Apa itu preeklampsia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu preeklampsia?

Preeklampsia atau preeklamsia adalah komplikasi kehamilan serius yang disebabkan tekanan darah tinggi dan kerusakan ginjal. Wanita hamil dengan tekanan darah normal pun dapat mengalami preeklampsia. Umumnya gejala preeklampsia bisa terlihat saat memasuki usia kehamilan 20 minggu.

Kondisi ini dapat terjadi akibat plasenta janin yang tidak berfungsi dengan baik. Biasanya plasenta yang tidak berfungsi dengan baik disebabkan oleh kelainan.

Selain itu masalah kesehatan seperti gizi buruk, kadar lemak tubuh yang tinggi, tidak cukupnya aliran darah ke rahim, dan genetik mungkin juga bisa menyebabkan preeklamsia.

Preeklamsia yang sudah parah dan diikuti kejang dapat berkembang menjadi eklampsia. Preeklampsia dan eklampsia yang terjadi saat atau sesaat setelah kehamilan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius bagi ibu, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Peningkatan tekanan darah yang tidak terlalu besar dapat menjadi tanda penyakit ini. Jika tidak diobati dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada ibu dan hidup bayi.

Seberapa umum preeklampsia?

Sekitar 6-8 % wanita hamil mengalami preeklampsia. Preeklampsia adalah kondisi yang biasanya terjadi pada kehamilan pertama. Hal ini dapat diatur dengan menurunkan faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala preeklampsia?

Gejala preeklampsia adalah sebagai berikut:

  • Tekanan darah ibu hamil meningkat secara mendadak
  • Ditemukan protein dalam urin atau adanya masalah ginjal
  • Sakit kepala hebat
  • Penglihatan bermasalah, seperti penglihatan kabur, sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri perut di bagian atas
  • Mual dan muntah
  • Jumlah urin sedikit
  • Penurunan jumlah platelet
  • Gangguan fungsi hati
  • Sulit bernapas akibat adanya cairan di paru

Gejala preeklamsia pada janin di dalam kandungan

Komplikasi kehamilan ini bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Salah satunya menyebabkan pertumbuhan janin terlambat atau janin tidak berkembang.  Hal ini disebabkan oleh suplai darah yang membawa oksigen terhambat dan tidak sampai ke plasenta bayi.

Janin yang mendapat suplai darah yang sedikit, umumnya juga akan mendapat nutrisi dan makanan yang sedikit di dalam kandungan. Meskipun kurang umum, kondisi dapat terjadi di enam minggu pertama setelah melahirkan.

Kebanyakan ibu hamil hanya mengalami gejala ringan saja. Akan tetapi penting untuk mengobati gejala tersebut dengan segera agar tidak semakin parah atau terjadi komplikasi. Semakin awal preeklampsia terdeteksi, maka semakin besar peluang ibu dan hamil terhindar dari risiko komplikasi.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ibu hamil bisa segera  menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri perut hebat, dan sesak. Bicarakan dengan dokter Anda untuk mengontrol tekanan darah Anda.

Segera periksa gejala yang terjadi, atau Anda akan terlambat ditangani. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab preeklampsia?

1. Pembuluh darah bermasalah

Pada awal kehamilan, pembuluh darah mulai berkembang sempurna untuk membawa darah ke plasenta. Pada ibu yang mengalami preeklamsia, perkembangan pembuluh darahnya bermasalah, tidak sempurna.

Pembuluh darah bisa menyempit dan tidak merespon hormon stimulan. Akhirnya malah menyebabkan penurunan jumlah darah. Selain karena pembuluh darah yang rusak, penyebab berkurangnya aliran darah ke janin bisa diakibatkan masalah sistem imun dan DNA ibu.

2. Plasenta tidak berfungsi baik

Para ahli meyakini bahwa penyebab preeklampsia berasal dari plasenta yang berfungsi sebagai pemberi nutrisi untuk bayi saat di dalam kandungan.  

Saat pembuahan terjadi, telur yang telah dibuahi akan menempel pada rahim sebagai sampai proses kelahiran nanti. Ketika proses itu terjadi, telur hasil pembuahan akan membentuk “akar” dari pembuluh darah dan lama kelaman menjadi plasenta janin.

Agar akar plasenta berfungsi baik, dibutuhkan nutrisi cukup dari makanan yang ibu makan. Saat ibu tidak mengonsumsi nutrisi yang kandungannya butuhkan, ini menyebabkan fungsi plasenta jadi terganggu. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk preeklampsia?

Ada banyak faktor risiko yang bisa menyebabkan ibu terkena preeklamsia. Antara lain:

  • Ibu pernah memiliki riwayat preeklampsia sebelumnya
  • Ibu sedang mengandung atau hamil pertama kali
  • Usia wanita yang hamil lebih dari 40 tahun memiliki risiko tinggi preeklampsia.
  • Ibu mengalami obesitas
  • Ibu hamil anak kembar atau lebih
  • Ibu hamil dengan jarak kurang dari dua tahun atau lebih dari 10 tahun
  • Ibu punya riwayat penyaki tekanan darah Anda tinggi, migren, diabetes tipe I dan II, masalah ginjal, atau lupus.

Dampak

Apa dampak kondisi preeklampsia terhadap janin?

Preeklampsia yang parah dapat memberikan risiko berbeda pada setiap janin. Bahaya utamanya adalah janin bisa kekurangan gizi karena kekurangan pasokan darah dan makanan yang dialirkan plasenta.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan tumbuh kembang bayi terganggu. Janin bisa berisiko lahir cacat hingga lahir mati akibat tidak mendapatkan makanan yang cukup.

Beberapa penelitian juga sudah menunjukkan bahwa preeklampsia dapat membuat bayi berisiko terkena penyakit tertentu. Antara lain penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, dan hipertensi. Ini karena janin harus bertahan dengan pasokan nutrisi yang terbatas sewaktu di dalam kandungan. 

Bayi yang lahir dengan berat rendah saat lahir, atau yang telah mengalami perubahan pertumbuhan plasenta berisiko lebih besar untuk mengalami penyakit jantung koroner, hipertensi dan diabetes saat dewasa.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk preeklampsia?

1. Melahirkan dini 

Penanganan preeklampsia bisa dilakukan dengan melahirkan lebih cepat. Sebab, preeklampsia akan meningkatkan risiko ibu mengalami kejang, abruptio plasenta, stroke, dan perdarahan hebat jika terus dipertahankan.

Dokter akan berbicara dengan Anda tentang kapan harus melahirkan berdasarkan usia kehamilan Anda, seberapa baik kondisi janin, dan seberapa parah preeklampsia Anda.

Jika kondisi janin sudah cukup kuat, biasanya pada 37 minggu atau lebih, dokter Anda mungkin ingin menginduksi persalinan. Selain itu, dokter juga bisa melakukan operasi caesar. Ini untuk mencegah preeklamsia memburuk.

Jika bayi Anda tidak cukup usianya untuk lahir, Anda dan dokter mungkin dapat mengobati preeklamsia sampai bayi Anda cukup berkembang untuk dapat dilahirkan dengan aman.

2. Mengikuti hidup sehat saran dokter 

Jika Anda memiliki preeklampsia ringan, dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk:

  • Istirahat total di rumah atau di rumah sakit. Kemungkinan Anda akan diminta untuk beristirahat dengan cara banyak berbaring di tubuh bagian kir. 
  • Rutin melakukan pemeriksaan monitor detak jantung janin dengan USG
  • Rutin tes darah dan urin

3. Minum obat

  • Obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah Anda
  • Obat untuk membantu mencegah kejang, menurunkan tekanan darah, dan mencegah masalah lain
  • Suntikan steroid untuk membantu paru-paru bayi Anda berkembang lebih cepat

4. Perawatan lainnya

  • Menyuntikkan magnesium ke dalam vena untuk mencegah kejang terkait eklamsia
  • Minum obat hydralazine atau obat antihipertensi lain untuk mengatasi peningkatan tekanan darah yang parah
  • Memantau asupan cairan dan seberapa banyak urin yang keluar

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk preeklampsia?

Dokter umumnya akan mendiagnosis berdasarkan gejala, seperti peningkatan tekanan darah dan sesak napas. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut. 

  • Tes fisik. Dokter Anda akan melakukan tes fungsi hati, tes fungsi ginjal dan juga mengukur trombosit Anda untuk membantu kerja sel-sel pembekuan darah.
  • Analisa urin. Dokter Anda akan memeriksa urin setelah 24 jam diminta. Fungsinya untuk mengukur jumlah protein dalam urin Anda.
  • Ultrasonografi janin. Dokter dapat merekomendasikan pemantauan ketat pertumbuhan bayi Anda, biasanya melalui USG. Ultrasonografi memungkinkan dokter Anda untuk memperkirakan berat janin dan jumlah cairan dalam rahim (cairan ketuban).
  • Tes non stres atau profil biofisik. Tes non-stres adalah prosedur sederhana yang memeriksa bagaimana denyut jantung dan gerak janin.
  • Profil biofisik. Ini adalah metode menggunakan USG untuk mengukur pernapasan,, gerakan, dan volume cairan ketuban bayi Anda di dalam rahim.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi preeklampsia?

Ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mencegah preeklampsia pada ibu hamil. Berikut adalah hal yang bisa dilakukan:

1. Minum aspirin dosis rendah

Minum aspirin dosis rendah yang dimulai di minggu ke-12 kehamilan mungkin merupakan tindakan pencegahan yang efektif untuk ibu hamil mengembangkan preeklampsia yang parah.

2. Mengonsumsi kalsium

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ibu untuk mengonsumsi suplementasi kalsium harian untuk mengurangi risiko preeklampsia. Ini juga berlaku apabila ibu hamil punya kondisi tekanan darah, yang terkendali dan tidak terkendali.

Pedoman WHO merekomendasikan 1,5 hingga 2,0 gram kalsium tambahan memasuki usia kehamilan 20 minggu. Apabila ibu juga sedang mengonsumsi suplemen zat besi, ada baiknya minum vitamin kalsium secara terpisah.

Minum suplemen keduanya dengan jeda satu jam. Ini agar efek suplemen kalsium terserap dengan baik.

3. Minum obat antioksidan

Ibu bisa minum suplemen antioksidan untuk mencegah preeklampsia. Menurut penelitian dari jurnal PLoS One di tahun 2015 menunjukkan bahwa kadar vitamin C, E, dan antioksidan lainnya lebih rendah pada wanita yang mengalami preeklampsia.

Namun, dalam penelitian uji coba yang sudah diterbitkan sebelumnya, para peneliti tidak menemukan hasil yang signifikan. Tidak ada beda efek antara ibu dengan preeklamsia yang minum suplemen dengan yang tidak.

4. Gaya hidup

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi preeklampsia adalah:

  • Menjaga diet sesuai anjuran
  • Istirahat total dengan posisi miring ke kiri
  • Periksa urin sesuai anjuran
  • Beri tahu dokter Anda jika tangan, kaki, wajah Anda membengkak, atau perubahan penglihatan, sakit kepala atau nyeri perut.
  • Hubungi dokter Anda jika berat badan Anda naik lebih dari 1,4 kg dalam 24 jam.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Mei 24, 2019

Yang juga perlu Anda baca