Definisi

Apa itu syringomyelia?

Syringomyelia adalah kondisi kista yang berkembang. Kista berisi cairan ini dapat tumbuh meluas dan memanjang di sepanjang tulang belakang. Kista yang tumbuh menekan dan merusak jaringan saraf tulang belakang. 

Seberapa umum penyakit ini terjadi?

Penyakit ini bisa terjadi pada 8 dari 100.000 orang. Kondisi ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita.  Rata-rata terjadi pada orang berusia sekitar 25-40 tahun. Dalam kasus langka, orang yang memiliki keluarga yang menderita syringomyelia juga dapat terkena penyakit ini alias keturunan.

Tanda-Tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala syringomyelia?

Kelainan kista yang berkembang ini umumnya terjadi lambat, bisa berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Gejala juga mungkin terjadi beberapa lama setelah ada cedera di bagian tulang belakang Anda.

Biasanya, gejala yang muncul berbeda-beda bergantung lokasi tempat benjolan kista berkembang. Kerusakan saraf yang terjadi akibat penekanan kista yang berkembang ini akan membuat mereka kehilangan kemampuan untuk menggunakan tangan dan kaki. Anda umumnya juga akan merasakan sakit punggung, sakit bahu, kelemahan otot, berhentinya pertumbuhan otot, dan kehilangan refleks otot.

Kadang orang dengan kondisi ini juga kehilangan kemampuan untuk merasakan sakit, panas, atau dingin ekstrem, terutama untuk merasakannya di tangan. Gejala lain yang mungkin muncul adalah sakit dan kaku di punggung, bahu, leher, lengan, dan kaki. Masalah pencernaan dan masalah kandung kemih juga mungkin muncul.

Anda juga bisa rentan mengalami kesemutan di bagian atas tubuh hingga kaki. Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika merasakan beberapa gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Penyakit ini merupakan kondisi yang dapat terjadi secara jangka panjang. Saraf Anda akan terpengaruh dan mengakibatkan hilangnya fungsi tubuh. Hubungi dokter jika mengalami:

  • Kelemahan otot, mati rasa, atau kehilangan kemampuan merasa (sentuhan atau suhu).
  • Sakit kepala, nyeri, atau gejala baru setelah operasi.

Penyebab

Apa penyebab syringomyelia?

Belum dipahami secara pasti bagaimana penyakit ini bisa terjadi. Pada dasarnya, syringomyelia terjadi ketika cairan serebrospinal (cairan yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang) menumpuk di dalam korda spinalis dan membentuk kista yang berisi cairan.

Sering kali kondisi ini terkait dengan malformasi Chiari, di mana terdapat jaringan otak yang mendesak kanal spinalis. Tumor, cedera, dan kelainan bawaan tulang belakang juga dapat mengakibatkan syringomyelia. Kondisi ini sebenarnya bukan kondisi genetik. Meski ada, sangat jarang yang ditemukan karena adanya kondisi kasus riwayat keluarga.

Faktor-Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko syringomyelia?

Faktor tertentu yang mungkin meningkatkan risiko berkembangnya kondisi ini adalah:

  • Memiliki kelainan bawaan tulang belakang
  • Mengalami tumor atau cedera tulang belakang
  • Mengalami meningitis

Tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda terbebas dari risiko syringomyelia. Faktor ini hanya sebagai referensi. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasikan ke dokter Anda.

Apa pilihan pengobatan untuk syringomyelia?

Pengobatan yang diberikan untuk penyakit ini biasanya bergantung pada penyebab kelainan dan kondisi, umur, serta gejala yang muncul. Umumnya, operasi dijadikan pilihan pengobatan. Tanpa operasi, syringomyelia sering mengakibatkan kelemahan progresif pada lengan dan kaki, kehilangan sensasi tangan, serta kelemahan dan nyeri kronis. Operasi sering membantu mengatasi masalah saraf. Jika kondisi ini kambuh lagi setelah operasi, operasi lain mungkin dibutuhkan. Operasi ini belum tentu berhasil.

Orang tanpa gejala mungkin tidak memerlukan perawatan. Orang yang lebih tua, yang tidak dapat menoleransi operasi, atau yang kondisinya memburuk lebih baik diawasi saja daripada harus menjalankan prosedur operasi.

Apa saja tes syringomyelia yang paling umum?

Dokter bisa membuat diagnosis dari gejala, riwayat pengobatan, dan pemeriksaan fisik lengkap. Dalam beberapa kasus, syringomyelia mungkin secara tidak sengaja ditemukan selama MRI tulang belakang atau computerized tomography (CT) scan karena alasan tertentu.

Jika dokter mencurigai adanya syringomyelia, ada kemungkinan Anda akan menjalani tes di bawah ini:

  • Magnetic resonance imaging (MRI). MRI tulang belakang merupakan metode paling tepercaya untuk mendiagnosis syringomyelia. MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet kuat untuk menghasilkan gambar tulang belakang yang jelas. Jika kista telah berkembang di dalam tulang belakang, dokter akan mampu melihatnya melalui MRI. Dalam beberapa kasus, spesialis saraf  akan menyuntikkan cairan khusus ke dalam pembuluh darah dari selangkangan, yang mengalir melalui pembuluh darah menuju tulang belakang untuk menunjukkan tumor atau kelainan lainnya. MRI mungkin dilakukan berulang kali untuk mengamati perkembangan syringomyelia.
  • Computerized tomography (CT) scan. CT scan menggunakan serangkaian X-ray untuk menciptakan gambaran mendetail mengenai tulang belakang Anda. CT scan mungkin menunjukkan bahwa Anda memiliki tumor atau kondisi tulang belakang yang lain.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi syringomyelia?

Ada beberapa gaya hidup dan pencegahan di rumah yang bisa Anda lakukan untuk mengobati kondisi ini. Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi syringomyelia:

  • Ingat bahwa gejala mungkin tidak akan muncul selama beberapa bulan atau tahun pertama.
  • Hindari aktivitas fisik yang dapat membebani tulang belakang Anda, seperti mengangkat beban berat.
  • Pertimbangkan terapi fisik untuk meredakan gejala.
  • Atur jadwal perjanjian dengan dokter spesialis Anda. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: November 14, 2018 | Terakhir Diedit: November 14, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan