Menurut World Health Organization (WHO), seperempat dari orang dewasa pernah mengalami kekerasan fisik saat masih kecil. Kekerasan pada anak adalah penganiayaan dan kelalaian pada anak, serta tidak selalu tampak secara jelas, sehingga dapat terabaikan. Selain itu, anak yang menderita kekerasan mungkin tidak menceritakannya kepada siapapun atau mengerti apa yang sedang terjadi. Tanpa kesadaran dan pengawasan dari seorang dewasa, anak-anak mungkin tidak mendapatkan pertolongan. Penting untuk orang tua mengerti tentang kekerasan pada anak-anak, tanda serta bagaimana mendukung anak Anda.

Apa saja jenis kekerasan pada anak?

Kekerasan pada anak tidak hanya sebatas kekerasan fisik. Walau kekerasan fisik lebih tampak jelas, terdapat jenis kekerasan lainnya yang kadang tidak terlihat. Sebagai contoh, melalaikan kebutuhan anak, membiarkan anak pada situasi yang tidak terawasi atau berbahaya, atau membuat anak merasa tidak berharga atau bodoh juga merupakan kekerasan pada anak. Apapun jenis kekerasannya, hasilnya dapat menyebabkan dampak buruk terhadap psikologis dan perkembangan sosial anak.

Berikut adalah beberapa jenis kekerasan pada anak yang dapat terjadi:

  • Kekerasan fisik: anak mengalami cedera atau berada dalam bahaya.
  • Kekerasan seksual: hal ini dapat terjadi pada aktivitas seksual apapun pada anak.
  • Kekerasan emosional: dapat meliputi penyerangan verbal atau emosional, seperti meremehkan atau mencaci, mengisolasi, atau mengabaikan anak.
  • Kekerasan medis: jika anak dengan sengaja dibuat sakit, hal ini dapat dianggap sebagai kekerasan medis, di mana anak berada dalam bahaya yang serius.
  • Pengabaian: anak tidak diberikan makanan, akomodasi, kasih sayang, edukasi atau perawatan medis yang cukup.

Tanda-tanda kekerasan pada anak

Kekerasan pada anak dapat terjadi pada keluarga atau kelas sosial manapun. Sulit bagi anak untuk memberi tahu bahwa mereka sedang diperlakukan tidak semestinya, biasanya karena penganiaya adalah seseorang yang mereka hormati, seperti orangtua atau guru. Terdapat beberapa tanda peringatan yang dapat membantu Anda mengenali apabila anak sedang mengalami kekerasan, seperti:

  • Anak mengisolasi diri dari teman-teman atau kegiatan sehari-hari
  • Anak mudah marah, agresif, atau kasar
  • Anak menunjukkan prestasi yang buruk di sekolah
  • Anak menunjukkan tanda-tanda depresi atau ketakutan yang tidak biasa, kehilangan kepercayaan diri
  • Anak mungkin sering bolos sekolah atau melewatkan aktivitas sosial
  • Anak mungkin menunjukkan tanda-tanda pemberontakan atau perilaku menantang
  • Anak mungkin mencoba untuk bunuh diri.

Tanda-tanda kekerasan fisik

Kekerasan fisik dapat secara sengaja atau tidak disengaja membahayakan anak. Hal ini dapat terjadi dari hukuman yang tidak sesuai, seperti memukulkan ikat pinggang pada anak. Anak-anak yang mengalami kekerasan fisik umumnya memiliki tanda-tanda berikut:

  • cedera yang tidak diketahui asalnya, atau dengan alasan-alasan tertentu
  • masalah medis atau dental yang tidak diketahui penyebabnya

Tanda-tanda kekerasan seksual

Kekerasan seksual adalah hal yang rumit, karena korban merasa malu. Karena itu, kasus kekerasan seksual sering kali tidak dilaporkan. Penting untuk diketahui bahwa kekerasan seksual pada anak tidak selalu meliputi kontak fisik. Mengekspos anak pada materi dewasa atau situasi seksual juga termasuk kekerasan seksual.

Berikut beberapa tanda yang menunjukkan kekerasan seksual:

  • memiliki perilaku seksual yang tidak semustinya
  • hamil atau memiliki penyakit menular seksual
  • memiliki masalah pada organ intim, nyeri atau kesulitan berjalan atau duduk
  • terdapat darah pada pakaian dalam.

Tanda-tanda kekerasan emosional

Kekerasan emosional dapat mengganggu kesehatan mental anak dan perkembangan sosial dengan serius, mengakibatkan luka psikologis yang berkepanjangan. Walau kekerasan emosional mungkin tidak menunjukkan gejala fisik, berikut beberapa tanda-tanda yang dapat Anda perhatikan:

  • kehilangan kepercayaan diri
  • tanda-tanda depresi atau kegelisahan
  • sakit kepala atau sakit perut yang tiba-tiba
  • menarik diri dari aktivitas sosial, teman-teman, atau orangtua
  • membutuhkan kasih sayang dengan berlebihan
  • terlambatnya atau terganggunya perkembangan emosional
  • sering bolos sekolah dan penurunan prestasi, kehilangan semangat untuk sekolah
  • menghindari situasi tertentu
  • kehilangan ketrampilan.

Tanda-tanda pengabaian

Pengabaian pada anak-anak sulit dideteksi. Pengabaian pada anak adalah gagalnya memberikan perlindungan pada anak. Orangtua mungkin tidak dapat menyediakan kebutuhan anak disebabkan oleh ketidakmampuan, penyakit seperti depresi, atau cedera parah. Kadang kala, orang dewasa dengan penyalahgunaan obat mengalami kesulitan merawat anak dan dalam menilai situasi yang aman untuk anak.

Berikut tanda-tanda dari pengabaian anak:

  • anak merasa acuh tak acuh
  • memiliki kebersihan yang buruk
  • memiliki pertumbuhan tinggi atau berat badan yang buruk
  • kurangnya pakaian atau perlengkapan kebutuhan anak lainnya
  • prestasi yang buruk di sekolah
  • kurangnya perawatan medis atau perawatan emosional
  • makan dengan banyak atau menyimpan makanan secara diam-diam
  • kelainan emosional, mudah marah atau frustrasi
  • perasaan ketakutan atau gelisah
  • penurunan berat badan yang tidak beralasan

Kadang, tanda-tanda kekerasan pada anak juga dapat terlihat pada orangtua atau guru, seperti:

  • mendukung pendisiplinan secara fisik atau mendorong orang lain untuk melakukannya
  • mengabaikan ketidaknyamanan fisik atau mental anak
  • memberikan alasan yang tidak meyakinkan terhadap cedera anak
  • menyalahkan anak pada setiap kesalahan, memaki atau meremehkan anak, sering memanggil dengan istilah buruk
  • meminta anak untuk memberi perhatian khusus dan cemburu pada anggota keluarga lainnya yang mendapat perhatian dari anak
  • menyangkal adanya masalah di rumah atau di sekolah, menyalahkan anak terhadap masalah
  • menuntut prestasi fisik atau akademi yang tidak masuk akal
  • membatasi hubungan anak dengan orang lain 

Jika Anda menyadari anak Anda atau anak lain memiliki tanda-tanda dan gejala di atas, segera cari bantuan dan dukungan dari orang lain, dokter, atau polisi. Ketahuilah bahwa dokter dapat membantu Anda melaporkan kasus kekerasan pada anak pada pihak yang berwenang.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca