home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Bayi Selalu ingin Digendong dan Bagaimana Mengatasinya?

Kenapa Bayi Selalu ingin Digendong dan Bagaimana Mengatasinya?

Bayi bau tangan adalah istilah yang diberikan kepada bayi yang selalu ingin digendong. Ia dianggap bayi yang manja karena sering menangis dan tidak mau lepas dari ibunya. Mengapa demikian dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak ulasan berikut ya, Bu!

Kenapa bayi selalu ingin digendong?

Ibu harus pahami bahwa ketika bayi baru lahir ia berusaha sekuat tenaga untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Sebelumnya, ia tumbuh dalam kandungan ibu dan selalu dekat dengan kehangatan ibu. Berpisah dengan ibu membuatnya khawatir dan merasa tidak aman.

Gerakan menggoyang dan mengayun adalah gerakan yang menyerupai gerakan bayi dalam kandungan. Hal ini membuatnya merasa seolah-olah masih berada dalam perut ibu.

Selain itu, struktur tulang punggung bayi saat baru lahir berbentuk melengkung seperti huruf C sehingga dia perlu beradaptasi dengan permukaan tempat tidur yang datar.

Itulah sebabnya bayi akan tidur ketika digendong dan bangun ketika ditaruh kembali ke kasur.

Beberapa manfaat menggendong bayi

cara menggendong dengan gendongan bayi

Selain meniru gerakan bayi saat berada dalam kandungan, menggendong bayi sebenarnya memiliki sejumlah manfaat. Mengutip Natural Child, berikut ini beberapa manfaat menggendong bayi.

  • Mendukung perkembangan struktur tulang belakang bayi.
  • Mencegah tekanan pada punggung si kecil saat berbaring.
  • Membantu menyesuaikan suhu tubuh si kecil.
  • Menyelaraskan irama detak jantung dan tarikan nafas bayi.
  • Membantu perkembangan motorik si kecil.
  • Menambah kedekatan ibu dengan si kecil.
  • Membantu meningkatkan berat badan pada bayi prematur.

Dari sini Anda jadi tahu bahwa menggendong bayi tidak selalu berefek buruk kok, Bu. Tak perlu khawatir berlebihan karena takut ia menjadi bayi bau tangan ya.

Kenapa bayi sebaiknya tidak terlalu sering digendong?

Meskipun memiliki sejumlah manfaat, tetapi apakah bayi harus selalu digendong? Jawabannya tentu disesuaikan dengan keadaan si kecil.

Ibu sebaiknya tidak serta merta menggendong bayi apabila dia sedang menangis. Melainkan cari tahu lebih dulu apa penyebab ia menangis. Mungkin saja ia lapar, buang air besar, atau kegerahan.

Terkadang bayi memang butuh digendong agar tenang. Namun, jika setiap bayi nangis terus minta digendong, kebiasaan itu akan menyebabkan bayi menjadi bau tangan. Jika berlebihan, ibu akan stres dan kelelahan.

Melansir jurnal Midwifery, kebanyakan orang tua mengalami kelelahan di bulan-bulan pertama kelahiran bayinya. Hal ini akan mengganggu kesehatan ibu karena jam tidur yang berkurang dan energi yang terkuras

Bahkan pada beberapa kasus, ibu mengalami gangguan kejiwaan seperti gangguan kecemasan, nafsu makan hilang, baby blues, bahkan depresi.

Oleh karena itu, jangan lupakan kondisi kesehatan ibu saat merawat si kecil yang baru lahir, ya.

Selain itu, berhati-hatilah saat menggendong bayi dalam keadaan emosi. Jangan sampai karena stres dan jengkel, ibu mengguncangnya terlalu keras. Hal itu berisiko menyebabkan shaken baby syndrome.

Melansir jurnal Child Abuse and Neglect, shaken baby syndrome mengakibatkan gangguan saraf, pergeseran batang otak, cedera leher dan tulang belakang, bahkan kematian.

Bagaimana menidurkan bayi tanpa digendong?

menggendong anak

Tidak mesti selalu digendong, ibu bisa mencoba beberapa cara menidurkan bayi yang sudah bau tangan berikut ini.

1. Menyetel musik yang lembut

Untuk mengatasi bayi bau tangan, cobalah mainkan musik instrumental di sekitar bayi dengan volume rendah agar ia menjadi lebih tenang

2. Menyanyi dengan suara lembut

Jika tidak bisa memperdengarkan musik, percayalah bahwa ibu adalah penyanyi terbaik untuk anaknya. Nyanyikanlah beberapa lagu untuk mengantar si kecil ke alam tidur.

3. Berbicara lembut dan menciptakan white nose

Untuk mengatasi bayi bau tangan, cobalah Anda mengobrol dengannya dengan suara lembut dan sesekali menciptakan bunyi-bunyi white nose seperti “sssshhh”.

Pasalnya, suara ini menyerupai suara air ketuban yang menenangkan bayi saat di dalam rahim.

4. Dekatkan dengan sesuatu yang bergetar atau berayun

Bayi menyukai irama getaran yang terus menerus saat digendong atau diayun. Anda bisa menggunakan alat pengayun bayi otomatis atau membuat ayunan dari kain untuk membantunya tidur.

6. Menepuk-nepuk punggung atau paha

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, bayi menyukai gerakan yang berulang-ulang. Agar bayi tidak bau tangan karena selalu digendong, cobalah menepuk-nepuk bagian tubuhnya dengan lembut agar ia merasa rileks.

7. Berkeliling dengan mobil

Sesuatu yang bergerak biasanya disukai oleh si kecil. Jika ia sedang rewel, cobalah berkeliling dengan mobil. Gerakan mobil dan suara getaran mesinnya dapat membantunya tertidur.

8. Berkeliling dengan stroller

Selain naik mobil, Anda juga bisa mencoba berkeliling dengan meletakkan bayi dalam stroller-nya. Selain mencegah bayi bau tangan, berkeliling juga memberikan suasana baru untuk si kecil.

9. Sendawakan si kecil

Menggendong bukan solusi untuk semua masalah si kecil, ya Bu. Bisa jadi ia rewel karena ada gas dalam perutnya. Cobalah sendawakan ia dengan memeluk lalu menepuk punggungnya dengan lembut.

10. Pijatan lembut (ILU)

Lakukan pijatan lembut untuk si kecil agar ia merasa nyaman. Buat gerakan menyerupai huruf I, L, dan U pada perut dan dada si kecil. Gunakan pula minyak esensial yang aman untuk bayi dan beraroma menenangkan.

11. Mandi air hangat

Air hangat dapat melancarkan peredaran darah sehingga membuat tubuh menjadi rileks. Untuk itu, cobalah memandikan si kecil dengan air hangat.

Cara mencegah bayi bau tangan

Mengutip Healthy Children, berikut cara-cara untuk mencegah agar bayi tidak ketergantungan untuk digendong.

1. Letakkan bayi di tempat tidur saat ia mulai mengantuk

Sesekali cobalah meletakkan bayi di tempat tidur saat ia mulai mengantuk, bukan saat telah tertidur. Tujuannya agar ia belajar membuat dirinya tidur tanpa harus dibantu orang lain.

2. Tunggu beberapa saat sebelum menggendongnya

Saat si kecil menangis, mungkin ibu akan langsung menggendongnya. Ini akan menyebabkan bayi bau tangan. Cobalah untuk membiarkannya beberapa saat agar ia belajar menenangkan dirinya sendiri.

3. Lakukan aktivitas menyenangkan di tempat tidur

Bayi suka digendong karena menemukan kesenangan. Cobalah ajak ia bicara dan bermain cilukba agar ia tahu bahwa sambil berbaring pun ia mendapatkan kesenangan.

Menggendong bayi memang tidak ada salahnya. Namun, ibu juga perlu memerhatikan kesehatan dan jangan sampai terlalu lelah hanya karena bayi bau tangan atau ingin terus digendong.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Experts at Packard Children’s describe benefits of touch for babies, parents. (2013). Retrieved 16 April 2021, from https://med.stanford.edu/news/all-news/2013/09/the-benefits-of-touch-for-babies-parents.html

How to Calm a Fussy Baby: Tips for Parents & Caregivers. (2016). Retrieved 16 April 2021, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Calming-A-Fussy-Baby.aspx

The Benefits of Baby Carrying – The Natural Child Project. Retrieved 16 April 2021, from https://www.naturalchild.org/articles/guest/elizabeth_antunovic.html

Möller, E., de Vente, W., & Rodenburg, R. (2019). Infant crying and the calming response: Parental versus mechanical soothing using swaddling, sound, and movement. PLOS ONE, 14(4), e0214548. doi: 10.1371/journal.pone.0214548

Kurth, E., Kennedy, H., Spichiger, E., Hösli, I., & Zemp Stutz, E. (2011). Crying babies, tired mothers: What do we know? A systematic review. Midwifery, 27(2), 187-194. doi: 10.1016/j.midw.2009.05.012

Petzoldt, J., Wittchen, H., Einsle, F., & Martini, J. (2015). Maternal anxiety versus depressive disorders: specific relations to infants’ crying, feeding and sleeping problems. Child: Care, Health And Development, 42(2), 231-245. doi: 10.1111/cch.12292

Barr, R., Trent, R., & Cross, J. (2006). Age-related incidence curve of hospitalized Shaken Baby Syndrome cases: Convergent evidence for crying as a trigger to shaking. Child Abuse & Neglect, 30(1), 7-16. doi: 10.1016/j.chiabu.2005.06.009

SIDS and Other Sleep-Related Infant Deaths: Updated 2016 Recommendations for a Safe Infant Sleeping Environment. (2016). Pediatrics, 138(5), e20162938. doi: 10.1542/peds.2016-2938

Karp, H. (2015). The Happiest Baby On The Block ; Fully Revised And Updated Second Edition. New York: Bantam Books.

Hamilton M.D., R. C., Collings, S. (2018). 7 Secrets of the Newborn: Secrets and (Happy) Surprises of the First Year. United States: St. Martin’s Publishing Group.

Samra, N., Taweel, A., & Cadwell, K. (2013). Effect of Intermittent Kangaroo Mother Care on Weight Gain of Low Birth Weight Neonates With Delayed Weight Gain. The Journal Of Perinatal Education, 22(4), 194-200. doi: 10.1891/1058-1243.22.4.194

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x