home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sering Ereksi Tanpa Sebab dan Terasa Nyeri? Bisa Jadi Anda Kena Gangguan Ini

Sering Ereksi Tanpa Sebab dan Terasa Nyeri? Bisa Jadi Anda Kena Gangguan Ini

Ereksi normalnya terjadi saat Anda merasakan rangsangan. Entah itu dari sentuhan, ciuman, melihat, atau membayangkan sesuatu yang menggoda birahi. Namun pada beberapa orang, ereksi bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa rangsangan apa pun hingga bahkan terasa sakit. Kenapa seseorang bisa ereksi tiba-tiba? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Penyebab ereksi tiba-tiba disertai rasa nyeri

Ereksi tidak hanya terjadi pada pria tapi juga wanita. Pada pria, ereksi ditandai dengan menegangnya atau berdirinya penis. Sementara pada wanita, ereksi membuat klitoris jadi membesar dan mengeras. Keduanya terjadi akibat darah mengalir ke area penis atau vagina sehingga ukurannya membesar, memanjang, dan lebih keras.

Ereksi ternyata bisa terjadi tanpa dirangsang lebih dulu dengan hal-hal yang berbau seks. Produksi hormon dalam jumlah besar oleh tubuh juga bisa jadi penyebabnya. Nah, kondisi ini sering disebut juga dengan ereksi spontan dan wajar terjadi.

Namun, Anda perlu mewaspadai jika ereksi tiba-tiba disertai rasa nyeri. Bisa jadi kondisi tersebut menandakan gejala sindrom gairah seksual persisten atau persistent genital arousal disorder (PGAD).

Pada beberapa kasus, orang dengan PGAD akan mengalami ereksi selama berjam-jam, berhari-hari, atau berminggu-minggu. Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa saja gejala PGAD?

Dibanding pria, PGAD lebih sering terjadi pada wanita. Gejala PGAD pada pria adalah ereksi penis tanpa sebab disertai rasa sakit. Sementara pada wanita, tidak hanya klitoris yang akan membengkak. Bagian vagina, bibir vagina, anus, dan puting payudara juga ikut membengkak disertai munculnya sensasi aneh dan rasa gatal.

Selain menegangnya organ intim, beberapa gejala lainnya saat PGAD terjadi, antara lain:

  • Wajah dan leher memerah
  • Tekanan darah melonjak tinggi dan tidak normal
  • Denyut jantung jadi sangat cepat
  • Napas terengah-engah
  • Otot di seluruh tubuh terasa kejang
  • Pandangan jadi kabur

Apa sih penyebab ereksi tiba-tiba disertai rasa nyeri?

gejala infeksi jamur vagina

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami PGAD, seperti adanya tekanan berlebihan pada saraf pudenda di klitoris atau masalah aliran darah yang masuk dan keluar dari penis maupun klitoris.

Pada beberapa kasus, PGAD juga sering terjadi pada orang dengan masalah kejiwaan, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar tipe I, gangguan obsesif kompulsif, dan lain-lainnya. Selain itu, PGAD juga bisa terjadi pada orang baru saja menjalani operasi otak, efek samping prosedur vasektomi, atau memiliki stroke.

Bagaimana cara meringankan gejala ini?

Mengatasi PGAD harus sesuai dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh masalah jiwa, berarti pasein harus melakukan pengobatan psikis untuk penyakit tersebut. Beberapa cara untuk mengurangi gejala PGAD yang mungkin dilakukan, antara lain:

  • Teknik masturbasi hingga orgasme untuk mengurangi gejala. Namun, metode ini tidak selalu ampuh jika dilakukan dalam jangka panjang.
  • Mengikuti terapi elektrokonvulsif (ECT) untuk PGAD pada pasien gangguan bipolar atau gangguan kecemasan
  • Melakukan TENS atau stimulasi saraf listrik transkutan untuk meredakan nyeri saraf.
  • Mengikuti terapi perilaku kognitif untuk mengatasi masalah kejiwaan dengan melatih kemampuan pasien dalam mengendalikan emosi dan memberinya dukungan.
  • Minum obat yang diresepkan dokter, seperti antidepresan dan clomipramine untuk mengobati gangguan obsesif kompulsif, gel lignocaine untuk membuat area tubuh tertentu jadi mati rasa, serta fluoxetine untuk mengobati serangan panik dan bulimia.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is persistent genital arousal disorder (PGAD)? https://www.medicalnewstoday.com/articles/249594.php. Accessed on November 21, 2018.

What is Persistent Genital Arousal Disorder (PGAD)? https://www.healthline.com/health/persistent-genital-arousal-disorder#symptoms. Accessed on November 21, 2018.

Persistent Genital Arousal Disorder. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4980903/. Accessed on November 21, 2018.

Can erections happen when you’re not sexually aroused? https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/can-erections-happen-when-youre-not-sexually-aroused. Accessed on November 21, 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 27/11/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x