Apa Itu Kutu Rambut?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kutu rambut?

Kutu rambut adalah serangga kecil yang hidup di kulit kepala manusia dan mengisap darah untuk bertahan hidup. Ketika kepala dihinggapi kutu rambut, kondisi tersebut dinamakan dengan pedikulosis kapitis.

Munculnya kutu atau serangga di kulit kepala manusia bukan berarti menandakan kurang menjaga kebersihan atau tinggal di lingkungan yang kotor. Hal ini disebabkan kutu yang ada di kulit kepala dapat menyebar dari rambut seseorang ke rambut orang lain secara langsung.

Ukuran kutu dewasa yang tinggal di kulit kepala biasanya sekitar 3 milimeter, sama dengan biji wijen. Jika kutu tinggal di kepala cukup lama, kutu akan bertelur dan berkembang biak. Telur kutu biasanya berukuran sebesar ketombe kecil.

Kutu rambut menimbulkan gatal-gatal di kulit kepala dan sensasi geli atau ada sesuatu yang berjalan di rambut. Untungnya, kondisi ini tidak berbahaya dan kutu tidak menyebarkan penyakit atau virus apapun.

Pengobatannya pun dapat dilakukan dengan mudah, meski terkadang membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Sebaiknya, lakukan pengobatan sesegera mungkin agar kulit terhindar dari iritasi akibat gatal, serta mencegah penyebaran kutu ke kepala orang lain.

Seberapa umumkah kasus kutu rambut?

Tumbuh kutu di rambut adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Umumnya, kutu lebih sering ditemukan pada anak-anak. Meskipun demikian, kondisi ini juga sebenarnya dapat terjadi pada usia berapa saja.

Kasus kejadiannya tergolong cukup endemik di beberapa negara, baik negara maju maupun berkembang.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan dibanding dengan laki-laki. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kebanyakan perempuan yang lebih sering melakukan kontak fisik rambut dan saling meminjam alat kebersihan, seperti sisir.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kutu rambut?

Tanda-tanda dan gejala kutu rambut biasanya sangat mudah dikenali. Namun, karena pergerakan kutu yang cepat, terkadang sulit untuk mengetahui apakah ada kutu yang hinggap di kulit kepala Anda.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala yang paling umum muncul:

1. Gatal-gatal di kulit kepala (pruritus)

Ketika kutu hinggap di kulit kepala, kutu akan menggigit dan mengisap darah Anda sebagai makanannya. Biasanya Anda akan merasakan gatal-gatal yang cukup mengganggu.

Sensasi gatal tersebut disebabkan oleh reaksi alergi terhadap air liur kutu. Saat seseorang tertular kutu, kemungkinan gatal-gatal muncul di kulit kepala, leher, dan telinga 2-6 minggu setelah penularan.

2. Kutu terlihat di kulit kepala

Anda terkadang dapat melihat kutu di kulit kepala. Meskipun demikian, biasanya kutu sangat sulit ditemukan karena ukurannya yang kecil, menghindari cahaya, dan bergerak dengan cepat.

3. Adanya telur kutu di batang rambut

Ketika kutu bersarang di rambut Anda, akan ada telur-telur di batang rambut. Namun, ukurannya sangat kecil dan terkadang memiliki warna yang menyerupai rambut.

Biasanya Anda akan menemukan telur-telur kutu di daerah dekat telinga dan leher. Dalam beberapa kasus, adanya telur kutu bukan berarti Anda mengalami penularan secara aktif.

4. Muncul benjolan merah kecil atau iritasi

Pada beberapa penderita, rasa gatal yang berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi di kulit kepala. Iritasi yang terjadi terkadang ringan, namun dapat berpotensi berkembang menjadi ruam.

Bahkan, apabila terlalu sering digaruk, kondisi ini dapat menimbulkan infeksi bakteri.

Anda mungkin dapat melihat kutu dan telurnya ketika sedang menyisir. Apabila anak Anda mungkin memiliki kutu, Anda dapat mengecek rambut bagian belakang telinga dan di lehernya.

Anda juga dapat menggunakan kaca pembesar untuk membantu menemukan kutu di kulit kepala.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami salah satu tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter Anda, meskipun Anda belum yakin apakah ada kutu atau tidak.

Beberapa kondisi yang sering kali disalahartikan sebagai kutu rambut adalah:

  • Telur kutu kosong atau mati, berasal dari sisa penularan sebelumnya
  • Ketombe
  • Residu atau sisa dari produk perawatan rambut, seperti sampo
  • Jaringan-jaringan rambut yang mati (hair cast)
  • Debu dan kotoran
  • Adanya jenis serangga lain di rambut

Tubuh masing-masing orang mungkin akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab kutu rambut?

Kutu adalah sejenis serangga kecil yang tidak memiliki sayap. Ukurannya sama dengan biji wijen. Agar dapat bertahan hidup di kulit kepala manusia, kutu akan menghisap darah dari kulit kepala.

Kutu betina memproduksi cairan lengket yang dapat membuat telur menempel di batang rambut. Bagian bawah batang rambut merupakan lingkungan dengan suhu yang ideal untuk menetaskan telur kutu.

Telur kutu biasanya menetas setelah 8 atau 9 hari. Proses yang dibutuhkan untuk kutu bertumbuh dewasa adalah 9 hingga 12 hari. Umumnya, kutu dewasa bertahan hidup selama tiga atau empat minggu.

Pedikulosis kapitis atau kutu rambut dapat muncul akibat adanya kontak langsung dengan orang yang memiliki kutu di kulit kepalanya, terutama kontak rambut atau kepala.

Kontak ini dapat terjadi di rumah, sekolah, atau lingkungan bermain. Hal yang paling penting untuk diketahui adalah, penularan kutu tidak ada hubungannya dengan tingkat kebersihan seseorang maupun lingkungannya. Semua orang, baik yang menjaga kebersihannya atau tidak, dapat tertular kutu dari orang lain.

Kutu bisa menular melalui berbagai perantara seperti:

  • Sisir
  • Topi
  • Handuk
  • Aksesoris rambut
  • Helm
  • Headphone
  • Baju, terutama jaket hoodie
  • Tiduran di sofa, karpet, bantal, atau guling yang berpotensi telah menjadi sarang kutu

Kutu tidak dapat melompat atau terbang, mereka hanya bisa merayap. Namun, apabila sudah menempel di batang rambut, kutu akan sulit disingkirkan. Hal ini disebabkan kutu memiliki cakar khusus yang membuatnya mudah berpegangan erat pada batang rambut.

Oleh karena itu, penularan kutu dari kulit kepala seseorang ke orang lain sangat mudah terjadi. Binatang peliharaan seperti anjing dan kucing tidak dapat menularkan kutu ke kulit kepala manusia.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena kutu rambut?

Kutu rambut adalah kondisi yang dapat menimpa siapa saja dari berbagai usia dan kelompok ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Memiliki salah satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan dapat memiliki kutu di kulit kepala. Ada pula kemungkinan Anda tetap tertular meskipun Anda tidak memiliki satupun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya kondisi ini:

1. Usia

Kutu lebih banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja yang memasuki masa pubertas. Hal ini disebabkan karena anak-anak lebih sering melakukan kontak fisik dengan teman-temannya.

2. Jenis kelamin

Orang-orang berjenis kelamin perempuan juga cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini dibanding yang berjenis kelamin laki-laki.

3. Menginap di rumah orang atau tempat lain

Kegiatan seperti menginap di rumah orang, camping, atau kegiatan sekolah yang melibatkan kegiatan menginap bersama meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini.

4. Kontak fisik dengan menyentuhkan kepala atau berpelukan

Jika Anda melakukan kontak fisik seperti berpelukan atau saling menyentuhkan kepala dengan orang yang berpotensi memiliki kutu, peluang Anda untuk tertular pun lebih besar.

5. Berbagi barang-barang pribadi

Anda juga lebih mudah tertular kutu jika Anda berbagi barang-barang pribadi, seperti sisir, topi, headphone, aksesoris rambut, baju, atau handuk dengan orang yang mungkin telah terinfeksi kutu.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana kutu rambut didiagnosis?

Dilansir dari Mayo Clinic, cara paling penting dalam mendiagnosis penularan aktif kutu rambut adalah dengan cara mengidentifikasi atau mengenali kutu pada kulit kepala.

Dalam mendiagnosis, dokter akan memeriksa rambut Anda dengan menggunakan sisir yang sudah dibasahi kondisioner. Sisir yang digunakan pun adalah sisir dengan gigi yang rapat.

Rambut Anda akan disisir secara perlahan dan hati-hati dari akar hingga ke ujungnya. Apabila tidak ada kutu hidup yang ditemukan, dokter mungkin akan melakukan lagi prosedur pemeriksaan pada pertemuan berikutnya.

Selain mencari kutu, dokter juga perlu mengidentifikasi adanya telur di batang rambut. Untuk mencari telur kutu, dokter akan menggunakan cahaya khusus yang disebut dengan Wood’s light. Cahaya ini dapat memunculkan warna merah apabila disorot ke telur-telur kutu.

Namun, yang perlu diketahui adalah keberadaan telur kutu tidak selalu berarti terdapat penularan atau infeksi aktif di rambut Anda. Jika telur kutu ditemukan dengan jarak di atas 6 mm dari kulit kepala, kemungkinan besar telur sudah kosong atau mati. Kondisi ini berkaitan dengan suhu kulit kepala yang mendukung pertumbuhan telur.

Apa saja pengobatan untuk kutu rambut?

Dokter Anda biasanya akan merekomendasikan obat-obatan yang mudah didapat di apotik. Obat ini dapat membantu membunuh kutu serta telur-telurnya.

Namun, terkadang beberapa jenis pengobatan tidak dapat membunuh telur yang masih baru. Karena itulah, dokter mungkin akan meminta Anda kembali lagi untuk perawatan lanjutan, agar kutu yang telah menetas dapat segera dibasmi.

Beberapa ahli merekomendasikan agar Anda menunggu 7 hari setelah perawatan pertama untuk melakukan pertemuan berikutnya dengan dokter. Namun, sebaiknya Anda langsung berdiskusi dengan dokter Anda untuk mengetahui penanganan yang paling tepat dan sesuai.

Obat-obatan yang digunakan untuk kutu rambut adalah obat berbasis pyrethrin. Pyrethrin merupakan zat kimia yang diekstrak dari bunga chrysanthemum (krisan). Ekstrak bunga tersebut beracun bagi kutu.

Anda dapat mencuci rambut dengan sampo tanpa kondisioner sebelum memulai pengobatan dan perawatan. Selain itu, membilas rambut dengan cuka juga membantu meluruhkan cairan lengket yang menyebabkan telur menempel di batang rambut.

Berikut adalah pengobatan yang direkomendasikan dokter:

Permethrin 1%

Permethrin adalah versi sintetik dari obat pyrethrin. Cara pemakaiannya adalah diaplikasikan pada rambut kering yang sudah dicuci dengan sampo nonkondisioner.

Setelah itu, permethrin didiamkan selama 10 menit, kemudian dibilas. Obat ini meninggalkan residu atau sisa yang dapat membunuh telur kutu dan kutu yang baru menetas sebanyak 20-30%. Penggunaan obat ini harus diulang selama 7-10 hari.

Efek samping yang mungkin timbul dari pengobatan ini adalah kemerahan dan rasa gatal-gatal di kulit kepala.

Pyrethrin plus piperonyl butoxide

Pada pengobatan ini, pyrethrin dikombinasikan dengan zat kimia lain, yang memperkuat kinerja obat ini dan meningkatkan kadar racunnya. Efek samping yang dapat timbul adalah gatal-gatal dan kemerahan pada kulit kepala. Obat ini tidak boleh digunakan apabila Anda atau anak Anda alergi dengan bunga krisan.

Obat ini tersedia dalam bentuk sampo, lotion, atau mousse yang harus didiamkan selama beberapa menit sebelum dibilas.

Di beberapa negara, kutu ternyata telah menjadi resisten terhadap obat-obatan di atas. Faktor lainnya, seperti tidak mengulangi pengobatan tepat waktu, dapat menurunkan efektivitas pengobatan.

Apabila penggunaan obat-obatan di atas tidak berhasil, dokter akan meresepkan obat-obatan lainnya. Obat tersebut meliputi:

Benzyl alcohol 5%

Produk ini tidak beracun untuk kutu. Namun, obat ini dapat membunuh kutu dengan cara mengurangi asupan oksigen kutu.

Benzyl alcohol didiamkan selama 10 menit lalu dibilas, dan langkah ini harus diulang selama 1 minggu. Efek samping yang dapat timbul adalah kulit kepala memerah dan gatal-gatal.

Penggunaan obat ini juga berpotensi menyebabkan kejang dan reaksi parah lainnya pada bayi. Maka dari itu, obat ini sangat tidak disarankan untuk digunakan pada bayi di bawah 6 bulan.

Ivermectin oral

Ivermectin merupakan agen antelmintik yang bekerja menyerupai agen antibiotik makrolida. Pemberian ivermectin sebanyak 200 μg/kg dalam 10 hari terbukti ampuh membasmi kutu.

Namun, perlu diperhatikan bahwa obat ini berpotensi memengaruhi sistem saraf. Maka dari itu, obat ini sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak dengan berat badan di bawah 15 kg.

Ivermectin topikal (lotion) 0,5%

Ivermectin topikal atau lotion boleh digunakan oleh bayi atau anak-anak berusia 6 bulan ke atas. Obat ini digunakan di rambut yang kering, kemudian dibilas dengan air selama 10 menit.

Efek samping seperti ketombe, kulit kering, dan iritasi mata dilaporkan dalam beberapa kasus, walaupun angka kejadiannya sangat rendah.

Spinosad 0,9%

Spinosad adalah obat topikal yang boleh digunakan untuk bayi dan anak-anak berusia 6 bulan ke atas. Spinosad bekerja dengan cara merangsang reseptor aseltikolin pada kutu.

Cara penggunaannya pun menyerupai ivermectin, yaitu diaplikasikan pada rambut kering, kemudian dibilas setelah 10 menit.

Malathion 0,5%

Malathion adalah jenis obat inhibitor kolinesterase yang cukup keras dan mudah terbakar. Obat ini diaplikasikan di rambut, lalu dibiarkan kering selama 8 hingga 12 jam. Setelah itu, sisa sampo yang mengering harus dibilas dengan air hangat.

Karena obat ini mudah terbakar, hindari menggunakan pengering rambut atau catok setelah keramas dengan obat ini. Obat ini tidak disarankan untuk digunakan pada anak di bawah 6 tahun.

Crotamilton 10%

Crotamilton terbukti efektif membunuh kutu ketika diaplikasikan pada kulit kepala dan didiamkan selama 24 jam sebelum dibilas. Agar bekerja dengan baik, penggunaan obat ini harus diulang selama 2 kali berturut-turut.

Lindane 1%

Lindane juga merupakan sampo medis, namun dengan efek samping yang lebih kuat, termasuk kejang. Obat ini biasanya hanya digunakan apabila obat-obatan di atas tidak menunjukkan adanya perkembangan.

Cara penggunaannya adalah didiamkan tidak lebih dari 4 menit di kulit kepala sebelum dibilas. Pengaplikasian obat ini harus diulang selama 9-10 hari.

Obat ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak yang memiliki kutu. Food and Drug Administration (FDA) juga memberi peringatan bahwa obat ini tidak boleh digunakan pada orang dengan bobot di bawah 50 kilogram, ibu menyusui dan ibu hamil, pernah mengalami kejang, serta memiliki infeksi HIV.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kutu rambut?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi kutu rambut:

1. Mencuci pakaian dan perlengkapan rumah dengan benar

Apabila ada seseorang di rumah Anda yang terkena kutu rambut, segera cuci seluruh pakaian, kain, selimut, sarung bantal, atau bed cover yang tersentuh oleh orang tersebut.

Hal tersebut penting dilakukan agar kutu yang hinggap tidak menular ke orang lain di rumah. Cuci dengan menggunakan air bersuhu 55 derajat Celsius. Setelah itu, masukkan ke dalam pengering atau dry laundry selama 20 menit.

2. Menggunakan dry clean untuk barang yang sulit dicuci

Untuk barang-barang yang tidak dapat dicuci, seperti boneka, topi, coat, atau bantal sofa, Anda dapat menggunakan dry clean dan disimpan di dalam kantong plastik selama 2 minggu.

3. Rendam peralatan rambut dengan alkohol

Sikat rambut, sisir, jepit rambut, dan aksesoris rambut lainnya juga rentan menjadi sarang kutu. Untuk mengatasinya, rendam peralatan-peralatan tersebut di dalam larutan alkohol. Kemudian, simpan di dalam kantong plastik dan letakkan di dalam freezer selama 2 hari.

4. Hindari berbagi perlengkapan pribadi

Terkadang, ada beberapa kondisi yang membuat kita berbagi perlengkapan pribadi dengan orang lain, seperti berbagi sisir, aksesoris rambut, topi, atau handuk.

Untuk mencegah penularan kutu, sebaiknya hindari kebiasaan tersebut. Anda juga harus mengajarkan anak Anda untuk tidak terbiasa membagi atau meminjam barang pribadi dengan orang lain.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 2, 2019

Yang juga perlu Anda baca