Ketoasidosis Diabetik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu ketoasidosis diabetik?

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes yang serius. Kondisi ini terjadi apabila tubuh Anda menghasilkan terlalu banyak asam darah yang disebut keton. 

Ketoasidosis diabetik muncul jika Anda tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk menyerap glukosa–sumber utama energi untuk otot dan jaringan lain–masuk ke dalam sel-sel tubuh. 

Tanpa insulin yang cukup, tubuh Anda mulai memecah lemak sebagai bahan bakar. Proses ini menyebabkan penumpukan asam darah yang disebut keton. Kondisi ini yang pada akhirnya menyebabkan ketoasidosis diabetik jika tidak diobati. 

Jika tidak ditangani, ketoasidosis bisa menyebabkan koma hingga kematian. Jika Anda menggunakan insulin, pastikan Anda mendiskusikan risikonya dengan dokter dan membuat rencana perawatan.

 Jika Anda punya diabetes tipe 1, Anda perlu menyediakan tes urin keton rumahan. Anda bisa membeli alat tersebut di apotek atau secara online. 

Seberapa umum ketoasidosis diabetik?

Ketoasidosis diabetik umumnya menyerang orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kondisi ini juga kadang terjadi pada orang yang tidak menyadari bahwa ia memiliki diabetes. Dewasa muda serta anak-anak berisiko terkena ketoasidosis diabetik. 

Kondisi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ketoasidosis diabetik?

Tanda dan gejala ketoasidosis diabetik biasanya berkembang dengan cepat, terkadang hanya dalam 24 jam. Tanda dan gejala ini bisa jadi merupakan indikasi pertama diabetes. Anda akan merasakan beberapa hal di bawah ini:

  • Jumlah urin banyak atau sering buang air kecil
  • Merasa sangat kehausan atau sering minum
  • Merasa mual dan lelah
  • Sakit perut
  • Sesak napas
  • Peningkatan kadar gula darah dan/atau keton, ada beberapa tes yang dapat Anda lakukan sendiri.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Cek kadar gula darah dan keton Anda

Segera cek kadar gula darah Anda jika merasakan gejalanya. Jika gula darah Anda 198 mg/dL atau 11 mmol/L atau lebih dan Anda punya alat tes darah atau urin, cek kadar keton Anda. 

Jika Anda memeriksakan keton melalui tes darah periksakan hal berikut ini: 

  • Kondisi normal jika hasilnya lebih rendah dari 0,6 mmol/L.
  • Jika hasilnya 0,6 mmol/L hingga 1,5 mmol/L, Anda punya risiko rendah ketoasidosis diabetik. Lakukan pemeriksaan kembali beberapa jam setelahnya.
  • Jika hasilnya 1,6 mmol/L hingga 2,9 mmol/L, Anda berada di risiko yang lebih tinggi untuk ketoasidosis diabetik. Dalam kondisi ini, Anda harus segera menghubungi dokter. 
  • Jika hasilnya lebih dari 3 mmol/L, Anda punya risiko sangat tinggi ketoasidosis diabetik dan perlu penanganan segera. 

Jika Anda mengecek kadar keton melalui tes urin, hasil di atas 2+ berarti Anda punya kemungkinan mengidap ketoasidosis diabetik. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Anda merasa sakit, stress atau pernah mengalami penyakit atau cedera baru-baru ini, Anda dapat memeriksa kadar gula darah Anda dengan alat tes keton urin yang dijual bebas.
  • Muntah dan tidak dapat mentolerir makanan atau cairan (sulit makan dan minum).
  • Kadar gula darah lebih tinggi dari batasan target, dan pengobatan rumahan tidak bekerja.
  • Kadar keton pada urin berada di tahap menengah atau tinggi.

Segera hubungi Unit Gawat Darurat (UGD) jika:

  • Kadar gula darah Anda secara terus menerus di atas 300 mg/dL atau 16.7 mmol/L.
  • Terdapat keton pada urin dan tidak dapat mencapai kadar yang disarankan.
  • Anda memiliki lebih dari 1 gejala ketoasidosis diabetik, seperti kebingungan, kehausan, sering buang air kecil, mual dan muntah, sakit perut, sesak napas, dan bau mulut.

Penyebab

Apa penyebab ketoasidosis diabetik?

Kurangnya insulin dapat menghentikan penyerapan gula darah ke dalam sel-sel untuk menghasilkan tenaga. Lemak yang terbakar membentuk asam yang dinamakan keton. 

Jika proses tersebut berlangsung, keton bisa bertambah di darah Anda. Kelebihan itu akan mengubah keseimbangan zat kimia di darah dan menanggalkan sistem tubuh Anda secara keseluruhan.

Secara umum, penyebab ketoasidosis diabetik adalah:

  • Penyakit atau infeksi dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon lainnya, seperti adrenalin atau kortisol, mempengaruhi kerja insulin dan menyebabkan ketoasidosis diabetik
  • Efek dari terapi insulin dapat menurunkan kadar insulin pada tubuh, menyebabkan ketoasidosis diabetik
  • Gangguan fisik atau mental
  • Serangan jantung
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan
  • Obat-obatan tertentu seperti corticosteroid dan beberapa diuretik.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk ketoasidosis diabetik?

Faktor yang meningkatkan risiko terkena ketoasidosis diabetik adalah: 

  • Anda memiliki diabetes tipe 1

Orang dengan diabetes tipe satu punya resiko untuk terkena ketoasidosis karena tubuh mereka tidak menghasilkan banyak insulin. Kadar keton juga bisa meningkat ketika Anda melewati makan, sakit atau stres, atau ketika Anda memiliki reaksi insulin. 

  • Orang tua

Ketoasidosis diabetik juga bisa terjadi pada orang dengan diabetes tipe dua, tapi jarang terjadi. Jika Anda mengidap diabetes tipe 2, terlebih jika Anda tua, Anda cenderung bisa mengalami kondisi dengan gejala serupa yang disebut HHNS (hyperosmolar hyperglycemic nonketotic syndrome). Gejala itu bisa menyebabkan dehidrasi. 

  • Berusia kurang dari 19 tahun
  • Mengalami berbagai bentuk trauma, baik emosional maupun fisik
  • Stres
  • Mengalami demam tinggi
  • Pernah serangan jantung atau stroke
  • Merokok
  • Ketergantungan alkohol atau obat-obatan terlarang

Meskipun ketoasidosis diabetik jarang terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2, tapi kemungkinannya tetap ada. Beberapa orang dengan diabetes tipe 2 bisa mengalami “rawan keton” dan punya risiko lebih tinggi terkena ketoasidosis diabetik. Beberapa pengobatan bisa menurunkan risiko kondisi tersebut. Selalu diskusikan dengan dokter soal faktor risiko Anda. 

Komplikasi 

Ketoasidosis diabetik diobati dengan cairan, eletrolit (seperti sodium, potassium, dan khlorida) dan insulin. Namun uniknya, komplikasi yang paling umum dari ketoasidosis diabetik terjadi karena perawatan tersebut. 

Komplikasi yang mungkin menyerang pasien ketoasidosis diabetik adalah:

  • Kekurangan gula darah (hipoglikemia)

Insulin memungkinkan gula untuk masuk ke sel Anda hingga menyebabkan kadar gula Anda turun. Jika kadar gula darah Anda turun terlalu cepat, Anda bisa kekurangan gula darah. 

  • Kekurangan kalium (hipokalemia)

Cairan dan insulin digunakan untuk meredakan ketoasidosis diabetik, tapi bisa juga menyebabkan penurunan kalium. Jika kadar kalium menurun, aktivitas jantung, otot, dan saraf Anda akan terganggu. 

  • Pembengkakan di dalam otak (edema serebri)

Mengatur kadar gula darah Anda terlalu cepat bisa menyebabkan bengkak di dalam otak Anda. Komplikasi biasanya muncul pada anak-anak, khususnya mereka yang baru didiagnosis dengan diabetes. 

Pencegahan

Apa saja yang bisa saya lakukan untuk mencegah ketoasidosis diabetik?

Mayo Clinic merangkum banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah ketoasidosis diabetik dan komplikasi diabetes lainnya, yaitu: 

Berkomitmen mengatur diabetes

Makanlah makanan sehat dan lakukan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari Anda. Konsumsi obat diabetes atau insulin sesuai arahan dokter. 

Pantau kadar gula darah Anda

Anda mungkin perlu memeriksa dan merekam kadar gula darah Anda setidaknya tiga sampai empat kali sehari, lakukan lebih banyak jika Anda sakit atau stres. Pemantauan yang cermat merupakan satu-satunya cara untuk menjaga kadar gula darah Anda sesuai target. 

Sesuaikan dosis insulin Anda sesuai kebutuhan

Diskusikan dengan dokter soal mengatur dosis insulin yang tepat berkaitan dengan kadar gula darah, seperti apa yang Anda makan, seberapa aktif Anda, apakah Anda sakit, dan faktor-faktor lain. Jika kadar gula darah Anda mulai naik, terapkan rencana perawatan diabetes untuk mengembalikan kadar gula darah Anda ke normal. 

Periksa kadar keton Anda

Jika Anda sakit atau stres, periksa urin Anda dari kelebihan keton dengan alat. Jika kadar keton Anda sedang hingga tinggi, hubungi dokter Anda untuk perawatan darurat. Jika Anda punya kadar keton yang rendah, Anda mungkin membutuhkan kadar insulin yang lebih banyak lagi. 

Selalu siap bertindak cepat

Jika Anda punya kemungkinan mengidap ketoasidosis diabetik, yaitu ketika kadar gula darah Anda tinggi dan kadar keton di urin berlebihan, segera ke Unit Gawat Darurat (UGD).

Komplikasi diabetes mungkin begitu menyeramkan. Namun, jangan menjadikan ketakutan Anda sebagai alasan Anda tak merawat diri sendiri. Selalu ikuti rencana perawatan dengan cermat dan minta bantuan ke dokter kapanpun Anda membutuhkan.

Kondisi ini memang hal yang serius, tetapi bisa dicegah.Beri tahu dokter jika perawatan tidak bekerja baik atau Anda menemukan masalah. Dokter akan menyesuaikan rencana lain atau membantu Anda mencari solusi untuk mengatur diabetes.

Diagnosis

Bagaimana dokter melakukan diagnosis untuk kondisi ketoasidosis diabetik?

Jika dokter menduga Anda terkena ketoasidosis diabetik, ia akan melakukan tes fisik dan beberapa tes darah. Dalam kasus tertentu, tes tambahan juga akan dilakukan untuk menentukan pemicu kondisi tersebut. 

Tes darah

Tes darah yang dilakukan untuk melakukan diagnosis ketoasidosis diabetik akan memperlihatkan hal di bawah ini:

  • Kadar gula darah

Jika tak cukup insulin, tubuh Anda akan mengizinkan gula masuk ke sel hingga membuat kadar gula darah meningkat. Saat tubuh Anda memecah lemak dan protein untuk energi, kadar gula darah Anda akan terus meningkat. 

  • Kadar keton

Ketika tubuh Anda memecah lemak dan protein untuk energi, keton memasuki pembuluh darah.

  • Keasaman darah

Jika mengandung keton berlebih, darah Anda akan bersifat asam (asidosis). Kondisi ini akan mengubah fungsi organ-organ dalam tubuh Anda. 

Tes tambahan

Dokter Anda akan melakukan beberapa tes tambahan untuk melihat kemungkinan adanya masalah kesehatan lain yang mempengaruhi kondisi ketoasidosis diabetik dan mengecek komplikasi. Pemeriksaan itu mungkin termasuk: 

  • Tes elektrolit darah
  •  Urinalisis
  • X-ray dada
  • Rekaman aktivitas elektrik di jantung (elektrokardiogram)

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Pengobatan apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasi ketoasidosis diabetik?

Pengobatan untuk ketoasidosis diabetik biasanya melibatkan pendekatan kombinasi untuk menormalkan kadar gula darah dan insulin. Jika Anda didiagnosis kondisi tersebut tapi belum pernah didiagnosis diabetes, dokter Anda akan membuat rencana pengobatan untuk membuat ketoasidosis tidak berulang. 

Infeksi juga bisa meningkatkan risiko ketoasidosis diabetik. Jika pemeriksaan Anda menyebutkan adanya infeksi atau sakit, dokter biasanya akan memberikan antibiotik. 

Terlepas dari itu,  pengobatan ketoasidosis diabetik adalah: 

Penggantian cairan

Anda akan mendapatkan cairan, entah dari mulut atau melalui pembuluh vena, hingga dehidrasi Anda hilang. Cairan tersebut akan menggantikan cairan yang hilang melalui buang air kecil yang berlebihan dan membantu mengeluarkan gula dari darah Anda. 

Penggantian elektrolit

Elektrolit adalah mineral di dalam darah Anda yang membawa muatan elektrik, seperti natrium, kalium, dan klorida. Ketiadaan insulin bisa menurunkan kadar beberapa elektrolit dalam darah Anda. Anda akan menerima elektrolit melalui pembuluh vena agar jantung, otot, dan saraf Anda berfungsi normal. 

Terapi insulin

Insulin membalikkan proses yang menyebabkan ketoasidosis diabetik. Selain cairan dan elektrolit, Anda akan menerima terapi insulin, biasanya melalui pembuluh vena. Ketika kadar gula darah Anda jatuh ke 200 mg/dL (11,1 mmol/L) dan darah Anda tak lagi asam, Anda mungkin bisa menghentikan terapi insulin intravena dan melanjutkan terapi insulin subkutan normal. 

Ketika zat kimia dalam tubuh Anda menjadi normal, dokter akan menganjurkan pemeriksaan tambahan untuk mengecek pemicu ketoasidosis diabetik. Anda mungkin perlu perlu perawatan tambahan, tergantung pada keadaan. 

Sebagai contoh, dokter Anda akan membuat rencana pengobatan diabetes. Jika infeksi bakteri ditemukan, dokter mungkin akan memberikan Anda antibiotik. Jika Anda punya kemungkinan serangan jantung, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan evaluasi terhadap jantung Anda. 

Pengobatan di rumah

Meski Anda tak bisa benar-benar menghindari sakit dan infeksi, Anda bisa melakukan hal sederhana sebagai pengingat mengonsumsi insulin setiap hari. Berikut daftarnya: 

  • Gunakan alarm jika Anda mengonsumsi setiap hari, atau unduh pengingat pengobatan di ponsel Anda. 
  •  Isi ulang jarum suntik Anda pada pagi hari. Cara ini berguna untuk mengawasi dosis Anda. 
  • Buatlah rencana saat Anda sakit dan dalam keadaan darurat, sehingga Anda tahu apa yang perlu dilakukan dalam menanggapi gejala ketoasidosis diabetik. 
  • Periksa kadar keton pada urin ketika Anda merasa sangat stres dan sakit. Cara ini bisa membantu Anda menentukan kadar ketone dari yang ringan hingga sedang. 
  • Hubungi layanan kesehatan jika kadar gula darah Anda lebih tinggi daripada normal. Penting untuk mendeteksi kondisi sejak awal. 

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: November 1, 2019

Sumber