Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Terkadang, orang-orang tak menyadari bahwa sejumlah masalah kesehatan yang mereka alami datang dari makanan yang dikonsumsi. Berbagai keluhan seperti sakit perut atau sakit kepala sering dikira sebagai gangguan kronis pada bagian tubuh tersebut.

Padahal, bisa saja keluhan itu adalah reaksi terhadap intoleransi makanan tertentu. Untuk bantu memastikannya, diet eliminasi adalah salah satu caranya.

Apa itu diet eliminasi?

cara mengatasi intoleransi gluten

Diet eliminasi adalah pola makan yang menghilangkan satu atau beberapa kelompok makanan yang dipercaya dapat menyebabkan reaksi intoleransi. Pembatasan jenis makanan yang dikonsumsi ini akan berlangsung selama jangka waktu tertentu.

Pola tersebut bertujuan untuk mengetahui adanya reaksi tubuh yang muncul serta menemukan beberapa makanan yang sekiranya dapat menyebabkan gejala atau memperburuk kondisinya.

Dengan melakukan diet eliminasi, nantinya Anda juga akan mengetahui adanya intoleransi makanan yang tak pernah disadari. Hanya saja, banyak yang menganggap bahwa intoleransi makanan dan alergi merupakan hal yang sama, padahal keduanya sangatlah berbeda.

Mungkin Anda mengira reaksi intoleransi pada makanan akan terjadi secara cepat, seperti saat seseorang yang alergi kacang makan makanan tersebut dan beberapa menit setelahnya muncul gejala seperti gatal-gatal atau wajah kemerahan.

diet eliminasi

Nyatanya, setiap tubuh memiliki respons yang berbeda-beda terhadap makanan. Reaksi ini juga tidak selalu berhubungan dengan respons sistem imunitas seperti yang ditemukan pada alergi.

Intoleransi makanan umumnya adalah hasil dari ketidakmampuan tubuh untuk mencerna atau memetabolisme makanan sepenuhnya. Oleh karena itu, gejalanya juga terjadi secara bertahap dan lebih terlambat beberapa jam setelah konsumsi makanan.

Sebenarnya, ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui adanya alergi atau intoleransi, seperti tes darah dan tes tusuk jarum. Namun, hasilnya tidak selalu akurat apalagi bila yang Anda miliki adalah intoleransi. Maka, diet eliminasi masih menjadi cara yang lebih disarankan.

Meski demikian, diet juga bisa dilakukan bagi yang merasa memiliki alergi, mengingat alergi juga terkadang sulit didiagnosis.

Bagaimana cara melakukan diet eliminasi?

gejala intoleransi gluten

Secara garis besarnya, diet eliminasi memiliki dua fase, yaitu fase eliminasi dan fase reintroduksi.

Sebelum memulai fase eliminasi, Anda harus merencanakan terlebih dahulu pola makan yang akan dijalani dan makanan apa saja yang akan dihindari. Untuk hal ini, sebaiknya Anda diskusikan dengan dokter atau ahli nutrisi tentang makanan yang mungkin dapat menjadi pemicu reaksi.

Anda juga bisa mengetahuinya sendiri dengan mengingat-ingat makanan apa saja yang pernah membuat tubuh terasa tak nyaman setelah memakannya.

Biasanya, beberapa kelompok makanan yang umumnya menjadi pemicu dan menjadi pantangan saat menjalani diet eliminasi meliputi:

  • buah-buahan sitrus seperti jeruk dan lemon
  • produk susu termasuk keju dan yogurt
  • telur
  • gluten
  • kacang-kacangan
  • makanan laut
  • produk kedelai
  • jagung
  • sayuran nightshade (terong, kentang, tomat, paprika, cabai)

minum susu setelah diet eliminasi

Setelah memilih mana yang akan dieliminasi, Anda harus menyingkirkan bahan-bahan tersebut dari menu makan Anda selama beberapa minggu. Umumnya, fase ini dilakukan selama enam minggu, tapi ada juga yang melakukannya selama dua sampai empat minggu.

Bila fase ini berjalan lancar dan tidak menghasilkan reaksi semacam alergi, Anda dapat melanjutkan ke fase kedua, yaitu fase reintroduksi.

Pada fase ini, Anda akan kembali mengonsumsi makanan yang sebelumnya sudah dieliminasi secara bertahap. Kebanyakan makanan pertama yang dipilih adalah makanan yang memiliki risiko terendah untuk menimbulkan gejala.

Bila yang dieliminasi lebih dari satu jenis kelompok makanan, Anda bisa menambahkannya sekitar tiga sampai lima hari setelah Anda kembali mengonsumsi kelompok makanan berisiko yang pertama. Mulailah konsumsi makanan dengan porsi yang sedikit.

Misalnya, makanan pertama yang dikonsumsi setelah fase diet eliminasi adalah telur. Jika selama tiga hari tersebut tak ada gejala yang muncul, Anda bisa meneruskan dengan mulai konsumsi produk susu setelahnya.

Namun, bila Anda mengalami gejala seperti sakit perut, kulit gatal, sakit kepala, atau nyeri tubuh, besar kemungkinan Anda telah menemukan makan pemicu reaksi yang nantinya harus Anda hindari di kemudian hari.

Hal yang harus diketahui sebelum melakukan diet

cara memilih asuransi

Diet eliminasi bisa menjadi cara yang efektif untuk menemukan makanan yang membuat tubuh Anda mengeluarkan reaksi semacam alergi. Bahkan pada beberapa kasus, diet eliminasi juga bisa meringankan kondisi pasien yang memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS).

Keberhasilan ini tentunya juga dengan catatan bahwa pasien mengikuti semua langkah secara tepat dan benar-benar menghindari makanan yang telah dieliminasi.

Namun, perlu diingat bahwa tujuan utama diet eliminasi adalah untuk mengetahui adanya alergi atau intoleransi makanan yang Anda miliki. Diet ini bukanlah solusi yang tepat untuk menurunkan berat badan mengingat tidak menetapkan batasan kalori.

Selain itu, diet ini sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter atau ahli nutrisi. Terkadang, intoleransi pada makanan bisa lebih dari satu jenis sehingga pantangan pun jadi lebih ketat.

Satu kelompok saja sudah terdiri dari berbagai macam makanan. Mengeliminasi lebih dari satu kelompok berarti akan menghilangkan sejumlah besar asupan makanan yang mana hal ini dapat menyebabkan masalah kekurangan gizi, terutama bila Anda tidak mendapatkan penggantinya.

Pastikan juga Anda sudah memeriksakan diri ke dokter terkait dengan keluhan yang dirasakan untuk memastikan bahwa gejala bukanlah tanda dari penyakit tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit
makanan sehat untuk orang sibuk

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit