Definisi

Apa itu glaukoma sudut terbuka primer?

Glaukoma adalah sekelompok kondisi mata yang menyebabkan kerusakan pada kepala saraf optik dengan hilangnya sel-sel ganglion retina dan aksonnya secara bertahap. Hal ini menyebabkan hilangnya medan penglihatan secara bertahap. Ada perubahan saraf optik yang tipikal pada pemeriksaan slit-lamp. Glaukoma biasanya dikaitkan dengan tekanan intraokular (TIO) di atas kisaran normal.

Glaukoma sederhana (primer) sudut terbuka (POAG) adlah kondisi kronis dan progresif yang ditandai dengan:

  • awitan dewasa
  • TIO di satu titik lebih dari 21 mm Hg (kisaran normal: sekitar 10-21 mm Hg)
  • sudut iridokornea terbuka (antara iris dan kornea, di mana air mengalir keluar)
  • glaukoma neuropati optik
  • hilangnya medan penglihatan yang kompatibel dengan kerusakan serat saraf
  • tidak adanya penyebab yang mendasari
  • biasanya bilateral

Seberapa umumkah glaukoma sudut terbuka primer?

Glaukoma sudut terbuka primer dapat mengenai pasien pada usia berapapun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala glaukoma sudut terbuka primer?

Sayangnya, dalam kebanyakan kasus luas, pasien bersifat asimtomatik (tidak menunjukkan gejala). Karena hilangnya penglihatan awal adalah penglihatan perifer dan medan penglihatan teratasi oleh mata yang lain, pasien tidak menyadari hilangnya penglihatan sampai kerusakan berat dan permanen telah terjadi, seringkali berdampak pada penglihatan sentral (fovea). Pada saat itu, hingga 90% serat sarat optik mungkin telah rusak dan tidak dapat diubah.

Glaukoma sudut terbuka dapat terdeteksi dengan memeriksa TIO dan medan penglihatan milik kerabat yang terkena. Kecurigaan dapat timbul dalam rangkaian pemeriksaan mata rutin oleh ahli optik atau GP, di mana diskus, TIO, atau medan penglihatan abnormal dapat ditemukan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab glaukoma sudut terbuka primer?

Masalah utama dalam glaukoma adalah penyakit saraf optik. Prosesnya tidak sepenuhnya dipahami, tetapi ada kehilangan sel-sel ganglion retina dan aksonnya secara bertahan. Pada tahap awal, penyakit ini hanya memengaruhi penglihatan medan perifer tetapi seiring kemajuannya, juga memengaruhi penglihatan sentral dan berdampak pada kehilangan ketajaman penglihatan, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang parah dan kehilangan penglihatan sepenuhnya.

Dalam glaukoma sudut terbuka, aliran dikurangi melalui jalinan trabekula (yang perannya menyerap aqueous humor). Ini adalah penyumbatan degeneratif yang terjadi tanpa rasa sakit.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk glaukoma sudut terbuka primer?

Ada banyak faktor risiko untuk glaukoma sudut terbuka primer, seperti:

  • Usia—insidensi meningkat seiring usia, paling sering terjadi setelah usia 65 tahun (dan jarang terjadi, sebelum usia 40 tahun).
  • Riwayat keluarga—ada komponen yang jelas diwariskan pada banyak individu (TIO, fasilitas aliran keluar untuk cairan dan ukuran diskus yang karakteristiknya diwariskan). Namun, diperkirakan ada tingkat fenotipe (penetrance) dan ekspresivitas variabel gen yang tidak lengkap yang terlibat pada gangguan ini. Juga ada beberapa faktor yang diperkirakan bertanggung jawab terhadap pewarisan, sehingga risiko kerabat saat ini hanyalah perkiraan: 4% bagi anak-anak dan 10% bagi saudara kandung dari individu yang terkena.
  • Ras—tiga hingga empat kali lebih umum terjadi pada orang Afro-Karibia dimana penyakit ini cenderung terjadi lebih dini dan lebih parah.
  • Hipertensi okuler—ini adalah faktor risiko utama untuk terjadinya glaukoma, dengan sekitar 9% pasien terkena glaukoma dalam lima tahun jika tidak diobati.
  • Faktor lainnya—miopia (rabun jauh) dan penyakit retina (misalnya oklusi vena retina pusat, ablasi retina dan retinitis pigmentosa) dapat memengaruhi individu untuk terkena POAG. Diabetes dan hipertensi sistemik (dan kemungkinan juga hipotensi sistolik juga dapat menyebabkan risiko).

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana glaukoma sudut terbuka primer didiagnosis?

Dokter mata akan memeriksa mata secara menyeluruh untuk bukti glaukoma, komorbiditas atau mengubah diagnosis ke temuan yang jelas. Rincian penilaian glaukoma dapat diringkas sebagai:

  • Gonioskopi—teknik yang digunakan untuk mengukur sudut antara kornea dengan iris untuk menilai apakah glaukoma tersebut sudut terbuka atau sudut tertutup.
  • Ketebalan kornea—ini memengaruhi bacaan TIO. Jika lebih tebal daripada yang biasa, akan diperlukan gaya lebih besar untuk menarik masuk kornea dan pembacaan sangat tinggi yang keliru akan didapat.
  • Tonometry—ini adalah tujuan pengukuran TIO, biasanya didasarkan pada penilaian resistensi kornea untuk ditarik masuk. Kisaran yang normal dianggap 10 mm Hg-21 mm Hg.
  • Pemeriksaan cakram optik—ini adalah penanda langsung dari perkembangan penyakit. Kerusakan cakram optik dinilai dengan melihat cup: rasio cakram: normal adalah 0,3, meskipun bisa hingga 0,7 pada sebagian orang normal.
  • Medan penglihatan—penilaian membutuhkan kerjasama dari pasien dan juga dapat dipengaruhi oleh kelelahan, bingkai kacamata, miosis dan kekeruhan media. Lihat juga artikel terpisah Cacat Medan Penglihatan.

Apa saja pengobatan untuk glaukoma sudut terbuka primer?

Terapi medis untuk glaukoma sudut terbuka primer saat ini terbatas pada menurunkan tekanan intraokular. Pendekatan rasional untuk memilih obat-obatan antiglaukoma harus meminimalkan jumlah obat dan kemungkinan efek samping yang signifikan.

Jika satu obat tidak cukup untuk mencapai target tekanan, obat kedua harus dipilih yang memiliki mekanisme kerja yang berbeda, sehingga kedua terapi obat akan memberikan efek aditif.

Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi glaukoma sudut terbuka primer meliputi yang berikut:

  • Beta-adrenergic blockers (misalnya, levobunolol, timolol, carteolol, betaxolol, metipranolol, levobetaxolol)
  • Adrenergic agonist (misalnya, brimonidine, apraclonidine)
  • Simpatomimetik yang kurang selektif (misalnya, dipivefrin, epinephrine)
  • Carbonic anhydrase inhibitor (misalnya, dorzolamide, brinzolamide, acetazolamide, methazolamide)
  • Prostaglandin analog (misalnya, latanoprost, bimatoprost, travoprost, unoprostone, tafluprost)
  • Agen miotik (misalnya, pilocarpine)
  • Agen hiperosmotik (misalnya, isosorbide dinitrate, mannitol, glycerin)
  • Kombinasi Beta-blocker/alpha agonist (misalnya, brimonidine/timolol)
  • Kombinasi Beta-blocker/carbonic anhydrase inhibitor (misalnya, dorzolamide/timolol)
  • Alpha agonist/carbonic anhydrase inhibitor (misalnya, brimonidine/brinzolamide)

Terapi laser: Laser dapat digunakan sebagai pengobatan utama atau tambahan. Terapi ini diindikasikan dalam kasus ketidakpatuhan pada obat atau jika pasien menjalani terapi medis dengan maksimal toleransi dan membutuhkan penurunan tekanan intraokular lebih lanjut. Berikut adalah pilihan laser yang dapat digunakan untuk glaukoma sudut terbuka primer:

  • Argon laser trabeculoplasty (ALT)
  • Selective laser trabeculoplasty (SLT)
  • Micropulse diode laser trabeculoplasty (MDLT)

Operasi: Operasi diindikasikan dalam glaukoma sudut terbuka primer ketika glaukoma neuropati optik memburuk (atau diperkirakan akan memburuk) di setiap tingkat tekanan intraokular dan pasien menjalani terapi medis dengan toleransi maksimal:

  • Trabeculectomy
  • Operasi implant pengeringan
  • Cyclophotocoagulation (CPC)

Operasi glaukoma invasif minimal (MIGS) terdiri dari teknik yang lebih sedikit yang memiliki potensi sebagai pilihan pembedahan dalam glaukoma sudut terbuka primer, termasuk yang berikut:

  • Deep sclerectomy/viscocanalostomy
  • 360-degree suture canaloplasty
  • Trabectome ®
  • Endoscopic cyclophotocoagulation (ECP)
  • CyPass Microstent ®
  • iStent implant ®
  • Gonioscopy-assisted transluminal trabeculotomy (GAAT)
  • Kahook dual blade ®

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi glaukoma sudut terbuka primer?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi Glaukoma Sudut Terbuka Primer:

  • Makan diet sehat. Makan diet sehat dapat membantu Anda mempertahankan kesehatan, tetapi tidak akan mencegah memburuknya glaukoma. Beberapa vitamin dan nutrisi penting bagi kesehatan mata, termasuk yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau gelap dan ikan yang kaya akan asam lemak omega-3.
  • Berolahraga dengan aman. Olahraga rutin dapat mengurangi tekanan mata dalam glaukoma sudut terbuka. Konsultasikan pada dokter mengenai program olahraga yang tepat.
  • Batasi kafein. Minum minuman dengan jumlah besar kafein dapat meningkatkan tekanan mata.
  • Minum cairan dalam jumlah sedikit, namun sering. Minum cairan hanya dalam jumlah sedang kapanpun di siang hari. Minum satu liter atau lebih cairan apapun dalam waktu singkat dapat meningkatkan tekanan mata untuk sementara.
  • Tidur dengan kepala ditinggikan. Menggunakan bantal baji yang menjaga kepala Anda sedikit terangkat, sekitar 20 derajat, telah terbukti mengurangi tekanan mata intraokular saat Anda tidur.
  • Minum obat yang diresepkan. Gunakan tetes mata atau obat lain sesuai resep dapat membantu Anda mendapatkan kemungkinan hasil terbaik dari pengobatan. Pastikan untuk menggunakan tetes mata tepat sesuai yang diresepkan. Jika tidak, kerusakan saraf optik dapat menjadi lebih buruk. Karena sebagian tetesan mata diserap ke dalam aliran darah, Anda bisa mengalami beberapa efek samping yang tidak berkaitan dengan mata Anda. Untuk meminimalkan penyerapan ini, tutup mata Anda selama satu hingga dua menit setelah menetesnya. Atau, sedikit tekan pada ujung mata dekat hidung untuk menutup kantong air mata selama satu hingga dua menit. Lap sisa tetesan yang tidak terpakai dari kelopak mata Anda.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 9, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan