Apa Itu Uveitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu uveitis?

Uveitis adalah penyakit radang yang menyebabkan pembengkakan dan kerusakan pada jaringan mata. Peradangan terjadi pada lapisan tengah mata yang disebut dengan saluran uveal atau uvea.

Mata manusia menyerupai bentuk bola tenis, dengan tiga lapisan berbeda yang mengelilingi vitreous. Bagian terdalam dari lapisan ini adalah retina. Lapisan di tengah, yang berada di antara sklera dan retina, disebut dengan uvea.

Uvea meliputi bagian berwarna mata (iris), selaput tipis yang mengandung banyak pembuluh darah (koroid) dan badan silier (bagian mata yang menyambungkan semuanya). Uvea sangat penting karena mengandung banyak pembuluh darah dan arteri yang mengantarkan darah ke bagian lain pada mata.

Penyakit ini dapat memengaruhi kualitas penglihatan Anda. Kebanyakan kasus uveitis bersifat kronis dan dapat mengakibatkan masalah-masalah kesehatan lainya, seperti katarak, glaukoma, bahkan berisiko menyebabkan buta permanen.

Maka dari itu, diagnosis dan pengobatan sedini mungkin sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dari penyakit ini.

Seberapa umumkah uveitis?

Uveitis adalah penyakit yang dapat terjadi pada pasien di berbagai belahan dunia. Namun, kasus kejadiannya paling banyak ditemukan di Finlandia.

Penyakit ini juga lebih banyak terjadi pada pasien berusia 20 hingga 50 tahun. Sebanyak 10% kasus kebutaan disebabkan oleh adanya penyakit ini.

Anterior uveitis adalah jenis yang paling umum, dengan 8 hingga 15 kasus per 100.000 orang. Namun, penyakit ini menyerang pria dan wanita dengan angka kejadian yang sama.

Kondisi ini dapat ditangani dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari uveitis?

Uveitis adalah penyakit yang dapat dibagi-bagi menjadi beberapa jenis. Pembagian jenis ini tergantung dari bagian mata yang terdampak.

Berikut adalah pembagiannya:

1. Anterior uveitis atau iritis

Iritis adalah jenis peradangan mata yang terjadi di bagian depan mata atau iris. Iris adalah bagian yang menentukan warna mata. Kondisi ini dapat menyebabkan kemerahan dan rasa sakit pada mata. Perkembangannya pun relatif cepat dan terjadi pada orang-orang yang sehat.

Kasus kejadian iritis merupakan jenis peradangan mata yang paling sering terjadi, yaitu sebanyak 3 dari 4 kasus. Namun, tingkat keparahannya termasuk rendah jika dibandingkan dengan peradangan mata jenis lainnya.

2. Intermediate uveitis

Apabila peradangan terjadi di bagian tengah mata, kondisi ini digolongkan sebagai uveitis jenis intermediate atau iridocyclitis. Jenis ini biasanya menyebabkan penglihatan buram dan berbayang.

Bagian mata yang terkena adalah pars plana, yang terletak di antara iris dan koroid mata. Jenis ini umumnya dikaitkan dengan adanya penyakit autoimun, seperti multiple sclerosis.

3. Posterior uveitis

Pada kondisi ini, peradangan terjadi di bagian belakang mata. Jenis ini juga sering disebut dengan koroiditis karena menyerang koroid mata. Jaringan dan pembuluh mata yang terdapat di koroid memiliki peran penting dalam menyuplai darah ke bagian belakang mata.

Jenis radang ini biasanya terjadi pada orang-orang yang menderita infeksi virus, parasit, atau jamur. Selain itu, orang yang memiliki penyakit autoimun juga berisiko terserang penyakit ini.

Peradangan jenis posterior jauh lebih serius dibanding jenis lainnya karena dapat menyebabkan luka di retina. Namun, angka kejadiannya jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan jenis lainnya.

4. Panuveitis

Panuveitis adalah peradangan yang terjadi pada hampir seluruh bagian mata. Gejala-gejala dan tanda yang ditimbulkan umumnya merupakan kombinasi dari seluruh jenis peradangan mata.

Penyakit ini juga dapat dibagi berdasarkan seberapa lama perkembangannya. Contohnya:

  • Tipe akut

Peradangan mata yang tergolong akut biasanya berkembang dengan sangat cepat. Namun, proses pemulihannya pun membutuhkan waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar tiga bulan.

  • Tipe berulang

Pada peradangan uvea mata tipe ini, penderitanya mungkin akan mengalami beberapa kali peradangan yang hilang dan kambuh berulang kali, dengan jarak beberapa bulan saja.

  • Tipe kronis

Penderita radang mata tipe kronis mengalami penyakit ini lebih lama, dan biasanya penyakit akan muncul kembali 3 bulan setelah menjalani perawatan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala uveitis?

Tanda-tanda dan gejala uveitis umumnya bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan jenisnya. Berikut adalah gejala-gejala radang mata apabila dibagi berdasarkan jenisnya:

1. Anterior uveitis atau iritis

Gejala-gejala yang mungkin muncul jika Anda menderita radang mata jenis ini adalah:

  • muncul nyeri di bagian mata
  • mata memerah
  • fotofobia (sensitif terhadap cahaya)
  • penglihatan buram
  • produksi air mata berlebih

2. Posterior atau koroiditis

Pada jenis ini, penderita mungkin akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang meliputi:

  • penglihatan berbayang
  • penglihatan buram

Rasa sakit umumnya tidak terasa. Apabila penderita uveitis jenis posterior merasakan sakit, hal tersebut mungkin berkaitan dengan masalah mata lainnya.

3. Intermediate

Apabila radang mata tergolong dalam jenis ini, penderita mungkin akan merasakan gejala-gejala sebagai berikut:

  • penglihatan berbayang dan berkurang (serupa dengan jenis posterior)
  • fotofobia
  • peradangan ringan di bagian luar mata

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Dokter dapat merujuk Anda ke spesialis mata jika Anda memiliki gejala-gejala di atas. Ahli spesialis mata akan memeriksa mata dengan lebih detail menggunakan mikroskop dan cahaya, serta dapat merekomendasikan tes-tes lainnya jika uveitis terdiagnosis.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu konsultasikan masalah dan gejala-gejala yang Anda alami dengan dokter.

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh uveitis?

Dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat mengakibatkan munculnya komplikasi lain apabila tidak segera ditangani dengan serius.

Anda kemungkinan besar dapat mengembangkan komplikasi apabila Anda berusia 60 tahun ke atas, memiliki riwayat uveitis kronis, dan menderita radang mata jenis yang paling jarang terjadi (posterior atau intermediate).

Berikut adalah komplikasi yang mungkin dapat terjadi:

1. Glaukoma

Kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan pada saraf optik, yaitu saraf yang menghubungkan mata dengan otak Anda. Hal ini berpotensi menyebabkan kebutaan apabila tidak diobati sejak awal.

2. Katarak

Peradangan pada uvea mata juga dapat memengaruhi munculnya bayangan atau jaringan pada lensa mata, sehingga penglihatan penderitanya akan berbayang atau seperti berkabut.

3. Edema makula kistoid

Kondisi ini merupakan pembengkakan yang terjadi pada retina. Komplikasi ini biasanya ditemukan pada penderita radang mata kronis atau posterior.

4. Sinekia posterior

Radang juga dapat menyebabkan kondisi iris menempel ke lensa mata, atau yang disebut dengan sinekia posterior.

Penyebab

Apa penyebab uveitis?

Uveitis memiliki berbagai penyebab, termasuk infeksi virus, jamur, dan bakteri. Namun, pada banyak kasus, penyebab tidak diketahui.

Kondisi ini menyebabkan pembengkakan, kemerahan, timbul sensasi panas, dan kerusakan jaringan serta sel darah putih pada area tubuh yang terkait.

Umumnya, peradangan pada mata seringkali dikaitkan dengan masalah sistem imun tubuh. Sistem imun tubuh yang bermasalah tidak dapat melindungi tubuh dari infeksi dan serangan penyakit dengan baik.

Namun, ada pula kemungkinan bahwa penyakit ini berhubungan dengan adanya masalah genetik.

Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab penyakit ini:

1. Masalah sistem imun tubuh

Penyakit ini sering terjadi pada orang-orang yang memiliki penyakit autoimun, di mana sistem imun tubuh berbalik menyerang jaringan-jaringan tubuh yang sehat.

Beberapa jenis penyakit autoimun yang berkaitan dengan uveitis adalah:

  • arthritis reaktif
  • penyakit Crohn
  • psoriasis
  • multiple sclerosis
  • juvenile idiopathic arthritis

2. Infeksi

Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh infeksi, seperti:

  • toksoplasmosis
  • virus herpes simplex
  • virus varicella-zoster
  • cytomegalovirus
  • tuberkulosis (TBC)
  • HIV dan sifilis

3. Penyebab lainnya

Terdapat pula kondisi-kondisi lain yang dapat menyebabkan munculnya penyakit ini, seperti:

  • trauma atau cedera pada mata
  • operasi mata
  • salah satu jenis kanker, seperti limfoma

4. Gen HLA-B27

Meskipun penyakit ini tidak diturunkan dari anggota keluarga, salah satu gen bernama HLA-B27 dikaitkan dengan risiko munculnya radang mata jenis anterior (bagian depan mata).

Sebanyak setengah penderita radang mata jenis anterior memiliki gen HLA-B27. Gen ini ditemukan pada orang-orang dengan masalah autoimun tertentu, seperti arthritis dan penyakit Crohn.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami uveitis?

Penyakit ini dapat terjadi pada hampir setiap orang dari berbagai kelompok usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini.

Memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan terserang penyakit ini. Ada kemungkinan kecil bahwa radang mata dapat terjadi pada orang-orang yang tidak memiliki satupun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu munculnya penyakit ini:

1. Usia

Penyakit ini paling banyak ditemukan pada orang-orang berusia 20 hingga 50 tahun. Jika Anda tergolong dalam rentang usia ini, kemungkinan Anda untuk mengalami radang mata lebih besar.

2. Menderita penyakit autoimun

Apabila Anda memiliki masalah pada sistem imun tubuh Anda, peluang Anda untuk menderita penyakit ini lebih besar.

3. Pernah melakukan operasi mata

Menjalani prosedur bedah atau operasi mata juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami radang mata di lain waktu.

4. Merokok

Para ahli meyakini bahwa asap yang terkandung dari pembakaran rokok dapat memengaruhi kesehatan mata. Maka dari itu, merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada mata.

5. Menggunakan lensa kontak

Penggunaan lensa kontak atau softlens juga diyakini berpotensi menyebabkan terjadinya radang di bagian mata.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana uveitis didiagnosis?

Apabila Anda mengalami tanda-tanda atau gejala uveitis, seperti yang telah dicantumkan di atas, sangat penting untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Peradangan pada bagian dalam mata dapat mempengaruhi penglihatan secara permanen atau menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani secepatnya.

Dokter akan melakukan pemeriksaan pada mata Anda dan menanyakan riwayat kesehatan Anda. Kemudian, Anda juga akan diminta menjalani beberapa tes, seperti tes laboratorium untuk mengetahui adanya infeksi atau masalah autoimun.

Pemeriksaan mata dapat meliputi:

  • Tes ketajaman mata: tes ini mengukur apakah penyakit ini memengaruhi penglihatan dan ketajaman mata penderita
  • Pemeriksaan funduskopi: pemeriksaan ini menggunakan tetes mata dan cahaya optik untuk melebarkan mata agar tidak mengganggu pemeriksaan bagian dalam mata.
  • Tekanan okular: alat seperti tonometer dapat membantu mengukur tekanan pada dalam mata.
  • Pemeriksaan lampu slit: digunakan untuk mengukur tekanan mata. Zat pewarna (fluorescent) akan diberikan pada mata Anda agar pembuluh darah lebih mudah dilihat

Bagaimana mengobati uveitis?

Pengobatan umumnya tergantung pada penyebab dan bagian mata yang terdampak. Biasanya, dokter lebih mengutamakan penanganan medis dengan obat-obatan.

Namun, pada beberapa kasus yang jarang terjadi, dokter akan merekomendasikan prosedur bedah. Berikut adalah pengobatan yang direkomendasikan dokter untuk mengatasi penyakit ini:

1. Pengobatan dengan steroid

Beberapa kasus uveitis dapat ditangani dengan pengobatan steroid (kortikosteroid). Obat yang biasanya digunakan adalah prednisolone.

Kortikosteroid bekerja dengan cara memengaruhi fungsi sistem imun tubuh, sehingga sistem imun tidak akan menghasilkan zat kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan.

Beberapa jenis kortikosteroid yang dapat diberikan adalah:

  • Tetes mata kortikosteroid

Obat tetes mata kortikosteroid biasanya diberikan untuk radang mata jenis anterior. Tergantung pada gejala yang Anda alami, dosis yang diberikan biasanya bervariasi.

Anda mungkin akan mengalami penurunan dalam kemampuan melihat setelah memakai obat ini. Namun, kondisi ini hanya berlangsung sementara.

  • Injeksi kortikosteroid

Jika bagian belakang mata Anda yang mengalami radang (posterior atau intermediate), atau obat tetes mata tidak bekerja, Anda memerlukan suntikan kortikosteroid.

Sebelum diberi injeksi, Anda akan diberikan obat bius lokal agar tidak muncul rasa sakit atau nyeri.

  • Tablet atau kapsul kortikosteroid

Obat kortikosteroid yang diminum dalam bentuk kapsul atau tablet adalah jenis kortikosteroid yang paling kuat. Obat ini biasanya diberikan apabila pengobatan kortikosteroid jenis lainnya tidak efektif.

2. Obat tetes mata midriatik

Jika Anda menderita uveitis yang memengaruhi bagian depan mata, Anda mungkin akan diberikan obat tetes mata midriatik yang dapat memperlebar pupil dan menenangkan otot mata Anda.

Obat ini juga dapat membantu mengurangi risiko munculnya masalah mata lainnya, seperti glaukoma.

3. Pengobatan terhadap infeksi

Jika Anda mengalami peradangan mata akibat infeksi, dokter akan memberikan obat-obatan yang dapat membantu melawan infeksi tersebut. Obat yang biasanya direkomendasikan dokter adalah imunosupresan dan antibiotik.

4. Operasi

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, prosedur operasi yang disebut dengan vitrektomi dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Prosedur ini dilakukan apabila radang yang terjadinya sudah sangat parah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi uveitis?

Menurut penelitian, mengonsumsi dosis vitamin E yang cukup dapat membantu meningkatkan penglihatan untuk orang dengan uveitis.

Mengonsumsi vitamin E dengan vitamin C dengan diminum dapat memperbaiki penglihatan, namun tidak mengurangi pembengkakan pada orang dengan uveitis.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 5, 2019

Yang juga perlu Anda baca