home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kencur untuk Obat Batuk Alami, Ketahui Manfaat dan Cara Meraciknya

Kencur untuk Obat Batuk Alami, Ketahui Manfaat dan Cara Meraciknya

Di masa-masa peralihan musim, tubuh bisa lebih rentan terserang penyakit, termasuk gangguan pernapasan seperti batuk. Jika batuk terjadi terus-terusan, apalagi disertai dengan gejala sakit tenggorokan, tentunya bisa sangat mengganggu. Pengobatan alami dengan bahan tradisional seperti kencur bisa bermanfaat untuk meredakan batuk.

Apa saja manfaat dan bagaimana cara mengolah kencur menjadi obat batuk alami? Simak dalam ulasan berikut.

Manfaat kencur untuk mengatasi batuk

manfaat kencur
Different forms of ginger

Kencur merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang telah lama digunakan dalam pengobatan herbal.

Tanaman ini dipercaya dapat mengatasi berbagai penyakit yang menyebabkan peradangan, seperti rematik, diare, hingga infeksi tenggorokan yang menimbulkan batuk.

Manfaat kencur untuk mengobati batuk tidak terlepas dari kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya.

Kencur mengandung polifenol, yaitu zat antioksidan yang dapat melawan peradangan oksidatif di dalam tubuh.

Dalam jurnal berjudul Polyphenols: Prevention and Treatment of Human Disease, kandungan polifenol dalam kencur diketahui dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan.

Selain itu, kencur memiliki sifat antimikroba yang bisa menghambat infeksi berbagai jenis bakteri dan jamur, salah satunya adalah bakteri Klebsiella pneumoniae yang menyebabkan pneumonia.

Kemampuan kencur dalam menghalau infeksi patogen atau kuman penyakit ini berasal dari kandungan propolis di dalamnya.

Kandungan propolis di dalam kencur punya khasiat untuk mengatasi batuk karena meredakan peradangan dan menyulitkan perkembangan patogen yang menginfeksi saluran pernapasan.

Pasalnya, batuk merupakan gejala yang timbul ketika terjadi gangguan di saluran pernapasan.

Batuk tersebut bisa terjadi karena ada peradangan akibat iritasi tenggorokan maupun infeksi yang menyebabkan pilek, flu, atau penyakit pernapasan lainnya.

Jadi, apabila kencur dapat membantu mengatasi kondisi yang menyebabkan batuk, gejala ini pun bisa ikut teratasi.

Resep menggunakan kencur sebagai obat batuk

teh sari kencur

Dalam menggunakan kencur sebagai obat batuk alami, Anda bisa mengonsumsinya secara langsung atau mengolahnya dalam berbagai resep.

Berikut ini adalah berbagai cara memakai kencur untuk mengobati batuk.

1. Mengunyah kencur

Cobalah untuk mengunyah 2-3 siung kencur untuk meredakan batuk. Pastikan Anda telah membersihkan kencur dengan air dan mengupas kulitnya terlebih dulu.

Kunyah kencur hingga halus tanpa perlu ditelan. Setelah itu, sensai hangat dari menguyah kencur mulai terasa melegakan tenggorokan dan batuk pun akan mereda.

2. Minum air perasan atau teh kencur

Jika tidak tahan dengan rasa kencur yang menyengat, Anda bisa meminum air rebusannya.

Caranya adalah dengan menumbuk 3-5 siung kencur sampai halus, lalu tambahkan air hangat. Saring larutan kencur untuk mendapatkan air perasannya.

Minumlah air perasan kencur ini untuk mengurangi batuk yang berkepanjangan.

Jika dirasa masih terlalu menyengat, Anda bisa melarutkan teh herbal pada sari perasan kencur ini.

3. Mencampur sari kencur dengan jahe dan madu

Anda juga bisa mengolah kencur bersama dengan bahan-bahan lain yang turut berkhasiat menjadi obat batuk alami, seperti jahe dan madu.

Berikut cara mencampurkan kencur dengan jahe dan madu.

  1. Haluskan beberapa siung kencur dan jahe, lalu larutkan dalam air hangat lalu saring untuk mendapatkan sari perasannya.
  2. Untuk memperoleh sari perasan jahe dan kencur, Anda juga bisa merebus kencur dan jahe bersaman di air sampai mendidih.
  3. Setelah itu, campurkan sari perasan kencur dan jahe dengan madu. Aduk larutan tersebut hingga merata dan minum.

Larutan kencur dengan jahe dan madu ini berkhasiat untuk menekan batuk kering, atau mengurangi batuk berdahak karena bisa melarutkan lendir yang menggumpal di tenggorokan.

Efek samping kencur untuk obat batuk alami

Selain mengetahui manfaat, saat menggunakan kencur untuk meredakan batuk, penting untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Belum ada studi klinis yang mengetahui dosis tepat penggunaan kencur agar memberikan khasiat yang efektif untuk meredakan batuk.

Para ahli pun belum mengetahui lebih lengkap mengenai efek konsumsi kencur dalam jangka panjang pada manusia.

Namun, konsumsi kencur yang berlebihan berisiko mengarah pada berbagai efek samping seperti diare, nyeri perut, dan buang air kecil terus-menerus.

Jadi, hindarilah mengonsumsi kencur dalam jumlah yang terlalu banyak dalam satu waktu.

Penting juga diketahui, penelitian yang menunjukan potensi kencur untuk membantu pemulihan berbagai penyakit pernapasan kebanyakan masih melakukan pengujian di laboratorium.

Untuk mengetahui efektivitas kencur mengobati batuk secara pasti, masih diperlukan studi lebih lanjut pada manusia dan dalam skala yang lebih besar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bacanlı, M., Başaran, A., & Başaran, N. (2018). Galangin as a Plant Phenolic and Usage in Health and Disease. Polyphenols: Prevention And Treatment Of Human Disease, 433-438. doi: 10.1016/b978-0-12-813008-7.00034-5

Rajendiran, V., Natarajan, V., & Devaraj, S. (2018). Anti-inflammatory activity of Alpinia officinarum hance on rat colon inflammation and tissue damage in DSS induced acute and chronic colitis models. Food Science And Human Wellness, 7(4), 273-281. doi: 10.1016/j.fshw.2018.10.004

Basri, A. M., Taha, H., & Ahmad, N. (2017). A Review on the Pharmacological Activities and Phytochemicals of Alpinia officinarum (Galangal) Extracts Derived from Bioassay-Guided Fractionation and Isolation. Pharmacognosy reviews, 11(21), 43–56. https://doi.org/10.4103/phrev.phrev_55_16

Preetha, T. S., Hemanthakumar, A. S., & Krishnan, P. N. (2016). A comprehensive review of Kaempferia galanga L.(Zingiberaceae): A high sought medicinal plant in Tropical Asia. Journal of Medicinal Plants Studies, 4(3), 270-276. https://www.plantsjournal.com/archives/2016/vol4issue3/PartD/4-3-8-414.pdf

Lakhan, S., Ford, C., & Tepper, D. (2015). Zingiberaceae extracts for pain: a systematic review and meta-analysis. Nutrition Journal, 14(1). doi: 10.1186/s12937-015-0038-8

Ghosh, S., & Rangan, L. (2013). Alpinia: the gold mine of future therapeutics. 3 Biotech3(3), 173–185. https://doi.org/10.1007/s13205-012-0089-x

Srividya, A. R., Dhanabal, S. P., Misra, V. K., & Suja, G. (2010). Antioxidant and Antimicrobial Activity of Alpinia officinarum. Indian journal of pharmaceutical sciences, 72(1), 145–148. https://doi.org/10.4103/0250-474X.62233

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui seminggu yang lalu
x