Definisi

Apa itu penyakit parkinson?

Penyakit Parkinson adalah kelainan saraf progresif yang terus memburuk selama periodebertahun‐tahun dengan kehilangan kontrol pergerakan otot. Pada tahap awal, gejala mungkin adalah tangan bergetar. Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan otot kaku atau gerakan motorik melambat.Penyakit ini tidak dapat sepenuhnya sembuh, tapi dokter mungkin memberikan obat untuk gejala. Dalam beberapa kasus langka, Anda perlu menjalani operasi otak untuk mengurangi gejala.

Seberapa umumkah penyakit parkinson?

Orang berumur lebih dari 60 tahun rentan terhadap penyakit ini. Namun, orang yang lebih muda mungkin juga mengalaminya. Penyakit ini umumnya mempengaruhi lebih banyakpria daripada wanita. Anda dapat mengatasinya dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit parkinson?

Setiap orang mungkin memiliki tanda dan gejala yang berbeda satu sama lain. Pada tahapawal, gejala bisa saja samar‐samar dan tidak terlalu jelas. Mereka bisa mulai dari salah satu sisi tubuh dan kemudian mempengaruhi seluruh tubuh. Tanda dan gejala jika penyakit mulai menjadi serius adalah:

● Tangan atau jari‐jari agak bergetar adalah gejala awal. Pertama kali diketahui ketika cara menulis mulai berubah atau orang memiliki masalah pada pergerakan motorik halus (misalnya saat mengancingkan baju). Getaran terjadi pada salah satu atau kedua tangan, terutama saat beristirahat
● Otot kaku
● Gerakan melambat secara bertahap
● Kesulitan berjalan (terutama saat memulainya)
● Sulit menelan
● Masalah keseimbangan
● Sering kali kehilangan ekspresi wajah dan sulit berbicara dan menulis.
Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bila Anda memiliki tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasikanlah kepada dokter. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk kondisi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab parkinson?

Beberapa sel saraf (neuron) dalam otak perlahan mati. Kekurangan neuron yang memproduksi zat kimia bernama dopamin dapat menyebabkan efek kelainan pada otak yang mempengaruhi motorik, mengakibatkan penyakit Parkinson. Penyebab kekurangan neuron sekarang tidak jelas. Namun, para ilmuwan berasumsi bahwa faktor di bawah ini terkait dengan penyakit:
● Gen: ilmuwan menemukan bahwa gen dapat menyebabkan penyakit Parkinson.
● Lingkungan: terpapar zat berbahaya atau lingkungan berpolusi mungkin menyebabkan penyakit Parkinson, tapi tidak ada kesimpulan resmi.
● Adanya bodi Lewy dan A‐synuclein di dalam bodi Lewy: ini adalah zat di dalam sel otak yang dapat menyebabkan penyakit Parkinson.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit parkinson?

Ada banyak faktor risiko penyakit Parkinson, yaitu:

● Umur: anak muda jarang terkena penyakit Parkinson, tapi sering terjadi pada orang paruh baya atau lanjut usia lebih dari 60 tahun.
● Bawaan: faktor risiko penyakit ini meningkat jika ada anggota keluarga yang juga mengidap penyakit ini.
● Jenis kelamin: pria lebih banyak terpengaruh daripada wanita.
● Kontak dengan zat kimia: kontak terus‐menerus dengan pestisida dan herbisida dapat meningkatkan risiko.
Tidak ada faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengidap penyakit Parkinson. Tanda ini hanya sebagai referensi. Anda perlu berkonsultasi kepada spesialis untuk lebih banyak detail.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit parkinson?

Tidak ada obat yang bisa benar‐benar menyembuhkan tapi gejala dapat diobati dan komplikasi dapat dicegah dengan beberapa perawatan:

Obat:
Obat membantu mengendalikan cara berjalan, bergerak, dan masalah tangan bergetar. Beberapa obat mampu meningkatkan level dopamin, misalnya: caribdopa‐levodopa, agonis dopamin, penghambat MAO‐B dan COMT, antikolin, dan amantadine. Anda harus minum obat sepanjang hidup Anda untuk mengobati gejala atau memperlambat perkembangan penyakit.

Operasi:
Jika pasien tidak merespon secara positif terhadap obat, operasi mungkin perlu. Operasi navigasi 3D dapat dengan hati‐hati menghancurkan sel otak yang menyebabkan kelainan motorik, dan menghentikan atau mengurangi getaran. Operasi lain adalah dengan cara menanamkan sel dari janin ke dalam otak. Ini akan mematikan sel yang terpengaruh.
Operasi jenis ketiga adalah memasang alat elektrik mikro ke dalam otak untuk merangsang bagian yang sakit.Sesudahnya, Anda akan membutuhkan dukungan dalam aktivitas harian. Terapis bisa membantu Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit parkinson?

Dokter akan membuat diagnosis dari pemeriksaan fisik dan riwayat pengobatan. Tidak adapemeriksaan fisik untuk penyakit Parkinson. Dokter mungkin melakukan MRI dan CT scan untuk mengeliminasi risiko penyakit lain. Ditambah lagi, dokter mungkin meresepkan carbidopa‐levodopa, obat penyakit Parkinson. Jika gejala berkurang karena obat ini, dokter memastikan bahwa Anda memang terkena penyakit Parkinson. Kadang‐kadang membutuhkan banyak waktu untuk diagnosis. Dokter mungkin menyarankan menemui ahli saraf untuk kunjungan selanjutnya, evaluasi gejala dan diagnosis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit parkinson?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi Penyakit Parkinson:

● Minum obat sesuai resep dokter.
● Berolahraga secara teratur, misalnya berjalan, membantu menjaga otot tetap lentur dan kuat.
Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan