Mengenali Infeksi Mata Akibat Penggunaan Lensa Kontak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Dapat melihat dengan baik adalah hal yang terpenting untuk beraktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk mendukung kemampuan melihat, salah satunya dengan menggunakan lensa kontak. Banyak orang yang memilih lensa kontak sebagai alat bantu melihat karena alasan penampilan dan penggunaannya yang relatif mudah, namun penggunaan yang tidak sesuai justru sangat berisiko menularkan penyakit ke mata.

Penggunaan lensa kontak dilakukan dengan cara menempelkan permukaan lensa ke bagian depan mata. Jarak yang sangat dekat memungkinkan perpindahan kuman dari permukaan lensa ke sekitar permukaan cairan mata, adanya kuman biasanya ditandai dengan inflamasi pada mata. Infeksi tidak terlalu menunjukan gejala yang serius pada awalnya namun lama-kelamaan dapat menyebabkan kerusakan mata menetap hingga kebutaan.

Lensa kontak dapat menjadi sumber penularan utama terhadap infeksi mata baik yang disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, maupun virus. Hinggapnya agen infeksi pada permukaan lensa disebabkan oleh penggunaannya yang tidak sesuai seperti membiarkan lensa kontak terkena air, penggunaan cairan pembersih yang tidak sesuai, dan tidak mengganti lensa kontak secara berkala.

Jenis infeksi yang disebabkan oleh pemakaian lensa kontak

Infeksi yang disebabkan penggunaan lensa kontak dapat terjadi pada bagian kornea atau dikenal dengan istilah keratitis. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai kuman sehingga memicu inflamasi dan kerusakan, namun kerusakan kornea dapat bersifat menetap sehingga memerlukan transplantasi pada kasus infeksi yang parah. Berdasarkan jenis penyebabnya, infeksi ini dapat dibedakan menjadi empat jenis, di antaranya:

1. Keratitis bakteri

Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Kedua bakteri ini dapat dengan mudah ditemukan pada permukaan tanah dan air, bahkan tubuh manusia. Memakai lensa kontak yang terkena permukaan tubuh atau benda tanpa dibersihkan terlebih dahulu dapat dengan mudah memicu infeksi keratitis bakteri. Keratitis bakteri pada umumnya dengan cepat menimbulkan iritasi, segera hentikan pemakaian jika Anda mengalami rasa tidak nyaman saat memakai lensa kontak untuk mencegah keratitis bertambah parah.

2. Keratitis jamur

Jenis jamur yang menyebabkan infeksi pada kornea adalah berbagai jamur Fusarium, Aspergillus dan Candida. Sama halnya dengan agen bakteri, jamur yang dapat menginfeksi mata terdapat pada tubuh manusia. Jamur ini juga dapat ditemukan dengan mudah di lingkungan terbuka dengan iklim tropis seperti di Indonesia. Sifat jamur dapat dengan mudah menyebar ke bagian mata lainnya, sehingga Anda perlu menggunakan obat anti-jamur dalam beberapa bulan untuk mencegah keratitis bertambah parah.

3. Keratitis parasit

Meskipun jarang ditemukan, infeksi parasit pada kornea mata mungkin terjadi dan hal ini adalah infeksi yang serius. Keratitis parasit disebabkan oleh mikroorganisme parasit Acanthamoeba. Seperti parasit pada umumnya, Acanthamoeba tidak hanya merusak namun juga hidup dari individu yang dihinggapinya.

Parasit ini dapat dengan mudah ditemukan pada permukaan tanah dan badan air termasuk air keran dan unit AC yang lembap. Infeksi Acanthamoeba pada mata hanya mungkin disebabkan karena pemakaian lensa kontak, karena parasit ini harus kontak langsung dengan permukaan suatu organ untuk menginfeksinya.

Selain rasa tidak nyaman, infeksi Acanthamoeba juga menyebabkan perubahan warna seperti keputihan pada kornea mata. Diagnosis dan penanganan dini sangat diperlukan karena saat bertambah parah memerlukan tindakan medis yang serius dan operasi mata.

4. Keratitis virus

Keratitis jenis ini disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV). Jenis virus ini hanya dapat ditemukan pada manusia dan hanya dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi HSV. Tidak seperti jenis keratitis lainnya keratitis yang disebabkan oleh HSV dapat ditularkan. Keratitis virus juga memungkinkan untuk infeksi berulang, dan hal ini mungkin terjadi pada orang mengalami infeksi HSV. Infeksi virus bergantung pada imunitas seseorang, oleh karena itu penanganan keratitis virus memerlukan obat-obatan anti-virus dan obat tetes mata. Keratitis virus juga cenderung jarang memerlukan operasi mata untuk penanganannya.

Gejala infeksi mata akibat lensa kontak

Apapun penyebab infeksinya, keratitis menimbulkan gejala yang hampir mirip. Jika Anda aktif memakai lensa kontak, berikut beberapa gejala yang harus diwaspadai:

  • Iritasi atau mata merah tanpa sebab yang jelas.
  • Terdapat rasa nyeri yang berasal dari bagian dalam atau sekitar mata.
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya.
  • Pandangan buram secara tiba-tiba.
  • Mata berair secara tidak wajar.

Terkadang keratitis tidak menimbulkan gejala sama sekali sehingga Anda mungkin tidak mengalami berbagai gejala di atas. Namun, keratitis juga dapat memicu efek lainnya pada mata, diantaranya:

  • Reaksi alergi pada mata.
  • Infeksi selaput mata (konjungtivitis).
  • Mata kering.
  • Ulserasi atau luka pada kornea.
  • Munculnya pembuluh mata baru sehingga mata menjadi terlihat lebih merah.

Cara menghindari infeksi dari lensa kontak pada mata

Untuk mencegah infeksi pada mata, pengguna atau calon pengguna lensa kontak harus memahami betul kondisi mata dan risiko dari penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan lensa kontak:

  • Pemeriksaan mata secara teratur untuk mengetahui adanya infeksi dan kesesuaian lensa kontak dengan mata.
  • Utamakan kebersihan diri terutama tangan saat akan memakai dan melepas lensa kontak.
  • Bersihkan lensa kontak dengan cairan pembersih lensa secara rutin dan berhati-hati. Hindari penambahan cairan baru pada cairan lama yang masih berada di permukaan lensa.
  • Lakukan penyimpanan lensa kontak yang sesuai, hindari meletakkan lensa pada ruang terbuka terlalu lama, dan ganti tempat lensa setiap sekitar tiga bulan sekali.
  • Konsultasikan ke dokter mata tentang durasi pemakaian dan kapan lensa kontak perlu diganti.
  • Hindari tidur dengan menggunakan lensa kontak karena dapat menyebabkan perpindahan kuman penyakit dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Hindari aktivitas yang memungkinkan lensa kontak terkena air seperti mandi atau berenang. Gunakan kaca mata renang jika Anda memerlukan lensa kontak saat berenang.
  • Apabila lensa terkena air sebaiknya segera ganti dengan yang baru untuk mencegah infeksi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
arti warna dahak

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit