Bronkoskopi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu bronkoskopi?

Bronkoskopi adalah salah satu prosedur pemeriksaan untuk mencari tahu masalah di dalam saluran udara (bronkus) dengan menggunakan teleskop.

Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis paru-paru. Bronkoskopi paling sering dilakukan dengan menggunakan bronkoskop fleksibel. Namun, dalam situasi tertentu, seperti perdarahan di paru-paru, dokter mungkin akan menggunakan alat yang kaku. 

Dikutip dari Mayo Clinic, alasan umum seseorang diminta menjalani bronkoskopi adalah batuk terus-menerus, infeksi, atau sesuatu tidak biasa yang terlihat pada rontgen dada atau tes lainnya. Prosedur ini juga dapat digunakan untuk mengambil sampel lendir atau jaringan untuk membuang benda asing dari saluran udara atau paru-paru.

Selain itu, Anda akan disarankan melakukan prosedur bronkoskopi dengan tujuan:

  • Mencari penyebab terjadinya masalah di saluran pernapasan, seperti perdarahan, kesulitan bernapas, atau batuk jangka panjang (kronis)
  • Mengambil sampel jaringan Anda untuk tes lain, seperti rontgen dan CT scan dada, untuk menunjukkan masalah pada paru-paru atau kelenjar getah bening di dada
  • Mendiagnosis penyakit paru-paru dengan mengumpulkan jaringan atau lendir (dahak) sebagai sampel untuk pemeriksaan
  • Mendiagnosis dan menentukan tingkat kanker paru-paru
  • Membuang benda yang menghambat saluran pernapasan
  • Memeriksa dan mengobati saluran pernapasan
  • Mengontrol perdarahan
  • Mendeteksi daerah ancaman dalam saluran pernapasan yang menyempit dan menyebabkan masalah
  • Mengobati kanker jalan napas menggunakan bahan radioaktif (brachytherapy).

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum melakukan prosedur ini?

Komplikasi akibat bronkoskopi jarang terjadi dan biasanya tidak berdampak serius. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa prosedur ini dapat berakibat parah. Komplikasi mungkin terjadi jika saluran udara meradang atau rusak karena penyakit. 

Berikut adalah komplikasi yang mungkin terjadi akibat bronkoskopi:

  • Berdarah. Perdarahan mungkin terjadi ketika biopsi dilakukan. Biasanya perdarahan ringan dan dapat diatasi dengan cepat. 
  • Paru-paru robek. Jalan napas mungkin terluka selama bronkoskopi. Jika paru-paru tertusuk, udara dapat terkumpul di ruang sekitar paru-paru dan menyebabkan paru-paru kolaps. 
  • Demam. Demam relatif umum terjadi setelah bronkoskopi, tetapi biasanya tidak perlu dikhawatirkan karena tidak terkait dengan infeksi. 

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum bronkoskopi?

Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda tentang pengobatan yang Anda lakukan, termasuk jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu. Anda akan menjalani anestesi untuk prosedur ini, sehingga penting bagi dokter mengetahui alergi yang Anda miliki. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter Anda tentang prosedur medis ini.

Anda juga biasanya akan diminta puasa dan minum sebelum prosedur ini dilakukan. Jika dokter menyuruh Anda untuk mengonsumsi obat sebelum operasi ini,  minumlah dengan seteguk air saja.

Bagaimana prosedur bronkoskopi dilakukan?

Jika dianggap perlu, dokter mungkin akan memberikan obat penenang agar Anda merasa nyaman. Bronkoskopi biasanya memakan waktu kurang dari 15 menit. Dokter akan memeriksa lubang hingga ke dalam paru-paru Anda dengan teleskop fleksibel (bronkoskop). 

Dokter Anda akan menggunakan bronkoskop untuk memeriksa saluran udara Anda. Untuk membantu membuat diagnosis, dokter dapat sekaligus melakukan biopsi dan memasukkan sejumlah kecil cairan di paru-paru dan kemudian membuangnya.

Apa yang harus saya lakukan setelah bronkoskopi?

Jika Anda diberi obat penenang, biasanya efeknya akan hilang dalam waktu sekitar dua jam. Petugas kesehatan akan memberi tahu Anda apa yang ditemukan selama proses bronkoskopi berlangsung dan mendiskusikan dengan Anda pengobatan atau tindak lanjut yang dibutuhkan. 

Berikut adalah hal-hal umum yang harus Anda ingat:

  • Jangan makan atau minum apa pun selama 1-2 jam, sampai Anda mampu menelan sesuatu tanpa tersedak.
  • Setelah itu, Anda dapat mengonsumsi makanan seperti sedia kala, dimulai dengan sedikit air.
  • Meludahkan air liur sampai Anda mampu menelan sesuatu tanpa tersedak.
  • Jangan mengemudi selama minimal 8 jam setelah prosedur.
  • Tidak merokok, setidaknya 24 jam.

Hasil

Apa yang dilakukan dokter setelah saya melalui prosedur bronkoskopi?

Setelah satu hingga tiga hari, dokter biasanya akan memberi tahu hasilnya pada Anda. Dokter akan menggunakan hasil bronkoskopi untuk menentukan pengobatan apa yang tepat untuk mengatasi penyakit paru-paru Anda. 

Jika dokter juga melakukan biopsi saat bronkoskopi, hasilnya akan diteliti oleh patologis. Hasilnya mungkin akan memakan waktu lebih lama karena meneliti sampel jaringan butuh persiapan yang lebih panjang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Usia remaja belum terlambat untuk menambah tinggi badan lewat berbagai cara, terutama asupan nutrisi dan olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Olahraga Lainnya, Kebugaran 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, hingga tulang. Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
gambar operasi cantengan

Operasi Cantengan (Ingrown Toenail)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep oatmeal sehat

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit