Apa itu penyempitan tulang leher?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyempitan tulang leher (cervical spinal stenosis)?

Penyempitan tulang leher adalah menyempitnya ruas tulang leher belakang. Tulang belakang manusia terdiri dari sekumpulan saraf yang membentang dari pangkal otak hingga punggung bawah.

Saraf-saraf tersebut memungkinkan Anda untuk bergerak, mengendalikan sistem pencernaah dan sistem kemih, dan lain-lain.

Pada penyempitan tulang leher, ruas tulang belakang bisa menjepit akar-akar saraf atau merusak tulang belakang itu sendiri. Hal ini bisa menyebabkan terganggunya fungsi tulang belakang dan timbulnya nyeri, kaku, mati rasa, atau rasa lemas pada leher, lengan, dan kaki. Kondisi ini juga bisa membuat Anda kesulitan mengendalikan buang air kecil dan buang air besar.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala penyempitan tulang leher (cervical spinal stenosis)?

Banyak orang di atas usia 50 tahun mengalami hal ini, tapi gejalanya tidak tampak. Kondisi ini memang biasanya baru akan memunculkan gejala kalau tulang belakang atau saraf Anda terjepit. Gejala ini pun akan berkembang pelan-pelan dan meliputi:

  • Leher, bahu, lengan, tangan, dan kaki terasa kaku, nyeri, mati rasa, atau lemas
  • Masalah keseimbangan dan koordinasi, misalnya jalan limbung atau sering tersandung. Kalau sudah semakin parah, penyempitan tulang leher bisa menyebabkan kelumpuhan.
  • Tidak bisa menahan atau mengendalikan buang air besar dan buang air kecil.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyempitan tulang leher (cervical spinal stenosis)?

Penyempitan tulang leher bisa disebabkan oleh proses penuaan dan kerusakan bertahap pada tulang belakang. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh faktor keturunan (genetik). Bisa juga karena prolaps cakram (disk) intervertebral.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis penyempitan tulang leher (cervical spinal stenosis)?

Diagnosis biasanya dipastikan setelah memeriksa kondisi fisik serta riwayat kesehatan Anda. Dokter akan memeriksa apakah pergerakan leher menimbulkan rasa sakit, kebas, atau lemas. Bila dokter mencurigai penyempitan tulang leher, dokter akan merekomendasikan pemindaian leher untuk menentukan penyebabnya.

Pemindaian yang dianjurkan meliputi rontgen (sinar X), MRI, atau CT scan. Dokter akan menggunakan hasil tes ini dan mungkin tes darah untuk memastikan penyebabnya bukanlah penyakit lain seperti multiple sclerosis (MS) atau kekurangan vitamin B12.

Bagaimana dokter mengobati penyempitan tulang leher (cervical spinal stenosis)?

Dalam kasus yang tidak parah, gejalanya bisa diatasi dengan memberikan obat pereda nyeri serta latihan fisik untuk mengembalikan kekuatan dan kelentukan.

Kalau gejalanya serius atau penyempitannya terlalu parah, dokter akan menganjurkan operasi dekompresif (pelebaran). Operasi ini mungkin dilakukan dari depan atau belakang leher Anda. Proses ini melibatkan pengangkatan cakram (disk), tulang, dan/ atau jaringan yang menekan akar-akar saraf. Kemudian, vertebrae akan disambung untuk menstabilkan tulang belakang.

Penyempitan tulang leher bisa menjadi masalah besar bagi sistem saraf Anda, termasuk masalah buang air besar dan buang air kecil (inkontinensia) atau kelumpuhan pada lengan, tangan, serta kaki.

Karena itu, dokter tidak akan menunggu sampai gejalanya semakin parah baru memberikan pengobatan dan penanganan yang Anda butuhkan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 13, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 11, 2018

Yang juga perlu Anda baca