Apa Itu Hiponatremia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu hiponatremia?

Hiponatremia adalah suatu kondisi di mana kadar natrium (sodium) dalam tubuh jauh di bawah batas normal.

Normalnya, kadar natrium yang ada di dalam tubuh kita adalah di antara 135-145 mEq/L. Hiponatremia dapat terjadi apabila kadar natrium berada di bawah 135 mEq/L.

Natrium adalah salah satu jenis elektrolit yang berperan dalam menjaga keseimbangan air di dalam dan sekitar sel-sel tubuh Anda. Keseimbangan tersebut penting untuk otot dan saraf agar dapat berfungsi dengan baik. Natrium juga membantu menstabilkan tekanan darah.

Hiponatremia dapat terjadi akibat beberapa kondisi kesehatan tubuh, seperti minum air terlalu banyak. Hal tersebut dapat menyebabkan kadar air di tubuh meningkat, dan sel-sel akan membesar. Pembesaran sel ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga mengancam nyawa.

Berdasarkan waktu kejadiannya, kondisi rendahnya natrium dalam tubuh dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu:

  • Hiponatremia kronis

Kondisi ini terjadi saat kadar natrium pada tubuh menurun perlahan selama lebih dari 48 jam. Gejala dari jenis ini biasanya ringan hingga sedang.

  • Hiponatremia akut

Terjadi saat kadar natrium pada tubuh menurun secara tiba-tiba. Hal ini dapat menyebabkan gejala yang lebih serius, seperti pembengkakan otak secara cepat, yang dapat mengakibatkan koma bahkan kematian.

Seberapa umum hiponatremia?

Kondisi gangguan elektrolit di dalam tubuh merupakan suatu hal yang cukup umumĀ  terjadi. Hiponatremia juga merupakan jenis abnormalitas kimiawi yang sering ditemukan pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain itu, kondisi ini umum terjadi pada pasien dari golongan usia berapapun. Tidak ada kelompok ras tertentu yang memiliki risiko terkena penyakit ini lebih besar dari ras etnis lainnya.

Hiponatremia dapat diatasi dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hiponatremia?

Tanda-tanda dan gejala dari hiponatremia bisa jadi bervariasi pada setiap orang. Apabila Anda menderita tipe kronis di mana level natrium turun secara bertahap, mungkin Anda tidak langsung merasakan gejala apapun.

Namun, jika kadar natrium pada tubuh menurun secara mendadak, Anda mungkin akan mengalami gejala dan tanda-tanda yang cukup parah.

Beberapa tanda-tanda dan gejala dari hiponatremia adalah:

  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Kehilangan energi dan kelelahan
  • Kelemahan otot, kejang, atau kram
  • Kejang
  • Koma

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala yang termasuk parah, seperti muntah, kejang otot, dan koma, Anda harus segera dibawa ke dokter.

Selain itu, apabila Anda memiliki kondisi medis yang meningkatkan risiko hiponatremia, atau memiliki faktor risiko terhadap kondisi ini, seperti melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi, sebaiknya Anda mulai memeriksakan diri ke dokter.

Dengan periksa ke dokter, Anda dapat mengetahui apa penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa saja penyebab hiponatremia?

Penyebab utama hiponatremia adalah menurunnya kadar natrium di dalam tubuh. Natrium berfungsi menyeimbangkan cairan di dalam tubuh, mengatur tekanan darah, serta mendukung kerja otot dan saraf.

Kadar normal natrium di dalam tubuh adalah sekitar 135 hingga 145 mEq/L. Jika natrium dalam darah Anda berada di bawah angka tersebut, kemungkinan Anda mengalami hiponatremia.

Banyak beberapa keadaan seperti kondisi kesehatan tubuh atau gaya hidup yang dapat memengaruhi penurunan kadar natrium tubuh, seperti:

1. Pengobatan tertentu

Beberapa obat-obatan seperti diuretik, antidepresan, dan penghilang rasa sakit dapat memengaruhi hormon dan fungsi ginjal. Hal tersebut dapat berimbas pada keseimbangan kadar natrium dalam tubuh.

2. Masalah pada jantung, ginjal, dan hati

Penyakit seperti gagal jantung kongestif (CHF), penyakit pada ginjal, atau hati dapat menyebabkan kadar cairan di dalam tubuh meningkat. Kondisi ini dapat mengencerkan natrium dalam tubuh, sehingga dampaknya adalah penurunan kadar natrium.

3. Penyakit SIADH

Syndrome of inappropriate anti-diuretic hormone atau SIADH adalah penyakit di mana tubuh memproduksi hormon anti-diuretik terlalu tinggi. Kondisi ini menyebabkan air tertahan di tubuh dan tidak terbuang dengan semestinya melalui proses ekskresi dan urine.

4. Masalah tubuh yang mengakibatkan dehidrasi

Ketika tubuh mengeluarkan terlalu banyak cairan, seperti muntah terlalu banyak dan diare, tubuh akan kehilangan banyak elektrolit, termasuk natrium. Dehidrasi juga dapat meningkatkan kadar anti-diuretik di dalam tubuh.

5. Minum terlalu banyak air

Minum air secara berlebihan dapat menurunkan kadar natrium. Hal ini disebabkan karena ginjal akan kesulitan memproses air yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh. Selain itu, minum air terlalu banyak saat berolahraga juga berpotensi mengencerkan natrium di dalam tubuh.

6. Perubahan hormon pada tubuh

Kondisi kesehatan seperti penyakit Addison dan tiroid dapat memengaruhi produksi hormon di dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon ini berdampak besar pada kadar natrium, potasium, dan air pada tubuh.

7. Penggunaan ekstasi

Konsumsi obat-obatan seperti ampthetamine meningkatkan risiko hiponatremia yang fatal, bahkan berpotensi mengancam nyawa.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena hiponatremia?

Ada banyak faktor risiko untuk hiponatremia, yaitu:

1. Usia

Semakin tinggi usia Anda, semakin besar risiko Anda mengalami hiponatremia.

2. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Pengobatan yang meningkatkan risiko turunnya kadar natrium meliputi obat-obatan diuretik, seperti tiazid serta beberapa antidepresan dan penghilang nyeri.

3. Menderita penyakit tertentu

Kondisi yang menurunkan ekskresi cairan pada tubuh, seperti penyakit ginjal, syndrome of inappropriate anti-diuretic hormone (SIADH) atau gagal jantung.

4. Beraktivitas fisik yang intensif

Orang yang minum terlalu banyak air saat melakukan maraton, ultramaraton, triatlon dan aktivitas jarak jauh dan berintensitas tinggi berisiko terkena hiponatremia.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh hiponatremia?

Pada hiponatremia tipe kronis, kadar natrium akan menurun secara perlahan dalam waktu 48 jam atau lebih lama. Gejala dan komplikasi yang ditimbulkan umumnya lebih ringan.

Sementara itu, kadar natrium yang menurun secara tiba-tiba berpotensi memberikan efek yang berbahaya, seperti pembengkakan otak. Kondisi ini dapat berakibat fatal, bahkan dapat berujung pada kematian.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana hiponatremia didiagnosis?

Pada awal proses pemeriksaan, dokter akan menanyakan tentang sejarah medis, kondisi kesehatan, serta pengobatan yang sedang Anda konsumsi.

Namun, tentunya pemeriksaan fisik saja tidak akan cukup untuk mendiagnosis apa penyebab kondisi ini. Dokter juga akan meminta Anda menjalani beberapa tes, seperti tes darah dan urin untuk mengevaluasi kadar natrium pada tubuh, konsentrasi darah, dan kandungan urin.

Bagaimana mengobati hiponatremia?

Tujuan dari pengobatan hiponatremia adalah untuk mengatasi penyebab utamanya. seperti:

  • Membatasi asupan cairan
  • Menyesuaikan dosis diuretik
  • Mengatasi kondisi penyebab.

Hiponatremia parah adalah kondisi yang darurat. Untuk mengatasinya, dokter memerlukan:

  • Infus cairan natrium

Dokter akan merekomendasikan penggunaan infus untuk memasukkan natrium ke dalam tubuh Anda. Prosedur ini akan mengharuskan Anda untuk menjalani rawat inap, agar tenaga medis profesional dapat selalu memantau kadar natrium di tubuh Anda.

  • Obat-obatan

Dokter juga akan meresepkan obat-obatan yang dapat membantu meredakan gejala-gejala, seperti sakit kepala, mual dan kejang.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hiponatremia?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hiponatremia:

1. Mengatasi kondisi terkait

Mendapatkan perawatan untuk kondisi yang memengaruhi terjadinya hiponatremia, seperti ketidakcukupan kelenjar adrenal, dapat mencegah kadar natrium yang rendah.

2. Edukasi diri Anda

Jika Anda memiliki kondisi medis yang meningkatkan risiko hiponatremia atau jika Anda mengonsumsi pengobatan diuretik, sebaiknya Anda lebih waspada. Ada baiknya Anda selalu konsultasikan dengan dokter tentang risiko dari obat-obatan.

3. Berolahraga dengan benar

Berhati-hati saat beraktivitas dengan intensitas tinggi. Anda hanya boleh minum cairan sebanyak cairan yang hilang akibat berkeringat. Jika rasa haus sudah hilang, Anda tidak perlu minum lagi untuk mencegah kadar natrium berlebih.

4. Minum minuman elektrolit

Pertimbangkan minum minuman berenergi saat beraktivitas berat. Tanyakan pada dokter mengenai mengganti air dengan minuman elektrolit saat berpartisipasi di acara seperti maraton, triatlon, dan aktivitas serupa.

5. Minum air secukupnya

Minum air memang penting bagi kesehatan Anda. Namun, pastikan Anda tetap minum air dalam batas wajar. Umumnya, wanita cukup minum 2,2 liter air per hari, dan pria sebanyak 3 liter.

Jika Anda tidak lagi haus dan urine Anda berwarna kuning pucat, itu artinya Anda sudah minum air dengan cukup.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 23, 2019

Sumber