6 Gejala Alergi Dingin yang Wajib Anda Kenali

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Memasuki iklim dingin atau musim hujan, Anda tentu akan bergegas selimutan untuk mendapat kehangatan. Namun bagi sebagian orang, udara dingin justru dapat memicu reaksi alergi. Orang-orang yang memiliki alergi dingin biasanya akan mengalami pembengkakan di tangan atau kaki yang terasa gatal sesaat setelah terpapar udara dingin. Itu kenapa alergi dingin juga biasa disebut sebagai urtikaria dingin, karena ciri-ciri paling khasnya berupa gatal. Apa lagi gejala alergi dingin yang umum?

Kenali gejala dan ciri-ciri alergi dingin

Alergi dingin adalah reaksi kulit yang muncul dalam beberapa menit setelah paparan dingin, baik dari air maupun udara. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor cuaca dingin, berada di ruangan ber-AC, berenang, atau selepas mandi pagi.

Gejala alergi dingin yang dirasakan setiap orang pun dapat berbeda; Anda mungkin mengalami ciri-ciri ringan, sementara ada orang lain yang lebih parah sampai pingsan.

1. Pembengkakan (angioedema)

Bila tangan atau kaki Anda bengkak setelah bersentuhan dengan benda bersuhu dingin, bisa jadi Anda mengalami gejala alergi. Ciri-ciri alergi dingin juga dapat berupa pembengkakan di bagian tubuh lain, seperti bibir, hidung, atau bahkan mata.

Gejala alergi dingin dapat muncul saat Anda memegang minuman dingin, mandi di pagi hari, makan atau minum sesuatu yang dingin, dan paparan suhu dingin lainnya.

Pembengkakan muncul ketika udara dingin terhirup dan/atau terpapar kulit Anda. Sistem imun menganggap paparan tersebut sebagai hal yang membahayakan sehingga bereaksi dengan melepaskan antibodi dan histamin. Kedua zat kimiawi ini akan masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan kebocoran di bawah kulit yang memicu pembengkakan.

Dalam kasus yang paling berbahaya, pembengkakan dapat terjadi di lidah dan tenggorokan yang membuat seseorang mengalami edema faring. Hal ini dapat menyebabkan seseorang sulit bernapas dan bisa berujung pada kematian.

2. Kulit memerah dan muncul bentol-betol merah

Salah satu ciri-ciri alergi dingin yang paling jelas tampak adalah kulit berubah jadi ruam memerah dan terasa gatal.

Gejala alergi dingin satu ini tidak lantas hilang begitu saja saat penderita berpindah ke lingkungan yang lebih hangat. Dalam beberapa kasus, kulit gatal akibat alergi dingin dapat memburuk dan bertahan hingga 24 jam.

Paparan alergi dingin membuat sel darah putih melepaskan histamin ke aliran darah. Akibatnya, tubuh memicu respon peradangan dengan memunculkan bentol merah, bengkak, gatal, dan perubahan kulit lainnya yang umum terjadi sebagai reaksi alergi.

Dokter biasanya akan menguji reaksi alergi ini dengan meletakkan es batu pada kulit pasien dan melihat respon peradangan yang mungkin timbul. Jika kulit menjadi merah dan timbul ruam, maka kemungkinan besar Anda memiliki alergi dingin.

4. Demam dan nyeri sendi

Selain kulit yang bengkak, kemerahan, dan gatal, gejala alergi dingin juga dapat menyebabkan Anda mengalami demam dan sakit kepala ringan. Ciri-ciri alergi dingin ini biasanya muncul 30 menit setelah terpapar suhu dingin, yang bahkan bisa bertahan hingga 48 jam.

Demam adalah reaksi natural tubuh yang menandakan sedang terjadi peradangan akibat pelepasan histamin. Sementara sakit kepala akibat gejala alergi dingin kemungkinan terjadi apabila hidung Anda juga tersumbat. Udara dingin yang terhirup dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengeluarkan histamin di hidung. Akibatnya, pembuluh darah jadi melebar dan membuat hidung tersumbat.

Penyumbatan saluran hidung dapat menyebabkan adanya tekanan pada sinus Anda yang berakhir sakit kepala. Selain itu, sakit kepala karena alergi umumnya disebabkan karena pelepasan histamin yang menurunkan tekanan darah.

Umumnya penderita juga dapat mengalami nyeri sendi (artralgia) dan peningkatan sel darah putih yang berlebihan (leukositosis) dalam darah.

5. Sesak napas

Sesak napas bisa menjadi ciri-ciri alergi dingin. Hal ini kemungkinan disebabkan karena udara dingin yang masuk ke dalam kerongkongan akan memicu sistem kekebalan tubuh bereaksi mengeluarkan histamin dan zat kimia lainnya. 

Menghirup udara dingin dapat membuat saluran napas atas menjadi kering. Selanjutnya udara dingin memicu hidung tersumbat, bersin, dan hidung berair (ingusan). Pada orang dengan alergi dingin, reaksi mungkin akan muncul dalam bentuk yang lebih parah.

Selain itu, ketika bernapas dengan cepat di cuaca yang dingin (misalnya karena beraktivitas fisik seperti jogging, bersepeda, atau berjalan), udara dingin yang terhirup dengan cepat dapat memicu pelepasan sel mast, histamin dan molekul kimia lainnya.

Molekul-molekul ini memicu suatu respon hipersensitif berupa penyempitan saluran napas. Akibatnya Anda merasa merasa sesak. Saat Anda memaksa bernapas sementara saluran udara menyempit, umumnya suara napas Anda akan terdengar seperti siulan lirih “ngik-ngik”. Kondisi ini disebut mengi.

6. Syok anafilaksis

Ciri-ciri alergi dingin umum biasanya tidak sampai mengancam nyawa. Akan tetapi jika Anda terpapar oleh udara dingin yang terlalu ekstrem dan mendadak, tubuh akan melepaskan sangat banyak histamin dalam waktu cepat. Lantas, efek histamin ke tubuh pun juga menjadi lebih parah.

Reaksi drastis tersebut kemudian dapat memicu syok anafilaktik. Beberapa contoh kasus paparan alergi dingin yang dapat sampai menyebabkan syok anafilakik adalah berendam, menyelam, atau berenang di air dingin.

Syok anafilaksis dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis dalam waktu cepat, denyut nadi melemah, penyempitan saluran napas, dan penurunan kesadaran (pingsan atau koma). Jika syok anafilaktik terjadi di dalam air, penderita akan sangat rentan tenggelam.

Segera ke rumah sakit apabila Anda mengalami gejala atau melihat orang lain mengalami gejala anafilaktik.

Ke dokter untuk cek ciri-ciri dan gejala alergi dingin Anda

Alergi dingin paling sering terjadi pada orang dewasa muda. Jika Anda curiga mengalami ciri-ciri alergi dingin atau dulu pernah mengalaminya, coba tanyakan pada keluarga apakah mereka juga mengalami hal yang sama. Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Disease pada tahun 2012, alergi dingin dapat disebabkan oleh faktor keturunan.

Segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan alergi yang tepat. Biasanya, dokter akan memberikan resep antihistamin dan meminta Anda untuk menghindari paparan udara dingin sampai ciri-ciri alergi membaik.

Namun, penanganan gejala syok anafilaktik akibat alergi dingin harus dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Obat alergi resep seperti antihistamin atau kortikosteroid saja tidak mampu mengatasi syok anafilaktik. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 24, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 21, 2020

Yang juga perlu Anda baca