Apa itu kanker rahim?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker rahim?

Kanker rahim adalah kanker yang berkembang dalam lapisan rahim. Rahim terletak di antara kandung kemih dan rektum, termasuk leher rahim dan rahim. Leher rahim berhubungan dengan vagina, sementara badan rahim berhubungan dengan tuba falopi. Selain itu, kanker dapat berkembang dari lapisan jaringan rahim. Tumor yang langka ini adalah kanker dari jaringan ikat rahim.

Seberapa umumkah kanker rahim?

Saat ini, jumlah kasus kanker rahim meningkat. Kanker rahim lebih sering terjadi pada wanita setelah menopause. Selain itu, ilmuwan mengatakan orang yang mengidap obesitas berisiko lebih tinggi terkena kanker rahim.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker rahim?

Pasien dapat merasakan sejumlah gejala atau sama sekali tidak. Kadang-kadang gejala tersebut dapat muncul karena penyakit lain. Anda harus menemui dokter Anda untuk memastikannya. Gejala awal dapat berupa:

  • Perdarahan, terutama setelah berhubungan seksual atau setelah menopause
  • Nyeri perut yang sering
  • Cairan atau darah keluar dari vagina
  • Rahim dapat membesar hingga dapat teraba pada panggul

Gejala ini biasanya terjadi setelah kanker telah menyebar ke organ lain, khususnya nyeri perut, dada dan penurunan berat badan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Ada keanehan pada cairan vagina terutama terkait bau, volume, dan warnanya.
  • Untuk dukungan emosional
  • Mengalami efek samping pengobatan, tanda infeksi (demam, nyeri otot, sakit kepala), atau merasakan gejala yang tidak dapat dijelaskan

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker rahim?

Ilmuwan belum mengetahui penyebabnya. Mereka hanya mengetahui bahwa ada mutasi dalam lapisan sel rahim. Mutasi gen mengubah sel sehat normal menjadi tidak normal. Sel sehat tumbuh dan membelah pada kecepatan tertentu, yang akhirnya akan mati suatu saat. Sel yang tidak normal tumbuh, membelah diri tanpa kendali, dan tidak mati. Akumulasi sel ini akan menjadi sebuah tumor. Sel kanker memasuki jaringan sekitar dan dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker rahim?

Ada banyak faktor risiko untuk kanker rahim, yaitu:

  • Perubahan keseimbangan hormon wanita. Ovarium menghasilkan 2 hormon utama wanita – estrogen dan progesteron. Fluktuasi hormon ini dapat mengubah endotel. Ada peningkatan kadar estrogen namun kadar progesteron tidak meningkat, meningkatkan risiko kanker endometrium. Misalnya, fenomena ovulasi yang tidak normal pada wanita dengan polycystic ovarian syndrome, obesitas, dan diabetes. Minuman yang mengandung hormon estrogen namun tidak mengandung progesteron setelah menopause juga meningkatkan risiko penyakit ini
  • Menstruasi bertahun-tahun. Menstruasi pertama sebelum usia 12, atau justru terlambat menopause meningkatkan risiko akibat peningkatan waktu paparan dengan estrogen
  • Tidak pernah hamil
  • Lansia
  • Obesitas: berat badan berlebih akan mengubah keseimbangan hormon pada tubuh
  • Terapi kanker payudara dengan terapi hormon (tamoxifen)
  • Menderita Hereditary Non-Polyposis Colorectal Cancer (HPNCC)

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker rahim?

Terapi tergantung stadium kanker. Berdasarkan stadium kanker, dokter akan melakukan operasi pengangkatan tumor pada rahim atau seluruh indung telur dan saluran telur. Jika kanker menyebar namun tidak terlalu jauh, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan jaringan sekitar atau kelenjar getah bening untuk menghindari kemungkinan penyebaran kanker.

Lalu Anda harus mendapatkan terapi radiasi, terapi hormon, kortison, dan kemoterapi untuk mengisutkan kanker dan mencegah penyebaran kanker. Dokter spesialis tumor akan memberikan terapi ini.

Terapi kanker menyebabkan efek samping obat dan kimia pada kemoterapi. Tergantung obat dan bahan kimia yang digunakan, efek sampingnya dapat bervariasi. Dokter akan merujuk pasien ke support group sebagai dukungan emosi selama periode ini.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kanker rahim?

Dokter akan mendiagnosis penyakit berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan biopsi endometrium. Pada teknik biopsi, dokter akan mengambil sampel jaringan rahim dan memeriksa apakah sel tersebut kanker atau bukan. Dokter Anda akan menanyakan Anda mengenai gejala yang muncul untuk mengetahui pertumbuhan tumor.

Kanker rahim dapat menyebar ke kandung kemih, rektum, dan organ lain. Dokter harus melakukan tes lain untuk stadium kanker. Tes ini dapat berupa tes Pap, CT scan (computerized tomography), MRI (magnetic resonance), ultrasound, dan kuret rahim.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker rahim?

Pengobatan kanker memiliki efek samping yang tidak nyaman seperti lemas akibat perubahan dalam penampilan dan mental, namun Anda harus mengingat bahwa bahkan saat terapi, Anda tetap dapat memiliki hidup normal dan aktif.

Anda harus berbagi dengan keluarga dan teman mengenai apa yang Anda telah lewati karena mereka berperan penting dalam periode terapi Anda.

Berikut adalah hal-hal yang dapat membantu Anda menghadapi kanker rahim:

  • Bertemu dengan dokter bedah dan spesialis tumor yang berpengalaman dalam terapi kanker
  • Tetap melakukan kontrol selama dan setelah terapi untuk memeriksa efek samping dan kekambuhan kanker
  • Kembali ke aktivitas normal dan aktivitas seksual 4-8 minggu setelah operasi
  • Mengerti bahwa jika Anda belum pernah menopause, Anda tidak akan menstruasi lagi setelah operasi
  • Ada beberapa orang mengalami serangan rasa panass jika sel telur diangkat saat operasi

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca