Apa itu gigi bungsu?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gigi bungsu?

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang paling terakhir tumbuh. Gigi ini berperan penting untuk mengunyah makanan dan menyelaraskan bentuk gusi. Biasanya, gigi ini akan mulai tumbuh saat Anda memasuki usia remaja, yaitu sekitar 17 sampai 20-an.

Umumnya, setiap orang punya empat buah gigi geraham bungsu. Dua pasang di atas dan bawah sisi kanan belakang mulut, dan dua pasang lagi di atas-bawah sisi kiri belakang mulut.

Bila tumbuh dengan arah dan posisi yang tepat, tumbuhnya gigi terakhir ini tidak bermasalah. Namun jika pertumbuhan gigi ini miring, akan terasa sakit.

Gigi geraham bungsu bisa tumbuh miring dengan arah yang berbeda-beda. Bisa tumbuh horizontal (menyamping), mengarah atau menjauh dari gigi geraham kedua, atau tumbuh ke dalam atau keluar. Kondisi ini dalam istilah medis disebut impaksi.

Gigi geraham terakhir yang tumbuhnya miring dapat merusak gigi sebelahnya. Tak hanya itu, kerusakan saraf dan tulang rahang yang parah juga bisa terjadi. Akibatnya, Anda akan lebih sering mengalami gusi bengkak dan sakit gigi. 

Seberapa umum kasus gigi geraham bungsu yang tumbuh sakit?

Gigi bungsu yang tumbuhnya sakit adalah masalah umum. Kondisi ini biasanya terjadi akibat gigi geraham paling belakang tumbuh miring atau tidak sealur dengan garis gigi lainnya.

Masalah yang disebabkan oleh gigi geraham tumbuh sakit dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risikonya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala gigi geraham bungsu tumbuh sakit?

Tanda-tanda dan gejala dari gigi bungsu yang tumbuh sakit, di antaranya:

  • Gusi dan rahang bagian belakang terasa sakit ketika diraba menggunakan lidah atau menyikat gigi.
  • Gusi di bagian belakang tampak merah, bengkak, bahkan bernanah.
  • Sekitar gigi yang bermasalah juga terasa nyut-nyutan.
  • Gusi bengkak hingga membuat wajah tidak terlihat simetris.
  • Kesulitan untuk membuka mulut.
  • Ada rasa nyeri pada sendi di depan telinga. Tak jarang rasa sakit juga menjalar hingga kepala.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Gigi yang tumbuh miring harus segera diobati sebab bisa “menabrak” gigi di sebelahnya dan menyebabkan kerusakan gigi yang parah.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gigi geraham bungsu sakit?

Gigi geraham bungsu yang terasa sakit umum disebabkan karena arah dan posisi pertumbuhannya tidak tepat.

Penyebab utamanya adalah bentuk rahang, kata Thomas Dodson, DMD, MPH, seorang profesor bedah mulut dan rahang dari Harvard School of Dental Medicine dalam laman Everyday Health. Bentuk mulut Anda akan memengaruhi arah dan posisi pertumbuhan gigi bungsu di kemudian hari.

Bentuk rahang yang terlalu kecil dapat menyebabkan gigi bungsu bertumbuh bertabrakan dengan gigi lain yang sudah ada. Begitu pula jika bentuk gigi yang tumbuh terlalu besar sementara sisa ruang kosong di gusi sempit karena rahang Anda kecil.

Bila ruang kosong di gusi tidak mencukupi, benih gigi geraham dapat tumbuh miring atau tak sealur dengan garis gigi lainnya. Kondisi ini dapat membuat gusi meradang, bengkak, dan bahkan infeksi. Akibatnya, Anda akan mengalami rasa sakit yang hebat.

Pertumbuhan gigi geraham bungsu yang kadang hanya setengah-setengah juga dapat memicu kerusakan gigi dan penyakit gusi. Posisi gigi geraham yang tanggung dan sulit dijangkau membuat Anda lebih sulit menyikat gigi dan flossing sampai benar-benar bersih.

Faktor keturunan juga bisa jadi faktor pemicu gigi geraham terakhir Anda tumbuh miring.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis gigi bungsu yang sakit?

Guna mengetahui penyebab gigi bungsu sakit, Anda harus berkonsultasi langsung ke dokter gigi. Pertama dokter gigi akan memeriksa gusi Anda dulu untuk melihat adanya masalah pada gigi bungsu.

Sembari memeriksa rongga mulut, biasanya dokter akan menanyakan seputar riwayat kesehatan mulut dan rasa sakit yang Anda alami. Misalnya, kapan rasa sakit mulai muncul, seberapa intens rasa sakit tersebut, dan di mana lokasinya.

Dokter mungkin juga akan menanyakan perihal cara Anda merawat kebersihan gigi. 

Seringkali rontgen gigi dengan sinar X diperlukan untuk menunjukkan bagian gigi yang mengalami masalah. Rontgen gigi efektif untuk melihat cikal bakal gigi bungsu yang mungkin akan mengalami impaksi.

Bagaimana cara mengobati gigi geraham bungsu yang sakit?

Bila setelah rontgen gigi dokter menemukan gigi bungsu Anda bermasalah, ia dapat merekomendasikan cabut gigi.

Cabut gigi geraham belakang biasanya dilakukan dengan prosedur odontektomi. Odontektomi adalah istilah pencabutan gigi geraham yang sering disebut sebagai “operasi kecil”.

Prosedur odontektomi tidak jauh berbeda dengan pencabutan gigi biasa. Bedanya, operasi gigi ini biasanya dilakukan untuk kasus gigi geraham yang sebagiannya berada dalam tulang.

Secara umum, pencabutan gigi geraham bungsu diperlukan untuk kasus:

  • Infeksi atau penyakit gusi yang menyerang gigi geraham bagian belakang.
  • Pembusukan gigi pada sebagian gigi geraham. 
  • Kista atau tumor akibat gigi geraham.
  • Pertumbuhan gigi geraham bungsu yang mengganggu gigi sebelahnya. 

Sebelum mencabut gigi, dokter akan menyuntikkan obat bius di area gusi yang bermasalah. Obat bius ini membuat gusi Anda menjadi kebas atau mati rasa. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa sakit selama prosedur berlangsung. 

Setelah membius, dokter akan menyayat gusi Anda terlebih dulu lalu mengangkat bagian tulang yang menghalangi gigi geraham. Setelah itu, dokter gigi akan menutup luka dengan jahitan dan lubang bekas gigi dengan kain kasa.

Setelah prosedur selesai, Anda mungkin akan mengalami perdarahan di sekitar gigi yang dicabut. Cobalah untuk tidak meludah berlebihan sehingga Anda tidak harus mengeluarkan gumpalan darah dari gusi atau gigi.

Ketika efek obat bius berhenti bekerja, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Anda juga bisa mengompres dengan es pada rahang Anda untuk mengurangi rasa sakit.

Cabut gigi adalah prosedur rawat jalan. Jadi, Anda bisa langsung pulang ke rumah setelah gigi geraham dicabut oleh dokter. Meski begitu, Anda mungkin harus menginap beberapa malam di rumah sakit bila kasus impaksi gigi Anda rumit.

Pengobatan rumahan

Bagaimana perawatan rumahan untuk mengatasi gigi geraham bungsu sakit?

Dokter biasanya akan mencabut gigi geraham bungsu yang sakit sebelum keluhan berubah menjadi masalah besar. Namun, bila Anda memiliki infeksi, Anda mungkin harus menunggu sampai infeksinya hilang dulu.

Sambil menunggu jadwal cabut gigi, ada sejumlah perawatan rumahan yang bisa Anda contek untuk meredakan gigi geraham yang sakit. Berikut di antaranya:

1. Berkumur pakai air garam

Sejak zaman dulu, berkumur air garam sudah dikenal sebagai obat manjur untuk mengatasi berbagai masalah gigi dan mulut. Kabar baiknya, manfaat ini didukung oleh sejumlah bukti ilmiah. Penelitian menemukan bahwa air garam dapat bertindak sebagai disinfektan alami untuk membantu melawan dan membunuh bakteri di mulut.

Membuat larutan air garam cukup mudah. Anda hanya perlu mencampurkan sekitar setengah sendok teh garam dalam secangkir air hangat. Setelah itu, kumur-kumur air garam di seluruh penjuru mulut dan buang airnya.

 Anda bisa berkumur dengan air garam dua atau tiga kali sehari, atau sampai rasa sakit mulai berkurang.

2. Kompres dingin

Kompres dingin merupakan cara termudah dan tercepat untuk meredakan rasa nyeri akibat gigi bungsu yang tumbuh miring. Paparan suhu dingin dari es dapat menghambat sinyal rasa sakit dari gigi Anda. Dengan begitu, Anda dapat bernapas sedikit lebih lega karena sensasi nyut-nyutan di gigi geraham perlahan mereda.

Anda hanya butuh beberapa bongkah es batu dan sebuah waslap bersih yang kering. Jika semua bahan sudah tersedia, bungkus es batu dengan waslap dan letakkan di permukaan pipi yang terasa ngilu. Berkumur dengan segelas air es juga sama efektifnya dengan kompres dingin.

3. Obat penghilang nyeri

Tak tahan dengan gigi geraham bungsu yang terus nyut-nyutan? Minum obat pereda nyeri bisa jadi solusi. Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen dapat sementara menghilangkan rasa sakit gigi bungsu.

Kedua obat ini biasanya dijual bebas di apotek tanpa resep dokter. Namun pastikan Anda minum obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Baca dengan teliti aturan pakai obat yang tertera di kemasan. Bila Anda tidak paham dengan aturan pakainya, jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter atau apoteker.

4. Pakai minyak cengkeh

Selain pakai garam, orang zaman dulu juga menggunakan minyak cengkeh sebagai obat alami untuk atasi sakit gigi. Penelitian menemukan bahwa senyawa eugenol dalam cengkeh berperan sebagai anestesi alami. Alhasil, minyak cengkeh disinyalir dapat membantu “mematikan saraf” untuk sementara waktu.

Namun, hati-hati. Obat herbal dan bahan alami tidak selalu pasti aman. Sembarangan menuang minyak cengkeh di mulut dapat memicu masalah lainnya. Minyak yang menetes ke lidah atau gusi dapat membuat bagian tubuh tersebut terasa panas.

Bila tangan Anda terkena minyak cengkeh, pastikan Anda cuci tangan terlebih dulu. Sebab, mata Anda bisa iritasi bila tangan yang habis memegang cengkeh langsung menyentuh mata.

Supaya Anda tidak mengalami berbagai hal yang disebutkan tadi, baiknya tuangkan dulu dua tetes minyak cengkeh pada bola kapas. Setelah itu, tempelkan kapas di gigi yang bermasalah. Anda juga bisa gunakan cengkeh utuh dan tahan di lokasi gigi yang sakit.

Setelahnya, kumur untuk membilas sisa-sisa cengkeh yang mungkin tertinggal dalam mulut.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah gigi geraham bungsu sakit?

Impaksi gigi tidak dapat dicegah. Meski begitu, Anda dianjurkan untuk periksa rutin ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali supaya dokter dapat memantau pertumbuhan gigi geraham Anda nantinya.

Bila Anda melihat tonjolan putih keras di gusi bagian belakang disertai dengan rasa sakit yang parah, periksa ke dokter gigi. Penting juga bagi Anda untuk menjaga kebersihan mulut dengan baik.

Sikatlah gigi 2 kali sehari pada pagi dan malam hari. Pastikan Anda menyikat gigi hingga ke gigi geraham ujung untuk mencegah gigi geraham bagian belakang berlubang. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 17, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 17, 2019

Yang juga perlu Anda baca