Kolik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kolik?

Kolik adalah sebuah kondisi yang membuat bayi terus-terusan menangis tanpa ada penyebabnya. Kolik bukan termasuk penyakit dan tidak akan membahayakan bayi. Bayi dengan kolik sering kali menangis lebih dari 3 jam sehari, 3 hari seminggu, selama 3 minggu atau lebih. Apapun yang Anda lakukan untuk membantu bayi selama kolik, tidak bisa membuat bayi berhenti menangis.

Kolik dapat mempersulit orang tua dan bayi. Namun Anda harus mengetahui bahwa kolik relatif berjangka pendek. Dalam waktu mingguan atau bulanan, kolik akan berhenti, dan Anda akan sukses melewati tantangan pertama dalam mengasuh bayi yang baru lahir.

Seberapa umum kolik?

Kolik biasanya paling parah saat bayi di sekitar 6-8 minggu, dan menghilang dengan sendirinya pada usia di antara minggu ke-8 hingga minggu ke-14. Kolik dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kolik?

Rewel dan menangis cukup wajar pada bayi, dan bayi yang rewel tidak selalu memiliki kolik. Namun, pada bayi yang sehat, tanda-tanda kolik biasanya adalah:

Jadwal menangis yang bisa diprediksi

Bayi yang kolik sering kali menangis pada waktu yang sama setiap hari, biasanya pada sore atau malam hari. Sesi kolik dapat berlangsung dari beberapa menit hingga 3 jam atau lebih, dalam sehari. Bayi dapat buang air besar atau buang angin pada akhir sesi kolik.

Menangis yang intens dan tidak dapat diredakan

Menangis akibat kolik biasanya terdengar intens, sengsara, dan sering kali bernada tingi. Wajah bayi dapat memerah, dan bayi sulit untuk ditenangkan.

Menangis tanpa alasan yang jelas

Normal jika bayi menangis. Namun, menangis biasanya berarti bayi memerlukan sesuatu, seperti makanan atau ganti popok. Menangis yang terkait dengan kolik biasanya terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Perubahan postur

Kaki yang melingkar, tangan mengepal, dan otot perut yang kencang umum terjadi saat bayi sedang kolik.

Penyebab

Apa penyebab kolik?

Hingga kini, penyebab kolik masih tidak dapat diketahui secara pasti. Beberapa ahli telah menelusuri beberapa teori, termasuk alergi, intoleransi laktosa, perubahan bakteri normal pada sistem pencernaan, sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna, dan perbedaan pada cara bayi diberi makan atau ditenangkan. Namun, masih tidak jelas mengapa beberapa bayi mengalami kolik dan bayi-bayi lainnya tidak.

Faktor pemicu

Apa saja yang membuat bayi lebih berisiko mengalami kolik?

Ibu yang merokok selama kehamilan atau setelah persalinan, memiliki risiko yang lebih besar akan memiliki anak yang mengalami kolik.

Banyak teori lain tentang apa yang menyebabkan anak rentan terhadap kolik, namun belum ada yang telah dibuktikan. Sebagai contoh:

  • Kolik lebih jarang terjadi pada anak pertama atau bayi yang diberikan susu formula.
  • Pola makan ibu saat menyusui tidak memicu kolik.
  • Anak perempuan dan laki-laki, bagaimana pun urutan kelahirannya dan apakah diberi ASI atau formula, sama-sama mengalami kolik.

Diagnosis

Bagaimana kolik didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki kondisi ini, pemeriksaan fisik dan beberapa tes akan direkomendasikan. Anda juga akan ditanyakan bagaimana cara Anda menyusui bayi dan membuat bayi sendawa. Dokter juga dapat menyarankan Anda mencatat kapan dan seberapa sering bayi menangis.

Apabila bayi memiliki gejala yang mengkhawatirkan Anda, seperti muntah atau demam, dokter dapat melakukan tes laboratorium atau rontgen untuk menemukan penyebab.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengatasi kolik?

Kolik dapat membaik dengan sendirinya, seringnya pada usia 3 bulan. Namun tidak ada metode yang terbukti ampuh pada setiap bayi. Beberapa pilihan penanganan yang bisa dilakukan adalah:

  • Obat pereda gas. Obat-obatan ini tergolong aman, kecuali pada bayi yang harus menggunakan obat pengganti tiroid.
  • Probiotik. Probiotik adalah zat yang membantu menjaga keseimbangan alami bakteri baik pada saluran pencernaan. Karena bayi dengan kolik dapat memiliki ketidakseimbangan bakteri ini, peneliti telah mencoba untuk mengganti beberapa probiotik ini dalam beberapa studi. Salah satunya, Lactobacillus reuteri, secara signifikan mengurangi gejala kolik. Namun, hasil studinya beragam. Beberapa menunjukkan manfaat, beberapa lagi tidak menemukan manfaat apapun. Hingga saat ini, para ahli belum menemukan bukti yang cukup untuk merekomendasikan probiotik untuk mengatasi kolik.

Apa yang bisa dilakukan jika bayi mengalami kolik?

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kolik dan mengatasi saat bayi kolik:

Gendong bayi dengan tegak sebisa mungkin saat menyusui

Jika Anda menyusui, susuilah dari satu payudara hingga hampir habis sebelum mengganti sisi. Ini akan memberikan bayi hindmilk yang kaya dan berlemak, berpotensi lebih memuaskan dibandingkan foremilk yang encer pada awal menyusui.

Pertimbangkan mengubah pola makan, jika Anda menyusui

Pola makan ibu menyusui tampaknya tidak berperan pada gejala kolik bayi. Namun, pada bayi dengan keluarga yang memiliki riwayat alergi, menghindari potensi alergen dari pola makan ibu dapat membantu mencegah bayi mengalami alergi makanan.

Apabila Anda menyusui, dokter dapat menyarankan Anda menghindari makanan yang kemungkinan menyebabkan alergi, seperti produk susu, kacang, gandum, kedelai dan ikan, selama 2 minggu untuk melihat perubahan pada gejala bayi.

Ganti susu formula bayi

Seperti ASI, susu formula tampaknya tidak menyebabkan gejala. Namun, mengganti menjadi susu formula jenis hydrolysate dapat memberikan perubahan apabila bayi alergi terhadap susu sapi atau memiliki intoleransi susu.

Ganti botol

Ada banyak botol dan dot dengan beragam pilihan. Mencoba jenis botol atau dot yang berbeda dapat membantu meringankan gejala bayi. Botol yang memiliki kantung yang dapat dilipat dapat mengurangi jumlah udara yang ditelan bayi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 8, 2017 | Terakhir Diedit: Agustus 24, 2019

Yang juga perlu Anda baca