Vagina Gatal Saat Haid? Bisa Jadi Anda Alergi Pembalut!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pembalut merupakan alat yang dibutuhkan wanita untuk menampung darah pada saat mentruasi atau di masa nifas (sehabis melahirkan). Selain pembalut, ada juga beberapa alat lain seperti tampon, menstrual cup, hingga kain untuk mencegah “kebocoran” mentruasi berlangsung. Sayangnya tidak semua orang bisa menggunakan pembalut. Ya, beberapa wanita mengalami alergi pembalut. Kira-kira apa yang menyebabkan wanita alergi pembalut? Seperti apa ciri-ciri alergi pembalut? Ini penjelasan lengkapnya.

Penyebab alergi pembalut

Alergi pembalut juga sering disebut sebagai dermatitis sanitary pad. Hal ini terjadi ketika kulit di sekitar selangkangan bereaksi terhadap pembalut wanita yang digunakan ketika menstruasi. Hal ini bisa disebabkan oleh bahan-bahan yang ada pada pembalut.

Menurut dr. Rachna Pande dari Ruhengeri Hospital di Rwanda, pembalut wanita tidak sepenuhnya murni terbuat dari kapas. Banyak produsen yang mengklaim bahwa pembalut berisi kapas dengan kekuatan menyerap cairan darah secara maksimal. Namun, di sinilah letak bahaya dari alergi pembalut.

Sebagian besar bantalan gel pembalut mengandung dioksin, serat sintetis, dan produk petrokimia. Sebagian kandungan di dalam beberapa merek pembalut juga mengandung plastik yang bisa menimbulkan reaksi tertentu pada vagina.

Lalu, dikutip dari Huffington Post, pembalut umumnya mengandung infinicel. Ini adalah bahan gel yang bisa menampung 10 kali daya berat cairan. Pembalut yang mengandung infinicel jika dibakar akan menghasilkan asap hitam mengepul karena kandungan bahan kimia di dalamnya. Berbeda jika dibandingkan pembalut organik yang terbuat dari 100 persen kapas organik.

Untuk beberapa orang yang mengalami kulit sensitif, Anda kemungkinan akan mengalami reaksi terhadap bahan-bahan kimiawi dalam pembalut.

Alergi pembalut biasanya terjadi dengan ciri-ciri dan gejala berikut ini.

  • Muncul ruam merah di sekitar vagina
  • Gatal
  • Adanya rasa panas seperti sensasi terbakar
  • Keputihan
  • Vagina membengkak
  • Kulit kemerahan
  • Timbul benjolan gatal

Adakah cara lain selain pakai pembalut untuk menstruasi?

Di berbagai negara, pembalut bukanlah hal satu-satunya yang digunakan ketika menstruasi. Ada tampon, kain, atau menstrual cup untuk menahan darah yang keluar. Namun, kebanyakan produk kewanitaan ini mengandung bahan-bahan seperti rayon, vicose, dan bubur kertas kayu selulosa.

Pembalut dan tampon juga banyak yang mengandung bahan-bahan tersebut. Di mana rayon dan viscose menghadirkan bahaya potensial karena serat penyerapnya yang sangat kuat, yang bisa menempel pada dinding vagina Anda. Serat tersebut bisa tertinggal dan meningkatkan risiko Anda terkena toxic shock syndrome.

Maka dari itu, ada beberapa alternatif lain yang bisa Anda coba, antara lain:

1. Memilih pembalut yang aman

Pembalut organik merupakan pembalut yang menggunakan 100 persen kapas organik. Menggunakan bahan-bahan organik kemungkinan bisa mencegah alergi, dibandingkan dengan bahan-bahan pembalut yang mengandung kimia.

Gunakan juga pembalut yang menggunakan bantalan mengandung bahan hypoallergenic. Hal ini bisa mencegah rasa gatal dan ruam merah tanda alergi pembalut. Pembalut-pembalut sehat jenis ini biasanya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan pembalut biasa tapi mereka akan membantu menangani kulit Anda yang sensitif terhadap pembalut.

2. Jaga kebersihan

Terkadang kulit alergi hanya karena kebersihanya tidak terjaga dengan baik. Selain mengganti pembalut secara teratur, Anda juga harus membersihkan kulit sekitar vagina sesering mungkin. Berapa bantalan pembalut atau perekatnya mungkin tertinggal di sekitar vagina dan menyebabkan iritasi.

3. Pakai menstrual cup

Berbeda dengan pembalut, menstrual cup yang berbentuk seperti corong minyak ini tidak mengandung bahan pemutih seperti yang terdapat pada kandungan bahan pembalut. Lalu, alat yang juga sering disebut sebagai cangkir menstruasi ini bebas pewangi buatan dari bahan kimia. Area organ intim wanita yang sering terpapar bahan-bahan kimia memang akan lebih rentan gatal atau bahkan iritasi pada permukaan vagina.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 18, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca