Definisi

Apa itu rhabdomyosarcoma (rabdomiosarkoma)?

Rhabdomyosarcoma atau rabdomiosarkoma adalah kanker dengan pertumbuhan cepat yang dapat berkembang di dalam jaringan lunak (macam otot) hampir di manapun di dalam tubuh, sering kali terjadi pada anak-anak.

Ini adalah otot yang kita kendalikan sendiri (contohnya otot lengan atau kaki). Otot-otot ini juga disebut otot skeletal atau lurik. Tempat rhabdomyosarcoma yang paling umum ditemukan adalah kepala, leher, kantong kemih, vagina, lengan, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Dalam rhabdomyosarcoma, sel kanker mirip dengan sel otot yang belum matang.

Ada dua jenis rhabdomyosarcoma:

  • Rhabdomyosarcoma embrional, biasanya mempengaruhi anak di bawah 6 tahun. Rhabdomyosarcoma embrional sering muncul di daerah kepala dan leher, dan terutama di jaringan sekitar mata (rhabdomyosarcoma orbital). Area tumor umum lainnya adalah area kelamin dan kemih, yang dapat muncul di dalam rahim, vagina, kantong kemih atau kelenjar prostat.
  • Rhabdomyosarcoma alveolar biasanya mempengaruhi anak yang lebih tua atau remaja. Rhabdomyosarcoma alveolar cenderung lebih agresif daripada Rhabdomyosarcoma embrional, dan lebih sering muncul di lengan dan kaki, atau dada atau perut.
  • Jenis ketiga, bernama rhabdomyosarcoma anaplastic, adalah jenis terlangka. Orang dewasa lebih rentan daripada anak-anak.

Seberapa umumkah rhabdomyosarcoma (rabdomiosarkoma)?

Rhabdomyosarcoma tergolong umum, namun lebih sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko.

Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala rhabdomyosarcoma (rabdomiosarkoma)?

Gejala umum rhabdomyosarcoma adalah:

  • Mata: keluar air mata, mata terasa sakit, atau menyembul.
  • Hidung dan tenggorokan: hidung tersumbat, mimisan, atau suara berubah, atau hidung mengeluarkan ingus dan nanah.
  • Saluran kelamin atau kemih: sakit perut, benjolan dalam perut yang bisa diraba, sulit buang air kecil, dan terdapat darah di dalam urin.
  • Tangan dan kaki: benjolan keras di lengan atau kaki. Kanker ini terus menyebar, terutama ke paru-paru, sumsum tulang, dan node limfa. Biasanya, penyebaran ini tidak menyebabkan gejala.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Benjolan yang tidak kunjung hilang atau bengkak di bagian tubuh
  • Mata menyembul atau kelopak mata membengkak
  • Sakit kepala dan mual
  • Sulit buang air kecil atau gangguan di dalam pergerakan usus
  • Darah di dalam urin
  • Pendarahan dari hidung, tenggorokan, vagina, atau dubur
  • Salah satu skrotum membesar.

Penyebab

Apa penyebab rhabdomyosarcoma (rabdomiosarkoma)?

Penyebab pasti rhabdomyosarcoma tidak diketahui. Para peneliti sedang mencoba menemukan penyebabnya sebisa mungkin. Sarcoma jaringan lunak mungkin muncul di area yang sebelumnya diobati dengan radioterapi untuk jenis kanker lain. Sarcoma biasanya tidak akan berkembang sampai setidaknya 10 tahun setelah pengobatan radioterapi. Paparan beberapa jenis zat kimia mungkin berhubungan dengan perkembangan beberapa sarcoma. Zat kimia ini termasuk vinyl klorida, yang berguna dalam pembuatan plastik, dan beberapa jenis herbisida (pembasmi rumput liar), dan dioxin.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk rhabdomyosarcoma (rabdomiosarkoma)?

Kondisi bawaan tertentu meningkatkan risiko seseorang mengembangkan rhabdomyosarcoma, termasuk beragam kelainan genetik yang membuat orang lebih rentang menderita kanker ini serta:

  • Sindrom Li-Fraumeni
  • Neurofibromatosis tipe 1
  • Sindrom Beckwith-Wiedemann
  • Sindrom Costello
  • Sindrom Noonan

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk rhabdomyosarcoma (rabdomiosarkoma)?

Pengobatan terdiri dari operasi, kemoterapi, dan kadang-kadang radiasi.

Operasi akan mengangkat tumor sebanyak mungkin. Dokter bedah akan mencoba mengurangi kerusakan atau bekas luka saat melakukannya, tapi dapat menyulitkan. Dalam sejumlah kasus, dokter bedah harus memotong semua atau sebagian anggota gerak tubuh. Dalam kasus lainnya, anggota gerak tubuh bisa diselamatkan.

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi (paling umum, vincristine, actinomycin, cyclophosphamide, doxorubicin, ifosfamide, dan etoposide) hampir selalu diberikan setelah operasi. Kemoterapi menghancurkan sel kanker yang tersisa ketika tumor diangkat serta membunuh sekelompok kecil sel kanker yang mungkin terdapat di bagian tubuh lainnya.

Terapi radiasi umumnya digunakan bila beberapa sel kanker masih ada setelah operasi, atau kanker dianggap berisiko tinggi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk rhabdomyosarcoma (rabdomiosarkoma)?

Jika benjolan terdeteksi, computed tomography (CT) atau kadang-kadang magnetic resonance imaging (MRI) dilakukan. Diagnosis dipastikan dengan mengambil sampel dari benjolan dan memeriksanya di bawah biopsi mikroskop. Terkadang semua benjolan diangkat.

Untuk menentukan apakah kanker telah menyebar, CT dada dan scan tulang dilakukan, dan sampel sumsum tulang diambil dan diperiksa.

CT scan membutuhkan serangkaian X-ray yang memberikan gambar tiga dimensi di dalam tubuh. Anda akan diminta untuk berpuasa selama setidaknya 4 jam sebelum scan. Anda mungkin diberi minuman atau suntikan pewarna yang membuat area tertentu terlihat lebih jelas.

MRI (magnetic resonance imaging) scan mirip dengan CT scan tapi menggunakan magnet daripada X-ray untuk memberikan gambar cross-section tubuh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rhabdomyosarcoma (rabdomiosarkoma)?

Tidak ada faktor risiko penyakit ini yang mampu dicegah yang jelas. Tes genetik mungkin membantu mengidentifikasi anggota keluarga lainnya yang mungkin berisiko menderita jenis sarcoma ini atau kanker lainnya.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan