Apa Itu Penyakit Kolesterol Tinggi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kolesterol tinggi?

Kolesterol adalah zat lunak yang terdapat pada lemak di dalam darah. Zat ini umumnya diproduksi oleh liver secara alami. Kolesterol tergolong penting untuk pembentukan membran sel, hormon-hormon tertentu, serta vitamin D. Karena kolesterol tidak dapat larut di dalam air, zat ini tidak bisa menyebar di dalam darah dengan sendirinya. 

Untuk menyebarkan kolesterol di dalam darah, dibutuhkan bantuan lipoprotein. Lipoprotein adalah partikel yang terbuat dari lemak dan protein. Lipoprotein membawa kolesterol dan lipid lainnya, trigliserida, menuju ke aliran darah. 

Lipoprotein terbagi atas dua, yaitu low density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL). Kolesterol LDL sering disebut kolesterol jahat karena kolesterol ini menyebarkan kolesterol ke seluruh tubuh. Sedangkan kolesterol HDL dianggap sebagai kolesterol baik karena membantu menghilangkan kadar kolesterol dari aliran darah. 

Oleh sebab itu, kolesterol tinggi adalah kondisi di mana kadar kolesterol LDL atau HDL tergolong tinggi di dalam darah. Namun, keduanya memiliki dampak yang berbeda. Jika kadar kolesterol Anda tinggi karena jumlah LDL yang besar, Anda mungkin semakin berisiko mengalami penyakit jantung atau stroke. 

Akan tetapi, jika kolesterol Anda tergolong tinggi karena kadar kolesterol HDL yang tinggi, Anda mungkin tidak sedang dalam kondisi yang berbahaya. Kondisi ini bisa disembuhkan dengan cara menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh. 

Sementara itu, kadar trigliserida di dalam darah juga harus diperhatikan. Pasalnya, seiring dengan kolesterol, trigliserida juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda. Jika kadar kalori dari makanan kaya karbohidrat di dalam tubuh Anda lebih banyak daripada yang berhasil Anda bakar, kadar trigliserida di dalam darah mungkin meningkat.

Kadar normal LDL, HDL, dan trigliserida

Kadar kolesterol masih bisa dianggap normal jika kadar kolesterol total di dalam tubuh masih kurang dari 200 miligram (mg) per desiliter (dL). Angka di antara 200 dan 239 mg/dL masih dianggap batas aman. Namun angka di atas 239 sudah tergolong tinggi.

Sementara itu, kadar kolesterol LDL termasuk  normal jika masih berada di bawah 100 mg/dL. Jika angka LDL sudah di atas 100 hingga 129 mg/dL, angka tersebut masih tergolong normal untuk orang yang tidak memiliki masalah kesehatan lain.

Batas wajar termasuk 130-159 mg/dL. Namun untuk angka 160-189 mg/dL sudah termasuk tinggi, apalagi jika lebih dari itu.

Untuk kadar HDL, justru akan lebih baik jika pada angka yang tergolong tinggi. Misalnya, angka di bawah 40 mg/dL justru lebih berisiko mengalami penyakit jantung. Sementara, angka 41-59 mg/dL masih tergolong normal. Justru angka yang baik adalah 60 mg/dL atau lebih.

Kadar trigliserida masih tergolong normal jika berada pada angka 150 mg/dL. Batas wajarnya berada pada angka 150-200 mg/dL. Namun, kadar trigliserida sudah mulai dianggap tinggi jika sudah melebihi angka 200 mg/dL dan risiko mengalami atherosclerosis pun ikut meningkat.  Bahkan kadar trigliserida yang sudah mencapai angka lebih dari 500 mg/dL mungkin menyebabkan pankreatitis.

Kadar kolesterol tinggi umumnya merupakan akibat dari gaya hidup yang tidak sehat, sehingga dapat dicegah dan diatasi. Pasalnya, jika tidak segera diatasi dan dibiarkan begitu saja, kolesterol tinggi bisa menyebabkan kondisi kesehatan lain, seperti serangan jantung dan stroke.

Saat kolesterol Anda tinggi, endapan lemak dapat menumpuk pada pembuluh darah. Endapan ini mempersulit darah untuk mengalir melalui arteri. Sehingga, darah yang mengalir ke jantung tidak mengandung banyak oksigen sesuai dengan yang dibutuhkan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Sementara, saat terdapat penumpukan lemak pada pembuluh darah, aliran darah menuju otak semakin menurun dan berpotensi menyebabkan stroke.

Seberapa umum kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi diperkirakan menyebabkan 2.6 juta kematian di dunia (4.5% dari total) dan 29.7 juta atau 2.0% dari total DALYS. Disability adjusted life years (DALYS) adalah  ketidakmampuan untuk beraktivitas karena penyakit hingga memicu kematian dini.

Namun, kolesterol tinggi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kolesterol tinggi?

Kondisi ini biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Maka itu, tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi apakah kadar kolesterol Anda tergolong tinggi atau masih terdapat pada batas wajar.

Oleh karenanya, Anda mungkin saja mengalami kondisi ini namun tidak mengetahuinya. Biasanya, saat kadar kolesterol tinggi di dalam darah meningkat, tubuh Anda akan menyimpan zat yang berlebih ini di pembuluh darah arteri.

Pembuluh darah arteri bertugas mengalirkan darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh. Penumpukan zat ini di dalam arteri dikenal sebagai plak. Jika dibiarkan, lama kelamaan plak dapat membuat pembuluh darah arteri menyempit.

Namun, plak ini juga bisa terpecah hingga membentuk gumpalan-gumpalan darah yang menghalangi peredaran darah dari arteri. Saat itu, arteri tidak bisa mengalirkan darah ke otot jantung dan dapat menyebabkan serangan jantung.

Biasanya, pada kondisi seperti ini, kebanyakan orang baru menyadari bahwa dirinya mengidap kolesterol.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Tanyakan kepada dokter apabila Anda merasa ingin melakukan tes untuk mengecek kadar zat ini pada tubuh Anda. Untuk tes kadar zat ini pada anak dan remaja yang tidak memiliki faktor risiko terkena penyakit jantung biasanya akan dilakukan satu kali pada usia 9-11 tahun.

Lalu, tes dilakukan untuk yang kedua kalinya pada rentang usia antara 17-19 tahun. Umumnya, tes ini dilakukan setiap 5 tahun sekali pada anak yang tidak memiliki faktor risiko.

Jika ternyata tes menunjukkan hasil yang kurang baik, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk lebih sering melakukan pengecekan kadar kolesterol.

Begitu pula dengan Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini, penyakit jantung, atau faktor risiko lainnya; kebiasaan merokok, penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi.

Diagnosis dan perawatan yang dilakukan sejak awal berpotensi mencegah kondisi semakin memburuk serta munculnya berbagai kondisi penyakit lainnya. Oleh sebab itu, bicaralah pada dokter Anda agar kondisi ini tidak menjadi semakin serius.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kolesterol tinggi?

Untuk dapat dibawa melalui darah, kolesterol harus menempel pada protein. Kombinasi protein dan kolesterol ini disebut lipoprotein. Berdasarkan jenis yang dibawa lipoprotein, terdapat dua jenis kolesterol , seperti:

1. Low-density lipoprotein (LDL)

LDL, atau kolesterol “jahat”, menghantarkan partikel zat ini ke seluruh tubuh. LDL menumpuk pada dinding arteri, membuat arteri keras dan sempit.

2. High-density lipoprotein (HDL)

HDL, atau kolesterol “baik”, mengangkat partikel zat ini berlebih dan mengembalikannya ke hati.

Zat ini memang diproduksi secara alami oleh liver Anda. Namun, ada makanan tertentu yang dapat meningkatkan kadar zat ini di dalam tubuh Anda. Makan makanan dengan kandungan lemak tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kolesterol tinggi?

Ada banyak faktor risiko untuk Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

1. Pola makan buruk

Mengonsumsi lemak jenuh, yang ditemukan pada produk hewani, dan lemak trans, atau lemak yang ditemukan pada kue kering yang dijual bebas dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Makanan yang tinggi akan zat ini, seperti daging merah dan produk susu penuh lemak, juga akan meningkatkan jumlah salah satu bagian dari lemak ini.

2. Kurang berolahraga

Kurang berolahraga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kolesterol tinggi. Pasalnya, jika Anda kurang berolahraga, berat badan Anda cenderung meningkat.

Sementara, dengan berolahraga HDL  Anda akan meningkat dan mengurangi kadar LDL. Dengan begitu, risiko Anda mengalami kondisi akan berkurang.

3. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok dapat merusak pembuluh darah Anda, sehingga semakin mudah terjadi penumpukan lemak di dalamnya. Kebiasaan ini juga dapat menurunkan kadar HDLdi dalam tubuh.

Maka dari itu, jika Anda bukan perokok, jangan pernah mencoba untuk memulai. Namun, apabila Anda telah menjadi perokok, cobalah untuk berhenti menggunakannya demi hidup yang lebih sehat.

4. Obesitas

Obesitas sering kali dikaitkan dengan kadar trigliserida tinggi, kadar LDL yang lebih tinggi, dan kadar HDL yang cenderung rendah. Maka itu, obesitas dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih memberikan Anda memiliki risiko mengalami kolesterol tinggi. Sebaiknya, hubungi ahli gizi untuk membantu Anda menurunkan berat badan Anda hingga sampai pada batas tubuh ideal dan sehat.

5. Usia

Seiring bertambahnya usia, risiko Anda mengalami kondisi ini juga semakin meningkat. Pasalnya, semakin tua usia Anda, liver Anda semakin tidak mampu menghilangkan LDL dari dalam tubuh.

6. Genetik

Di dalam sebuah keluarga, terkadang tidak hanya gen yang diturunkan namun perilaku, gaya hidup, dan lingkungan juga ikut menurun dari orangtua ke anak.

Pengaruh yang diberikan oleh orangtua kepada anak sering kali meningkatkan risiko keturunannya untuk memiliki kadar kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan berbagai kondisi serius lainnya.

Selain itu, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini, Anda memiliki kecenderungan untuk memiliki kondisi yang sama. Oleh karena itu, seringlah memeriksakan kadar kolesterol Anda secara rutin.

Risiko dari kondisi ini dapat meningkat lebih besar lagi jika faktor genetik ini “diimbangi” dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak menjaga pola makan atau melakukan kebiasaan merokok.

7. Diabetes tipe 2

Kadar gula darah tinggi juga berpengaruh terhadap kadar LDL sangat tinggi atau biasa disebut very-low-density lipoprotein (VLDL). Selain itu, kadar gula darah tinggi juga dapat menurunkan kadar HDL di dalam darah. Jika keduanya terjadi, risiko Anda mengalami penyakit jantung dan stroke menjadi semakin tinggi.

8. Gender

Sebelum memasuki masa menopause, para wanita cenderung memiliki lebih banyak LDL dibanding para pria di usia yang sama. Namun, seiring berjalannya waktu, kadar kolesterol pria dan wanita akan sama-sama mengalami peningkatan hingga menginjak usia 60-65 tahun.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi nyatanya dapat menyebabkan masalah kesehatan lain akibat terjadinya komplikasi. Di antaranya adalah:

1. Sakit dada

Rasa sakit atau nyeri pada bagian dada mungkin terjadi jika Anda memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Jika arteri terdampak, kebutuhan jantung akan darah mungkin akan bermasalah.

Selain sakit di dada, Anda mungkin mengalami gejala dari penyakit arteri koroner lainnya.

2. Serangan jantung

Jika terjadi penumpukan kolesterol berlebih, tumpukan kolesterol ini berubah menjadi plak. Saat plak terpecah, perdarahan mungkin terjadi. Perdarahan bisa terbentuk pada bagian tubuh yang terdapat plak tersebut sehingga menghalangi aliran darah.

Jika aliran darah terhenti dan tidak dapat mengalir ke jantung, Anda mungkin akan mengalami serangan jantung.

3. Stroke

Sama halnya dengan serangan jantung, stroke mungkin terjadi apabila ada perdarahan yang menghalangi aliran darah menuju otak. Aliran darah mungkin terhalang akibat adanya plak atau penumpukan kolesterol pada area tertentu yang menyumbat pembuluh darah.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kolesterol tinggi didiagnosis?

Jika Anda ingin tahu kadar kolesterol yang Anda miliki di dalam tubuh, pergilah ke dokter. Dokter akan membantu Anda melakukan tes darah yang disebut dengan lipid panel.  Tes ini memang dikhususkan untuk mengecek kadar kolesterol di dalam darah Anda.

Lipid panel akan mengukur kadar zat ini di dalam tubuh Anda secara keseluruhan, jumlah LDL, HDL, dan juga trigliserida.

Dalam melakukan tes ini, dokter atau ahli medis profesional lainnya akan mengambil sampel darah Anda. Setelah itu, sampel ini akan dikirim ke laboratorium untuk analisis. Saat hasil tes Anda telah rilis, Anda akan diberi tahu apabila ada kadar kolesterol Anda yang cenderung terlalu tinggi.

Untuk pengukuran yang paling akurat, jangan mengonsumsi apapun (selain air putih) selama 9-12 jam sebelum sampel darah diambil.

Standar normal dari kadar zat ini dapat berbeda pada satu laboratorium dengan yang lain. Tanyakan dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai hasil diagnosis yang Anda dapatkan.

Bagaimana kolesterol tinggi ditangani?

Perubahan gaya hidup seperti berolahraga dan mengonsumsi pola makan sehat adalah perlawanan utama yang bisa Anda lakukan dalam menghadapi kondisi ini.

Oleh sebab itu, sebelum Anda menggunakan berbagai cara lain, cobalah untuk mengubah gaya hidup Anda terlebih dahulu menjadi gaya hidup yang sehat. Namun, apabila usaha Anda masih belum membuahkan hasil dan kadar kolesterol masih tergolong tinggi, dokter akan merekomendasikan pemilihan obat yang sesuai dengan Anda.

Ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kondisi kolesterol tinggi. Penggunaan obat ini tergantung pada berbagai faktor, seperti faktor risiko individu, usia, kondisi kesehatan dan kemungkinan efek samping. Pilihan umumnya meliputi:

1. Statin

Statin adalah golongan obat-obatan yang menghalangi zat di dalam liver Anda yang dibutuhkan untuk mementuk kolesterol. Hal ini menyebabkan liver Anda dapat menghilangkan zat dari dalam darah Anda.

Obat ini juga bisa membantu tubuh Anda menyerap kembali kolesterol yang menempel di dinding arteri. Dengan begitu, kondisi ini dapat mencegah terjadinya penyakit arteri koroner.

Meski begitu, tidak semua orang boleh mengonsumsi obat ini. Misalnya, ibu hamil dan penderita gangguan liver kronis tidak boleh mengonsumsi obat-obatan statin. Penggunaan obat ini juga dapat memberikan efek samping seperti masalah otot yang cukup serius.

2. Bile-acid-binding resins

Liver Anda akan menggunakan kolesterol untuk membuat asam empedu, yaitu zat yang dibutuhkan tubuh dalam proses metabolisme. Obat-obatan seperti cholestyramine (Prevalite), colesevelam (Welchol) dan colestipol (Colestid) dapat menurunkan kadar zat ini secara langsung dengan cara mengikat asam empedu.

Dengan menggunakan obat ini, liver Anda akan menggunakan kelebihan zat ini untuk membuat asam empedu yang lebih banyak lagi, sehingga dapat mengurangi kadar zat ini di dalam tubuh.

3. Cholesterol absorption inhibitors

Usus kecil Anda menyerap zat ini yang berasal dari makanan yang Anda makan, lalu melepaskannya pada aliran darah. Obat seperti ezetimibe (Zetia) dapat membantu mengurangi kadar kolesterol di dalam darah dengan membatasi penyerapan zat ini yang Anda dapatkan dari makanan. Obat ini bisa digunakan bersamaan dengan obat statin untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

4. Obat-obatan injeksi

Obat-obatan injeksi yang disebut dengan PCSK9 inhibitor dapat membantu liver Anda menyerap lebih banyak LDL, sehingga kadar kolesterol yang beredar di dalam darah Anda semakin berkurang.

Jenis obat seperti alirocumab (Praluent) dan evalocumab (Repatha) mungkin dapat diberikan pada orang yang memiliki faktor risiko akibat genetik atau keturunan yang meningkatkan kadar LDL dalam darah.

Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk orang yang memiliki riwayat penyakit koroner yang tidak dapat menggunakan obat-obatan statin atau obat-obatan sejenis lainnya. 

5. Obat-obatan fibrate

Fenofibrate dan gemfibrozil adalah beberapa jenis dari obat fibrate yang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida di dalam darah. Obat ini bisa mempercepat pengurangan kadar trigliserida di dalam darah.

Namun, Anda tidak disarankan menggunakan obat-obatan ini jika Anda memiliki masalah ginjal yang cukup parah, serta penyakit liver.

6. Minyak ikan

Asam lemak omega 3 atau bisa juga disebut minyak ikan adalah salah satu jenis obat yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kadar trigliserida yang tinggi di dalam darah. Biasanya, obat ini akan diresepkan oleh dokter.

Pasalnya, jika Anda membeli minyak ikan tanpa arahan dari dokter, Anda mungkin mengalami masalah kesehatan lain, misalnya perdarahan. Oleh sebab itu, tanyakan kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan suplemen makan.

7. Niacin

Niacin dapat menurunkan kadar trigliserida sekaligus kolesterol LDL di dalam darah. Namun, obat ini bisa berinteraksi dengan obat-obatan lain yang Anda gunakan. Maka dari itu, sebaiknya konsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika Anda ingin mengatasi kadar kolesterol tinggi dengan niacin.

Pencegahan

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kolesterol tinggi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

1. Terapkan pola makan sehat

Makan makanan rendah kolesterol dengan menghindari makanan kaya lemak jenuh dan perbanyak konsumsi lemak baik seperti lemak tak jenuh dan omega 3 yang dapat membantu menurunkan kolesterol.

2. Jaga berat badan ideal

Berat badan yang melebihi batas ideal Anda berpotensi meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda mengurangi berat badan Anda dengan menjaga makan dan meningkatkan aktivitas fisik seperti rutin berolahraga.

3. Kurangi konsumsi alkohol dan hindari merokok

Cobalah untuk menerapkan hidup sehat. Misalnya, kurangi mengonsumsi alkohol dan hentikan kebiasaan merokok. Keduanya termasuk ke dalam gaya hidup kurang sehat dan berpotensi meningkatkan kadar kolesterol Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: November 30, 2018 | Terakhir Diedit: November 12, 2019