home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Obat Jamur untuk Kemaluan Pria dan Cara Mengatasinya

3 Obat Jamur untuk Kemaluan Pria dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda mengalami kondisi penis gatal, perih, dan kemerahan? Hal ini tidak hanya terjadi pada vagina wanita saja. Terkadang, pria juga bisa mengalami infeksi penis akibat pertumbuhan jamur pada area kemaluan. Untuk mengatasi dan mencegahnya, mari simak secara lengkap pilihan obat jamur pada kemaluan pria yang bisa Anda gunakan.

Gejala dan penyebab infeksi penis

Penis adalah simbol kegagahan pria, sehingga beberapa kalangan menganggapnya menjadi organ tubuh penting tersendiri. Oleh karena ini, penting sekali bagi Anda untuk menjaga kesehatan dan kebersihan penis.

Infeksi jamur pada penis yang biasanya disebabkan oleh Candida albicans ini bisa ditandai dengan beberapa tanda dan gejala, antara lain:

  • sensasi penis gatal dan terasa panas,
  • penis bengkak dan kemerahan,
  • muncul bercak atau noda putih,
  • timbul bau tak sedap (terutama bagi pria yang tidak disunat),
  • keluar cairan putih yang menggumpal dan kental dari balik bagian kulit kulup pada pria yang tidak disunat, dan
  • rasa sakit ketika buang air kecil atau berhubungan seks.

Pada dasarnya, jamur Candida akan berkembang pesat pada kulit yang lembab, berkeringat, dan jarang dibersihkan. Oleh karena itu, pria yang belum disunat memiliki risiko lebih besar untuk terkena infeksi jamur. Bahkan dalam beberapa kasus, kulup atau kulit yang menutupi kepala penis bisa membengkak dan mengalami luka terbuka akibat infeksi jamur.

Selain itu, Journal Of Clinical Medicine mengatakan seseorang yang mengidap penyakit diabetes lebih rentan terhadap infeksi jamur Candida, termasuk yang terjadi pada kemaluan pria. Potensi perkembangbiakan jamur juga dapat terjadi akibat reaksi alergi terhadap parfum, air kotor, bahkan gel sabun mandi yang biasa Anda gunakan sehari-hari.

Pilihan obat infeksi jamur pada kemaluan pria

Infeksi jamur merupakan salah satu gangguan paling umum yang bisa terjadi pada alat kelamin pria. Untungnya, kebanyakan kondisi ini dapat Anda sembuhkan dengan obat-obatan yang dijual bebas di apotek tanpa memerlukan resep dokter.

Sebelum menggunakannya, pastikan Anda sudah membaca anjuran pemakaian obat jamur kelamin terlebih dulu. Jika kurang jelas, sebaiknya tanyakan pada apoteker atau konsultasikan ke dokter.

Adapun beberapa jenis obat dan metode medis yang bisa mengatasi infeksi jamur pada kelamin pria seperti berikut ini.

1. Salep antijamur

obat salep

Penggunaan krim atau salep antijamur yang tersedia bebas di apotek umumnya bisa membantu meredakan infeksi jamur pada penis. Krim atau salep ini bisa Anda oleskan pada permukaan kulit yang mengalami infeksi, sesuai dengan anjuran pemakaian pada label.

Bagi kebanyakan orang, salep dan krim antijamur cukup efektif untuk menghilangkan infeksi dalam beberapa minggu penggunaan. Obat jamur ini juga umumnya tidak memiliki efek samping yang perlu Anda waspadai.

Beberapa jenis salep dan krim antijamur yang bisa Anda gunakan, antara lain miconazole, econazole, dan clotrimazole.

2. Obat minum

obat minum untuk infeksi jamur penis

Jika pengobatan dengan salep belum membuahkan hasil, Anda bisa memeriksakan kondisi ini ke dokter. Infeksi jamur jangka panjang biasa membutuhkan obat minum yang memiliki efek lebih kuat, seperti fluconazole. Anda harus minum obat ini sesuai dengan resep dokter karena fluconazole memiliki efek samping seperti dari nyeri perut ringan, diare, sakit kepala, demam, dan kejang (konvulsi).

Dokter juga bisa meresepkan krim topikal, seperti nystatin dan hydrocortisone. Nystatin berfungsi sebagai antijamur, sedangkan hydrocortisone adalah obat kortikosteroid untuk meredakan peradangan, nyeri, dan bengkak di sekitar area kemaluan.

3. Sunat

anak disunat

Infeksi jamur pada pria yang belum disunat juga bisa berkembang menjadi kondisi yang disebut balanitis atau radang kepala penis. Dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan prosedur sunat yang aman dan pemulihannya relatif cepat.

Sunat dilakukan dengan membuang bagian kulit kulup yang menutupi kepala penis. Prosedur ini akan membuat kepala penis yang tadinya tertutup menjadi terbuka sehingga lebih mudah Anda bersihkan. Hal ini juga demi mencegah timbulnya infeksi berulang.

Selain obat-obatan medis, ada juga beberapa bahan alami untuk mengatasi infeksi jamur yang ampuh dan tersedia di rumah. Salah satu contoh bahan alami tersebut adalah yogurt sebagai probiotik alami yang mampu memicu perkembangan bakteri baik dan sekaligus memerangi infeksi jamur Candida.

Memperbanyak konsumsi bawang putih yang memiliki senyawa antijamur dan antibakteri juga mampu mengatasi kondisi ini yang bahkan hampir sama efektifnya seperti penggunaan obat clotrimazole.

Cara mencegah dan mengobati infeksi jamur pada kelamin pria

Jamur Candida biasanya berkembang biak pada tempat yang lembap, seperti lipatan-lipatan kulit pada area yang jarang terkena sinar matahari dan udara. Sehingga area selangkangan harus tetap bersih dan kering untuk mencegah terjadinya infeksi jamur.

Infeksi jamur pada penis dan selangkangan ini bisa menular dari orang ke orang dan bisa menyebabkan iritasi, nyeri atau gatal. Selama Anda menggunakan obat jamur kelamin, ada baiknya mengikuti hal-hal seperti berikut ini.

  • Berikan campuran air dan antiseptik, lalu basuhkan pada area yang terinfeksi jamur dengan kain bersih yang kering. Lakukan secara hati-hati, kemudian oleskan krim antijamur yang telah diresepkan oleh dokter atau apoteker.
  • Mandi dan bersihkan daerah penis gatal atau perih dengan air hangat setidaknya dua kali sehari. Berhati-hatilah saat menggosok dan membersihkan area kulup dan batang penis Anda.
  • Hindari menggunakan sabun wangi, shower gel, atau deodoran pada seluruh bagian yang terkena iritasi. Hal ini malah bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut.
  • Mencuci tangan sebelum dan setelah buang air untuk mencegah penyebaran infeksi. Sebaiknya, hindari berbagai lap atau handuk dengan orang lain.
  • Jaga daerah penis tetap kering dan bebas dari keringat dan basah lembap untuk mencegah infeksi jamur menyebar luas.
  • Berganti pakaian minimal 2 kali dalam sehari agar bakteri dan kuman lainnya dari keringat tidak memperparah infeksi jamur pada penis Anda.
  • Beri kompres es untuk meringankan peradangan, panas, dan rasa gatal pada sekitar area iritasi. Jangan menempelkan kompres langsung pada kulit yang gatal, melainkan lakukan kompres pada area luar iritasi. Gunakan kain bersih yang telah Anda cuci dengan alkohol atau plastik medis, isi dengan air dingin atau es. Kompres bagian yang terasa tidak nyaman, lakukan secara berkala.
  • Sebaiknya hindari terlebih dahulu segala aktivitas seksual dengan pasangan. Hal ini hanya akan membuat Anda dan pasangan saling menyebarkan bakteri jamur.
  • Hindari menggunakan produk yang menyebabkan iritasi. Jika iritasi itu disebabkan oleh penggunaan kondom berbahan lateks, cobalah memakai alternatif kondom yang berbahan antialergi untuk kulit sensitif.

Jika Anda tidak merasakan pemulihan setelah menggunakan obat infeksi jamur pada penis dan sekitar kemaluan pria, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Yeast Infections: Symptoms, Diagnosis & Treatment. Urology Care Foundation. Retrieved 10 May 2021, from https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/y/yeast-infections

Male groin – irritation and infection. Healthdirect Australia. (2019). Retrieved 10 May 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/male-groin-irritation-and-infection

Roland, J., & Biggers, A. (2019). Penile Yeast Infection: Symptoms, Treatment, and More. Healthline. Retrieved 10 May 2021, from https://www.healthline.com/health/mens-health/penile-yeast-infection

Sawyers, T., & Wilson, D. (2019). Top 5 Best Male Yeast Infection Home Remedies. Healthline. Retrieved 10 May 2021, from https://www.healthline.com/health/male-yeast-infection-home-remedy

Rodrigues, C., Rodrigues, M., & Henriques, M. (2019). Candida sp. Infections in Patients with Diabetes Mellitus. Journal Of Clinical Medicine, 8(1), 76. https://doi.org/10.3390/jcm8010076

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x