Punya PPOK Bukan Berarti Tidak Bisa Traveling, Yuk, Ikuti Tips Berikut!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kesulitan bernapas adalah ciri khas dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang disebabkan oleh merokok. Akibatnya, banyak orang yang menderita penyakit ini enggan untuk bepergian jauh dari rumah. Padahal, traveling bisa jadi salah satu cara untuk meredakan stres akibat serangkaian pengobatan PPOK yang mungkin Anda jalani. Pasien PPOK tentu saja bisa dan diperbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh asalkan mengetahui tips traveling dengan PPOK.

Dengan persiapan yang tepat dan matang, tidak ada alasan bagi pasien PPOK untuk tidak dapat melakukan perjalanan ke mana pun mereka suka, baik itu untuk beberapa jam atau beberapa minggu. Yuk, intip tips traveling dengan PPOK berikut ini.

Apa saja tips traveling untuk pasien PPOK?

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebelum traveling saat mengidap PPOK:

1. Kunjungi dokter

Tips traveling dengan PPOK yang paling utama adalah mengunjungi dokter Anda. Ini adalah hal pertama dan paling penting sebelum memutuskan bepergian.

Diskusikanlah rencana perjalanan Anda dengan dokter. Dengan mengunjungi dokter, Anda akan mengetahui penilaian jujur dari dokter mengenai seberapa jauh Anda mampu untuk melakukan perjalanan.

Anda juga bisa mendapatkan masukan mengenai kebutuhan Anda selama jalan-jalan. Salah satu pertanyaan yang bisa Anda ajukan adalah mengenai kebutuhan oksigen tambahan, terutama jika Anda bepergian dengan pesawat.

2. Lakukan vaksinasi

Tips selanjutnya jika Anda ingin traveling dengan PPOK yang Anda miliki, lakukan vaksinasi.

Pastikan untuk mendapatkan vaksinasi terbaru, termasuk suntikan flu (vaksin influenza) dan vaksin konjugasi pneumokokus (PCV13) untuk melindungi diri dari pneumonia. Cari tahu vaksinasi dewasa lainnya yang mungkin Anda butuhkan demi terhindar dari komplikasi akibat PPOK. Pasien PPOK juga lebih rentan terhadap pneumonia, peradangan paru, yang bisa berakibat pada rawat inap yang tidak diinginkan.

Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

3. Periksa peralatan

Memeriksa peralatan bisa menjadi salah satu tips traveling dengan PPOK yang tidak kalah penting. Mintalah bantuan dokter untuk memeriksa peralatan Anda, seperti nebulizer, kompresor dan oksigen konsentrator portabel, yang akan Anda gunakan selama bepergian untuk mencegah kemungkinan kerusakan.

Selain itu, Anda juga harus melakukan simulasi menggunakan nebulizer sebelum melakukan perjalanan. Hal itu berguna untuk mengetahui apakah Anda bisa mengoperasikannya sendiri atau membutuhkan bantun orang lain.

4. Diskusikan tujuan perjalanan

pergi ke dokter

Beri tahu dokter perihal destinasi perjalanan Anda. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan saran yang membantu mengantisipasi memburuknya gejala PPOK. Jalan-jalan ke tempat yang tinggi (dataran tinggi) bisa saja memicu sesak napas atau hipoksemia (rendahnya oksigen darah).

Bahkan, pasien yang tidak menggunakan terapi oksigen di rumah bisa jadi membutuhkannya saat bepergian ke sana. Itu sebabnya mendiskusikan tujuan perjalanan dengan dokter menjadi salah satu tips traveling untuk pasien PPOK yang paling penting dilakukan.

5. Persiapkan untuk cuaca yang menantang

Periksa ramalan dan laporan cuaca mengenai daerah yang akan Anda tuju. Hindari bepergian ke daerah yang penuh asap dan kabut atau traveling saat musim di negara tujuan berpotensi menjadi masalah. Dalam perjalanan dengan mobil, gunakan AC dan tetap tutup jendela, terutama di kondisi udara berdebu dan berasap yang bisa menyebabkan iritasi paru.

6. Buatlah kesepakatan dengan perusahaan penerbangan

Pasien PPOK tidak dapat menggunakan oksigen kompresor pribadi (gas dalam tabung atau oksigen cair) di dalam pesawat. Namun, maskapai penerbangan mungkin saja mengizinkan penggunaan terapi oksigen portabel yang dioperasikan dengan baterai.

Cleveland Clinic menyarankan Anda untuk memastikan apakah alat yang Anda gunakan sudah diizinkan untuk dipakai di dalam pesawat. Anda juga sebaiknya menyiapkan surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa Anda menderita PPOK dan membutuhkan terapi oksigen.

Aturan dari setiap perusahaan penerbangan bisa berbeda dan dapat berubah sewaktu-waktu. Jadi, sangat penting untuk menghubungi layanan konsumen mereka beberapa minggu sebelum jadwal perjalanan Anda. Tanyakan pada perwakilan perusahaan penerbangan apa yang harus Anda lakukan untuk bisa mendapatkan oksigen tambahan di dalam pesawat.

7. Buatlah kesepakatan dengan pihak kereta dan bus sebelum perjalanan

Jika Anda pergi dengan kereta atau bus, beberapa perusahan transportasi mengizinkan untuk membawa peralatan oksigen portabel (oksigen botolan dan oksigen konsentrator) yang tidak hanya bergantung pada aliran listrik dari kendaraan.

Namun, lagi-lagi, sebaiknya Anda memastikannya kepada mereka. Jika Anda bepergian ke luar negeri, pastikan dengan pihak bus atau kereta api di tempat tujuan karena kebijakannya bisa berbeda.

8. Cari tahu pelayanan kesehatan yang berada di sepanjang rute perjalanan

Apakah Anda menggunakan tabung oksigen terkompresi? Dalam perjalanan dengan mobil, tandai tempat-tempat yang bisa Anda tuju untuk membeli tabung tambahan di sepanjang rute perjalanan. Hal ini sangat berguna untuk berjaga-jaga jika Anda mengalami malfungsi atau kehabisan persediaan.

Tanyakan pula apakah penyedia oksigen Anda mungkin memiliki cabang di sepanjang rute perjalanan yang Anda tempuh. Hal yang sama berlaku jika Anda membutuhkan baterai tambahan untuk oksigen konsentrator portabel yang dioperasikan dengan baterai.

Dengan mengetahui tips traveling dengan PPOK, Anda bisa menjaga diri sendiri dan mencegah PPOK Anda memburuk selama di perjalanan. Namun, tentu akan lebih baik jika Anda bepergian dengan keluarga yang bisa membantu setiap saat dan yang memahami penyakit Anda.

Dengan mengikuti tips traveling dengan PPOK di atas, semoga perjalanan Anda menyenangkan dan bisa membuat diri Anda lebih segar serta bahagia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit