Apa Itu Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)?

Rhabdomyosarkoma atau rabdomiosarkoma adalah jenis kanker yang berkembang di jaringan lunak pada tubuh. Jaringan lunak ini biasanya terdapat di otot penghubung, seperti otot lengan, kaki, dan otot yang terdapat di organ reproduksi.

Kanker ini merupakan salah satu jenis sarkoma, yaitu kanker yang terjadi di jaringan pendukung atau penghubung tubuh. Terdapat dua jenis sarkoma, yaitu sarkoma jaringan lunak dan sarkoma tulang. Rabdomiosarkoma tergolong dalam sarkoma jaringan lunak.

Kondisi ini dapat terjadi di otot, lemak, pembuluh darah, atau jaringan lunak manapun. Namun, bagian tubuh yang paling umum terdampak oleh sel kanker jenis ini adalah kepala, leher, kantung kemih, vagina, lengan, serta kaki.

Pengobatan dan peluang untuk sembuh dari penyakit ini tergantung pada jenis sel kanker, tingkat keparahan, serta seberapa jauh sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain. Umumnya, penanganan yang diberikan adalah kemoterapi, radioterapi, dan operasi.

Seberapa umumkah rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)?

Rhabdomyosarkoma adalah jenis kanker yang tergolong langka, namun termasuk jenis sarkoma jaringan lunak yang paling umum terjadi, terutama pada anak-anak.

Kasus kejadian penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak-anak, terutama yang berada di kelompok usia 2-6 tahun dan 15-19 tahun.

Selain itu, penyakit ini lebih sering terjadi pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan, meskipun perbedaan angka kejadiannya tidak terlalu jauh.

Rabdomiosarkoma adalah penyakit yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)?

Penyakit ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Rhabdomyosarkoma embrional

Kondisi ini merupakan yang paling umum terjadi, terutama pada anak-anak berusia 6 tahun ke bawah. Biasanya, bagian tubuh yang paling sering terkena kanker jenis ini adalah leher dan kepala.

Terkadang, jaringan-jaringan pada mata juga dapat terdampak oleh sel kanker embrional. Kondisi ini disebut dengan rabdomiosarkoma orbital.

Bagian tubuh lain yang sering juga ditemukan sel-sel kanker embrional adalah organ reproduksi, seperti vagina, rahim, kantung kemih, serta kelenjar prostat.

Salah satu subtipe dari kanker jenis embrional adalah sarcoma botryoide. Jenis tumor ini muncul secara berkelompok dalam satu tempat, dan biasanya ditemukan di hidung, mata, atau vagina.

Kanker jenis embrional ini umumnya mudah menyebar ke jaringan-jaringan sekitar. Penyakit ini biasanya diatasi dengan kombinasi dari kemoterapi, operasi, dan radioterapi.

2. Rhabdomyosarkoma alveolar

Jenis alveolar lebih umum terjadi pada anak-anak yang sudah lebih besar, serta pasien yang memasuki masa pubertas.

Sel kanker biasanya ditemukan di lengan, kaki, dada, atau perut. Kanker jenis ini juga dapat diobati dengan kemoterapi, radioterapi, dan operasi.

Namun, sel kanker jenis alveolar berkembang lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis embrional. Maka dari itu, kanker jenis ini membutuhkan penanganan medis yang jauh lebih intensif.

3. Rhabdomyosarkoma anaplastik (pleomorfik)

Kanker jenis anaplastik atau pleomorfik sangat jarang terjadi. Kasus kejadiannya lebih banyak ditemukan pada orang dewasa.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)?

Rhabdomyosarkoma dapat berkembang di bagian tubuh mana saja. Karena itu, tanda-tanda dan gejalanya dapat bervariasi pada masing-masing penderita.

Selain itu, kemunculan gejala juga bergantung pada lokasi, ukuran, dan tingkat keparahan tumor yang berkembang.

Gejala-gejala umum dari penyakit ini adalah:

  • Mata: keluar air mata, mata terasa sakit, atau menyembul.
  • Hidung dan tenggorokan: hidung tersumbat, mimisan, atau suara berubah, atau hidung mengeluarkan ingus dan nanah.
  • Saluran kelamin atau kemih: sakit perut, benjolan dalam perut yang bisa diraba, sulit buang air kecil, dan terdapat darah di dalam urin.
  • Tangan dan kaki: benjolan keras di lengan atau kaki. Kanker ini terus menyebar, terutama ke paru-paru, sumsum tulang, dan kelenjar getah bening. Biasanya, penyebaran ini tidak menyebabkan gejala.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Benjolan yang tidak kunjung hilang atau bengkak di bagian tubuh
  • Mata menyembul atau kelopak mata membengkak
  • Sakit kepala dan mual
  • Sulit buang air kecil atau gangguan di dalam pergerakan usus
  • Darah di dalam urin
  • Pendarahan dari hidung, tenggorokan, vagina, atau dubur
  • Salah satu skrotum membesar.

Apabila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala yang disebutkan di atas, jangan tunda waktu lagi untuk memeriksakan diri ke dokter.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)?

Umumnya, sel kanker berkembang akibat adanya mutasi genetik di dalam sel-sel tubuh manusia. Namun, hingga saat ini belum diketahui apa penyebab pasti dari mutasi genetik yang menimbulkan sel-sel kanker.

Pada kondisi yang normal, sel-sel tubuh akan berkembang, bereplikasi, dan mati pada kecepatan tertentu. Kondisi ini diatur oleh gen yang disebut dengan onkogen dan gen penekan tumor.

Apabila salah satu atau kedua gen tersebut mengalami mutasi, akan terjadi pertumbuhan sel-sel tubuh yang tidak terkendali. Akibatnya, sel-sel yang bermutasi tidak dapat mati dan menumpuk, sehingga tumor dapat terbentuk.

Sel-sel kanker tersebut dapat berpindah ke jaringan-jaringan tubuh sekitar, atau bahkan bergerak menuju organ tubuh lain. Kondisi ini dinamakan dengan metastasis.

Ada kemungkinan sel kanker pada jaringan lunak muncul di area yang sebelumnya pernah terpapar radiasi, misalnya radioterapi untuk pengobatan kanker jenis lain.

Selain itu, para ahli juga meyakini bahwa paparan zat kimia juga meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan sel kanker di dalam tubuhnya.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)?

Rhabdomyosarkoma adalah penyakit yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Faktor risiko hanyalah kondisi yang dapat meningkatkan peluang Anda.

Dalam kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat mengidap penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu seseorang terkena rabdomiosarkoma:

1. Usia

Walaupun penyakit ini dapat terjadi pada semua kelompok usia, kasus kejadiannya lebih banyak ditemukan pada pasien anak-anak di bawah 10 tahun.

Namun, tidak menutup kemungkinan remaja dan orang dewasa juga dapat mengidap penyakit ini.

2. Jenis kelamin

Angka kejadian penyakit ini sedikit lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan.

3. Faktor keturunan

Kondisi bawaan tertentu meningkatkan risiko seseorang mengembangkan penyakit ini, termasuk beragam kelainan genetik yang membuat orang lebih rentan menderita kanker ini, seperti:

  • Neurofibromatosis tipe 1

Dikenal juga dengan penyakit von Recklinghausen, penyakit ini menimbulkan tumbuhnya beberapa tumor saraf dalam satu waktu. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penderita untuk mengidap rabdomiosarkoma.

  • Sindrom Costello

Sindrom ini sangat jarang terjadi. Anak-anak yang menderita sindrom ini memiliki tinggi dan berat badan di bawah rata-rata, serta kepala yang cenderung lebih besar dari ukuran normal.

  • Sindrom Noonan

Sindrom ini merupakan kondisi di mana anak tumbuh dengan tinggi badan yang kurang, memiliki cacat pada jantung, serta cenderung lambat dalam mengembangkan kemampuan kognitifnya.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)?

Apabila Anda atau anak Anda menunjukkan tanda-tanda dan gejala kanker ini, segera kunjungi dokter untuk diperiksa.

Dokter akan menanyakan riwayat penyakit yang Anda derita, gejala-gejala yang Anda alami, serta melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek adanya benjolan di bagian tubuh tertentu.

Jika dokter mencurigai adanya kanker atau jenis tumor lainnya, Anda akan diminta menjalani tes-tes lain, seperti:

1. CT scan

Tes ini menggabungkan foto-foto x-ray yang diambil dari berbagai sudut, sehingga jaringan-jaringan lunak seperti otot dapat terlihat dengan jelas.

Melalui tes ini, dokter dapat melihat tumor secara detail, hingga mendeteksi ukuran serta persebarannya di dalam tubuh.

2. MRI scan

Prosedur ini menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat untuk menghasilkan foto dengan detail yang lebih baik dari x-ray atau CT scan. Tes ini juga dapat menunjukkan struktur otot, lemak, dan jaringan-jaringan penghubung secara lebih mendalam.

3. Scan tulang

Tes ini dapat membantu dokter melihat apakah sel-sel kanker telah menyebar hingga ke tulang. Dokter akan menyuntikan cairan radioaktif ke dalam darah Anda, yang kemudian akan berpindah menuju tulang.

Dengan kamera khusus, cairan tersebut dapat terdeteksi, sehingga foto dari kerangka tulang Anda dapat dihasilkan.

4. USG

Tes USG dilakukan dengan menggunakan gelombang suara yang dapat menghasilkan gambar organ dalam tubuh Anda.

Bagaimana cara mengobati rhabdomyosarkoma?

Pengobatan rabdomiosarkoma biasanya meliputi operasi, kemoterapi, serta radiasi. Namun, terkadang pengobatan yang dipilih tergantung pada ukuran, lokasi, serta jenis tumor yang berkembang.

1. Operasi

Baik anak-anak maupun orang dewasa akan menjalani prosedur operasi untuk mengangkat tumor. Namun, apabila terdapat kondisi-kondisi tertentu yang tidak memungkinkan operasi untuk dijalankan, penanganan yang dipilih untuk mengecilkan tumor adalah kemoterapi dan radioterapi.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi hampir selalu diberikan setelah operasi untuk membunuh sisa sel-sel kanker yang terdapat di dalam tubuh.

3. Radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi menggunakan mesin radiasi berkekuatan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

Terapi radiasi umumnya dilakukan bila beberapa sel kanker masih ada di dalam tubuh setelah operasi, atau kanker dianggap berisiko tinggi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)?

Tidak ada faktor risiko penyakit ini yang dapat dicegah secara pasti. Tes genetik mungkin membantu mengidentifikasi anggota keluarga lainnya yang mungkin berisiko menderita jenis sarkoma ini atau kanker lainnya.

Yang dapat Anda lakukan adalah mengikuti pemeriksaan lanjutan (follow-up) setelah selesai menjalani pengobatan. Hal ini penting untuk mencegah penyakit ini kembali muncul di kemudian hari.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 28, 2019

Yang juga perlu Anda baca