home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hilang Penglihatan Tiba-tiba? Jangan Panik, 4 Kondisi Ini Bisa Jadi Sebabnya

Hilang Penglihatan Tiba-tiba? Jangan Panik, 4 Kondisi Ini Bisa Jadi Sebabnya

Pernahkah Anda tiba-tiba hilang penglihatan alias mengalami kebutaan meski hanya sesaat? Meskipun hanya sementara dan penglihatan Anda kembali lagi dalam beberapa saat, tentu kejadian ini bisa bikin Anda panik. Dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan empat penyebab yang paling sering mengapa Anda bisa tiba-tiba hilang penglihatan. Simak baik-baik, ya.

Penyebab hilang penglihatan tiba-tiba

1. Papilledema

Papilledema adalah suatu kondisi pembengkakan di daerah saraf mata. Papiledema bisa terjadi akibat dari peningkatan tekanan di kepala.

Kehilangan penglihatan atau kebutaan akan terjadi pada kedua mata secara bersamaan. Sering kali hilangnya penglihatan sesaat ini disertai dengan sakit kepala. Untungnya, hal ini biasanya hanya terjadi dalam hitungan detik. Setelah itu penglihatan Anda akan kembali.

Scan MRI merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan untuk membantu mengetahui penyebab dari peningkatan tekanan di kepala.

2. Amaurosis fugax

Hilangnya penglihatan pada salah satu mata tanpa disertai dengan rasa nyeri yang terjadi dalam hitungan detik hingga menit merupakan ciri khas dari pada kondisi ini. Amaurosis fugax lebih sering terjadi pada Anda yang berusia di atas 50 tahun dengan riwayat penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan gangguan profil kolesterol (hiperlipidemia).

Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah sumbatan pada pembuluh darah di daerah retina. Pada beberapa kasus, terutama pada Anda yang mengalami kehilangan penglihatan selama lebih dari 90 menit, sumbatan dapat menetap dan kehilangan penglihatan dapat terjadi secara permanen. Pemeriksaan penunjang menggunakan CT scan dapat dilakukan untuk menilai keadaan pembuluh darah otak lainnya.

3. Insufisiensi arteri di otak (insufiesiensi vertebrobasiler)

Penurunan penglihatan secara mendadak pada kedua mata yang terjadi secara berulang tanpa disertai dengan rasa nyeri merupakan ciri khas kondisi ini. Tidak jauh berbeda dengan amarousis fugax, kondisi ini juga lebih sering terjadi pada Anda yang memiliki penyakit tertentu.

Pemeriksaan penunjang MRA (magnetic resonance angiography) mungkin perlu dilakukan selain CT scan. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat pasokan darah ke area di belakang otak (occipital), batang otak, dan otak kecil. Gangguan aliran darah yang terjadi pada area-area itulah yang mungkin menyebabkan hilangnya penglihatan pada kedua mata secara tiba-tiba.

4. Migrain

Hilangnya penglihatan sementara (antara 10-60 menit) mungkin akan segera diikuti oleh sakit kepala hebat pada satu sisi (migrain). Kejadian ini akan berulang setiap kali serangan migrain datang. Migrain seperti ini biasa dikenal sebagai migrain dengan aura.

Hilangnya penglihatan pada keadaan seperti ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Pasalnya, penglihatan akan kembali sempurna setelah serangan migrain dapat diatasi.

Akan tetapi, jangan pernah anggap remeh hilangnya penglihatan Anda walau hanya sementara. Segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis mata terdekat untuk memastikan tidak ada masalah berarti pada mata atau pembuluh darah Anda secara keseluruhan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Bagheri N. The Wills eye manual: office and emergency room diagnosis and treatment of eye disease. 6th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2012.
  2. Headache With Papilledema [Internet]. Neuro-Ophthalmologic Emergencies: Headache With Papilledema. [cited 2018Apr5]. Available from: https://www.aao.org/focalpointssnippetdetail.aspx?id=779dcef9-4823-47f9-a6e1-7fdda3579a54
  3. Occipital Ischemia [Internet]. Occipital Ischemia. [cited 2018Apr5]. Available from: https://www.aao.org/bcscsnippetdetail.aspx?id=0146474f-4abe-44ad-bed9-8a22dc655257
  4. Sudden Visual Loss [Internet]. Neuro-Ophthalmologic Emergencies: Sudden Visual Loss. [cited 2018Apr5]. Available from: https://www.aao.org/focalpointssnippetdetail.aspx?id=9afe10a9-5569-4903-986b-b0c5ddbc389e
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Laura Agnestasia Dj. Diperbarui 11/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x