Kenapa Ada Pria yang Berdada Besar Seperti Payudara?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Hampir sebagian besar pria akan menjawab “payudara” sebagai salah satu — atau dua — benda kesukaan mereka. Sampai suatu saat mereka menemukan sepasang payudara baru bertumbuh di dada mereka.

Pria berdada besar pada umumnya tidak perlu khawatir tentang apapun. Kondisi ini juga tak selamanya abadi. Inilah yang harus Anda ketahui seputar dada besar pada pria.

Pria berdada besar diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon seks

Beberapa pria memiliki jaringan payudara yang membesar. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut gynecomastia. Mungkin Anda pernah mendengar orang-orang menyebutnya dengan “man boobs“. Gynecomastia adalah pertumbuhan jaringan jinak sebagai hasil dari ketidakseimbangan hormon seks: estrogen dan testosteron.

Pria memiliki hormon estrogen dalam jumlah kecil dalam tubuh mereka, sama seperti wanita yang memiliki sedikit jatah testosteron dalam tubuhnya. Tapi, di saat jumlah estrogen dalam tubuh pria melonjak naik dibanding kadar testosteronnya, kondisi ini dapat menyebabkan jaringan payudara membengkak.

Tujuh puluh persen anak laki-laki memiliki kondisi ini selama masa pubertas, menurut WebMD. Meskipun biasanya tidak berbahaya, ginekomastia dapat dikaitkan dengan masalah psikologis (malu dan menurunkan rasa percaya diri) sampai beberapa kondisi kesehatan, termasuk penyalahgunaan zat, penyakit tertentu, dan penggunaan beberapa obat.

Selain anak laki-laki usia pubertas, ginekomastia juga terlihat pada anak laki baru lahir (karena efek dari estrogen ibu mereka) dan umum di antara pria yang lebih tua dari 50, menurut Live Science. Kondisi ini dapat dilihat dalam satu atau kedua payudara, dan pertumbuhan jaringan seringnya terjadi tidak merata.

Ketika ginekomastia berkembang, mungkin terasa menyakitkan, atau dapat disertai kelunakan area payudara, nyeri atau keluar cairan dari salah satu atau kedua puting. Dalam kebanyakan kasus, pembesaran payudara ini akan hilang sendiri setelah beberapa minggu atau bulan, meskipun pengobatan dapat digunakan untuk kondisi ginekomastia yang berlangsung lebih lama.

Apa yang menyebabkan pria berdada besar?

Ginekomastia tidak disebabkan oleh timbunan lemak ekstra dari kelebihan berat badan. Hal ini disebabkan oleh jaringan payudara tambahan. Ada kondisi lain, disebut pseudogynecomastia, di mana terjadi penumpukan lemak di dada, yang kadang dikaitkan dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Pria yang sangat gemuk (obesitas) bisa memiliki peningkatan kadar estrogen, yang dapat menyebabkan jaringan payudaranya bertumbuh. Anda tidak akan dapat merasakan jaringan padat, hanya lemak. Ciri utamanya, kedua sisi payudara pria sama-sama terpengaruh dan bergoyang mengikuti gerakan Anda saat Anda sedang berjalan atau berlari.

Pria setengah baya dan yang lebih tua juga dapat memiliki pembesaran jaringan payudara, yang bisa disebabkan oleh penuaan (menggeser kadar hormon) atau karena alasan lain, termasuk:

1. Efek samping obat-obatan

Sebuah laporan dari jurnal Expert Opinion on Drug Safety memperkirakan bahwa obat — resep, rekreasi, dan ilegal — seperti antibiotik, obat jantung, obat anti-kecemasan, perawatan AIDS, antidepresan trisiklik, kemoterapi, dan obat-obatan yang mengobati asam lambung menyebabkan setidaknya 25 persen kasus ginekomastia. Hal ini karena kandungan dalam obat-obatan tertentu dapat mengganggu keseimbangan hormon Anda cukup untuk mengisi payudara Anda.

