Hilang Penglihatan Tiba-tiba? Jangan Panik, 4 Kondisi Ini Bisa Jadi Sebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda tiba-tiba hilang penglihatan alias mengalami kebutaan meski hanya sesaat? Meskipun hanya sementara dan penglihatan Anda kembali lagi dalam beberapa saat, tentu kejadian ini bisa bikin Anda panik. Dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan empat penyebab yang paling sering mengapa Anda bisa tiba-tiba hilang penglihatan. Simak baik-baik, ya.

Penyebab hilang penglihatan tiba-tiba

1. Papilledema

Papilledema adalah suatu kondisi pembengkakan di daerah saraf mata. Papiledema bisa terjadi akibat dari peningkatan tekanan di kepala.

Kehilangan penglihatan atau kebutaan akan terjadi pada kedua mata secara bersamaan. Sering kali hilangnya penglihatan sesaat ini disertai dengan sakit kepala. Untungnya, hal ini biasanya hanya terjadi dalam hitungan detik. Setelah itu penglihatan Anda akan kembali.

Scan MRI merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan untuk membantu mengetahui penyebab dari peningkatan tekanan di kepala.

2. Amaurosis fugax

Hilangnya penglihatan pada salah satu mata tanpa disertai dengan rasa nyeri yang terjadi dalam hitungan detik hingga menit merupakan ciri khas dari pada kondisi ini. Amaurosis fugax lebih sering terjadi pada Anda yang berusia di atas 50 tahun dengan riwayat penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan gangguan profil kolesterol (hiperlipidemia).

Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah sumbatan pada pembuluh darah di daerah retina. Pada beberapa kasus, terutama pada Anda yang mengalami kehilangan penglihatan selama lebih dari 90 menit, sumbatan dapat menetap dan kehilangan penglihatan dapat terjadi secara permanen. Pemeriksaan penunjang menggunakan CT scan dapat dilakukan untuk menilai keadaan pembuluh darah otak lainnya.

3. Insufisiensi arteri di otak (insufiesiensi vertebrobasiler)

Penurunan penglihatan secara mendadak pada kedua mata yang terjadi secara berulang tanpa disertai dengan rasa nyeri merupakan ciri khas kondisi ini. Tidak jauh berbeda dengan amarousis fugax, kondisi ini juga lebih sering terjadi pada Anda yang memiliki penyakit tertentu.

Pemeriksaan penunjang MRA (magnetic resonance angiography) mungkin perlu dilakukan selain CT scan. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat pasokan darah ke area di belakang otak (occipital), batang otak, dan otak kecil. Gangguan aliran darah yang terjadi pada area-area itulah yang mungkin menyebabkan hilangnya penglihatan pada kedua mata secara tiba-tiba.

4. Migrain

Hilangnya penglihatan sementara (antara 10-60 menit) mungkin akan segera diikuti oleh sakit kepala hebat pada satu sisi (migrain). Kejadian ini akan berulang setiap kali serangan migrain datang. Migrain seperti ini biasa dikenal sebagai migrain dengan aura.

Hilangnya penglihatan pada keadaan seperti ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Pasalnya, penglihatan akan kembali sempurna setelah serangan migrain dapat diatasi.

Akan tetapi, jangan pernah anggap remeh hilangnya penglihatan Anda walau hanya sementara. Segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis mata terdekat untuk memastikan tidak ada masalah berarti pada mata atau pembuluh darah Anda secara keseluruhan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyebab Sakit Kepala di Belakang Telinga yang Umum, Serta Cara Mengatasinya

Jika Anda salah satu orang yang sering mengalami sakit kepala di belakang telinga, ketahui berbagai penyebab dan cara mengatasinya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 20 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Orang Gemuk Lebih Sering Migrain (dan Bagaimana Mencegahnya)

Apakah Anda sering mengalami sakit kepala migrain? Bisa jadi, berat badan Anda saat ini yang menyebabkannya. Lalu bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Katarak

Katarak adalah gangguan mata yang menyebabkan penderitanya mengalami penglihatan yang seperti terhalang kabut. Ini umumnya terjadi karena proses penuaan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Katarak 7 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

4 Pilihan Pengobatan Glaukoma yang Paling Umum

Kebutaan akibat glaukoma biasanya bersifat permanen. Namun, ada beberapa pilihan pengobatan glaukoma yang bisa membantu mencegah kebutaan sebelum terlambat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala

Sakit Kepala

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 13 menit
Amaurosis Fugax adlah

Amaurosis Fugax

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit