Definisi

Apa itu kanker kulit?

Kanker kulit adalah pertumbuhan sel kulit abnormal yang tidak terkendali. Kanker kulit terjadi ketika kerusakan DNA pada sel kulit memicu mutasi atau cacat genetik, yang menyebabkan sel kulit berkembang biak dengan cepat dan membentuk tumor ganas.

Ada tiga jenis utama dari kanker kulit: karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.

Seberapa umumkah kanker kulit?

Kanker kulit sangatlah umum terjadi. Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker kulit?

Kanker kulit tumbuh di kulit yang terpapar matahari, termasuk di kulit kepala, wajah, bibir, telinga, leher, dada, lengan dan tangan, dan di kaki pada wanita. Selain itu, kanker kulit dapat terbentuk di daerah yang jarang terlihat misalnya telapak tangan, di bawah kuku jari tangan atau kaki, dan daerah genital Anda.

Tanda-tanda dan gejala dapat meliputi:

  • Karsinoma sel basal biasanya terjadi di daerah tubuh yang terpapar matahari, seperti di leher atau wajah. Karsinoma sel basal dapat muncul dalam bentuk benjolan bersinar atau lengket, atau lesi seperti bekas luka yang datar, berwarna kulit atau coklat.
  • Karsinoma sel skuamosa seringkali terjadi di daerah tubuh yang terpapar matahari, seperti wajah, telinga dan tangan. Orang dengan kulit yang lebih gelap lebih mungkin untuk terkena karsinoma sel skuamosa di daerah yang tidak sering terpapar matahari. Jenis kanker kulit ini dapat muncul dalam bentuk nodul merah ayng padat, atau lesi datar dengan permukaan yang bersisik atau pecah-pecah.
  • Melanoma dapat tumbuh di manapun di tubuh, di kulit normal atau di tahi lalat lama yang kemudian menjadi kanker. Tanda-tanda melanoma termasuk noda besar berwarna kecoklatan dengan bercak yang lebih gelap; tahi lalat yang mengalami perubahan warna, ukuran, rasa, atau berdarah; lesi kecil dengan pinggiran tak teratur dan bagian yang terlihat merah, putih, biru atau biru-hitam; lesi gelap di telapak tangan, telapak kaki, jari tangan atau kaki, atau selaput lendir yang melapisi mulut, hidung, vagina atau anus.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Buatlah janji dengan dokter jika Anda menyadari adanya perubahan di kulit yang mengkhawatirkan. Tidak semua perubahan di kulit disebabkan oleh kanker. Dokter akan menyelidiki perubahan kulit Anda untuk menentukan penyebabnya.

Penyebab

Apa penyebab kanker kulit?

Kanker kulit timbul ketika terjadi kesalahan (mutasi) di DNA sel kulit. Mutasi tersebut menyebabkan sel tumbuh dengan tidak terkendali dan membentuk massa sel kanker.

Sebagian besar kerusakan DNA di sel kulit diakibatkan dari radiasi ultraviolet (UV) yang ditemukan di sinar matahari dan di sinar yang digunakan dalam tempat tanning. Namun, paparan matahari tidak menjelaskan kanker kulit yang tumbuh di kulit yang biasanya tidak terpapar matahari. Ini menjelaskan bahwa faktor lain bisa saja berkontribusi dalam risiko Anda terhadap kanker kulit seperti terkena zat beracun atau memiliki kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker kulit?

Ada banyak faktor yang membuat Anda lebih berisiko terkena kanker kulit, antara lain:

  • Kulit putih: Siapapun, terlepas dari warna kulit, dapat terkena kanker kulit. Namun, sedikitnya pigmen (melanin) dalam kulit memberikan perlindungan yang sedikit terhadap radiasi UV yang merusak. Jika Anda memiliki rambut pirang atau merah dan mata berwarna terang, dan Anda mengalami bintik-bintik atau terbakar matahari dengan mudah, Anda lebih mungkin untuk terkena kanker kulit daripada orang yang berkulit gelap.
  • Riwayat terbakar matahari (sunburn) dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit pada saat dewasa. Terbakar matahari pada saat dewasa juga merupakan faktor risiko.
  • Paparan matahari yang berlebihan dapat menumbuhkan kanker kulit ketika Anda menghabiskan banyak waktu di bawah matahari, terutama jika kulit tidak terlindungi oleh tabir surya atau pakaian. Tanning, termasuk paparan lampu tanning, juga menempatkan Anda dalam risiko. Tan, atau kulit gelap, adalah respon cedera kulit Anda terhadap radiasi UV yang berlebihan.
  • Iklim yang cerah atau jauh di atas permukaan laut: orang yang tinggal di iklim yang cerah dan hangat terpapar lebih banyak sinar matahari daripada orang yang tinggal di iklim dingin. Tinggal di dataran tinggi di mana sinar matahari sangat kuat juga membuat Anda terpapar lebih banyak radiasi.
  • Tahi lalat: orang yang memiliki banyak tahi lalat atau tahi lalat abnormal disebut nevi displastik berada dalam risiko tinggi untuk kanker kulit. Tahi lalat abnormal tersebut—yang tampak tidak teratur dan secara umum lebih besar daripada tahi lalat normal—lebih mungkin berubah menjadi kanker daripada tahi lalat biasa lainnnya. Jika Anda memiliki riwayat tahi lalat abnormal, perhatikan tahi lalat tersebut dengan rutin untuk melihat adanya perubahan.
  • Lesi kulit prakanker seperti keratosis actinic dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit. Pertumbuhan mereka biasanya tampak dalam bentuk bercak kasar dan bersisik yang bervariasi dalam warna dari coklat sampai merah jambu gelap. Mereka paling umum muncul di wajah, kepala dan tangan pada orang berkulit putih yang kulitnya pernah rusak karena sinar matahari.
  • Riwayat keluarga kanker kulit: jika salah satu orang tua atau saudara kandung Anda pernah terkena kanker kulit, Anda mungkin berisiko tinggi terhadap penyakit tersebut.
  • Riwayat pribadi kanker kulit: jika Anda pernah terkena kanker kulit sebelumnya, Anda berisiko untuk terkena kembali.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah: orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko lebih tinggi terkena kanker kulit. Ini termasuk orang yang menderita HIV/AIDS dan mereka yang menggunakan obat imunosupresan setelah tranplantasi organ.
  • Paparan radiasi: orang yang menjalani pengobatan radiasi untuk kondisi kulit seperti eczema dan jerawat bisa berisiko lebih tinggi terhadap kanker kulit, terutama karsinoma sel basal.
  • Paparan zat-zat tertentu seperti arsenik dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker kulit didiagnosis?

Untuk mendiagnosis kanker kulit, dokter Anda dapat:

  • Memeriksa kulit Anda untuk menentukan apakah perubahan kulit Anda kemungkinan adalah kanker kulit. Tes lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis tersebut.
  • Mengambil sampel kulit yang mencurigakan untuk tes (biopsi kulit): dokter dapat mengambil kulit yang tampak mencurigakan untuk tes lab. Biopsi dapat menentukan apakah Anda memiliki kanker kulit, dan jika benar, jenis kanker kulit apa yang Anda miliki.

Apa saja pengobatan untuk kanker kulit?

Tergantung dari tingkat keparahan kanker kulit Anda, dokter dapat menganjurkan perawatan dengan obat dan/atau prosedur tambahan:

  • Obat-obatan: terapi topikal dan obat yang disuntikkan atau diminum
  • Prosedur: operasi, laser dan pengobatan berbasis sinar dan terapi radiasi

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker kulit?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi kanker kulit:

  • Hindarilah matahari selama tengah hari, terutama dari jam 10 pagi sampai 4 sore.
  • Biasakanlah menggunakan tabir surya.
  • Biasakanlah mengenakan pakaian yang melindungi ketika keluar rumah.
  • Hindarilah berjemur untuk menggelapkan warna kulit (tanning).
  • Cobalah untuk memeriksa kulit dengan rutin dan melaporkan perubahannya pada dokter.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 9, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017