Definisi

Apa itu gigi berlubang?

Gigi berlubang yang dalam bahasa medis disebut dengan cavities atau karis adalah kerusakan permanen di permukaan lapisan terluar gigi (enamel) yang berkembang menjadi lubang. Kondisi ini bisa disebabkan karena banyak faktor, bisa karena bakteri di dalam mulut, kebiasaan ngemil, mengonsumsi makanan dan minuman manis, serta tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik.

Gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan paling umum di dunia. Masalah ini dapat terjadi pada siapa saja di segala usia, baik itu anak-anak, remaja dan orang dewasa. Dr. Margaret Culotta-Norton, seorang pimpinan D.C Dental Society dalam laman Live science mengatakan bahwa gigi berlubang adalah salah satu penyakit kronis yang paling sering dialami anak-anak.

Kondisi ini terbentuk akibat penumpukkan plak di permukaan gigi.  Ya, plak, alias lapisan lengket bakteri, secara konstan terbentuk pada gigi Anda. Saat Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, bakteri pada plak menghasilkan asam yang menyerang lapisan gigi.

Plak yang lengket ini menyebabkan asam terus menempel pada gigi dan seiringnya waktu lapisan gigi dapat rusak. Nah, ketika lapisan gigi rusak inilah, maka lubang dapat terbentuk, sehingga menyebabkan gigi Anda berlubang.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, lubang akan menjadi lebih besar hingga memengaruhi lapisan gigi bagian yang paling dalam (dentin). Akibatnya, Anda akan lebih mungkin mengalami sakit gigi yang parah, infeksi, atau bahkan gigi tanggal.

Seberapa umum gigi berlubang?

Gigi berlubang adalah kondisi yang sangat umum di seluruh belahan dunia. Kondisi ini bisa dialami siapa saja dari segala kalangan usian, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan lansia. Meski begitu, sering kali gigi berlubang dialami anak-anak dan lansia.

Anda dapat mencegah kondisi ini dengan menghindari faktor risikonya. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gigi berlubang?

Tanda-tanda dan gejala dari gigi berlubang bermacam-macam, tergantung pada keparahan dan lokasi lubang. Apabila lubang baru terbentuk, Anda mungkin tidak mengalami gejala apapun. Namun, ketika kerusakan sudah semakin meluas, lubang dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Sakit gigi yang muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas
  • Nyeri ringan hingga parah saat mengonsumsi makanan atau minuman manis, panas, atau dingin
  • Gigi jadi lebih sensitif
  • Muncul lubang yang terlihat sangat jelas di gigi
  • Ada noda coklat, hitam atau putih pada permukaan gigi
  • Bau mulut
  • Rasa tidak enak di mulut

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus ke dokter?

Kebanyakan orang sering kali tidak pernah menyadari mengalami gigi berlubang hingga lubang yang ada sudah terlanjur membesar dan menyebabkan nyeri gigi yang parah. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihkan karang gigi, bahkan meski mulut Anda terasa baik-baik saja.

Dengan melakukan pemeriksaan gigi secara teratur, maka kerusakan gigi yang ada dapat dicegah dan diobati sedini mungkin. Di samping itu, semakin dini kerusakan gigi terdeketksi, maka pengobatan juga akan lebih murah dan mudah.

Secara umum, jika Anda mengalami sakit gigi atau nyeri pada mulut, segera kunjungi dokter gigi Anda.

Penyebab

Apa penyebab gigi berlubang?

Penyebab utama gigi berlubang adalah plak. Plak tediri dari bakteri dan asam.

Beberapa kebisaan buruk yang sering Anda lakukan dapat menyebabkan plak pada gigi, misalnya jarang gosok gigi dan sering mengonsumsi makanan manis. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang tinggi gula seperti roti, permen, soda, dan lain sebagainya, bakteri di dalam mulut dengan akan menghasilkan asam.

Ludah yang bercampur dengan bakteri, asam, dan sisa-sisa makanan akan membentuk plak yang melekat pada gigi. Plak yang terus menempuk pada gigi lama-lama akan menggerogoti enamel dan kemudian menciptakan lubang. Nah, pada saat itulah Anda mengalami gigi berlubang.

Besarnya lubang pada gigi bervariasi pada setiap orang, tergantung pada seberapa banyak plak yang terbentuk di gigi seseorang.

Faktor risiko

Siapa saja yang bersiko mengalami gigi berlubang?

Setiap orang pada dasarnya berisiko tinggi mengalami masalah ini. Namun, beberapa faktor berikut membuat Anda lebih berisiko mengalami gigi berlubang.

1. Faktor usia

Anak-anak dan orang lanjut usia, lebih berisiko mengalami kerusakan gigi. Kebiasan mengonsumsi makanan manis sekaligus jarang menggosok gigi merupakan dua hal yang paling sering menyebabkan kerusakan gigi pada anak-anak.

Sementara seiring waktu, gigi dapat aus dan gusi pun mulai surat, sehingga membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan akar. Di samping itu, sejumlah obat yang dikonsumsi oleh para lansia juga bisa menghambat produksi air liur, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kerusakan gigi.

2. Lokasi gigi

Dalam banyak kasus, terbentuknya lubang pada gigi lebih sering terjadi pada gigi bagian belakang, yaitu geraham dan premolar. Kedua gigi ini sulit dijangkau sikat gigi ketimbang gigi depan karena memiliki banyak alur, lubang dan celah, sehingga sering kali sisa makanan menempel di sana.

3. Makanan dan minuman manis

Segala macam makanan yang Anda konsumsi nyatanya dapat memengaruhi kesehatan gigi Anda. Makanan dan minuman manis seperti soda, permen, kue, es krim, roti, dan madu merupakan santapan lezat bagi bakteri di dalam mulut.

Ketika Anda mengonsumsi berbagai makanan manis, bakteri di dalam mulut akan menghasilkan asam. Nah, ludah yang bercampur dengan asam dapat membentuk plak gigi yang pada akhirnya menyebabkan lubang pada permukaan gigi.

4. Tidur dengan botol susu

Tak melulu orang dewasa, kerusakan gigi juga bisa dialami oleh bayi loh. Bayi yang sudah memiliki gigi dan sering menyusu dengan botol sampai ia tertidur berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi, termasuk gigi berlubang. Itu sebabnya, pastikan Anda telaten untuk membersihkan gigi bayi setelah minum susu dan sebelum ia tertidur.

5. Kekurangan fluoride

Fluoride merupakan mineral yang terbentuk secara alami untuk membantu melindungi gigi dari kerusakan. Fruoride banyak ditambahkan pada air mineral, pasta gigi, dan obat kumur.

6. Mulut kering

Mulut kering merupakan kondisi ketika bagian mulut Anda kekurangan air liur. Padahal, air liur sangat dibutuhkan untuk membersihkan sisa makanan dan plak dari gigi Anda.

Selain itu, zat yang terkandung dalam air liur dapat membantu melawan asam yang dihasilkan bakteri. Kondisi ini biasanya disebabkan karena Anda mengonsumsi obat tertentu, misalnya kemoterapi.

7. GERD

Jika Anda memiliki riwayat penyakit asam lambung naik atau GERD, maka Anda berisiko mengalami masalah ini. Hal ini disebabkan karena GERD dapat menyebabkan asam lambung mengalir ke kerongkongan sampai mulut.

Asam lambung sekaligus asam yang dihasilkan bakteri dapat membuat enamel  dentin gigi terkikis, yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan gigi yang serius.

8. Gangguan makan

Anoreksia dan bulimia dapat menganggu produksi air liur di dalam mulut, sehingga meningkatkan risiko Anda terkena gigi berlubang. Di samping itu, gangguan makanan juga dapat menyebabkan eosi dan lubang pada gigi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara gigi berlubang didiagnosis?

Adanya lubang pada gigi bisa diketahui ketika Anda melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Ketika Anda berkonsultasi ke dokter gigi, dokter akan memeriksa gigi Anda, mencari titik-titik lunak yang berpotensi memunculkan lubang pada gigi. Jika diperlukan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan menggunakan sinar X untuk memeriksa celah di antara gigi Anda.

Sayangnya, banyak orang baru akan berkunjung ke dokter ketika mereka sudah mengalami kerusakan gigi yang parah, yaitu saat rasa nyeri muncul secara intens hingga membuat mereka kesulitan untuk mengunyah makanan. Bahkan, dalam beberapa kasus, kerusakan gigi ini membuat mereka kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Bagaimana cara mengobati gigi berlubang?

Untuk mengurangi gejala atau rasa sakit dari gigi berlubang, Anda dapat:

  • Melakukan perawatan fluoride. Dokter gigi dapat merekomendasikan perawatan fluor periodik, terutama jika Anda tidak mendapatkan fluor yang cukup dari air minum dan sumber lainnya.
  • Melakukan perawatan antibakteri. Jika Anda rentan terhadap kerusakan gigi – sebagai contoh, akibat kondisi medis – dokter gigi dapat merekomendasi obat kumur antibakteri khusus atau perawatan lain untuk membantu membasmi bakteri berbahaya pada mulut.
  • Tambal gigi. Dokter mungkin akan menganjurkan Anda melakukan prosedur tambal gigi untuk menutupi rongga yang ada di permukaan gigi agar tidak semakin meluas ke area yang lain.

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari gigi berlubang?

Gigi berlubang memang merupakan kondisi umum, sehingga Anda mungkin tak menganggapnya sebagai kondisi yang serius. Padahal, gigi berlubang yang dibiarkan saja tanpa pengobatan yang tepat dapat menyebabkan infeksi jaringan berbahaya. Ya, infeksi ini bisa menjalar atau menyebar ke organ-organ tubuh yang lain dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Berikut beberapa komplikasi gigi berlubang yang perlu Anda waspadai:

1. Rasa nyeri parah

Kadang-kadang gigi berlubang bisa menyebabkan rasa nyeri yang tak boleh Anda sepelekan. Secara umum, tingkat keparahan rasa nyeri ini akan bergantung pada lubang yang Anda miliki.

Rasa nyeri ini bersifat kambuhan, Anda bisa tiba-tiba merasakan sakit yang bedenyut-denyut di bagian gigi yang berlubang lalu hilang. Tak lama setelahnya, rasa nyeri itu juga bisa muncul semakin intens sampai menjalar ke bagian telinga, rahang, dan bahkan menyebabkan sakit kepala.

Lebih jauh, sakit gigi akibat gigi berlubang juga bisa memengaruhi suasana hati Anda. Misalnya, Anda jadi mudah marah jika mendengar suara bising. 

2. Terjadinya abses

Ketika infeksi semakin parah, maka bakteri akan berkumpul di dalam mulut, menyebabkan abses alias kantong nanah. Kondisi ini biasanya terjadi ketika infeksi sudah menyebar ke jaringan lunak dari pulp, mulut, atau rahang penderita.

Kemunculan abses akan menimbulkan rasa nyeri yang membuat aktivits mengunyah jadi menyakitkan.

3. Penyakit gusi

Gigi berlubang juga bisa menyebabkan peradangan pada gusi. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut gingivitis. Peradangan tak hanya memengaruhi gusi di mana gigi berlubang berada, tapi juga bisa menjalan ke bagian gusi lainnya.

Akibatnya, gusi Anda akan tampak merah dan bengkak, bahkan gusi Anda juga bisa jadi mudah berdarah ketika dipegang atau disekita. Jika radang gusi ini tidak segera diobati, maka Anda bisa mengalami penyakit gusi yang disebut periodontitis.

4. Memengaruhi struktur rahang

Infeksi yang semakin meluas dapat menyebabkan kerusakan gigi semakin parah. Bahkan masalah ini bisa menyebabkan gigi tanggal.

Gigi yang tanggal secara otomatis akan menyebabkan gigi lainnya bergeser, sehingga memengaruhi struktur gigi sekaligus struktur rangan Anda juga.

5. Penyakit jantung

Tahukah Anda bahwa gigi berlubang yang dibiarkan telalu lama bisa menyebabkan penyakit jantung? Ya, jika masalah gigi yang Anda alami dibiarkan saja, maka Anda berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa penyakit periodontal erat kaitannya dengan penyakit jantung. Hal ini bisa terjadi karena gusi yang terluka dapat memicu bakteri dalam mulut untuk memasuki aliran darah, sehingga bisa menyebabkan infeksi di otot bagian dalam jantung (infective endocarditis). 

Tak berhenti di situ, gigi berlubang juga bisa menyebabkan stroke. Beberapa penelitian menemukan bahwa adanya hubungan sebab akibat dari infeksi gigi dengan penyakit stroke. Pasalnya ditemukan masalah infeksi oral pada penderita cerebrovascular ischemia – kondisi di mana tidak cukup aliran darah yang dibawa ke otak, sehingga memicu terjadinya stroke isemik.

Entah itu penyakit jantung maupun stroke, keduanya berisiko menyebabkan kematian.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah gigi berlubang?

Secara umum, cara mencegah gigi berlubang adalah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik. Guna mendapatkan kesehatan gigi yang baik, berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.

  • Sikat gigi 2 kali sehari. Idealnya, lakukan kebiasaan baik ini pada pagi hari setelah makan atau malam hari sebelum tidur. 
  • Pasta gigi fluoride. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk membantu memperkuat enamel gigi dan memineralisasi kembali darah gigi yang sudah mulai membusuk.
  • Pilih sikat gigi yang baik. Selain pasta gigi, pastikan Anda juga memilih sikat gigi yang tepat. Pilihlah sikat gigi yang berbulu lembut, memiliki bentuk kepala sikat yang sesuai rongga mulut, nyaman ketika dipegang.
  • Lakukan flossing gigi. Sikat gigi saja tak cukup untuk membersikan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. Maka dari itu, Anda juga dianjurkan untuk melakukan flossing gigi setiap hari.
  • Perhatikan asupan makanan. Bakteri di dalam mulut sangat menyukai gula. Nah, itu sebabnya hindari mengonsumsi makanan manis. Pastikan kalau makanan yang Anda konsumsi mengandung nutrisi tinggi dan gizi seimbang.
  • Rutin ke dokter gigi. Dengan rutin cek kesehatan ke dokter gigi, maka risiko Anda mengalami kerusakan gigi yang parah bisa diminimalisir. Ingat, semakin cepat penyakit didagnosis, maka pengobatannya juga semakin mudah. Bonusnya, biasanya yang dikeluarkan juga semakin murah. Jadi, jangan lupa konsultasi ke dokter gigi secara rutin setidaknya 6 bulan sekali. 

Selain itu, Anda juga menayakan dokter gigi mengenai penggunaan fluor tambahan yang memperkuat gigi, serta penggunaan dental sealant (lapisan pelindung dari plastik) pada permukaan pengunyah pada gigi belakang (dimana kerusakan sering dimulai) untuk melindungi dari kerusakan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 16, 2019 | Terakhir Diedit: April 16, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan