Mencegah PPOK dan Cara Agar Kondisinya Tak Memburuk Jika Telanjur Kena

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit yang mungkin ditakuti oleh sebagian orang. Terlebih karena penyakit ini tak bisa disembuhkan dan bisa saja memburuk sewaktu-waktu. Itu sebabnya pencegahan PPOK perlu dilakukan. Namun, bagaimana jika Anda telanjur memiliki PPOK? Jangan dulu putus asa, karena ada berbagai cara untuk mencegah PPOK Anda kambuh ataupun memburuk. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Langkah utama pencegahan PPOK

Langkah pencegahan terbaik adalah dengan menghindari penyebab utama PPOK, yaitu merokok. Jika Anda tak ingin mengidap PPOK, jangan pernah merokok atau segera hentikan kebiasaan ini. Diskusikan cara terbaik untuk berhenti merokok dengan tenaga kesehatan profesional.

Dikutip dari American Thoracic Society, merokok dapat merusak hampir seluruh organ dalam tubuh. Itu sebabnya, tak hanya jadi penybab utama PPOK, kebiasaan ini juga bisa menimbulkan berbagai penyakit lain dan menurunkan kondisi kesehatan seseorang secara umum.

Selain berhenti merokok, Anda juga dianjurkan untuk menghindari iritan yang dapat menyebabkan PPOK, seperti polusi udara, asap kimia, dan debu. Anda juga perlu menghindari perokok agar tak menghirup asapnya.

Bagaimana cara mencegah PPOK kambuh?

Jika sudah telanjur didiagnosis PPOK, segala pengobatan yang Anda lakukan biasanya bertujuan untuk meringankan gejala PPOK, mencegah komplikasi PPOK, dan mencegah supaya penyakit tersebut tidak mudah kambuh. 

Orang yang memiliki penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) sering mengalami flare-up atau eksaserbasi. Ini adalah kondisi di mana gejala mereka kambuh menjadi lebih buruk daripada biasanya. Kondisi ini pula membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi. Penderita PPOK butuh penanganan untuk mengatasi flare-up dengan bantuan medis. 

Flare-up yang sering terjadi membuat kondisi penderita berkembang dengan lebih cepat. Untungnya, pencegahan kekambuhan PPOK mungkin untuk dilakukan.

Anda dapat mencegah PPOK kambuh dengan menjalani kebiasaan gaya hidup yang sehat. Berikut adalah beberapa tips menjalani gaya hidup bagi penderita PPOK yang dapat menjadi langkah pencegahan flare-up:

1. Berhenti merokok

Langkah pencegahan flare-up yang pertama adalah menghentikan penyebab utama PPOK. Merokok adalah penyebab utama dari bronkitis dan emfisema, duet penyakit yang menjadi penyebab PPOK. Apabila Anda adalah seorang perokok dan belum juga berhenti, sangatlah penting untuk segera menghentikan kebiasaan itu.

Jika Anda tidak pernah merokok, jangan memulainya. Jika Anda adalah perokok, Anda harus berhenti karena merokok dapat memperburuk PPOK. Meskipun Anda pernah merokok, berhenti dapat membantu memperlambat perkembangan PPOK dan membatasi kerusakan paru.

Risiko merokok juga berlaku bagi perokok pasif. Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, 10% dari kematian terkait rokok diakibatkan oleh asap rokok.

2. Memahami kondisi Anda

Mengenali tanda-tanda flare-up, eksaserbasi, alias perburukan gejala PPOK bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah PPOK yang kambuh semakin memburuk. Biasakan untuk mengetahui tempat terdekat yang bisa Anda kunjungi jika sewaktu-waktu Anda mengalami kesulitan bernapas. Menyimpan nomor telepon dokter ataupun orang terdekat lainnya untuk dimintai bantuan juga merupakan suatu persiapan yang cerdas.

Memeriksakan diri secara rutin juga bisa membantu Anda mengantisipasi gejala PPOK yang mungkin muncul. Sampaikanlah pada dokter apabila Anda mengalami gejala baru atau gejala yang memburuk, seperti demam.

Bawalah selalu catatan daftar teman atau anggota keluarga yang bisa dihubungi jika Anda perlu untuk dibawa ke rumah sakit. Bawa selalu petunjuk arah ke klinik dokter atau rumah sakit terdekat. Anda juga harus membawa daftar semua obat yang Anda gunakan dan memberikannya ke dokter yang mungkin harus memberikan bantuan medis darurat.

3. Jaga kebersihan udara di lingkungan Anda

Cara mencegah PPOK kambuh lainnya adalah dengan menghindari tempat-tempat yang penuh dengan polusi, seperti asap rokok. Asap rokok dapat membuat paru-paru lebih rusak. Jenis polusi udara lain, seperti asap knalpot kendaraan atau limbah pabrik, juga bisa mengiritasi paru-paru Anda.

Jika Anda tinggal di dekat pabrik dan kualitas udaranya buruk, pastikan bahwa udara dalam ruangan Anda bersih. Langkah pencegahan flare-up PPOK yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan high-efficiency particulate air (HEPA) filter.

Filter tersebut dapat menyaring sampai 99 persen polutan udara dalam ruangan. Tips hidup sehat dengan PPOK untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan lainnya adalah menyingkirkan karpet dan membersihkan ruangan dengan produk ramah lingkungan atau dengan pembersih alami seperti air dan sabun, soda kue, dan cuka.

4. Ketahui riwayat keluarga

PPOK bisa jadi disebabkan oleh faktor genetik. Jika begini, keluarga Anda berisiko PPOK lebih tinggi, apalagi jika ada anggota keluarga yang sudah kena PPOK. Jika benar, Anda harus memeriksakan keluarga Anda untuk “gen PPOK”. Sebagai upaya pencegahan, Anda bisa melakukan tes darah untuk menunjukkan apakah Anda membawa gen PPOK. 

5. Lakukan vaksinasi

Flu dan pilek adalah hal yang umum terjadi dan tak memerlukan perlakuan khusus. Namun, bagi orang dengan PPOK, ini dapat memperburuk kondisi saluran napas Anda yang memang sudah terganggu.

Jika Anda memiliki PPOK, sebaiknya Anda melindungi diri dengan melakukan vaksinasi influenza secara rutin setiap tahunnya. Dengan begitu, Anda akan mengurangi risiko terpapar flu.

6. Makan makanan padat nutrisi

Terkadang, penderita PPOK tingkat lanjut tidak mendapatkan nutrisi yang mereka perlukan agar tetap sehat. Bisa jadi, ini karena menurunnya nafsu makan atau sesak napas yang muncul saat makan, atau setelah makan.

Padahal, mendapatkan asupan makanan yang berigizi dan menghindari pantangan bisa membantu kondisi Anda semakin baik. Ini juga jadi salah satu langkah pencegahan gejala PPOK Anda kambuh. 

Gaya hidup yang bisa Anda lakukan untuk mencegah PPOK kambuh adalah makan dengan porsi lebih kecil dan lebih sering mungkin bisa membantu mengatasi masalah ini. Dokter juga bisa menganjurkan suplemen gizi untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan nutrisi penting yang Anda butuhkan.

7. Menjaga kebugaran

Meski penderita PPOK sering dan mudah mengalami sesak napas, bukan berarti mereka tak bisa berolahraga sama sekali. Malah, penderita PPOK dianjurkan untuk tetap berolahraga dan melatih otot pernapasannya. Kunci berolahraga untuk penderita PPOK adalah tidak boleh terlalu berat atau terlalu ringan.

Selain memperkuat otot-otot pernapasan, Anda juga membutuhkan olahraga untuk membakar lemak agar berat badan Anda tetap terjaga sehingga tak menimbulkan masalah baru, seperti obesitas. 

8. Kelola stres

Orang yang hidup dengan penyakit yang melumpuhkan, seperti PPOK, terkadang kalah dengan rasa cemas, stres, atau depresi. Itu sebabnya, mengelola stres bagi penderita PPOK adalah hal penting. Jika stres mengganggu pola tidur Anda, lakukan tips tidur nyenyak khusus untuk penderita PPOK

Anda dapat memulai kelola stres dengan mendiskusikan setiap masalah emosional dengan dokter atau petugas medis lainnya. Jangan memendamnya sendirian karena itu bukanlah salah satu perilaku hidup sehat.

Berkonsultasi dengan dokter bisa menjadi salah satu cara untuk meredakan kecemasan atau rasa depresi yang membelenggu Anda. Para tenaga medis mungkin saja meresepkan obat untuk membantu Anda mengatasi dan mencegah depresi akibat PPOK.

9. Dapatkan dukungan dari keluarga dan teman

Keluarga dan teman adalah sumber bantuan yang berharga. Anggota keluarga dan mereka yang tercinta perlu mendukung di setiap waktu, terutama jika pengobatan PPOK Anda sampai harus membutuhkan terapi oksigen. Kehadiran orang terdekat juga penting saat penderita PPOK melakukan perjalanan ke berbagai tempat.

Menggunakan oksigen portabel di tempat umum bisa sulit untuk dihadapi karena itu adalah tanda jelas bahwa Anda menderita kondisi ini. Karena itu, kehadiran orang lain sangat penting untuk membantu merawat Anda dari PPOK

Dengan gaya hidup sehat serta kebiasaan baik yang Anda jalankan, tubuh Anda akan menjadi lebih bugar dan kuat untuk mengatasi gejala PPOK dengan lebih baik, atau bahkan berhasil melakukan pencegahan. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit