Apa itu gigi sensitif?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gigi sensitif?

Gigi sensitif adalah gigi yang terasa nyeri dan ngilu akibat lapisan dalamnya yang disebut dentin terekspos ke lingkungan luar. Rasa nyeri mungkin terasa sampai ke gusi.

Dentin sendiri terhubung dengan saluran yang dipenuhi oleh serabut saraf. Paparan suhu dingin dan panas, serta bahkan senyawa asam pada dentin dapat juga mengenai serabut saraf. Akibatnya, gigi Anda akan terasa ngilu, senat-senut, dan tidak nyaman.

Kadang, gigi yang terasa ngilu tajam juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti lubang, gigi yang retak, tambalan gigi, atau efek samping dari pemutihan gigi.

Seberapa umum kondisi ini?

Gigi sensitif termasuk masalah gigi yang umum. Kondisi ini dapat mulai terjadi di usia berapa pun, tapi lebih sering terjadi pada usia 20 hingga 40 tahun.

Lansia yang berusia di atas 70 tahun juga sering kali mengeluhkan kondisi ini. Ketimbang pria, wanita lebih mungkin mengalami sensitivitas gigi.

Anda dapat mencegah masalah ini dengan menghindari faktor risiko yang ada. Silakan konsultasi ke dokter gigi untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gigi sensitif?

Ada dua gejala paling khas dari gigi sensitif, yaitu rasa nyeri dan ngilu di bagian gusi atau gigi. Biasanya rasa tidak nyaman ini muncul bila:

  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang bersuhu panas atau dingin
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis atau asam
  • Terpapar udara dingin
  • Menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan benang
  • Berkumur dengan obat kumur yang mengandung alkohol

Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat disertai dengan garis gusi yang menurun.

Gejala kondisi ini dapat muncul dari yang ringan sampai intens, dan dapat muncul dan hilang tanpa alasan jelas.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter gigi?

Segera periksa ke dokter gigi bila gigi terus-terusan terasa ngilu dan nyeri meski sudah minum obat.

Semakin cepat masalah gigi Anda terdeteksi maka pengobatannya akan semakin mudah. Itu sebabnya, setiap kali Anda merasa ada yang aneh atau tidak biasa pada gigi Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter gigi. 

Penyebab

Apa penyebab gigi sensitif?

Penyebab utama gigi sensitif adalah lapisan dentin yang terekspos dengan lingkungan luar.

Begini, gigi manusia terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan terluar gigi disebut enamel. Lapisan ini paling keras, bahkan lebih keras dibanding tulang. Sayangnya, lapisan ini juga bisa mengelupas, retak, dan pecah akibat kebiasaan makan yang dilakukan setiap hari. Kalau enamel sudah rusak, lapisan tengah gigi yang disebut dentin tidak akan memiliki pelindung lagi.

Padahal, dentin terhubung ke serabut saraf dalam gigi. Ketika dentin terpapar suhu ingin, panas, atau apa pun yang Anda makan, otomatis serabut saraf yang ada di dalam dentin juga ikut terpapar. Nah, hal inilah yang menyebabkan gigi Anda terasa nyeri dan ngilu.

Faktor risiko

Apa faktor risiko yang menyebabkan gigi sensitif?

Tanpa Anda sadari, ada sejumlah kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan gigi jadi lebih sensitif. Berikut di antaranya:

1. Menyikat gigi terlalu keras

Menyikat gigi terlalu keras justru menimbulkan banyak masalah pada gigi Anda. Salah satunya memicu gigi sensitif.

Kebiasaan buruk ini dapat mengikis lapisan terluar gigi dan menyebabkan terbukanya dentin. Akibatnya, gigi jadi lebih sensitif ketika terkena suhu ekstrim atau makanan asam. Di sisi lain, hal ini juga dapat menyebabkan gusi kendur (resesi gusi).

Hal serupa juga dapat terjadi bila Anda menyikat gigi pakai sikat berbulu kasar. Selain dapat mengiritasi gusi, hal ini juga dapat menyebabkan gigi sensitif.

2. Kebiasaan menggertakan gigi

Bruxism alias menggertakkan gigi juga bisa jadi faktor pemicu gigi Anda sering ngilu atau nyeri. Tanpa Anda sadari, kebiasaan buruk ini dapat merusak enamel gigi. Bila dibiarkan terus-terusan, maka lapisan tengah gigi Anda bisa terbuka dan menyebabkan gigi jadi lebih sensitif.

3. Makan makanan asam

Faktanya, apa yang Anda makan dapat memengaruhi kesehatan gigi Anda secara menyeluruh. Makanan yang terlalu asam dapat menyebabkan rasa nyeri pada gigi. Pasalnya, asam dapat menyebabkan pengikisan enamel gigi (erosi enamel).

4. Makan makanan dingin atau panas

Makanan dan minuman yang terlalu dingin atau panas juga dapat menjadi penyebab gigi sensitif. Itu sebabnya, bila Anda sering mengunyah es batu, maka Anda lebih rentan mengalami kondisi ini.

5. Menggunakan obat kumur

Obat kumur yang mengandung alkohol dapat memicu gigi sensitif. Bila sebelumnya dentin Anda sudah terbuka, maka ini dapat memperparah masalah gigi yang Anda alami.

7. Riwayat penyakit tertentu

Bila Anda punya riwayat gangguan asam lambung, seperti GERD atau maag, maka Anda lebih rentan mengalami gigi sensitif. Sebab, asam lambung yang tinggi juga dapat mengenai gigi dan mengikis lapisan enamel gigi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis gigi sensitif?

Bila Anda sering sakit gigi atau gigi ngilu, maka segera periksa ke dokter. Pertama-tama dokter akan memeriksa kondisi mulut Anda sambil menanyakan seputar kebiasaan Anda dalam merawat gigi.

Ketika memeriksa gigi Anda, dokter akan mencari titik-titik sensitif yang berpotensi memunculkan rasa nyeri atau ngilu. Bila diperlukan, rontgen gigi dan tes lab dapat dilakukan untuk memastikan apa penyebab gigi sensitif Anda.

Bagaimana mengobati gigi sensitif?

Dalam tahap awal, dokter dapat meresepkan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif yang mengandung potasium nitrat atau strontium klorida. Kedua senyawa ini dapat melindungi sistem saraf dalam gigi dan membantu menghalangi sinyal rasa sakit. Dengan begitu, rasa nyeri dan gigi ngilu perlahan-lahan dapat mereda.

Bila kondisi Anda tidak juga membaik, dokter dapat mengoleskan gel khusus ke lapisan gigi untuk mengurangi rasa ngilu akibat gigi sensitif. Dokter juga dapat mengoleskan gel fluoride. Fluoride adalah mineral yang dapat menguatkan lapisan gigi dan mencegah gigi berlubang.

Bila kerusakan sudah mengenai akar gigi, dokter dapat melapisi resin pengikat pada gigi yang bermasalah. Bedah gusi juga dapat dilakukan untuk melindungi akar gigi dan mengurangi sensitivitas.

Sementara dalam kasus yang parah, perawatan saluran akar gigi (root canaljuga bisa jadi solusi. Prosedur ini biasanya dilakukan dokter untuk mengobati masalah pada pulpa gigi.

Anda juga akan diminta dokter untuk menghindari makanan dan minuman yang terlalu dingin, panas, atau asam.

Pengobatan di rumah

Bagaimana cara mencegah gigi sensitif?

Anda bisa mencegah gigi sensitif mulai dari mengubah kebiasaan dalam merawat gigi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mencegah gigi sensitif, di antaranya:

  • Rutin menyikat gigi dua kali sehari, pada pagi dan malam hari.
  • Jangan lupa rajin membersihkan sela-sela gigi dengan benang.
  • Gunakan sikat gigi dan obat kumur yang mengandung fluoride. Fluoride dapat membantu melindungi dan menjaga kekuatan enamel gigi.
  • Menyikat gigi pelan-pelan dengan gerakan melingkar.
  • Pastikan kepala sikat pas di mulut dan bulu sikat halus.
  • Hindari makanan dan minuman yang terlalu asam, dingin atau panas.
  • Hindari segera menyikat gigi setelah makan makanan asam. Langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan dan minuman asam dapat mengikis enamel gigi.
  • Bila punya kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism), jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat.
  • Rajin periksa ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 17, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 17, 2019

Yang juga perlu Anda baca