Punya PPOK Bukan Berarti Tidak Bisa Traveling, Yuk, Ikuti Tips Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kesulitan bernapas adalah ciri khas dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang disebabkan oleh merokok. Akibatnya, banyak orang yang menderita penyakit ini enggan untuk bepergian jauh dari rumah. Padahal, traveling bisa jadi salah satu cara untuk meredakan stres akibat serangkaian pengobatan PPOK yang mungkin Anda jalani. Pasien PPOK tentu saja bisa dan diperbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh asalkan mengetahui tips traveling dengan PPOK.

Dengan persiapan yang tepat dan matang, tidak ada alasan bagi pasien PPOK untuk tidak dapat melakukan perjalanan ke mana pun mereka suka, baik itu untuk beberapa jam atau beberapa minggu. Yuk, intip tips traveling dengan PPOK berikut ini.

Apa saja tips traveling saat saya mengidap PPOK?

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebelum traveling saat mengidap PPOK:

1. Kunjungi dokter

Tips traveling dengan PPOK yang paling utama adalah mengunjungi dokter Anda. Diskusikanlah rencana perjalanan Anda dengan dokter. Dengan mengunjungi dokter, Anda akan mengetahui penilaian jujur dari dokter mengenai seberapa jauh Anda mampu untuk melakukan perjalanan.

Anda juga bisa mendapatkan masukan mengenai kebutuhan Anda selama jalan-jalan. Salah satu pertanyaan yang bisa Anda ajukan adalah mengenai kebutuhan oksigen tambahan, terutama jika Anda bepergian dengan pesawat.

2. Lakukan vaksinasi

Pastikan untuk mendapatkan vaksinasi terbaru, termasuk suntikan flu (vaksin influenza) dan vaksin konjugasi pneumokokus (PCV13) untuk melindungi diri dari pneumonia. Cari tahu vaksinasi dewasa lainnya yang mungkin Anda butuhkan demi terhindar dari komplikasi akibat PPOK. Pasien PPOK juga lebih rentan terhadap pneumonia, peradangan paru, yang bisa berakibat pada rawat inap yang tidak diinginkan.

Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

3. Periksa peralatan

Memeriksa peralatan bisa menjadi salah satu tips traveling dengan PPOK yang tidak kalah penting. Mintalah bantuan dokter untuk memeriksa peralatan Anda, seperti nebulizer, kompresor dan oksigen konsentrator portabel, yang akan Anda gunakan selama bepergian untuk mencegah kemungkinan kerusakan. Selain itu, Anda juga harus melakukan simulasi menggunakan nebulizer sebelum melakukan perjalanan. Hal itu berguna untuk mengetahui apakah Anda bisa mengoperasikannya sendiri atau membutuhkan bantun orang lain.

4. Diskusikan tujuan perjalanan

pergi ke dokter

Beri tahu dokter perihal destinasi perjalanan Anda. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan saran yang membantu mengantisipasi memburuknya gejala PPOK. Jalan-jalan ke tempat yang tinggi (dataran tinggi) bisa saja memicu sesak napas atau hipoksemia (rendahnya oksigen darah). Bahkan, pasien yang tidak menggunakan terapi oksigen di rumah bisa jadi membutuhkannya saat bepergian ke sana. Itu sebabnya mendiskusikan tujuan perjalanan dengan dokter merupakan tips traveling dengan PPOK yang harus Anda praktikkan.

5. Persiapkan untuk cuaca yang menantang

Periksa ramalan dan laporan cuaca mengenai daerah yang akan Anda tuju. Hindari bepergian ke daerah yang penuh asap dan kabut atau traveling saat musim di negara tujuan berpotensi menjadi masalah. Dalam perjalanan dengan mobil, gunakan AC dan tetap tutup jendela, terutama di kondisi udara berdebu dan berasap yang bisa menyebabkan iritasi paru.

6. Buatlah kesepakatan dengan perusahaan penerbangan

Pasien PPOK tidak dapat menggunakan oksigen kompresor pribadi (gas dalam tabung atau oksigen cair) di dalam pesawat. Namun, maskapai penerbangan mungkin saja mengizinkan penggunaan terapi oksigen portabel yang dioperasikan dengan baterai.

Diktuip dari Cleveland Clinic, pastikan dengan produsen untuk menentukan apakah alat tersebut telah diizinkan untuk digunakan di dalam pesawat. Tips traveling selanjutnya, Anda juga sebaiknya menyiapkan surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa Anda menderita PPOK dan membutuhkan terapi oksigen.

Aturan dari setiap perusahaan penerbangan bisa berbeda dan dapat berubah sewaktu-waktu, jadi hubungi layanan konsumen mereka beberapa minggu sebelum jadwal perjalanan Anda. Tanyakan pada perwakilan perusahaan penerbangan apa yang harus Anda lakukan untuk bisa mendapatkan oksigen tambahan di dalam pesawat.

7. Buatlah kesepakatan dengan pihak kereta dan bus sebelum perjalanan

Jika Anda pergi dengan kereta atau bus, beberapa perusahan transportasi mengizinkan untuk membawa peralatan oksigen portabel (oksigen botolan dan oksigen konsentrator) yang tidak hanya bergantung pada aliran listrik dari kendaraan.

Namun, sebaiknya Anda memastikannya kepada mereka. Jika Anda bepergian ke luar negeri, pastikan dengan pihak bus atau kereta api di tempat tujuan karena kebijakannya bisa berbeda.

8. Cari tahu pelayanan kesehatan yang berada di sepanjang rute perjalanan

Apakah Anda menggunakan tabung oksigen terkompresi? Dalam perjalanan dengan mobil, tandai tempat-tempat yang memungkinkan Anda membeli tabung tambahan di sepanjang rute perjalanan untuk berjaga-jaga jika Anda mengalami malfungsi atau kehabisan persediaan.

Tanyakan pula apakah penyedia oksigen Anda mungkin memiliki cabang di sepanjang rute perjalanan yang Anda tempuh. Hal yang sama berlaku jika Anda membutuhkan baterai tambahan untuk oksigen konsentrator portabel yang dioperasikan dengan baterai.

Dengan mengetahui tips traveling dengan PPOK, Anda bisa menjaga diri sendiri dan mencegah PPOK Anda memburuk. Namun, tentu akan lebih baik jika Anda bepergian dengan keluarga yang bisa membantu setiap saat dan yang memahami penyakit Anda. Dengan mengikuti tips traveling dengan PPOK di atas, semoga perjalanan Anda menyenangkan dan tidak menimbulkan masalah apa pun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Waspada Komplikasi Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 8 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit