home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Bahan Alami yang Bisa Dipakai untuk Mengobati Infeksi Jamur Penis

5 Bahan Alami yang Bisa Dipakai untuk Mengobati Infeksi Jamur Penis

Bukan hanya wanita yang bisa terkena infeksi jamur vagina, hal ini juga bisa terjadi pada penis pria. Sama seperti infeksi jamur pada umumnya, infeksi jamur pada penis pun harus segera diobati. Jika tidak, gejala yang muncul bisa semakin parah.

Umumnya, pria yang memiliki infeksi jamur pada penis dianjurkan minum obat oral atau mengoleskan salep antijamur. Selain itu, ternyata ada beberapa bahan alami yang digadang-gadang mampu meredakan gejala infeksi jamur penis. Apa saja, ya?

Cara mengatasi infeksi jamur pada penis

Infeksi jamur pada penis biasanya ditandai dengan ruam kemerahan, yang kadang disertai dengan bintik putih. Selanjutnya, Anda akan merasakan gatal, nyeri, perih, serta rasa terbakar pada penis.

Kalau sudah begini, jangan tunda lagi untuk mengobati infeksi jamur penis. Selain menggunakan obat-obatan dari dokter atau yang dijual bebas, Anda bisa mempercepat proses penyembuhan dengan mengobatinya pakai bahan alami. Berikut beberapa yang bisa dicoba:

1. Yogurt

Yogurt telah lama dikenal sebagai probiotik alami yang bagus untuk memperbanyak jumlah bakteri baik di dalam tubuh, seperti di usus, saluran kemih, serta area vital Anda.

Bakteri Lactobacillus yang terdapat di dalam yogurt akan memicu perkembangan bakteri baik sehingga membantu memerangi infeksi jamur (Candida) pada penis sekaligus mengembalikan keseimbangan bakteri-bakteri di dalamnya.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy di tahun 2006, menemukan bahwa probiotik dipercaya dapat mengurangi jumlah jamur atau ragi penyebab infeksi pada alat kelamin wanita. Meski belum ada penelitian lebih lanjut membahas efek probiotik terhadap infeksi di penis, tapi diharapkan yogurt dapat memberikan efek yang sama ketika probiotik mampu mengatasi infeksi jamur vagina.

Tertarik untuk mencobanya? Caranya mudah, kok. Anda bisa mengonsumsi plain yogurt, maupun mengoleskannya secara langsung pada ke seluruh area penis.

2. Minyak pohon teh

tea tree oil

Sudah menjadi rahasia umum bahwa minyak pohon teh alias tea tree oil dyakini dapat meredakan gejala infeksi jamur penis karena sifat antiperadangannya. Sebelum menggunakannya, sebaiknya campurkan minyak pohon teh bersama minyak pelarut (pembawa) terlebih dahulu seperti minyak zaitun, minyak argan, minyak kelapa, minyak jojoba, dan lainnya.

3. Minyak kelapa

minyak kelapa dalam makanan

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Medicinal Food, menemukan bahwa minyak kelapa bisa mengurangi serangan jamur Candida albicans. Berbeda dengan minyak pohon teh yang harus digunakan bersama dengan minyak pembawa, minyak kelapa adalah minyak pembawa sehingga aman dioleskan langsung.

4. Cuka apel

mitos cuka apel

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan herbal alami yang satu ini. Cuka apel memiliki kandungan antijamur sehingga bisa membantu mengatasi spesies jamur Candida yang jadi penyebab infeksi penis. Baunya memang tidak sedap, tapi jangan khawatir karena bau khas cuka apel akan menguap dengan sendirinya.

Alangkah lebih baik bila Anda mencampurkan cuka apel dengan air matang sebelum digunakan langsung pada penis.

5. Bawang putih

makan bawang putih

Bukan hanya dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dapur saja, nyatanya bawang putih dengan kandungan antijamur dan antibakterinya bisa membantu mengatasi infeksi jamur di alat kelamin. Termasuk pada penis.

Namun, sedikit berbeda dengan penggunaan bahan alami lainnya yang dioleskan langsung pada penis, bawang putih justru dapat menimbulkan sensasi panas dan perih bila digunakan secara langsung.

Maka itu, cara amannya adalah dengan memperbanyak bawang putih dalam konsumsi harian Anda. Baik itu dimakan langsung ataupun diolah bersama lauk pauk dan sayur. Selain itu, ada krim khusus untuk mengobati infeksi jamur di alat kelamin yang telah dilengkapi dengan kandungan bawang putih serta bahan alami lainnya.

Hati-hati, kemungkinan risiko efek samping

Meski dinilai punya manfaat yang baik, tapi Anda tetap diharuskan untuk berhati-hati saat menggunakan bahan-bahan alami ini. Sebab dalam beberapa kasus, bahan alami bisa menimbulkan efek samping ketika dipakai di organ vital. Terlebih karena kulit penis tergolong sensitif.

Langkah amannya, sebaiknya uji cobakan bahan alami tersebut di salah satu area tubuh dulu. Jika dalam 12-24 jam tidak menimbulkan reaksi apa pun, Anda boleh menggunakannya di area kelamin, tapi tetap dalam pengawasan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Yeast Infections in Men: What to Know. https://www.everydayhealth.com/yeast-infection/guide/men/ Diakses pada 22 November 2018.

Penile Yeast Infection: Symptoms, Treatment, and More. https://www.healthline.com/health/mens-health/penile-yeast-infection Diakses pada 22 November 2018.

Top 5 Male Yeast Infection Home Remedies. https://www.healthline.com/health/male-yeast-infection-home-remedy Diakses pada 22 November 2018.

How to Get Rid of a Yeast Infection. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317935.php Diakses pada 22 November 2018.

Can Yogurt Treat a Yeast Infection? https://www.medicalnewstoday.com/articles/321254.php?sr Diakses pada 22 November 2018.

Journal of Medicinal Food. In Vitro Antimicrobial Properties of Coconut Oil on Candida Species in Ibadan, Nigeria. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17651080

Journal of Antimicrobial Chemotherapy. Probiotics for Prevention of Recurrent Vulvovaginal Candidiasis: A Review. https://academic.oup.com/jac/article/58/2/266/721575 Diakses pada 22 November 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 06/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x