Ganja, heroin, dan alkohol juga telah dikaitkan dengan angka kejadia pria berdada besar. Penggunaan steroid anabolik (umum di kalangan binaragawan) adalah yang paling sering dikaitkan dengan ginekomastia.

Obat lain yang telah dikutip sebagai pemicu ginekomastia termasuk anti-androgen yang digunakan untuk mengobati kanker prostat, calcium channel blockers, dan obat-obatan maag seperti cimetidine.

Produk herbal yang mengandung minyak pohon teh atau minyak lavender juga dapat meningkatkan ukuran payudara. Itu karena mereka memiliki estrogen alami yang dapat mengganggu kadar normal hormon tubuh Anda.

2. Penyakit tertentu

Kadang, dada besar pada pria bisa menjadi efek samping dari masalah kesehatan lain di luar obesitas, seperti gangguan tiroid hiperaktif (hipertiroidisme), penyakit ginjal, atau tumor pada salah satu kelenjar yang mengontrol hormon Anda.

Ginekomastia telah dikaitkan dengan kondisi yang mengacak-acak produksi hormon tubuh seperti sindrom Klinefelter, penyakit hati, dan insufisiensi hipofisis. Tumor testis dan trauma atau infeksi pada testis dapat menyebabkan pria berdada besar, begitu pula dengan terapi radiasi pada testis. Sirosis hati — sering terlihat di antara orang-orang yang menyalahgunakan alkohol — dapat mengubah kadar hormon dan menyebabkan ginekomastia.

Penyebab ginekomastia tidak selalu jelas. Jadi, selalu lebih baik untuk memeriksakan diri dengan dokter biasa atau seorang endokrinologis, dokter spesialis ketidakseimbangan hormon.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengobati kondisi ini?

Dokter akan mencoba untuk menyingkirkan penyebab lain dari pembesaran payudara pria, seperti:

  • Kista
  • Lipoma — tumor jinak dari lemak tubuh
  • Mastitis — peradangan jaringan payudara
  • Kanker payudara — ginekomastia jarang disebabkan oleh kanker payudara
  • Hematoma — pembengkakan darah yang membeku
  • Metastasis — kanker yang sudah menyebar
  • Nekrosis lemak — benjolan akibat kerusakan jaringan lemak payudara
  • Hamartoma — pertumbuhan jaringan mirip tumor jinak

Jika ginekomastia tampaknya disebabkan oleh obat, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk beralih ke obat yang berbeda, menghentikan dosis, atau tetap melanjutkan penggunaan. Jika jangka dosis obat tidak panjang, kondisi ini akan bersifat sementara.

Pada hampir setiap kasus ginekomastia, pembengkakan jaringan akan surut dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun seiring tingkat hormon yang kembali normal. Sangat penting untuk dokter menjelaskan ini kepada pasien mereka. Remaja yang memiliki kondisi ini tanpa sebab yang jelas akan disarankan untuk membuat janji temu berkala untuk melihat apakah pembesaran payudara mereda dengan sendirinya.

Jika kondisi tidak kunjung menghilang dalam beberapa tahun, menyebabkan malu, rasa sakit dan/atau nyeri, pengobatan mungkin diperlukan. Pengobatan untuk ginekomastia termasuk jarang, dan mungkin menggunakan salah satu di antara dua pilihan: obat-obatan seperti terapi hormon untuk memblokir efek dari estrogen, atau operasi pengecilan payudara dan sedot lemak. Operasi pengangkatan jaringan dimaksudkan untuk memberikan hasil permanen, maka Anda harus tetap menjalani gaya hidup sehat untuk memelihara bentuk tubuh baru Anda tetap dalam keadaan prima. Berat badan yang naik drastis, menggunakan steroid, atau menggunakan obat yang mempengaruhi kadar testosteron Anda dapat menyebabkan kondisi pria berdada besar kambuh kembali.

BACA JUGA:

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit