Pentingnya Memakai Masker Saat Flu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/07/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Anda sering memakai masker saat terkena penyakit flu? Atau Anda selalu menganjurkan orang di kantor Anda memakai masker jika sakit? Tindakan Anda sudah benar, namun seberapa efektifkah masker yang Anda kenakan? Apakah Anda sudah memakai masker Anda dengan benar? Apakah memakai masker saja sudah cukup untuk mencegah penularan penyakit flu?

Benarkah pakai masker saat flu efektif mencegah penularan?

Selama bertahun-tahun, awalnya para ilmuwan meragukan apakah pemakaian masker dapat mencegah penyebaran virus influenza. Namun, baru dalam beberapa tahun terakhir ini, dunia kedokteran yakin bahwa memakai masker saat terserang flu atau sebagai bentuk pencegahan sangatlah membantu.

Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2008, dalam International Journal of Infectious Diseases, menyimpulkan bahwa masker harus digunakan dengan benar agar lebih efektif dalam mencegah menyebaran infeksi virus.

Contohnya, suatu keluarga memiliki anak mengidap flu, lalu anak tersebut memakai masker flu dengan 80% ketepatan cara menggunakannya, maka anggota keluarga tersebut memiliki risiko kecil untuk terdiagnosis flu.

Penelitian lain yang dipublikasikan pada Annals of International Medicine menemukan anggota keluarga dapat mengurangi risiko sekitar 70% dari flu ketika mereka mencuci tangan dan menggunakan masker.

Bahkan peneliti dari University of Michigan melibatkan 1000 mahasiswa yang tinggal di asrama, mahasiswa tersebut dibagi ke dalam grup-grup; mereka yang memakai masker, mereka yang memakai masker dan mempraktikkan kebiasaan membersihkan tangan, mereka yang tidak melakukan kedua hal tersebut.

Hasilnya menunjukkan grup yang menggunakan masker dan membersihkan tangan di asrama mengalami penurunan risiko sekitar 75% terhadap flu. Dapat disimpulkan bahwa memakai masker saja tidak cukup, peneliti menyarankan agar tindakan pencegahan tersebut harus dibarengi dengan mencuci tangan.

Apakah masker memiliki tipe yang berbeda-beda?

Ketika Anda ingin memakai masker saat flu, pastikan Anda mengetahui tipe-tipe masker yang akan digunakan. Berikut ini beberapa tipe masker:

1. Masker wajah

Masker jenis ini cukup longgar namun pas untuk dipakai, dan sering ditemukan di mana pun. Di Amerika sendiri, penggunaan masker ini telah disetujui oleh Food and Drug Administration di Amerika untuk digunakan sebagai atribut kesehatan.

Bertahun-tahun lalu, mungkin Anda hanya melihat bahwa masker ini hanya digunakan oleh tenaga medis. Namun semenjak adanya penyebaran berbagai virus, seperti flu burung dan flu babi, masker ini pun lebih sering ditemukan di ruang publik.

Tipe masker ini mampu mencegah tetesan cairan tubuh yang berasal dari hidung atau mulut yang mungkin saja mengandung virus. Selain itu, masker ini juga dapat melindungi dari percikan dan seprotan cairan tubuh orang lain; seperti batuk dan bersin.

Kekurangan dari masker ini adalah Anda tetap dapat menghirup sebagian kecil udara yang terkontaminasi. Oleh karena itu, memakai masker ini tidak dapat mencegah penyebaran virus sepenuhnya saat flu.

2. Respirator

Respirator, atau yang dikenal juga dengan masker respirator N95, merupakan masker yang dirancang khusus untuk melindungi pemakai dari partikel kecil di udara yang mungkin mnegandung virus. Sebenarnya, masker ini sangat jarang terlihat digunakan pada kehidupan sehari-hari.

Masker ini telah disertifikasi oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention). Nama N95 sendiri berasal dari kemampuan masker ini untuk menyaring 95% partikel udara. Selain digunakan oleh petugas kesehatan, masker jenis ini juga biasa dipakai dalam pengecatan atau ketika seseorang menangani sebuah bahan yang memiliki kemungkinan beracun.

Masker ini berbeda dengan masker wajah biasa yang tidak dapat menutupi sempurna wajah dari pemakai. Respirator dirancang agar dapat melekat sempurna pada wajah dan tidak menyisakan celah sedikitpun bagi virus untuk masuk. Maka itu, memakai masker respirator dinilai lebih efektif mencegah penularan saat flu.

Bagaimana cara memakai masker dengan benar?

Pada tahun 2010, CDC memperbarui alur pencegahan flu yang mereka keluarkan. Mereka merekomendasikan penggunaan memakai masker bagi para petugas kesehatan saat melakukan kontak dengan penderita flu. CDC juga menyarankan untuk memberikan masker kepada pasien yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan.

Memakai masker memang dapat menurunkan risiko penularan penyakit flu. Akan tetapi, hal ini baru akan terjadi jika masker tersebut digunakan dengan benar. Berikut adalah cara memakai masker saat flu yang tepat:

  • Gunakan masker jika harus terus menerus Anda berada dalam jarak 2 meter dari orang yang sedang sakit.
  • Posisikan tali masker dengan benar, karena hal tersebut dapat membuat masker tetap terjaga di atas hidung, mulut, dan dagu. Usahakan untuk tidak menyentuhnya, kecuali Anda ingin melepaskannya.
  • Gunakan sebelum Anda berinteraksi dengan orang terkena flu, bukan saat sudah memulai interaksi.
  • Jika Anda terkena flu, sebaiknya juga gunakan masker, sehingga virus tersebut tidak menyebar.
  • Jika virus flu atau lainnya yang menyebar melalui udara di lingkungan Anda dalam level tinggi penyebarannya, segera gunakan masker.
  • Jangan pernah menggunakan masker yang sudah dipakai. Selesai menggunakannya, segera buang dan cuci tangan Anda.

Mencegah masih lebih baik daripada mengobati. Mencegah diri Anda terpapar oleh virus merupakan metode terbaik dalam menghadapi flu atau penyakit lain. Masker merupakan salah satu metode yang sangat baik, namun tentu saja perlu disertai dengan cara penggunaan yang tepat.

Selain memakai masker, salah satu tindakan pencegahan saat musim flu yang tidak kalah penting adalah dengan mencuci tangan. Selain itu, Anda juga dapat memproteksi diri Anda dengan vaksin flu untuk mencegah diri Anda terjangkit penyakit tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 menit baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 7 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca