Apa Itu Kanker Rahim?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker rahim?

Kanker rahim adalah salah satu jenis penyakit yang berkembang di dalam lapisan rahim. Rahim adalah organ kosong menyerupai buah pir yang terletak di antara kandung kemih dan rektum pada tubuh wanita.

Rahim merupakan tempat di mana janin tumbuh dan berkembang selama masa kehamilan. Dinding dari rahim disebut dengan endometrium. Di bagian bawah rahim, terdapat organ yang menghubungkan dengan vagina, yaitu serviks atau leher rahim.

Kanker rahim terdiri dari beberapa jenis, dan salah satunya yang paling sering terjadi berawal di endometrium atau dinding rahim. Kondisi ini juga dinamakan dengan kanker endometrium.

Penyakit ini umumnya muncul setelah masa menopause. Gejala yang paling sering muncul adalah pendarahan dari vagina dan nyeri di panggul, meskipun telah melewati masa menopause.

Seberapa umumkah kanker rahim?

Kanker rahim merupakan penyakit yang sangat serius. Hingga saat ini, jumlah kasus kanker ini terus meningkat sebanyak 1-2% setiap tahunnya. Penyakit ini merupakan salah penyebab kematian tertinggi pada wanita.

Kanker jenis ini lebih banyak terjadi pada wanita setelah melewati masa menopause. Rata-rata perempuan yang terdiagnosis dengan penyakit ini berusia 62 tahun. Namun, jumlah kasus wanita muda yang terkena penyakit ini pun mengalami peningkatan.

Selain itu, ilmuwan meyakini orang yang mengidap obesitas berisiko lebih tinggi terkena kanker rahim. Kebanyakan kasus kanker ini berkembang setelah bertahun-tahun.

Untungnya, penyakit ini dapat ditangani apabila terdeteksi pada stadium awal perkembangannya. Penyakit ini juga dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari kanker rahim?

Kanker rahim dapat dibagi menjadi dua jenis, tergantung pada bagian rahim yang terdampak. Berikut adalah jenis-jenisnya:

1. Kanker endometrium

Jenis kanker rahim yang paling banyak ditemukan adalah kanker endometrium. Sebanyak 90% kasus penyakit ini tergolong dalam jenis kanker endometrium.

Sel kanker jenis ini berkembang pertama kali di bagian dinding rahim. Kanker endometrium dapat dibagi lagi menjadi 2 tipe, yaitu endometroid adenokarsinoma dan karsinosarkoma uterus.

Endometrioid adenokarsinoma adalah tipe yang paling banyak terjadi dalam kasus kanker endometrium. Tipe ini biasanya lebih mudah disembuhkan.

Sementara itu, karsinosarkoma uterus hanya terjadi pada sebanyak 5% kasus kanker rahim. Tipe sel kanker ini berkembang lebih cepat dan cenderung muncul lagi meskipun sudah disembuhkan.

2. Sarkoma uterus

Sarkoma uterus adalah jenis kanker yang berkembang di sel-sel lapisan otot rahim. Jumlah kasus jenis kanker ini lebih sedikit terjadi dibanding dengan kanker endometrium.

Sarkoma uterus umumnya berupa leiomyosarcoma, yaitu jenis kanker yang menyerang otot-otot pendukung jaringan organ tubuh.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker rahim?

Tanda-tanda dan gejala kanker rahim terkadang tidak dirasakan oleh beberapa pasien. Namun, gejala yang paling sering terjadi adalah pendarahan tidak wajar dari vagina, terlebih jika penderita telah melewati masa menopause.

Berikut adalah gejala-gejala awal dari penyakit ini yang paling umum ditemukan:

  • Pendarahan setelah menopause
  • Pendarahan yang terlalu banyak
  • Pendarahan terjadi di antara siklus menstruasi
  • Keluar cairan berwarna dan berbau tidak sedap dari vagina
  • Nyeri perut yang sering muncul
  • Rahim terasa membesar, hingga teraba di area panggul
  • Sakit panggul

Pendarahan pada vagina umumnya belum tentu menandakan Anda menderita penyakit ini. Gejala pendarahan juga dapat ditemukan pada masalah kesehatan lain, seperti endometriosis dan fibroid.

Namun, jika pendarahan disertai dengan beberapa gejala di atas, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera berkunjung ke dokter untuk melakukan pemeriksaan apabila muncul gejala-gejala seperti:

  • Pendarahan vagina terasa tidak wajar
  • Mengalami gejala tambahan seperti penurunan berat badan, demam, nyeri otot, atau sakit kepala

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu konsultasikan gejala-gejala yang Anda alami dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker rahim?

Kemunculan kanker rahim berawal dari mutasi gen yang terjadi di lapisan sel rahim. Mutasi gen ini menyebabkan sel-sel tubuh yang sehat mengalami kerusakan.

Sel-sel tubuh yang normal akan membelah diri dan tumbuh pada kecepatan yang wajar, kemudian mati dan digantikan dengan sel-sel yang baru. Namun, apabila sel-sel tersebut bermutasi dan rusak, perkembangannya menjadi tidak terkendali dan terus hidup.

Sel-sel yang rusak ini akan menumpuk dan membentuk jaringan tumor. Bahkan, sel-sel tersebut dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan organ-organ tubuh lainnya. Proses ini disebut dengan metastasis.

Hingga saat ini, penyebab dari bermutasinya sel-sel tubuh manusia masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli telah menemukan beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya mutasi sel-sel tubuh, salah satunya adalah obesitas dan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker rahim?

Kanker rahim adalah penyakit yang dapat menyerang setiap wanita dari hampir seluruh golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan dapat mengidap penyakit ini. Bahkan, ada kemungkinan Anda tetap terserang penyakit ini meskipun tidak ada satupun faktor risiko yang Anda miliki.

Berikut adalah faktor-faktor risiko pemicu munculnya kanker rahim, yaitu:

1. Usia

Risiko untuk terkena penyakit ini semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kebanyakan kasus penyakit ini ditemukan pada wanita berusia 40 tahun ke atas.

Hanya sekitar 1% kasus kanker rahim yang terjadi pada pasien berusia di bawah 40 tahun.

2. Perubahan hormon estrogen akibat menopause

Setelah memasuki fase menopause, ovarium dalam tubuh wanita akan berhenti memproduksi hormon estrogen. Namun, hormon ini tetap diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit, terutama oleh sel-sel jaringan lemak.

Estrogen dari jaringan lemak dapat memicu terjadinya mutasi sel di dalam rahim, sehingga risiko terjadinya kanker setelah masa menopause pun lebih tinggi.

3. Berat badan berlebih atau obesitas

Obesitas adalah faktor risiko yang paling utama dan berkaitan erat dengan perubahan hormon tubuh. Hal ini disebabkan karena jaringan lemak juga dapat memproduksi estrogen.

Dengan kata lain, semakin tinggi jumlah lemak di dalam tubuh Anda, semakin besar pula jumlah estrogen yang dihasilkan oleh tubuh Anda. Kondisi ini dapat memicu berkembangnya sel-sel kanker di dalam organ reproduksi, terutama rahim.

4. Keturunan keluarga

Apabila Anda memiliki anggota keluarga dengan penyakit ini, atau menderita kanker pada organ reproduksi dan pencernaannya, peluang Anda untuk terkena penyakit ini lebih besar.

5. Belum pernah hamil dan melahirkan

Kehamilan dapat membantu menyeimbangkan kadar hormon estrogen dan progesteron di dam tubuh. Jadi, apabila Anda belum pernah hamil dan memiliki anak, risiko Anda untuk menderita penyakit ini lebih tinggi.

6. Pernah menderita kanker payudara atau ovarium

Anda juga berisiko mengalami kanker rahim apabila Anda pernah mengidap kanker jenis lainnya, seperti kanker payudara atau ovarium.

7. Menderita hiperplasia endometrium

Hiperplasia endometrium adalah pertumbuhan berlebih pada jaringan endometrium. Jika Anda pernah mengalami kondisi ini, baik dalam tingkatan ringan maupun sedang, Anda berisiko terkena kanker rahim.

8. Menjalani terapi hormon (tamoxifen)

Tamoxifen adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati kanker payudara. Tamoxifen berperan sebagai anti-estrogen di jaringan payudara.

Sebaliknya, obat ini justru berfungsi seperti estrogen di dalam rahim, sehingga berpotensi menyebabkan dinding rahim menebal. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kanker rahim?

Ketika Anda merasakan tanda-tanda dan gejala, segera periksakan diri ke dokter meskipun Anda belum yakin apakah Anda menderita kanker rahim. Diagnosis yang dilakukan sejak dini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan.

Hal pertama yang akan dilakukan dokter dalam mendiagnosis penyakit ini adalah pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda rasakan, riwayat penyakit Anda, serta riwayat penyakit anggota keluarga.

Setelah itu, dokter akan memeriksa bagian panggul Anda untuk mengecek adanya ketidakwajaran. Jika dokter menduga ada masalah dengan rahim Anda, beberapa tes lanjutan akan direkomendasikan. Berikut adalah jenis-jenis tes tersebut:

1. Tes USG transvaginal

Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan alat ke dalam vagina yang memancarkan gelombang suara. Dengan alat tersebut, dokter dapat melihat gambaran langsung dari rahim Anda.

2. Histeroskopi

Pada tes ini, dokter memasukkan tabung kecil bernama histeroskop ke dalam vagina Anda. Lensa yang terdapat di histeroskop akan menunjukkan bagian dalam rahim Anda secara detail.

3. Biopsi rahim

Pada teknik biopsi, dokter akan mengambil sampel jaringan rahim dan memeriksa apakah sel tersebut termasuk kanker atau bukan.

4. Tes penentuan stadium kanker

Kanker rahim dapat menyebar ke kandung kemih, rektum, dan organ lain. Dokter harus melakukan tes lain untuk menentukan stadium kanker. Tes ini dapat berupa tes Pap, CT scan (computerized tomography), MRI (magnetic resonance), USG, dan kuret rahim.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker rahim?

Jenis pengobatan yang diberikan tergantung pada letak sel kanker, stadiumnya, tipe sel kanker, serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Penanganan utama yang diberikan untuk mengobati kanker adalah operasi, radioterapi, kemoterapi, dan terapi hormon. Berikut penjelasannya.

1. Operasi

Prosedur operasi atau bedah merupakan pilihan utama pengobatan kanker rahim. Tergantung dari bagian rahim mana yang diangkat, operasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Histerektomi (pengangkatan rahim)
  • Bilateral salpingo-oophorectomy (pengangkatan rahim, tuba falopi, dan kedua ovarium)
  • Diseksi kelenjar limfa (pengangkatan rahim dan kelenjar limfa di sekitarnya)

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang diberikan dengan jarum suntik atau pil untuk diminum. Tujuan dari pengobatan ini adalah menghentikan perkembangan sel-sel kanker dan membunuhnya.

Beberapa jenis obat kemoterapi yang diberikan untuk menangani kanker rahim adalah paclitaxel, carboplatin, dan docetaxel.

3. Terapi radiasi (radioterapi)

Terapi ini menggunakan radiasi berkekuatan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh. Terapi radiasi dapat dilakukan dengan dua cara:

  • Radioterapi internal (brakiterapi), dengan memasukkan zat radioaktif ke dalam tubuh.
  • Radioterapi eksternal, dengan menggunakan mesin yang memancarkan cahaya radiasi ke tubuh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker rahim?

Pengobatan kanker memiliki efek samping yang tidak nyaman. Namun, Anda harus mengingat bahwa Anda tetap dapat memiliki hidup yang normal dan aktif meskipun Anda harus menjalani terapi pengobatan kanker.

Berikut adalah hal-hal yang dapat membantu Anda menghadapi kanker rahim:

  • Bertemu dengan dokter bedah dan spesialis tumor yang berpengalaman dalam terapi kanker.
  • Menemukan orang-orang yang tepat dalam memberikan dukungan moral selama terapi, seperti keluarga, teman-teman, dan pasangan.
  • Tetap melakukan kontrol selama dan setelah terapi untuk memeriksa efek samping dan kekambuhan kanker.
  • Kembali ke aktivitas normal dan aktivitas seksual 4-8 minggu setelah operasi.
  • Mengerti bahwa jika Anda belum pernah menopause, Anda tidak akan menstruasi lagi setelah operasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Agustus 8, 2019

Yang juga perlu Anda baca