Resesi Gingiva (Gusi Turun)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu resesi gingiva (gusi turun)?

Resesi gingiva alias gusi turun adalah suatu kondisi di mana gusi merosot ke bawah dari permukaan gigi sehingga memperlihatkan permukaan akar gigi. Ini hanyalah satu gejala dari penyakit gusi (periodontal).

Gusi turun merupakan konsekuensi serius dari kesehatan mulut yang buruk, yang dapat menyebabkan kehilangan gigi. Ada berbagai pengobatan yang tersedia, bergantung pada tingkat keparahan hilangnya jaringan. Semakin dini didiagnosis dan diobati, semakin baik hasilnya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Resesi gingiva adalah masalah yang umum pada orang dewasa di atas usia 40 tahun. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada usia remaja atau sekitar usia 10 tahun.

Gusi turun dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala resesi gingiva (gusi turun)?

Tanda-tanda dan gejala umum dari gusi turun, meliputi:

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah memburuknya resesi gingiva dan mencegah kondisi memburuk. Konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami tanda atau gejala resesi gingiva yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Jadi, bisa saja gejala yang Anda alami dengan orang lain berbeda.

Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab resesi gingiva (gusi turun)?

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan gusi turun, antara lain:

  • Penyakit periodontal. Ini adalah infeksi bakteri gusi yang menghancurkan jaringan gusi dan tulang penyokong yang menahan gigi untuk tetap pada tempatnya. Penyakit gusi adalah penyebab utama dari resesi gingiva.
  • GenSebagian orang bisa jadi lebih rentan terhadap penyakit gusi. Bahkan, studi menunjukkan bahwa 30% populasi dapat dengan mudah terkena penyakit gusi, terlepas dari seberapa baik mereka merawat gigi.
  • Menyikat gigi terlalu keras. Menyikat gigi terlalu keras atau dengan cara yang salah dapat menyebabkan enamel pada gigi menipis dan akhirnya menyebabkan gusi turun.
  • Kurang merawat gigi. Menyikat gigi secara tidak tepat, jarang flossing, dan tidak berkumur dengan obat kumur antibakteri mempermudah plak untuk berubah menjadi kalkulus (tartar) alias karang gigi. Karang gigi hanya dapat dihilangkan oleh dokter gigi. Membiarkannya terlalu lama bisa menyebabkan.
  • Perubahan hormon. Fluktuasi kadar hormon wanita seumur hidup, seperti pubertas, kehamilan, dan menopause, dapat membuat gusi menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap resesi gingiva.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko resesi gingiva (gusi turun)?

Beberapa faktor risiko dari resesi gingiva meliputi:

  • Pengerasan plak yang menumpuk (tartar)
  • Merokok
  • Riwayat keluarga terkait penyakit gusi
  • Diabetes
  • HIV/AIDS
  • Obat-obatan tertentu yang menyebabkan mulut kering juga dapat meningkatkan risiko gusi turun. Mulut kering berarti mulut memiliki air liur kurang dari yang seharusnya. Tanpa cukup air liur, jaringan dalam mulut dapat menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan cedera.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Resesi gingiva dan bentuk penyakit periodontal lainnya didiagnosis oleh dokter gigi. Pemeriksaan fisik dapat mengindikasikan masalah ini.

Probe juga dapat digunakan untuk mengukur kantong gusi.  Probe merupakan alat berupa penggaris kecil.

Pemeriksaannya biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Menurut National Institute of Dental and Craniofacial Research, ukuran kantong gusi yang normal berkisar antara 1-3 milimeter. Lebih besar dari itu adalah tanda dari penyakit gusi.

Anda bisa memeriksakan diri ke dokter gigi spesialis masalah gusi (periodontis) jika mengalami masalah resesi gingiva. Biasanya, periodontis akan menentukan pengobatan terbaik untuk menyelamatkan jaringan gusi dan gigi Anda. Jika ditemukan adanya infeksi, Anda mungkin akan diresepkan antibiotik.

Apa saja pengobatan untuk resesi gingiva (gusi turun)?

Resesi gingiva ringan mungkin dapat diobati oleh dokter gigi dengan membersihkan secara mendalam area yang terkena.

Pembersihan mendalam disebut juga dengan scaling gigi dan root planning. Dengan scalling, plak dan tartar yang menumpuk pada gigi dan permukaan akar di bawah garis gusi dihilangkan dengan hati-hati.

Area akar yang terlihat kemudian akan diperhalus untuk membuat bakteri lebih sulit untuk menempel.

Jika tidak dapat diobati dengan pembersihan mendalam karena tulang hilang terlalu banyak dan kantong yang terlalu dalam, Anda mungkin membutuhkan operasi gusi untuk mengatasi resesi gingiva.

Dikutip dari Web MD, prosedur bedah berikut digunakan untuk mengobati resesi gingiva, antara lain:

Pengurangan kedalaman kantong

Dalam prosedur ini, dokter gigi atau periodontis (dokter gusi) melipat ke belakang jaringan gusi yang terkena, menghilangkan bakteri berbahaya dari kantong gusi, dan mengamankan jaringan gusi pada tempatnya di atas akar gigi. Dengan begitu kantong akan menghilang atau berkurang ukurannya.

Regenerasi

Jika tulang yang menyokong gigi telah hancur akibat resesi gingiva, prosedur untuk menumbuhkan kembali tulang dan jaringan yang hilang mungkin akan dilakuan. Seperti dalam pengurangan kedalaman kantong, dokter gigi akan melipat ke belakang jaringan gusi dan menghilangkan bakteri.

Bahan regeneratif, seperti selaput, jaringan cangkok, atau protein perangsang jaringan, akan ditempatkan untuk membantu tubuh secara alami menumbuhkan kembali tulang dan jaringan di area tersebut. Setelah bahan regeneratif ditempatkan, jaringan gusi dipasangkan kembali di atas akar gigi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi resesi gingiva?

Salah satu cara terbaik mencegah resesi gingiva adalah dengan melakukan pemeriksaan secara rtuin di dokter gigi minimal enam bulan sekali. Meskipun tidak merasakan gejala, dokter gigi bisa mengidentifikasi tanda-tanda awal dari penyakit gusi.

Anda juga dapat mencegah masalah gusi dengan menjalankan kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Meskipun menyikat gigi dan flossing rutin menghilangkan bakteri, partikel makanan, dan plak, tartar hanya dapat dihilangkan dengan pembersihan karang gigi.

Karang gigi menjadi salah satu hal yang bisa menyebabkan gusi turun. Pastikan Anda rutin kontrol ke dokter gigi untuk mencegah masalah ini.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter gigi Anda untuk mendapatkan solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyebab gusi turun

    Kenali 5 Kondisi yang Paling Sering Menyebabkan Gusi Turun

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/01/2020 . Waktu baca 4 menit