Apa Itu Polip Hidung?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu polip hidung?

Polip hidung adalah tumbuhnya jaringan lunak yang terjadi di saluran hidung atau sinus. Umumnya, jaringan tersebut muncul pada bagian sinus menuju rongga hidung.

Jaringan atau benjolan biasanya tidak berbahaya, tidak terasa sakit, dan tidak berpotensi mengembangkan sel kanker. Ukurannya pun bervariasi, mulai dari sekecil biji jagung hingga anggur.

Kemunculan polip disebabkan oleh peradangan kronis yang berkaitan dengan asma, infeksi yang kambuh, alergi, sensitif terhadap obat tertentu, atau gangguan imun tertentu.

Polip yang berukuran kecil umumnya tidak menunjukkan gejala yang berarti dan tidak memerlukan penanganan medis khusus. Namun, polip dengan ukuran yang lebih besar berpotensi menyumbat saluran pernapasan serta pembuangan lendir dari sinus.

Jika lendir menumpuk terlalu banyak di dalam sinus, pernapasan akan terganggu, kemampuan indera penciuman menurun, dan infeksi dapat terjadi. Polip hidung dapat diatasi dengan pengobatan medis dan operasi. Namun, ada kemungkinan polip dapat muncul kembali di lain waktu.

Seberapa umumkah polip hidung?

Polip hidung adalah kondisi yang tergolong cukup umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada orang dari berbagai golongan usia, namun angka kejadiannya lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 20-40 tahun ke atas. Anak-anak berusia di bawah 10 tahun sangat jarang mengalami kondisi ini.

Selain itu, penyakit ini lebih banyak menyerang pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding perempuan, walaupun penyebab pastinya belum dapat diketahui. Penyakit ini juga dapat menimpa individu dari berbagai kelas sosial dan kelompok ras.

Polip hidung adalah kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Namun, polip kemungkinan dapat kembali muncul sewaktu-waktu setelah disembuhkan, dengan persentase kemungkinan 50%. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polip hidung?

Polip yang muncul di hidung berupa jaringan lunak yang tidak terasa sakit. Umumnya, polip muncul di bagian atas sinus yang bertemu dengan rongga hidung (sekitar mata, hidung, dan tulang pipi).

Anda mungkin tidak akan merasakan adanya polip karena jaringan tersebut tidak memiliki banyak saraf. Orang yang memiliki polip cenderung menderita inflamasi atau peradangan kronis pada saluran pernapasan dan sinusnya (sinusitis kronis).

Namun, bukan berarti semua orang mengalami radang saluran pernapasan atau sinusitis kronis dipastikan memiliki polip. Polip yang muncul dapat berupa satu atau beberapa benjolan.

Benjolan pada hidung berpotensi menyumbat saluran pernapasan dan sinus Anda. Beberapa penderita tidak merasakan tanda-tanda dan gejala apapun.

Akan tetapi, terdapat pula gejala-gejala umum yang mungkin muncul pada beberapa penderita:

  • Hidung berair atau berlendir
  • Hidung terus-menerus terasa penuh atau tersumbat
  • Kesulitan bernapas akibat hidung tersumbat
  • Gangguan tidur
  • Berkurang atau hilangnya indera penciuman
  • Post-nasal drip (cairan hidung terasa mengalir ke tenggorokan)
  • Rasa tertekan atau sakit pada kening dan wajah
  • Sakit kepala
  • Rasa gatal di sekitar mata
  • Mendengkur
  • Sering mimisan
  • Nyeri di gigi bagian atas

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan munculnya sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika gejala dan tanda-tanda berlangsung lebih dari 10 hari, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Gejala sinusitis kronis dan polip hidung memang terkadang mirip dengan masalah kesehatan lainnya, misalnya demam biasa.

Namun, apabila Anda merasakan gejala-gejala di bawah, Anda harus mencari bantuan medis sesegera mungkin:

  • Gangguan pernapasan yang serius
  • Gejala dan tanda-tanda semakin memburuk
  • Penglihatan ganda, berkurang, atau tidak sanggup menggerakkan bola mata
  • Pembengkakan di sekitar mata
  • Sakit kepala bertambah, disertai dengan demam tinggi dan tidak dapat menggerakan kepala ke depan
  • Kesulitan bernapas
  • Gejala memburuk secara tiba-tiba
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan ganda, berkurangnya penglihatan atau keterbatasan menggerakan mata
  • Pembengkakan parah di sekitar mata
  • Bertambahnya sakit kepala disertai demam tinggi dan tidak dapat menggerakan kepala ke depan

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab polip hidung?

Hingga saat ini, penyebab pasti dari polip hidung masih belum diketahui oleh para ahli. Belum ada yang dapat mengungkap apa pemicu terjadinya peradangan jangka panjang, dan mengapa peradangan dapat menyebabkan munculnya polip.

Para ahli meyakini bahwa peradangan dan pembengkakan pada hidung dapat menyebabkan cairan lendir menumpuk di rongga hidung dan sinus. Seiring dengan berjalannya waktu, sel-sel yang terdapat di hidung akan menurun akibat adanya gaya gravitasi. Hal itulah yang mungkin menyebabkan polip muncul.

Selain itu, para ahli juga percaya bahwa pemicu utama munculnya polip adalah adanya infeksi virus, bakteri, alergi, atau respon imun terhadap adanya jamur.

Kondisi ini juga seringkali muncul pada orang yang menderita masalah kesehatan di bawah ini:

  • Sinusitis kronis
  • Rhinitis alergi (alergi musiman)
  • Asma (sebanyak 20-50% penderita polip)
  • Cystic fibrosis
  • Sinusitis alergi jamur (allergic fungal sinusitis)
  • Ciliary dyskinesia
  • Sindrom Churg-Strauss
  • Rhinitis nonalergik dengan sindrom eosinofilia (NARES)

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk polip hidung?

Polip hidung adalah kondisi yang dapat menimpa siapa saja dari berbagai golongan usia dan kelompok ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Memiliki salah satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terkena penyakit ini. Ada pula kemungkinan kecil polip tumbuh di tubuh Anda meskipun Anda tidak memiliki satupun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu munculnya kondisi ini:

1. Usia

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 20 hingga 40 tahun ke atas. Anak-anak di bawah 10 tahun cukup jarang mengalami kondisi ini.

2. Jenis kelamin

Walaupun penyebab pastinya belum diketahui, kondisi ini memiliki angka kejadian lebih tinggi pada pasien laki-laki dibanding dengan perempuan.

3. Menderita asma

Sebanyak 20 hingga 50 persen penderita polip biasanya memiliki asma. Jadi. apabila Anda memiliki asma yang kronis, risiko Anda untuk menderita kondisi ini lebih tinggi.

4. Sensitif terhadap obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)

Sebanyak 8-26% pasien polip hidung intoleran atau sensitif terhadap obat-obatan antiinflamasi nonsteroid atau NSAID, termasuk ibuprofen dan aspirin.

Maka dari itu, apabila Anda menjalani pengobatan dengan obat-obatan NSAID, ada kemungkinan Anda mengembangkan polip di dalam tubuh Anda.

5. Intoleransi alkohol

Sebanyak 50% orang yang memiliki polip juga sensitif atau intoleran terhadap alkohol. Jika Anda termasuk orang yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan, peluang Anda untuk memiliki kondisi ini semakin besar.

6. Menderita penyakit sinusitis

Apabila Anda menderita penyakit sinusitis kronis dan sinusitis alergi jamur (AFS), besar kemungkinan Anda untuk menderita penyakit ini. Sebanyak 85% penderita polip juga merupakan pasien sinusitis alergi jamur.

7. Menderita cystic fibrosis

Cystic fibrosis adalah penyakit yang memengaruhi produksi lendir dan cairan di dalam tubuh. Jika Anda menderita kelainan kesehatan ini, risiko Anda untuk mengembangkan polip di dalam tubuh lebih tinggi.

8. Memiliki sindrom Churg-Strauss

Sindrom Churg-Strauss adalah penyakit langka yang menyerang pembuluh darah manusia. Sebanyak 50% penderita sindrom Churg-Strauss memiliki polip di hidungnya.

Karena itu, risiko Anda memiliki polip lebih tinggi jika Anda mengidap sindrom ini.

9. Kekurangan vitamin D

Anda juga berpotensi mengembangkan polip apabila tubuh Anda mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin D.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang dapat diakibatkan oleh polip hidung?

Polip hidung dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan lainnya pada tubuh. Hal ini dikarenakan munculnya polip dapat menyumbat saluran pernapasan dan pembuangan cairan atau lendir.

Selain itu, iritasi dan peradangan jangka panjang yang menjadi pemicu munculnya polip juga dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan.

Berikut adalah komplikasi yang berpotensi terjadi:

1. Gangguan tidur (sleep apnea)

Sleep apnea merupakan gangguan tidur serius, di mana penderitanya berhenti bernapas saat tidur. Orang yang memiliki polip berpotensi menderita sleep apnea jenis obstruktif.

2. Asma memburuk

Jika Anda sudah memiliki asma kronis dan polip muncul di hidung Anda suatu waktu, ada kemungkinan asma Anda akan semakin memburuk.

3. Infeksi sinus

Munculnya jaringan di saluran pernapasan dan sinus juga membuat hidung Anda semakin rentan mengalami infeksi sinus. Meski sudah disembuhkan, infeksi berpotensi kembali lagi di lain waktu.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana polip hidung didiagnosis?

Jika Anda mulai merasakan tanda-tanda dan gejala yang telah disebutkan sebelumnya, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Selama pemeriksaan, dokter akan menanyakan apa saja gejala-gejala yang Anda alami, melakukan pemeriksaan menyeluruh, kemudian memeriksa bagian dalam hidung Anda.

Dalam beberapa kasus, polip akan langsung terlihat dengan menggunakan senter sederhana. Namun, untuk hasil diagnosis yang lebih akurat, dokter akan merekomendasikan beberapa tes tambahan:

1. Endoskopi hidung

Apabila polip terletak di bagian dalam sinus Anda, dokter mungkin akan melakukan prosedur endoskopi pada hidung Anda.

Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan tabung kecil yang dilengkapi dengan cahaya dan kamera. Tabung tersebut akan dimasukkan ke bagian dalam hidung Anda.

Dengan endoskopi, dokter dapat melihat secara jelas bagian dalam saluran pernapasan, terutama sinus Anda.

2. Tes pengambilan gambar

Tes pengambilan gambar seperti computerized tomography (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI scan) juga mungkin akan dilakukan dokter untuk mendapatkan gambaran lebih detail dari bagian dalam hidung Anda.

CT dan MRI scan dapat membantu dokter menentukan letak dan ukuran polip. Selain itu, kedua prosedur tersebut dapat membantu dokter mengetahui apakah jaringan yang tumbuh di hidung merupakan tanda-tanda kelainan yang serius, misalnya pertumbuhan sel kanker.

3. Tes alergi

Tujuan dari tes alergi adalah untuk menentukan pemicu munculnya radang pada hidung. Tes dilakukan dengan cara menusukkan alergen (agen yang berpotensi memicu alergi) pada lengan atau punggung Anda.

Setelah itu, dokter atau tim medis akan menganalisis reaksi alergi yang muncul pada kulit Anda.

4. Tes untuk cystic fibrosis

Tes ini biasanya dilakukan pada penderita polip yang masih anak-anak. Hal ini dikarenakan cystic fibrosis adalah penyakit keturunan. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel keringat untuk diperiksa di laboratorium.

5. Tes darah

Untuk mengetahui apakah tubuh Anda kekurangan vitamin D atau tidak, dokter akan mengambil sampel darah Anda.

Bagaimana polip hidung ditangani?

Tujuan utama dari perawatan untuk polip hidung adalah mengurangi ukuran atau menghilangkannya. Penanganan yang biasanya diutamakan adalah memberikan obat-obatan.

Operasi juga merupakan alternatif lainnya, namun prosedur ini tidak memberikan hasil yang permanen karena polip dapat muncul lagi di lain waktu.

1. Obat-obatan

Pemberian obat-obatan dapat membantu polip mengecil, bahkan menghilang. Berikut adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi polip:

  • Kortikosteroid hidung

Kortikosteroid diberikan melalui hidung dengan cara disemprot. Tujuannya adalah untuk membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan.

Obat-obatan kortikosteroid hidung meliputi fluticasone (Flonase, Veramyst), budesonide (Rhinocort), flunisolide, mometasone (Nasonex), triamcinolone (Nasacort AQ), beclomethasone (Qnasl, Beconase AQ), dan ciclesonide (Omnaris, Alvesco, Zetonna).

  • Kortikosteroid oral dan suntik

Apabila kortikosteroid hidung tidak efektif, dokter akan meresepkan obat yang diminum atau disuntik. Obat yang biasa diresepkan dokter adalah prednisone.

  • Obat sinusitis kronis

Jika Anda juga menderita sinusitis kronis, dokter akan memberikan obat suntik dupilumab (Dupixent) untuk menyembuhkan sinusitis Anda.

  • Pengobatan lainnya

Dokter juga mungkin akan meresepkan antihistamin untuk mengatasi alergi dan antibiotik untuk mengatasi infeksi kronis berulang.

2. Operasi

Operasi kadang diperlukan apabila pengobatan tidak dapat membantu. Namun, kadang polip dapat muncul kembali.

Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada seberapa besar ukuran polip. Berikut adalah jenis-jenisnya:

  • Polipektomi

Polipektomi dilakukan dengan cara memasukkan alat penyedot kecil atau microdebrider. Alat tersebut akan memotong dan membuang jaringan-jaringan lunak di hidung, termasuk lendir yang berlebih.

  • Operasi endoskopi sinus

Untuk polip berukuran besar, prosedur bedah endoskopi sinus akan menjadi pilihan.

Tim medis akan memasukkan endoskop melalui hidung untuk mencari letak polip. Kemudian, polip akan diangkat secara menyeluruh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip hidung?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

1. Mengatasi alergi dan asma

Ikuti selalu rekomendasi dan anjuran dari dokter untuk mengatasi alergi atau asma Anda. Apabila gejala-gejala masih sering muncul, Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk mengubah jenis pengobatan.

2. Hindari pemicu iritasi hidung

Sebisa mungkin, hindari bahan-bahan atau lingkungan yang dapat memicu terjadinya iritasi pada hidung Anda, seperti alergen, asap rokok, asap kendaraan bermotor, atau debu. Selalu gunakan masker saat Anda berpergian.

3. Menjaga kebersihan tubuh

Rajin mencuci tangan dan mandi dengan bersih dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi bakteri atau virus.

4. Memasang air humidifier di rumah

Udara yang lembap dapat membantu melancarkan saluran pernapasan dan aliran lendir di sinus Anda. Selain itu, memasang air humidifier juga membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan kuman di rumah.

5. Gunakan saline spray untuk hidung

Anda dapat menggunakan semprotan air garam atau saline untuk membersihkan saluran hidung Anda. Dengan cara ini, aliran lendir di hidung Anda akan menjadi lebih lancar, sehingga Anda terhindar dari radang atau iritasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 2, 2019

Yang juga perlu Anda baca