Apa itu hipogonadisme?Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu hipogonadisme?

Hipogonadisme adalah suatu kondisi di mana kelenjar seks menghasilkan hormon dalam jumlah yang sangat sedikit, atau tidak sama sekali. Kelenjar seks, atau yang juga bisa disebut dengan gonad, biasanya berupa testis pada pria dan ovarium pada wanita.

Hormon seks adalah hormon yang membantu mengendalikan perubahan fisik pada laki-laki dan perempuan, seperti saat memasuki masa pubertas. Hormon ini juga berperan dalam memproduksi sperma pada pria dan siklus menstruasi pada wanita.

Secara umum, hipogonadisme dibagi menjadi dua, yaitu hipogonadisme primer dan sekunder.

Hipogonadisme primer

Kondisi ini terjadi akibat adanya masalah pada kelenjar seks atau gonad Anda. Otak masih memberikan sinyal ke gonad untuk memproduksi hormon, tetapi gonad tidak dapat melakukannya.

Hipogonadisme sekunder (sentral)

Pada hipogonadisme sekunder atau sentral, otak gagal memberikan sinyal ke kelenjar seks untuk memproduksi hormon. Kesalahan terletak pada bagian hipotalamus dan kelenjar pituitari yang ada di otak.

Seberapa umumkah hipogonadisme?

Hipogonadisme adalah kondisi yang lebih banyak ditemukan pada pria dibanding wanita. Kasus penyakit ini yang diderita oleh pria adalah sebanyak 1 dari 500-1.000 orang, dibanding wanita dengan angka 1 per 2500 hingga 10.000 orang. Selain itu, jenis primer lebih sering terjadi dibanding jenis sekunder.

Hipogonadisme dapat menyerang pada usia berapa pun, tapi gejala dan konsekuensi yang diderita oleh masing-masing kelompok umur berbeda.

Misalnya, apabila kondisi ini terjadi saat sebelum lahir, bayi akan terlahir dengan jenis kelamin yang bermasalah. Jika kondisi ini didapat setelah masa pubertas, penderitanya akan mengalami disfungsi seksual dan kemandulan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala hipogonadisme?

Penyakit ini merupakan suatu kondisi yang bisa dimulai selama masa perkembangan janin, sebelum pubertas, atau selama usia dewasa. Tanda dan gejala tergantung kapan kondisi berkembang.

Gejala yang mungkin memengaruhi pria termasuk:

  • Fungsi dan fisik alat kelamin tidak normal
  • Berkurangnya massa otot
  • Gangguan pertumbuhan bulu tubuh
  • Gangguan pertumbuhan penis dan testis
  • Pertumbuhan berlebihan pada lengan dan kaki yang berhubungan dengan batang tubuh
  • Perkembangan jaringan payudara (ginekomastia)
  • Disfungsi ereksi
  • Kemandulan
  • Kehilangan massa tulang (osteoporosis)
  • Kelelahan
  • Berkurangnya gairah seksual
  • Kesulitan berkonsentrasi

Gejala yang mungkin mempengaruhi wanita termasuk:

  • Berhenti menstruasi
  • Gairah seksual berkurang
  • Pertumbuhan payudara berkurang
  • Mengeluarkan cairan seperti susu dari payudara (dari prolaktinoma)
  • Merasa panas
  • Perubahan energi dan suasana hati

Mungkin masih terdapat beberapa gejala yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang gejala, konsultasikan kepada dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Temui dokter jika memiliki gejala hipogonadisme di atas atau ingin bertanya. Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab hipogonadisme?

Ada dua jenis hipogonadisme, yaitu primer dan sekunder.

Penyebab umum hipogonadisme primer meliputi:

  • Kelainan autoimun tertentu macam penyakit Addison dan hipoparatiroidisme
  • Kelainan genetik dan perkembangan macam sindrom Turner (pada wanita) dan sindrom Klinefelter (pada pria)
  • Infeksi
  • Penyakit hati dan ginjal
  • Radiasi
  • Operasi
  • Kelebihan zat besi (hemokromatosis)

Penyebab umum hipogonadisme sekunder termasuk:

  • Anorexia nervosa
  • Pendarahan di area pituitari
  • Minum obat seperti glucocorticoid dan opiates
  • Menghentikan penggunaan anabolic steroid
  • Gangguan genetik termasuk sindrom Kallmann
  • Infeksi
  • Kekurangan gizi
  • Radiasi
  • Kehilangan berat badan dengan sangat cepat dan drastis (termasuk kehilangan berat badan setelah operasi bariatric
  • Operasi
  • Trauma
  • Tumor
  • HIV / AIDS

Namun, secara garis besar, penyakit ini disebabkan oleh tiga hal utama, yaitu:

1. Bawaan lahir

Kondisi ini kemungkinan bisa muncul sejak bayi masih di dalam kandungan. Beberapa penyakit yang dapat memicu terjadinya kondisi ini adalah:

  • Sindrom Klinefelter
  • Penyakit kriptorkidisme
  • Varikokel
  • Miotonik distrofi
  • Mutasi genetik
  • Kromosom yang tidak normal

2. Muncul saat dewasa

Hipogonadisme juga bisa saja terjadi tanpa diturunkan dan terjadi akibat faktor dari luar, seperti:

  • Infeksi
  • Radiasi
  • Zat-zat beracun dari alam
  • Agen alkilasi
  • Obat ketoconazole
  • Obat glucocorticoids
  • Penggunaan obat steroid berlebihan
  • Penyakit sistem imun lemah

3. Idiopatik

Sering kali juga hipogonadisme tidak diketahui apa penyebab pastinya.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis hipogonadisme?

Ketika mendiagnosis kelainan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Seluruh bagian tubuh Anda akan diperiksa, apakah perkembangannya sesuai dengan usia Anda atau tidak. Dokter mungkin akan mengecek massa otot, rambut di seluruh tubuh, dan organ reproduksi Anda.

Kemudian, apabila diperlukan, dokter akan menyarankan Anda melakukan beberapa tes tambahan, seperti:

1. Tes hormon

Apabila dokter menduga Anda mengidap hipogonadisme, pemeriksaan yang akan dilakukan berikutnya adalah mengecek kadar hormon di dalam tubuh.

Darah Anda akan dicek untuk mengetahui kadar hormon follicle-stimulating (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Kelenjar pituitari di dalam tubuh Anda yang berperan dalam produksi hormon tersebut.

Apabila Anda perempuan, dokter akan mengukur kadar hormon estrogen. Untuk laki-laki, kadar hormon testosteron Anda akan dicek oleh dokter. Tes ini biasanya dilakukan di pagi hari, saat kadar hormon sedang mencapai puncaknya.

2. Tes sperma

Tes jumlah sperma biasanya juga akan dilakukan oleh dokter ke pasien laki-laki. Hipogonadisme dapat mengurangi jumlah sperma di dalam tubuh.

3. Tes zat besi, prolaktin, dan tiroid

Dokter mungkin juga akan mengecek kadar zat besi di dalam darah Anda. Hal ini dikarenakan zat besi dapat memengaruhi produksi hormon seks manusia.

Beberapa dokter juga akan mengecek kadar prolaktin dan hormon tiroid Anda. Prolaktin adalah hormon yang berperan dalam pertumbuhan payudara dan ASI, tetapi biasanya hormon ini ditemukan di kedua jenis kelamin. Sedangkan tiroid yang bermasalah biasanya menunjukkan gejala yang menyerupai hipogonadisme.

4. Tes pencitraan

Sejumlah tes gambaran dibutuhkan, misalnya sonogram ovarium. Jika penyakit pituitari terdeteksi, MRI atau CT scan otak mungkin dilakukan.

Cara mengobati hipogonadisme

Anda mungkin perlu menggunakan obat yang berdasarkan hormon. Estrogen dan progesteron berguna untuk anak perempuan dan wanita. Obat-obatan bisa berbentuk pil atau skin patch.

Testosteron berguna untuk anak laki-laki dan pria. Obat dapat diberikan sebagai skin patch, gel kulit, larutan yang dioleskan ke ketiak, patch yang dipasang di gusi atas, atau melalui suntikan.

Bagi wanita yang rahimnya belum diangkat, perawatan kombinasi dengan estrogen dan progesteron mungkin mengurangi peluang berkembangnya kanker endometri. Wanita dengan hipogonadisme yang gairah seksualnya menurun mungkin juga diresepkan testosteron dosis rendah.

Pada beberapa wanita, suntikan atau pil mungkin berguna untuk merangsang pembuahan. Suntikan hormon pituitari mungkin berguna utnuk membantu pria menghasilkan sperma. Orang lain mungkin memerlukan operasi dan terapi radiasi.

Gambaran jangka panjang

Hipogonadisme adalah kondisi kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Kadar hormon seks Anda mungkin akan berkurang jika Anda menghentikan pengobatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipogonadisme?

Mempertahankan berat badan normal dan kebiasaan makan makanan sehat mungkin dapat membantu dalam beberapa kasus.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 23, 2019

Yang juga perlu Anda baca