Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Tak kasat mata, paparan udara kotor di luar ruangan mengintai kesehatan kita setiap hari. Indonesia masih belum terbilang sebagai wilayah dengan kualitas udara bersih. Menurut laporan dari IQAir, Indonesia masuk enam besar negara dengan tingkat polusi udara yang tidak sehat.

Kita sering menganggap bila di dalam ruangan, pasti terbebas dari udara kotor. Jangan salah, di dalam ruangan pun, udara kotor tetap menghantui kita. 

Mungkin sebagian orang belum menyadari dampak buruk dari udara kotor bagi kesehatan. Untuk itu, ketahui penjelasan di bawah berikut ini.

Dampak buruk menghirup udara kotor

Polusi udara kotor memberikan dampak buruk untuk kesehatan, terutama untuk orang dengan mobilitas tinggi pada kesehariannya. Penyakit yang timbul dari polusi udara dapat berkembang dan bila tidak tertangani bisa berdampak pada kematian. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, 4,2 juta kematian prematur (kurang dari usia 75 tahun) di dunia pada 2016, disebabkan oleh polusi udara. Penyakit terkait yang timbul dari polusi udara kotor ini antara lain kardiovaskular, penyakit pernapasan, dan kanker.

Secara umum, polusi di luar ruangan timbul dari pembakaran mesin-mesin. Mulai dari kendaraan bermotor, industri, ataupun teknologi lainnya yang menghasilkan emisi atau hasil pembakaran kemudian menghasilkan polusi udara.

Sementara polusi di dalam ruangan ditimbulkan dari asap rokok, debu, ventilasi yang buruk, tungau, atau partikel kecil lainnya. Polusi udara di dalam ruangan menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan, secara tidak disadari, dampak udara kotor di dalam ruangan juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan, misalnya penyakit pernapasan. 

Maka itu, setiap orang perlu langkah perlindungan diri agar terhindar dari penyakit yang mungkin mengintai akibat polusi udara. Berikut ini dampak menghirup udara kotor.

1. Rhinitis alergi

rhinitis alergi atau hay fever adalah satu jenis rhinitis (radang membran hidung) yang muncul ketika Anda menghirup alergen. Ini adalah reaksi berlebihan tubuh dalam merespons alergen.

Udara kotor di dalam ruangan bisa memicu gangguan pernapasan ringan, seperti rhinitis alergi (pilek alergi). Kondisi seperti ini bisa juga akibat dari adanya alergi. Rhinitis alergi terjadi ketika tubuh mengeluarkan reaksi berlebihan saat menghirup alergen, seperti debu ataupun tungau. Beberapa studi mengatakan, polutan udara di luar ruangan dan substansi kimianya memiliki kaitan kuat memperburuk kondisi alergi.

Rhinitis alergi biasanya bergejala seperti:

  • Bersin
  • Gatal pada hidung, mata, telinga, langit-langit mulut
  • Rhinorrhea (hidung berair)
  • Hidung tersumbat
  • Mata merah
  • Berkurangnya penciuman

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Toxicologic Pathology, diesel exhaust particles (DEPs) merupakan partikel diesel yang terdiri dari senyawa karbon, unsur organik, serta unsur lainnya yang bersifat racun.

DEPs merupakan polutan yang turut membuat udara jadi kotor. Ketika terhirup, DEPs dapat memperburuk peradangan alergi, termasuk asma.

2. Sesak napas dan asma 

sesak napas

Sesak napas merupakan salah satu dampak menghirup udara kotor. Sesak napas juga menjadi gejala khas dari asma. Menurut American Academy of Allergy Asthma & Immunology, paparan dari polusi udara bisa menjadi racun ketika masuk ke dalam sistem pernapasan.

Saluran napas meradang dan menyempit pada penderita asma. Selain sesak napas, asma juga bergejala seperti mengi (napas berbunyi), sesak dada, serta batuk.

Paparan polusi udara juga berbahaya bagi anak-anak, karena meningkatkan kemungkinan mereka mengalami asma di kemudian hari. Paparan polusi udara ini dapat memengaruhi kesehatan paru-paru dan daya tahan tubuhnya.

3. Radang sistem saluran pernapasan 

batuk pilek asma

Dampak lain menghirup udara kotor adalah meningkatnya risiko peradangan pada sistem saluran napas. Peradangan ini disebabkan masuknya partikel atau gas yang berbahaya ke dalam paru-paru.

Peradangan kronis ini banyak berkembang menjadi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Mengutip Science Daily, dikatakan bahwa Global Burden of Disease (GBD) menafsir bahwa PPOK adalah penyebab kematian terbesar ketiga di dunia. Diperkirakan kematian akibat PPOK akan meningkat dalam 10 tahun ke depan.

Bila tidak dilakukan langkah preventif, risiko peradangan paru-paru bisa meningkat dan berpeluang menimbulkan gejala PPOK. Gejala dari PPOK bisa diketahui sebagai berikut.

  • Mengi
  • Batuk konstan
  • Produksi lendir atau mukus meningkat
  • Sesak dada

Sebetulnya PPOK bukan satu-satunya penyakit yang berkembang pada peradangan sistem pernapasan akibat udara kotor. Peradangan pada sistem pernapasan juga bisa berkembang menjadi pneumonia, hipertensi paru-paru, maupun emboli paru-paru (terjadinya sumbatan pada arteri paru-paru).

Dalam kondisi yang lebih serius, polusi juga bisa menjadi faktor risiko gangguan kardiovaskular dan kanker paru-paru.

Cara mengurangi risiko di tempat yang berpolusi

dampak menghirup udara kotor

Sudah banyak orang yang menyadari bahwa kualitas udara di Indonesia tidak baik. Mereka yang tinggal di kota-kota besar dengan tingginya lalu lintas kendaraan bermotor, kerap menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk meminimalkan dampak menghirup udara kotor pada sistem pernapasan. 

Upaya menutup hidung dan mulut dengan masker saat berada di lingkungan berpolusi udara sangat baik dilakukan. Selain itu, Anda bisa menggunakan nasal spray sebagai proteksi ekstra. Ada juga nasal spray yang memang diperuntukkan sebagai salah satu cara mengatasi hidung tersumbat dan masalah alergi.

Sebagai upaya preventif, Anda bisa memilih nasal spray yang khusus untuk melindungi hidung untuk mencegah paparan kotoran (polutan) masuk ke dalam hidung dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit saluran pernapasan. 

Anda bisa memilih nasal spray dengan kandungan hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) dalam bentuk bubuk (powder). Berdasarkan jurnal Expert Review of Respiratory Medicine, kandungan ini mampu mencegah atau menghalangi paparan alergen.

Dengan begitu penggunaan HPMC pada nasal spray dapat mengurangi kekambuhan gejala alergi ataupun mencegah masuknya partikel yang meningkatkan risiko infeksi saluran napas.

Jika Anda memilih meminimalkan waktu di luar dan meluangkan lebih banyak di rumah, ada cara untuk mencegah efek buruk kesehatan polusi dalam ruangan. Misalnya, dengan memperbaiki ventilasi agar kualitas udara tetap terjaga. Selain itu, nasal spray powder bisa praktis digunakan untuk melindungi diri dari dampak menghirup paparan udara kotor di dalam ruangan.

Jangan lupa untuk memperhatikan prosedur pemakaian agar nasal spray dapat memberikan perlindungan optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Membersihkan Ruangan untuk Penderita Sakit Paru Kronis

Membersihkan ruangan dapat menjadi hal yang sedikit sulit untuk penderita PPOK. Namun jangan khawatir, berikut tips untuk bantu Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 30/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Cegah Polusi di Dalam Ruangan Dengan 5 Cara Ini

Polusi tidak terjadi di luar saja, melainkan juga dalam ruangan. Supaya kesehatan Anda terjaga, cari tahu cara mencegah polusi udara dalam ruangan di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/12/2019 . Waktu baca 7 menit

Polusi Udara Bikin Anda Tidak Bahagia, Ini Alasannya Menurut Penelitian

Tidak hanya menyebabkan penyakit, penelitian mengungkap ternyata dampak dari polusi udara juga berperan dalam penurunan tingkat kebahagiaan masyarakat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Tips Mengurangi Polusi di dalam Rumah Agar Udara Lebih Berkualitas

Meningkatkan kualitas udara di rumah dengan mengurangi polusi udara di dalam ruangan sebenarnya bisa dilakukan dengan tiga prinsip. Temukan caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 25/10/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak polusi udara pada mata

Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Mata dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pelonggaran psbb dki efek covid-19 kondisi lingkungan

Begini Efek Pandemi COVID-19 Terhadap Lingkungan Sekitar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 5 menit
hidung

Keunggulan Nasal Spray Powder untuk Melindungi Hidung

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit
udara kotor

Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit