangsur pulih, maka anemia pun akan sembuh. Dokter juga dapat merangsang produksi sel darah merah melalui penggunaan:

  • Obat yang mempercepat produksi erythropoietin
  • Erythropoietin sintetis atau rekayasa genetika
  • Suntikan zat besi, vitamin B12, atau suplemen asam folat

Pada kasus yang berat, dokter mungkin menganjurkan Anda menjalani transfusi darah untuk menambah jumlah sel darah merah.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Anemia Gravis

    Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

    Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Anemia Sideroblastik

    Anemia sideroblastik adalah penyakit kelainan darah. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta mencegahnya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Normalnya, Berapa Banyak Darah yang Akan Keluar Selama Nifas?

    Keluar darah selama masa nifas itu normal. Namun, seberapa banyak normlanya darah keluar saat nifas? Cari tahu jawabannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Melahirkan, Kehamilan 30/08/2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    pantangan penderita anemia g6pd

    5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
    penderita anemia minum suplemen saat puasa

    Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
    Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasien Anemia Ingin Puasa

    Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
    pencegahan anemia

    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 26/02/2020