backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Mengenal Ciri-Ciri Andropause atau Menopause pada Pria

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 29/06/2022

Mengenal Ciri-Ciri Andropause atau Menopause pada Pria

Saat seorang pria memasuki usia kepala lima, mereka mulai mengalami perubahan hormon secara drastis. Pria bisa sering mengeluh sakit atau mengalami penurunan gairah seksual. Keduanya bisa termasuk ciri-ciri andropause alias menopause pada pria.

Ada beberapa ciri andropause lainnya yang perlu Anda perhatikan. Simak penjelasan lebih lengkapnya di artikel ini.

Berbagai ciri-ciri menopause pada pria

Andropause adalah kondisi menurunnya kadar hormon testosteron seiring dengan proses penuaan. 

Andropause sering disebut menopause pada pria meski faktanya tidak demikian.

Terdapat sejumlah perbedaan antara menopause pada wanita dan andropause pada pria. 

Pada wanita, menopause terjadi saat ovulasi berakhir dan produksi hormon menurun selama waktu yang relatif singkat. 

Pada pria, ciri andropause ditunjukkan dari penurunan hormon testosteron yang terjadi selama bertahun-tahun, tapi tidak selalu memperlihatkan dampak yang jelas.

Nah, pria sebaiknya waspada terhadap masalah ketidakseimbangan hormon tubuh sebelum gejala yang ditimbulkan semakin memburuk.

Ciri-ciri menopause pada pria biasa disebut testosterone deficiency syndrome atau TDS. 

Riset yang diterbitkan ​​International Journal of Clinical Practice menjelaskan bahwa ciri andropause dapat meliputi hal-hal berikut.

1. Libido rendah

Testosteron memainkan peran penting dalam menjaga gairah seks (libido).

Libido lebih rendah dari biasanya bisa menjadi ciri kadar hormon testosteron yang rendah akibat andropause.

Testosteron rendah juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi (impotensi). Kondisi ini erjadi ketika Anda mengalami kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

Libido rendah juga dapat menyebabkan jumlah sperma yang menurun (oligospermia).

2. Depresi

stres pekerjaan

Testosteron membantu mengatur suasana hati Anda. Jika kadar testosteron turun, Anda bisa saja terkena depresi.

Ciri depresi yang berkaitan dengan andropause bisa meliputi perasaan sedih yang terus-menerus, kekosongan, kecemasan, dan cepat marah atau kesal. 

Saat depresi, Anda kesulitan berkonsentrasi atau mengingat sesuatu, kehilangan minat pada hal-hal yang pernah Anda sukai, dan mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Perubahan sikap Anda juga dapat memengaruhi orang-orang di sekitar Anda.

3. Kurang berenergi

Hormon testosteron membantu menambah massa otot. Massa otot yang lebih besar berarti mampu menampung cadangan energi lebih banyak.

Itulah sebabnya testosteron juga berperan dalam meningkatkan atau mempertahankan energi di dalam tubuh.

Berkurangnya hormon testosteron akibat andropause bisa menurunkan massa otot. Anda pun bisa merasa mudah lelah karena otot hanya mampu menampung sedikit energi. 

Selain itu, tubuh mungkin kesulitan mendapatkan energi yang memadai untuk melakukan aktivitas harian. 

4. Insomnia

disfungsi ereksi

Ciri andropause berikutnya adalah mengalami masalah tidur seperti insomnia.

Hal ini berkaitan dengan testosteron yang memainkan peran penting dalam mengatur pola tidur Anda. 

Apabila kadar testosteron menurun, Anda mungkin mengalami insomnia dan gangguan tidur.

Gejala insomnia termasuk kesulitan tidur dan tetap tertidur. Hal ini kemudian dapat menyebabkan kantuk di siang hari, kesulitan fokus, dan mudah marah.

5. Osteoporosis

Hormon testosteron juga berfungsi membantu mempertahankan kepadatan tulang Anda.

Jadi, berkurangnya hormon testosteron yang menyebabkan andropause bisa memperlihatkan ciri yang serupa dengan pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Gejala osteoporosis umumnya baru muncul ketika kepadatan tulang sudah berkurang drastis. Anda bisa mengalami nyeri tulang belakang, penurunan tinggi badan, dan perubahan postur tubuh.

Kondisi osteoporosis yang cukup parah juga bisa membuat tulang rentan patah atau retak.

6. Perut buncit

cara mengecilkan perut buncit pada pria

Ciri menopause pada pria berikutnya adalah kelebihan lemak di perut akibat dari kadar hormon testosteron rendah.

Testosteron membantu memperlambat penumpukan lemak. Jika kadar testosteron turun, lemak lebih mudah menumpuk di sekitar bagian perut. 

Selain itu, enzim dalam jaringan lemak bisa mengubah testosteron menjadi estrogen. Kondisi ini tentunya menyebabkan kadar testosteron turun lebih banyak lagi.

Akibatnya, lemak makin banyak disimpan di bagian perut dan di sekitar dada sehingga perut pun membuncit.

Itulah enam ciri andropause yang bisa memengaruhi kesehatan pria. Kondisi ini bisa berdampak pada perubahan perilaku, menurunkan gairah seksual, hingga menambah jumlah lemak di perut.

Jika Anda mengalami tanda andropause yang mulai menghambat aktivitas harian Anda, konsultasikan segera masalah ini kepada dokter.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 29/06/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan