Definisi

Apa itu uveitis?

Uveitis adalah penyakit radang yang menyebabkan pembengkakan dan merusak jaringan mata. Kondisi ini meliputi peradangan pada lapisan tengah mata yang disebut saluran uveal atau uvea. Uvea meliputi bagian berwarna mata (iris), selaput tipis yang mengandung banyak pembuluh darah (koroid) dan badan silier (bagian mata yang menyambungkan semuanya). Uvea sangat penting karena mengandung banyak pembuluh darah dan arteri yang mengantarkan darah ke bagian lain pada mata. Penyakit ini sangat mempengaruhi pandangan Anda, mengurangi penglihatan dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah.

Ada 4 jenis uveitis tergantung di mana peradangan terjadi:

  • Uveitis anterior adalah peradangan pada iris dan badan silier
  • Uveitis intermediet adalah peradangan pada tubuh ciliary
  • Uveitis posterior adalah peradangan pada koroid
  • Uveitis difus (juga disebut panuveitis) adalah peradangan pada semua area uvea

Seberapa umumkah uveitis?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun, namun umumnya pada orang berusia 20 hingga 50 tahun. Menurut penelitian dari California, Amerika Serikat, lebih dari 280.000 warga Amerika terserang uveitis setiap tahunnya. Uveitis adalah penyebab pada 30.000 kasus baru kebutaan per tahun dan hingga 10% keseluruhan kasus kebutaan. Anterior uveitis adalah jenis yang paling umum, dengan 8 hingga 15 kasus per 100.000 orang. Jenis uveitis ini menyerang pria dan wanita dengan angka yang sama. Uveitis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala uveitis?

Gejala-gejala uveitis dapat meliputi:

  • Kemerahan dan iritasi pada mata
  • Pandangan kabur
  • Nyeri pada mata
  • Meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya
  • Bercak yang melayang di depan mata
  • Penurunan penglihatan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Dokter dapat merujuk Anda ke spesialis mata jika Anda memiliki gejala-gejala di atas. Ahli spesialis mata akan memeriksa mata dengan lebih detail menggunakan mikroskop dan cahaya, serta dapat merekomendasikan tes-tes lainnya jika uveitis didiagnosis. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab uveitis?

Uveitis memiliki berbagai penyebab, termasuk infeksi virus, jamur, dan bakteri. Pada banyak kasus, penyebab tidak diketahui. Hal ini menyebabkan pembengkakan, kemerahan, panas, dan merusak jaringan serta sel darah putih pada area tubuh yang terkait. Umumnya, penyebab umum dari uveitis adalah:

  • Serangan dari sistem imun tubuh (autoimun)
  • Infeksi atau tumor pada mata atau bagian tubuh lain
  • Memar pada mata
  • Racun yang masuk ke mata
  • Kanker yang mempengaruhi mata, seperti limfoma
  • Cedera atau operasi mata.

Penyakit ini akan menyebabkan gejala, seperti penurunan penglihatan, rasa sakit, sensitivitas terhadap cahaya dan meningkatnya floaters. Pada beberapa kasus, penyebab tidak diketahui.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk uveitis?

Ada banyak faktor risiko untuk uveitis, seperti perubahan genetis dan kadang akibat kebiasaan merokok. Menggunakan lensa kontak juga meningkatkan kemungkinan terkena uveitis.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana uveitis didiagnosis?

Sangat penting untuk mengonsultasikan ke spesialis mata jika gejala muncul. Peradangan pada bagian dalam mata dapat mempengaruhi penglihatan secara permanen atau menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani. Dokter juga dapat melakukan tes laboratorium untuk mengeliminasi infeksi atau kelainan autoimun. Diagnosis uveitis meliputi pemeriksaan mendalam dan melihat sejarah medis pasien untuk kesimpulan yang lebih tepat. Pemeriksaan mata dapat meliputi:

  • Tes ketajaman mata: tes ini mengukur apakah penglihatan pasien telah menurun
  • Pemeriksaan funduskopi: pemeriksaan ini menggunakan tetes mata dan cahaya opt untuk melebarkan mata agar tidak mengganggu pemeriksaan bagian dalam mata.
  • Tekanan okular: alat seperti tonometer dapat membantu mengukur tekanan pada dalam mata.
  • Pemeriksaan lampu slit: digunakan untuk mengukur tekanan mata. Pewarna yang disebut fluorescein, yang membuat pembuluh lebih mudah dilihat, dapat diberikan dan hanya bertahan sementara.

Apa saja pengobatan untuk uveitis?

Perawatan uveitis tergantung pada jenis uveitis yang dialami pasien. Untuk uveitis yang tidak disebabkan oleh infeksi, dokter mata akan memberikan tetes mata atau pil yang mengandung steroid untuk mengurangi pembengkakan serta obat penawar rasa sakit. Tetes mata yang memperlebar pupil dapat diberikan untuk mencegah kejang mata dan menempelnya pupil. Antibiotik diberikan pada orang yang memiliki uveitis menular. Penggunaan kaca mata gelap juga dapat mengatasi sensitivitas terhadap cahaya.

Untuk peradangan yang lebih parah, obat minum, suntikan, atau operasi dapat dipertimbangkan. Ada 2 jenis perawatan operasi, yaitu vitrektomi dan implan alat pada mata untuk mengurangi aliran pengobatan. Untuk orang dengan posterior uveitis yang sulit diobati, alat yang menghasilkan pengobatan kostikosteroid secara perlahan pada mata selama 2-3 tahun dipasang di mata. Kemungkinan efek sampingnya adalah katarak dan glaukoma.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi uveitis?

Menurut penelitian, mengonsumsi dosis vitamin E yang cukup dapat membantu meningkatkan penglihatan untuk orang dengan uveitis. Mengonsumsi vitamin E dengan vitamin C dengan diminum dapat memperbaiki penglihatan, namun tidak mengurangi pembengkakan pada orang dengan uveitis.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: April 7, 2017 | Terakhir Diedit: April 7, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan