home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspada Microsleep, Ketiduran Singkat yang Bisa Berbahaya

Waspada Microsleep, Ketiduran Singkat yang Bisa Berbahaya

Apakah Anda termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang suka tidur terlambat? Jika ya, sebaiknya segera hindari kebiasaan kurang sehat tersebut. Pasalnya, tidur terlambat dapat menyebabkan Anda kurang tidur dan mengantuk keesokan hari. Selain tak sehat, salah satu yang berbahaya adalah mengalami microsleep secara tiba-tiba pada waktu yang tak terduga. Nah, apa sih yang dimaksud dengan microsleep? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu microsleep?

Microsleep tidaklah sama dengan tidur biasanya. Kondisi ini bisa berlangsung dari hanya satu detik hingga dua menit lamanya. Namun, Anda tak selalu menyadarinya karena microsleep biasanya terjadi karena rasa lelah dan kantuk yang tak terhindarkan.

Anda bisa mengalaminya di mana saja dan kapan saja, termasuk saat menonton televisi dan membaca buku. Oleh sebab itu, sebenarnya microsleep bisa membahayakan kondisi Anda. Apalagi jika terjadi saat Anda sedang mengendarai mobil dan sejenisnya. Bahkan, kondisi yang terlihat sederhana ini bisa membahayakan banyak orang.

Saat mengalami microsleep, biasanya Anda tidak akan menyadari jika tertidur atau akan memasuki kondisi tidur. Belum lagi, kondisi ini bisa terjadi dalam keadaan mata terbuka dengan pandangan kosong. Tak hanya itu, salah satu ciri dari microsleep adalah gerakan kepala seperti mengangguk dan mengedipkan mata yang terlalu sering.

Jika sudah demikian, Anda yang mengalaminya mungkin sudah tidak dapat mengingat hal yang terjadi satu pada beberapa menit sebelumnya. Namun, setelah tertidur, Anda yang mengalami microsleep sering terbangun dengan perasaan lebih segar meski dalam waktu yang singkat.

Apa penyebab microsleep terjadi?

cara agar tidak mengantuk saat bekerja

Tentu, penyebab utama dari microsleep adalah kekurangan jam tidur. Namun, masing-masing orang memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan respons terhadap kurang tidur. Jika Anda sudah terbiasa memiliki jam tidur yang cukup, risiko mengalami microsleep akan lebih besar meski hanya kurang tidur selama satu malam saja.

Namun, kondisi ini mungkin tidak akan berlaku pada orang yang sudah terbiasa begadang dan kurang tidur. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak mungkin mengantuk pada siang hari sama sekali jika kurang tidur. Berikut adalah beberapa penyebab lain dari microsleep:

1. Gangguan tidur

Anda yang mengalami gangguan tidur mungkin saja mengalami microsleep. Apalagi jika Anda juga menerapkan kebiasaan yang kurang sehat. Beberapa gangguan tidur yang dapat memicu rasa kantuk di siang hari adalah:

  • Sleep apnea.
  • Narkolepsi.
  • Gangguan ritme sirkadian.

2. Pergantian jam kerja

Ada beberapa jenis pekerjaan yang mungkin dapat menyebabkan Anda untuk bekerja pada malam hari. Padahal, lazimnya, malam hari adalah waktunya Anda untuk beristirahat, bukannya bekerja. Oleh sebab itu, adanya perubahan jam kerja dapat menyebabkan perubahan jam tidur.

Berikut adalah beberapa jenis pekerjaan yang dapat menyebabkan Anda mengalami kurang tidur:

  • Tenaga kesehatan.
  • Satuan pengamanan (satpam).
  • Polisi.
  • Supir kendaraan.
  • Pegawai yang bekerja di gudang.

3. Begadang

Begadang atau tidak tidur semalaman juga dapat menyebabkan Anda mengalami microsleep. Biasanya, hal ini mau tidak mau dilakukan oleh mahasiswa atau pegawai kantoran untuk menyelesaikan tugas. Bahkan, supir kendaraan juga bisa saja terpaksa melakukan ini saat harus melakukan perjalanan jarak jauh.

Sebelum jam tidur yang hilang berhasil Anda ganti di lain waktu, hal ini rentan menyebabkan Anda merasa mengantuk dan kelelahan sepanjang hari. Saat itu, risiko mengalami microsleep pun semakin besar.

Apa saja gejala yang muncul saat mengalami microsleep?

bahaya nyetir saat mengantuk; risiko ngantuk sambil nyetir

Jika Anda terus-menerus mengalami microsleep tanpa henti, kondisi ini tentu membutuhkan perhatian khusus. Pasalnya, seperti yang telah disinggung sebelumnya, kondisi dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Sayangnya, Anda mungkin juga tidak sadar mengalami microsleep. Oleh sebab itu, perhatikan beberapa gejala yang mungkin muncul dari microsleep. Tanda dan gejala ini juga patut Anda waspadai, khususnya saat tidak mendapatkan tidur yang cukup pada malam sebelumnya.

Berikut adalah beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan:

  • Berkedip secara perlahan tetapi berlangsung terus-menerus.
  • Kesulitan memahami sebuah informasi dengan baik dan benar.
  • Terbangun dalam keadaan terkejut.
  • Sering kali menguap pada pagi dan siang hari.

Kondisi yang mungkin terjadi akibat mengalami microsleep

Sebenarnya, memiliki rasa kantuk yang tak terelakkan sekali dua kali bukan sebuah masalah kesehatan yang serius. Saat itu, Anda bisa mengatasinya dengan tidur atau membayar hutang tidur yang hilang karena kurang tidur. Namun, jika microsleep tak bisa teratasi dan terjadi dalam waktu berkepanjangan, Anda mungkin perlu khawatir.

Mengapa demikian? Pasalnya, jika dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan, kondisi ini bisa menyebabkan Anda tidak lagi bisa berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi dengan baik . Dengan kata lain, risiko Anda mengalami kecelakaan mobil atau kecelakaan kerja juga semakin besar.

Tak hanya itu, ternyata microsleep berkepanjangan juga dapat menyerang kesehatan Anda secara menyeluruh. Jika sudah begini, Anda mungkin saja mengalami beberapa masalah kesehatan kronis, seperti berikut:

Mencegah terjadinya microsleep

Pada dasarnya, cara terbaik untuk mencegah microsleep adalah tidur cukup setiap hari. Kebiasaan sehat ini juga akan membantu Anda tetap produktif menjalani hari tanpa merasa kelelahan.

Namun, menurut The Better Sleep Council, jika pekerjaan dan aktivitas tertentu membuat Anda terpaksa untuk mengurangi jam tidur, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah microsleep, seperti berikut:

1. Melakukan power nap

Power nap adalah tidur dalam waktu singkat, sekitar 15-20 menit saja demi mengisi daya energi yang mungkin tidak sebanyak biasanya. Tujuannya, agar Anda bisa lebih fokus untuk waktu yang lebih lama meski jam tidur berkurang.

Namun, pastikan untuk tidak kebablasan hingga tidur lebih dari 20 menit. Pasalnya, hal itu justru memberikan dampak sebaliknya. Dengan begitu, Anda malah akan semakin merasa mengantuk dan kelelahan.

2. Mengistirahatkan diri sejenak

Jika Anda sedang bekerja, khususnya pekerjaan yang mengharuskan untuk berdiam diri di hadapan komputer atau laptop, pastikan untuk beristirahat selama beberapa menit setiap 30 menit sekali. Hal ini bertujuan untuk membuat setiap bagian otak Anda bisa bekerja dan mengurangi rasa bosan.

Saat Anda bergerak, aliran darah dalam tubuh menjadi semakin lancar. Hal ini membantu Anda agar tidak mudah merasa mengantuk pada tengah hari.

3. Melakukan percakapan dengan orang lain

Anda juga bisa mengurangi rasa mengantuk dan mencegah microsleep dengan melakukan percakapan dengan orang lain. Berbicara dengan orang lain tentu membuat Anda membutuhkan konsentrasi tinggi.

Hal tersebut membuat Anda akan berusaha untuk bisa terus mengikuti percakapan dengan orang tersebut hingga rasa kantuk menghilang. Apalagi jika topik yang Anda bicarakan tergolong seru dan menarik. Tentu Anda akan semakin semangat berbincang dengannya.

4. Mengonsumsi minuman berkafein

Tidak ada salahnya mengonsumsi minuman berkafein jika Anda kurang tidur. Namun ingat, membutuhkan 30 menit hingga stimulasi dari kafein pada kopi atau teh memberikan efek pada Anda. Meski begitu, tetap perhatikan kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya.

Pasalnya, Anda tetap tak disarankan untuk mengonsumsinya menjelang tidur. Jika Anda mengonsumsinya pada malam hari, khususnya mendekati jam tidur, Anda akan kesulitan tidur dan semakin merasa lelah dan mengantuk keesokan harinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is microsleep? Retrieved 5 April 2021, from https://www.sleep.org/what-is-microsleep/

What you should know about microsleep? Retrieved 5 April 2021, from https://health.clevelandclinic.org/what-you-should-know-about-microsleep/

The danger of having microsleep. Retrieved 5 April 2021, from https://www.rms.nsw.gov.au/geared/your_driving_skills/staying_safe/freaky_sleep.html

What happens when you’re awake but your brain goes to sleep? Retrieved 5 April 2021, from https://bettersleep.org/blog/microsleep-causes-and-dangers/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 29/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x