4 Pilihan Pengobatan Glaukoma yang Paling Umum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Glaukoma adalah gangguan penglihatan pada orang usia lanjut yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata akibat tekanan tinggi dalam bola mata. Penting bagi Anda untuk secepatnya mendapatkan pengobatan untuk mencegah gangguan penglihatan berkembang semakin parah. Pasalnya, kebutaan akibat glaukoma bersifat permanen. Simak berbagai pilihan pengobatan glaukoma di dokter yang paling umum.

Berbagai pilihan pengobatan glaukoma di dokter

Ada empat pilihan metode pengobatan glaukoma yang umum digunakan dokter untuk menghindari risiko kebutaan. Berikut uraiannya:

1. Obat tetes mata

Obat tetes mata untuk mengobati glaukoma tentu bukanlah obat tetes generik yang bisa Anda dapatkan dengan bebas di warung atau apotek. Obat tetes untuk glaukoma harus didapatkan dengan menebus resep, karena jenis dan dosisnya akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tingkat keparahan kondisi Anda.

Obat tetes mata untuk glaukoma yang paling sering diresepkan dokter adalah:

  • Golongan analog prostaglandin. Contohnya latanaprost, travoprost, tafluprost, dan bimatoprost. Cara pakainya adalah satu kali sehari di malam hari. Kemanjuran obat ini baru bisa dirasakan dalam 4 minggu setelah memulai pengobatan glaukoma. Salah satu efek samping yang paling sering terjadi adalah warna iris (lingkaran hitam mata) berubah menjadi lebih gelap.
  • Golongan antagonis β-adrenergik. Contohnya timolol dan betaxolol. Obat tetes mata golongan ini biasa digunakan di pagi hari. Betaxolol akan menjadi pilihan dokter untuk Anda jika Anda memiliki gangguan paru-paru.
  • Golongan inhibitor karbonik anhidrase. Contohnya dorzolamide dan brinzolamide. Obat golongan ini digunakan tiga kali sehari dan dapat terus digunakan sebagai terapi jangka panjang. Efek samping yang paling sering adalah rasa pahit di mulut yang timbul setelah obat diteteskan.
  • Golongan parasimpatomimetik. Contoh pilokarpin. Obat ini biasa digunakan sebagai tambahan pada kasus tekanan bola mata tinggi dalam jangka waktu panjang yang sudah menjalani prosedur laser namun target tekanan yang diinginkan belum tercapai.

Obat-obatan ini dapat digunakan secara terpisah, ataupun sebagai kombinasi.

2. Obat minum

Ada dua pilihan obat minum untuk mengatasi glaukoma, yaitu:

  • Golongan inhibitor karbonik anhidrase. Contohnya acetazolamide. Obat ini umumnya hanya digunakan untuk terapi singkat serangan glaukoma akut. Namun pada beberapa kasus, obat ini dapat diberikan dalam jangka waktu panjang pada pasien yang tidak dapat menjalani operasi namun obat tetes mata tidak lagi manjur.
  • Golongan hiperosmotik. Contohnya glisero. Obat ini bekerja dengan menarik cairan dari bola mata ke dalam pembuluh darah. Pemberian hanya dilakukan pada kasus-kasus akut dan dalam jangka waktu singkat (hitungan jam).

Akan tetapi, risiko efek samping obat minum lebih tinggi daripada obat tetes mata, maka obat minum kurang direkomendasikan sebagai pengobatan glaukoma.

3. Laser

Terdapat dua jenis laser yang dapat dilakukan untuk membantu menguras kelebihan cairan dari bola mata, yaitu:

  • Trabekuloplasti. Tindakan ini biasa dilakukan untuk orang yang memiliki glaukoma sudut terbuka. Laser membantu agar sudut yang menjadi tempat drainase dapat bekerja secara lebih maksimal.
  • Iridotomi. Tindakan ini dilakukan untuk kasus glaukoma sudut tertutup. Iris Anda akan dilubangi dengan menggunakan sinar laser agar ekstra cairan dapat mengalir lebih baik.

Akan tetapi, hasilnya tidak seefektif operasi.

4. Operasi

Operasi glaukoma umumnya dilakukan pada kasus-kasus yang sudah tidak lagi dapat membaik dengan obat-obatan. Operasi biasanya berlangsung selama 45 sampai 75 menit.

Tindakan pembedahan yang umum untuk mengobati glaukoma, termasuk:

  • Trabekulektomi, dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bagian putih mata dan juga pembuatan kantong di daerah konjungtiva (bleb). Dengan demikian, kelebihan cairan dapat mengalir melalui sayatan tersebut menuju kantong bleb dan kemudian diserap oleh tubuh.
  • Alat drainase glaukoma. Tindakan ini berupa pemasangan implan serupa pipa untuk membantu mengalirkan ekstra cairan dalam bola mata.

Diskusikan lebih lanut dengan dokter untuk mengetahui metode pengobatan glaukoma seperti apa yang paling cocok untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Stroke yang Umum Menyerang Mata

Tak hanya menyerang otak, stroke pun bisa menimpa penglihatan Anda. Bahkan, jenisnya pun tak hanya satu. Ini dia tipe stroke mata yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 03/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

Salah satu pengobatan untuk mengatasi kebutaan yang disebabkan penyakit glaukoma adalah pemasangan implan. Tahukah Anda mengenai implan glaukoma?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 27/06/2019 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

Freckles di kulit adalah hal yang biasa. Namun, bagaimana jika freckles juga ternyata muncul di mata? Yuk kenali penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 09/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
ciri ciri bayi buta

Ciri-Ciri Kebutaan pada Bayi dan Anak yang Sebaiknya Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . Waktu baca 7 menit
ciri glaukoma pada anak

Tanda Glaukoma pada Anak yang Perlu Diwaspadai oleh Orangtua

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengatasi gejala glaukoma

3 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 01/10/2019 . Waktu baca 3 menit