Apa itu penyakit tiroid?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyakit tiroid?

Penyakit tiroid adalah masalah umum yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh Anda. Masalah terjadi ketika kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid). Kondisi  kelenjar ini pada dasarnya berbentuk kupu-kupu kecil yang ditemukan di depan leher.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit ini adalah masalah umum yang paling banyak memengaruhi wanita ketimbang pria. Secara statistik, satu dari delapan wanita akan mengalami kondisi  selama hidupnya.

Kondisi kesehatan ini sangat umum. Ini biasanya mempengaruhi lebih banyak wanita dibandingkan pria. Hal ini dapat mempengaruhi pasien pada usia berapa pun. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Jenis-jenis penyakit

1. Hipertiroid

Gejala penyakit ini terbagi menjadi dua yaitu gejala umum dan gejala spesifik terhadap organ tubuh di mana hormon tiroid  ini bekerja.

Gejala umum dari kondisi yaitu tidak tahan terhadap udara panas, mudah lelah, leher membesar, penurunan berat badan, sering lapar, sering buang air besar.

Sementara, gejala spesifik dari kondisi ini antara lain:

  • Sistem pencernaan: banyak makan, haus, muntah, sulit menelan, pembesaran limfa.
  • Sistem reproduksi: gangguan siklus haid, penurunan libido, kemandulan, ginekomastia pada laki-laki.
  • Kulit: keringat berlebihan, kulit basah, rambut rontok.
  • Psikis dan saraf: labil, mudah tersinggung, sulit tidur, tangan gemetar.
  • Jantung: jantung berdebar-debar, gangguan irama jantung, hipertensi, gagal jantung.
  • Sistem otot dan tulang: mudah lelah, nyeri tulang, osteoporosis.

Pada kondisi ini yang disebabkan oleh penyakit Graves, biasanya ditemukan gejala lain, seperti pembengkakan di tulang kering kaki, bola mata yang menonjol, penurunan penglihatan, penglihatan ganda dan luka di kornea mata.

2. Hipotiroid

Gejala penyakit ini yang berada di bagian leher sering diakibatkan karena terlalu sedikit hormon yang dihasilkan (hipotiroid). Gejalanya bisa bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Namun, secara umum gejala penyakit ini cenderung berkembang perlahan, sering kali selama beberapa tahun.

Awalnya mungkin Anda tidak menyadari gejala hipotiroid, seperti kelelahan dan kenaikan berat badan. Namun, semakin lama kondisi ini akan membuat proses metabolisme Anda terus melambat. Jika ini terjadi, Anda akan semakin merasakan gejala yang lebih jelas.

Gejala kondisi ini mungkin termasuk kelelahan, lebih sensitif terhadap udara dingin, sembelit, kulit kering, wajah membengkak, suara serak, otot melemah, kadar kolesterol meningkat, nyeri otot, kekakuan, sendi membengkak atau kaku, periode menstruasi tidak teratur dan terasa lebih berat, rambut menipis, denyut jantung melambat, depresi, datau gangguan memori.

Jika hipotiroid tidak diobati, tanda dan gejala akan semakin parah. Stimulasi kelenjar untuk melepaskan lebih banyak hormon dapat menyebabkan kelenjar tiroid membengkak (gondok).

Selain itu, Anda juga akan menjadi pelupa, lambat dalam berpikir, atau merasa stres.

Hipotiroid yang berkelanjutan, atau dikenal sebagai myxedema, jarang terjadi, tetapi ketika kondisi ini terjadi dapat mengancam jiwa. Gejalanya termasuk tekanan darah rendah, penurunan pernapasan, penurunan suhu tubuh, lambat dalam merespon dan bahkan koma. Dalam kasus yang ekstrim, myxedema bisa berakibat fatal.

3. Pembengkakan kelenjar tiroid

Pembengkakan kelenjar tiroid di leher bisa dikenal dengan gondok atau gondokkan,  biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Gejala gondok lainnya tergantung dari penyakit tiroid yang menjadi penyebabnya. Entah itu hipotiroid atau hipertiroid.

Ciri-ciri bila tubuh Anda mengalami pembengkakan leher karena kondisi hipotiroid, antara lain:

  • Lemas
  • Berat badan bertambah dengan nafsu makan yang menurun
  • Tidak tahan dingin
  • Kulit kering dan rambut rontok
  • Sering merasa ngantuk
  • Sembelit (susah buang air besar)
  • Emosi tidak stabil dan sering lupa
  • Fungsi penglihatan menurun
  • Fungsi pendengaran menurun

Sementara, pada ciri-ciri kelenjar tiroid yang mengalami pembengkakan karena kondisi hipertiroid, ciri-cirinya berkebalikan antara lain:

  • Berat badan menurun
  • Tidak tahan panas
  • Perasaan cemas
  • Sering merasa deg-degan
  • Tremor (getaran anggota tubuh tanpa disadari, biasanya paling jelas terlihat pada tangan)
  • Hiperaktif

Pada gondok, untuk mengetahui apakah ditemukan kondisi hipotiroid atau hipertiroid, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memeriksa kadar hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid di leher. Gondok membutuhkan penanganan medis, mulai dari minum obat kelenjar tiroid sampai dengan tindakan operasi. Gondok tidak bisa hilang dengan sendirinya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala penyakit ini?

Gejala umum dari penyakit pada hormon di leher ini termasuk:

  • Gugup dan tremor (gemetar): seiring dengan agitasi, gejala ini bisa menandakan fungsi berlebih kelenjar tiroid (juga dikenal sebagai hipertiroid).
  • Kesadaran kabur dan konsentrasi buruk: fungsi mental Anda dapat dipengaruhi oleh hipertiroid (peningkatan kadar hormon tiroid) dan hipotiroid (penurunan kadar hormon tiroid). Dengan kondisi ini , Anda mungkin sering merasa sedih dan tertekan. Di sisi lain,kondisi ini bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan Anda untuk konsentrasi.
  • Perubahan haid: kondisi ini kadang-kadang dikaitkan dengan perdarahan menstruasi yang berlebihan atau berkepanjangan, sementara hipertiroid dapat ditandai dengan menstruasi hanya sedikit atau berkurang.
  • Merasa membengkak: retensi cairan sering merupakan tanda dari kelenjar yang kurang aktif.
  • Detak jantung cepat: peningkatan detak jantung (takikardia) dan jantung berdebar dapat menjadi gejala hipertiroid.
  • Sakit dan nyeri: nyeri otot dan nyeri dapat menyertai berbagai jenis masalah tiroid.
  • Berat badan: sedikit kenaikan berat badan sering menyertai kondisi di mana aktivitas kelenjar tiroid lebih rendah dari batas normal.
  • Kadar kolesterol yang tinggi: peningkatan kadar kolesterol darah dapat terjadi pada individu dengan hipotiroid.
  • Intoleransi panas: orang dengan hipertiroid  sering mengeluhsulit berada di suhu yang lebih tinggi.
  • Merasa dingin: sebaliknya, mereka yang memiliki kelenjar yang kurang berfungsi mungkin merasa terus-menerus dingin.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Merasa sangat dingin bahkan ketika cuaca panas
  • Sembelit
  • Kelemahan otot
  • Perubahan drastis pada berat badan padahal pola makan Anda tidak berubah
  • Nyeri sendi atau otot
  • Merasa sedih, tertekan atau sangat lelah
  • Pucat, kulit kering
  • Kering, rambut menipis
  • Denyut jantung lambat
  • Kurang berkeringat dari biasanya
  • Wajah bengkak
  • Suara serak
  • Perdarahan menstruasi lebih dari biasanya

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit tiroid?

Produksi hormon tiroid yang tidak memadai akan mengakibatkan ketidakseimbangan reaksi kimia dalam tubuh Anda. Ada beberapa penyebab, termasuk penyakit autoimun, pengobatan untuk hipertiroid, terapi radiasi, operasi tiroid dan obat-obatan tertentu. Gangguan tiroid juga dapat disebabkan oleh infeksi, seperti virus atau bakteri, yang bekerja dengan cara yang sama seperti antibodi menyebabkan peradangan pada kelenjar. Obat-obatan seperti interferon dan amiodarone, diketahui menyebabkan kerusakan sel-sel tiroid dan menyebabkan masalah tiroid.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit tiroid?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit tiroid, seperti:

  • Anda berusia lebih dari 60 tahun
  • Anda memiliki penyakit autoimun
  • Anda memiliki riwayat keluarga penyakit tiroid
  • Anda telah melalui perawatan dengan yodium radioaktif atau obat anti-tiroid
  • Anda terbiasa menerima radiasi pada leher atau dada bagian atas
  • Anda menjalani operasi tiroid (partial tiroidektomi)
  • Anda sedang hamil atau melahirkan bayi dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit tiroid didiagnosis?

Dokter dapat mendiagnosis masalah ini (termasuk hipertiroid dan hipotiroid) dengan menentukan kadar hormon tiroid dalam darah Anda. Mendiagnosis penyakit ini  adalah suatu proses yang menggabungkan berbagai faktor seperti pemeriksaan klinis, tes darah dan tes pencitraan atau biopsi. Tergantung dengan gangguan tiroid Anda, dokter akan mengevaluasi dan melakukan metode diagnosis yang tepat.

Bagaimana penyakit ini diobati?

Pengobatan untuk kanker tiroid sering melibatkan beberapa kombinasi dari tiroidektomi (operasi pengangkatan kelenjar), yodium radioaktif, terapi radiasi (kurang umum), obat antikanker, dan penekanan hormon.

Pengobatan umum untuk hipotiroidisme adalah terapi penggantian hormon tiroid. Dengan pengobatan ini, pemberian oral hormon sintetis buatan diberikan untuk mengganti hormon yang hilang. Pengobatan ini biasanya seumur hidup. Untungnya, efek samping jarang terjadi. Namun, jika terlalu banyak penggunaan hormon tiroid, mungkin Anda akan mengalami pusing, jantung berdebar-debar, dan kesulitan tidur. Wanita hamil mungkin memerlukan peningkatan penggantian tiroid mereka hingga 50%. Dibutuhkan sekitar 4 sampai 6 minggu untuk efek dari dosis awal atau perubahan dosis dapat terlihat dalam tes laboratorium.

Mengenai hipertiroidisme, masalah ini dapat diobati dengan yodium (termasuk yodium radioaktif), obat antitiroid atau operasi. Yodium radioaktif dapat menghancurkan bagian dari kelenjar tiroid. Mungkin cukup untuk mengontrol hipertiroidisme. Yodium radioaktif digunakan pada tingkat cukup rendah sehingga tidak ada kerusakan ke seluruh tubuh dan juga, untuk menghindari hipotiroidisme. Yodium merupakan kontraindikasi pada wanita hamil karena dapat merusak perkembangan kelenjar tiroid janin. Selain itu, pasien dapat menggunakan obat anti-tiroid agar hipertiroid terkontrol dalam waktu 6 minggu sampai 3 bulan.

Pendekatan pengobatan lain adalah operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Ini mungkin diperlukan jika:

  • Ada nodul kanker
  • Nodul non-kanker menyebabkan masalah pernapasan atau saat menelan
  • Pasien tidak bisa menggunakan yodium radioaktif atau obat anti-tiroid atau kedua metode tidak berpengaruh
  • Nodul berisi cairan terus menimbulkan masalah.

Kadang-kadang dokter mungkin merekomendasikan obat lain untuk membantu mengendalikan gejala hipertiroid, seperti gemetar (tremor), peningkatan denyut jantung, kecemasan, dan saraf. Namun, ini tidak akan menyembuhkan disfungsi tiroid.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Anda harus berhenti merokok
  • Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman berbahan dasar kedelai
  • lakukan diet yang mengandung yodium dalam jumlah cukup atau Anda bisa coba  mengambil suplemen yodium.
  • Pilih produk makanan atau peralatan sehari-hari yang bebas kandungan fluoride.
  • Kenali gejala agar bisa didiagnosis lebih awal

Bila ada pertanyaan mengenai pengobatan yang tepat untuk kondisi penyakit Anda, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Pencegahan

Apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah kondisi ini?

Pada intinya, menjaga pola makan dan hidup sehat merupakan kunci utama mencegah kondisi ini terjadi. Selain pola makan dan  pengaturan makan yang dijaga, diperlukan juga untuk aksi mengurangi berat badan, atau yang kedua fokus untuk menjaga fungsi kelenjar ini agar bisa menghasilkan hormon yang sesuai dengan kebutuhan.

Penelitian telah menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan penyakit tiroid autoimun, tiroiditis Hashimoto, dan penyakit Graves.

Kekurangan vitamin D juga lebih sering ditemukan pada pasien dengan penyakit tiroid dibandingkan dengan orang yang sehat dan tidak menderita penyakit autoimun.

Suatu penelitian dalam jurnal Nutrition & Metabolism tahun 2014 melaporkan bahwa orang yang mengalami hipotiroid sebaiknya mengonsumsi lebih banyak protein. Asupan protein yang tinggi ternyata bisa mempercepat metabolisme dalam tubuh. Selain mengatur jumlah protein yang dimakan, perhatikan juga zat gizi lainnya seperti:

1. Yodium

Yodium adalah mineral yang sangat penting dalam tubuh untuk membuat hormon tiroid. Jika seseorang kekurangan yodium maka risiko mengalami hipotiroidisme akan semakin tinggi.

Jika hipotirodisme Anda akibat mengalami kekurangan yodium, tambahkan garam meja beryodium ke makanan Anda atau makan lebih banyak makanan yang mengandung yodium tinggi, seperti ikan, susu, dan telur.

2. Selenium

Selenium yang selanjutnya akan membantu tubuh mengaktifkan hormon ini sehingga bisa digunakan dengan optimal dalam tubuh. Mineral selenium ini juga memiliki manfaat antioksidan, yang berarti mineral ini bisa melindungi kelenjar tiroid dari radikal bebas.

Tambahkanlah dalam makanan Anda ekstra selenium. Selenium bisa didapatkan dari kacang-kacangan, ikan tuna,dan ikan sarden. Suplemen selenium hanya boleh diminum sesuai dengan anjuran dokter, sebaiknya tidak menggunakannya secara mandiri.

3. Zink

Bekerja sama dengan selenium, zink yang akan membantu tubuh mengaktifkan hormon tiroid. Suatu penelitian juga ada yang menunjukkan bahwa zink bisa membantu mengontrol TSH. TSH adalah hormon yang memberitahu kelenjar untuk mengeluarkan hormon tiroid. Zink banyak ditemukan dalam kerang-kerangan, daging sapi, daging dan hati ayam.

4. Kalsium

Kondisi hipertiroidisme dapat  menyebabkan kalsium sulit diserap dalam tubuh. Bila tidak ada kalsium, tulang jadi rentan rapuh dan berisiko osteoporosis bisa menyebabkan tulang rapuh dan osteoporosis.

Makan makanan tinggi kalsium dapat membantu tubuh agar mendapatkan lebih banyak kalsium yang diserap. Maka itu, sebaiknya Anda mengonsumsi:

  • Brokoli
  • Kacang almond
  • Ikan
  • Okra

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 25, 2019 | Terakhir Diedit: Maret 25, 2019