home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

Air mani merupakan salah satu bagian yang penting dari sistem reproduksi pria. Tetapi sayangnya hanya sedikit yang betul-betul memahami seluk-beluk air mani. Kebanyakan orang akan lebih fokus pada sperma daripada air mani. Padahal, air mani pria memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri yang membuatnya berbeda dari sperma.

Mengenal air mani pria dan kandungannya

air mani pria

Air mani adalah cairan berwarna putih keruh yang diproduksi pria saat ejakulasi. Dikutip dari Andrology Center dalam air mani, terkandung sel sperma (spermatozoa), fruktosa, asam amino, dan berbagai enzim yang bertugas membantu sel sperma melakukan pembuahan pada rahim.

Sperma sendiri adalah cairan sel reproduksi pria yang mengandung kromosom untuk menghasilkan pembuahan pada sel telur dan membentuk zigot.

Air mani dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis. Organ reproduksi pria ini letaknya di bagian bawah belakang kandung kemih. Campuran air mani dan sperma berwarna putih keruh. Hal ini disebabkan karena tingginya kandungan protein dalam air mani.

Selain protein dan sel sperma, di dalam air mani pria juga terdapat beberapa kandungan nutrisi lain, seperti asam askorbat, fruktosa, zat besi, kalsium, magnesium, sodium, potasium, vitamin B12, kalori, dan air.

Perbedaan air mani dan sperma

Masih banyak pasangan yang menyalahartikan air mani dan sperma sebagai hal yang sama. Namun, secara mudah perbedaan antara air mani dan sperma dapat dijabarkan melalui dua poin sebagai berikut.

  • Air mani adalah cairan berwarna putih yang dikeluarkan pria saat ejakulasi dan sperma adalah bagian dari cairan semen (air mani) yang berupa sel reproduksi pria untuk membuahi sel telur wanita.
  • Air mani dapat dilihat oleh mata dengan bentuk berupa cairan putih dan memiliki karakteristik lengket, sementara cairan sperma yang berisi sel reproduksi bersifat tak kasat mata dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop.

Berbagai manfaat air mani untuk kesehatan

manfaat air mani

Manfaat air mani bukan hanya untuk membantu proses pembuahan saja, ada berbagai khasiat lain yang dapat Anda dan pasangan rasakan sebagai berikut ini.

1. Anti-depresan alami

Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa seks bisa membuat mood seseorang lebih baik.

Sebuah penelitian dilakukan pada 293 perempuan untuk membuktikan apakah sperma dan air mani bisa mengurangi gejala depresi.

Pada penelitian yang dilakukan oleh New York University tersebut ditemukan bahwa wanita yang memiliki sejumlah kandungan air mani di dalam aliran darahnya tidak menunjukkan gejala depresi. Hal tersebut didapatkan setelah mereka melakukan hubungan seks.

Selain itu, studi ini juga membandingkan wanita yang berhubungan seks dengan memakai kondom dengan yang tidak memakai kondom. Hasilnya, perempuan yang berhubungan seks tanpa kondom, mengalami gejala depresinya jauh lebih sedikit dibanding mereka yang pakai kondom.

Namun bukan berarti lebih baik seks tidak pakai kondom. Sebab seks dengan menggunakan kondom dapat melindungi Anda dan pasangan dari berbagai risiko penyakit menular seksual.

2. Membuat tidur lebih nyenyak

Manfaat air mani ternyata juga bisa membuat Anda tidur lebih nyenyak. Tak jarang, kebanyakan pasangan akan langsung tidur setelah mendapatkan orgasme saat berhubungan seksual.

Hal ini disebabkan karena sperma dan air mani mengandung senyawa kimia bernama melatonin. Melatonin ini punya andil dalam tubuh untuk membuat Anda tidur lelap dan rileks.

3. Menurunkan risiko kanker prostat

The Journal of American Medical Association menyatakan bahwa jarang ejakulasi bisa membuat Anda lebih berisiko terkena kanker prostat.

Maka dari itu, ejakulasi untuk mengeluarkan air mani secara rutin dan tidak berlebihan malah bisa membantu Anda menurunkan risiko dan mencegah kanker prostat.

4. Menurunkan tekanan darah

Manfaat air mani lainnya ternyata juga bisa menurunkan tekanan darah. Hal ini dapat dirasakan bagi wanita yang menelan air mani.

Wanita jadi rendah terkena risiko preeklampsia bila menelan air sperma. Namun, bukan berarti ini fakta ini mutlak benar dan perlu dilakukan. Untuk mencegah tekanan darah naik, Anda harus tetap konsultasi ke dokter dan minum obat secara rutin.

Kumpulan fakta menarik seputar air mani pria

fakta air mani dan sperma

Berkaitan dengan mitos-mitos yang berkembang di berbagai kalangan, berikut adalah beberapa fakta air mani yang perlu Anda ketahui.

1. Sebesar 5% dari air mani adalah sperma

Setiap pria berejakulasi, air mani yang dihasilkan akan mengandung sperma. Jumlah sperma yang terkandung dalam setiap ejakulasi pria adalah sekitar 200 sampai 500 juta.

Ini berarti sperma memakan kira-kira 5% dari keseluruhan volume air mani yang diproduksi saat ejakulasi. Angka ini bisa berubah-ubah tergantung pada lama waktu dan volume ejakulasi.

Air mani berfungsi untuk menetralkan tingkat keasaman saat sperma memasuki vagina agar sperma tidak mati dan bisa bergerak menuju sel telur untuk melakukan pembuahan.

2. Air mani mengandung berbagai nutrisi

Air mani diproduksi oleh kelenjar vesikula seminalis yang terletak di bagian bawah belakang kandung kemih pria. Warnanya yang putih keruh disebabkan karena tingginya kandungan protein dalam air mani.

Selain protein dan sel sperma, air mani mengandung berbagai nutrisi lain, seperti asam askorbat, fruktosa, zat besi, kalsium, magnesium, sodium, potasium, vitamin B12, kalori, dan air.

3. Menelan air mani tidak bikin gemuk

Mungkin Anda pernah mendengar mitos bahwa menelan air mani akan membuat Anda cepat gemuk karena air mani mengandung kalori.

Kalori memang menjadi salah satu kandungan air mani, namun menelan air mani tidak lantas menyebabkan berat badan bertambah.

Dalam sekali ejakulasi, hanya ada sekitar lima kalori dalam air mani pria. Jumlah kalori ini setara dengan makan satu buah stroberi segar.

4. Kekentalan air mani pria selalu berubah

Anda tidak perlu khawatir jika setiap hari kekentalan atau konsistensi air mani berubah-ubah, karena hal ini sangat wajar. Kadang air mani bisa sangat pekat menyerupai gel, tapi bisa juga berwujud cair.

Ada berbagai faktor yang memengaruhi konsistensi air mani, salah satunya kadar air dalam tubuh. Semakin banyak mengonsumsi cairan, maka dapat menyebabkan sifat air mani menjadi encer.

5. Rasa air mani tidak dipengaruhi makanan yang dikonsumsi

Memiliki kandungan fruktosa yang cukup tinggi, air mani pria yang sehat akan cenderung terasa sedikit manis.

Namun jika Anda adalah perokok berat, air mani Anda kemungkinan akan terasa berbeda. Hal ini disebabkan racun yang dihasilkan rokok seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida.

Didasari oleh hal ini, banyak orang yang percaya bahwa makanan atau minuman yang Anda konsumsi bisa memengaruhi rasa air mani. Misalnya jika Anda makan banyak buah-buahan seperti semangka, kiwi, atau nanas, maka air mani juga akan terasa lebih segar.

Akan tetapi, hal ini masih menjadi sebatas mitos. Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang mendukung dugaan tersebut.

6. Alergi air mani sangat jarang terjadi

Biasanya seseorang menyatakan bahwa dirinya alergi terhadap air mani untuk menghindari permintaan menelan air mani dari pasangannya.

Kemungkinan alergi terhadap air mani pria memang ada, tetapi kejadian ini sangat jarang ditemui. Para ahli menyatakan bahwa kasus wanita yang alergi terhadap air mani hanya berkisar pada satu sampai lima persen saja.

Alergi air mani juga bisa langsung terlihat efeknya, seperti kulit atau bagian tubuh yang bersentuhan dengan air mani akan jadi gatal, kemerahan, dan membengkak.

7. Air mani pria bisa menularkan penyakit

Meskipun air mani pria mengandung berbagai nutrisi baik, cairan semen ini juga bisa menularkan berbagai penyakit kelamin, seperti sifilis, gonore, klamidia, herpes, dan HIV.

Maka dari itu, untuk menghindari risiko penularan penyakit menular seksual Anda selalu disarankan untuk melakukan aktivitas seks sehat, seperti menggunakan kondom dan menghindari bergonta-ganti pasangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dr. Ananya Mandal, M., 2015. What Is Semen?. [online] News-Medical.net. Available at: <https://www.news-medical.net/health/What-is-Semen.aspx> [Accessed 12 October 2016].

Dr. Ananya Mandal, M., 2015. Semen Physiology. [online] News-Medical.net. Available at: <https://www.news-medical.net/health/Semen-Physiology.aspx> [Accessed 12 October 2016].

Sally Robertson, B., 2016. Swallowing Semen. [online] News-Medical.net. Available at: <https://www.news-medical.net/health/Swallowing-Semen.aspx> [Accessed 2 February 2017].

Connor, L., 2016. 4 Surprising Health Benefits Of Semen. [online] Standard.co.uk. Available at: <https://www.standard.co.uk/escapist/health/4-surprising-health-benefits-of-semen-a3374821.html> [Accessed 7 May 2018].

Barnes, Z., 2016. 12 Fascinating Facts About Semen. [online] SELF. Available at: <https://www.self.com/story/fascinating-semen-facts> [Accessed 12 October 2016].

Andrology Center. 2018. Semen Vs Sperm. [online] Available at: <http://www.andrologycenter.in/2018/10/24/semen-vs-sperm/#> [Accessed 25 January 2021].

Jequier, A. (2011). Male Infertility: A Clinical Guide (2nd ed., Cambridge Clinical Guides). Cambridge: Cambridge University Press. doi:10.1017/CBO9780511997402

Leitzmann, Michael F et al. “Ejaculation frequency and subsequent risk of prostate cancer.” JAMA vol. 291,13 (2004): 1578-86. doi:10.1001/jama.291.13.1578

Gallup, G. G., Jr, Burch, R. L., & Platek, S. M. (2002). Does semen have antidepressant properties?. Archives of sexual behavior, 31(3), 289–293. https://doi.org/10.1023/a:1015257004839

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 05/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x