Definisi

Apa itu keracunan aspirin?

Aspirin adalah nama lain dari asam asetilsalisilat, obat pereda nyeri jenis analgesik. Keracunan aspirin dapat segera terjadi ketika Anda menenggak aspirin dalam dosis tinggi, atau terjadi perlahan setelah berulang kali minum aspirin dalam dosis rendah.

Seberapa umumkah keracunan aspirin?

Keracunan aspirin adalah kondisi umum. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala keracunan aspirin?

Gejala paling awal dari keracunan aspirin akut termasuk telinga berdenging (tinnitus) dan gangguan pendengaran. Gejala lainnya meliputi napas cepat (hiperventilasi), muntah (3-8 setelah menenggak aspirin dosis tinggi), dehidrasi, demam, penglihatan ganda, dan merasa lemas.

Gejala yang mungkin muncul terlambat, atau gejala keracunan berat, termasuk rasa mengantuk atau kebingungan, perubahan perilaku, goyah saat berjalan, hingga koma.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera temui dokter jika Anda mengalami salah satu, atau lebih, gejala berikut:

  • Anda baru minum aspirin, lalu mengalami telinga berdenging
  • Gelisah, demam, gemetar, ambruk, kebingunan, koma
  • Tensi darah rendah
  • Denyut jantung cepat
  • Napas cepat
  • Suara mengi
  • Mual dan muntah
  • Perdarahan
  • Halusinasi
  • Mengantuk berat

Penyebab

Apa penyebab keracunan aspirin?

Banyak hal yang memicu orang meminum aspirin dalam dosis tinggi sekaligus, di antaranya:

Keracunan aspirin dapat bersifat tidak sengaja atau kecelakaan. Ini merupakan penyebab paling umum dari keracunan aspirin pada anak-anak. Maka, orangtua perlu menjauhkan setiap obat-obatan dari jangkauan anak.

Keracunan juga bisa terjadi ketika aspirin dikombinasikan dengan obat lain. Paling rentan terjadi pada lansia yang memiliki penyakit kronis.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk keracunan aspirin?

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana keracunan aspirin didiagnosis?

Keracunan dapat didiagnosis lewat tes darah untuk mengukur seberapa banyak kandungan aspirin dalam darah. Pengukuran pH darah (berapa banyak asam dalam darah) dan kadar karbon dioksida atau bikarbonat dalam darah juga dapat menentukan tingkat keparahan keracunan. Tes mungkin diulang beberapa kali selama masa pengobatan untuk mencari tahu apakah kondisi Anda sudah membaik.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk keracunan aspirin?

  • Minum activated charcoal secepat mungkin
  • Suntikan bikarbonat+kalium, untuk kasus keracunan tingkat sedang hingga parah
  • Hemodialisis, untuk beberapa kasus

Gejala lain, seperti demam atau kejang, akan diobati sesuai kondisinya.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah keracunan aspirin?

Perubahan gaya hidup berikut dapat membantu Anda menghindari risiko keracunan aspirin:

  • Minum obat sesuai dosis yang ditentukan dokter, jangan meningkatkan dosis tanpa sepengetahuan dokter.
  • Jangan pernah minum obat yang diresepkan untuk orang lain.
  • Simpan obat-obatan di tempat yang sulit dijangkau anak-anak, kalau bisa di loker yang bisa dikunci.
  • Jangan sepelekan kecenderungan dan/atau perilaku bunuh diri orang terdekat Anda
  • Jangan pernah minum obat dalam situasi gelap (misalnya, saat mati lampu)
  • Selalu beri tahu dokter tentang gejala efek samping atau reaksi obat yang terjadi setelah minum obat
  • Selalu beri tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk obat resep, nonresep, obat herbal, dan suplemen.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 8, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 8, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan