Definisi

Apa itu gangguan imunodefisiensi?

Gangguan imunodefisiensi adalah gangguan yang membuat tubuh tak bisa melindungi diri dari bakteri, virus dan parasit. Ada 2 jenis gangguan imunodefisiensi: yang dibawa sejak lahir (primer), dan yang diperoleh (sekunder). Apapun yang melemahkan sistem imun dapat menyebabkan gangguan imunodefisiensi sekunder.

Gangguan imunodefisiensi mencegah tubuh Anda dari melawan infeksi dan penyakit. Kelainan ini membuat Anda lebih mudah terkena infeksi virus dan bakteri. Gangguan imunodefisiensi dapat dibawa sejak lahir atau diperoleh. Gangguan sejak lahir atau primer dibawa sejak Anda lahir. Gangguan yang diperoleh atau sekunder adalah gangguan yang Anda alami di kemudian hari dalam hidup. Gangguan yang diperoleh lebih sering dibandingkan dengan gangguan bawaan lahir.

Seberapa umumkah gangguan imunodefisiensi?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Gangguan imunodefisiensi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan imunodefisiensi?

Gejala-gejala umum dari gangguan imunodefisiensi adalah:

  • Mata merah
  • Infeksi sinus
  • Pilek
  • Diare
  • Pneumonia
  • Infeksi jamur

Apabila masalah ini tidak merespon terhadap perawatan atau Anda tidak sembuh total seiringnya waktu, dokter dapat melakukan tes untuk gangguan imunodefisiensi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan imunodefisiensi?

Sistem imun terbuat dari jaringan limfoid pada tubuh, yang meliputi:

  • Sumsum tulang
  • Kelenjar limpa
  • Bagian limpa dan saluran pencernaan
  • Timus
  • Amandel

Protein dan sel pada darah juga merupakan bagian dari sistem imun.

Sistem imun membantu melindungi tubuh dari zat berbahaya antigen. Contoh dari antigen meliputi bakteri, virus, racun, sel kanker dan darah atau jaringan asing dari orang atau spesies lain.

Saat sistem imun mendeteksi antigen, sistem akan merespons dengan menghasilkan protein yang disebut antibodi yang menghancurkan zat berbahaya. Respons sistem imun juga melibatkan proses fagositosis. Selama proses ini, sel-sel darah putih tertentu menelan dan menghancurkan bakteri dan zat asing lainnya. Protein komplemen membantu proses ini.

Gangguan imunodefisiensi dapat mempengaruhi bagian sistem imun. Seringkali, kondisi ini terjadi saat sel darah putih khusus atau limfosit T atau B (atau keduanya) tidak berfungsi dengan normal atau tubuh Anda tidak menghasilkan cukup antibodi.

Gangguan imunodefisiensi turunan yang menyerang sel B meliputi:

Hypogammaglobulinemia, yang biasanya menyebabkan infeksi pernapasan atau pencernaan

Agammaglobulinemia, yang menyebabkan infeksi parah secara dini, dan seringkali mematikan

Gangguan imunodefisiensi turunan yang menyerang sel T biasanya menyebabkan infeksi Candida (jamur) berulang. Imunodefisiensi turunan yang dikombinasikan menyerang sel T dan sel B. Kondisi ini dapat mematikan dalam tahun pertama jika tidak ditangani secara dini.

Orang disebut imunosupresi apabila mereka memiliki gangguan imunodefisiensi akibat obat yang melemahkan sistem imun (seperti kortikosteroid). Imunosupresi juga merupakan efek samping dari kemoterapi untuk mengatasi kanker.

Imunodefisiensi yang diperoleh mungkin merupakan komplikasi dari beberapa penyakit seperti HIV/AIDS dan malnutrisi (terutama jika orang tersebut tidak mendapatkan protein yang cukup). Banyak kanker juga dapat menyebabkan imunodefisiensi.

Orang yang pernah melakukan pengangkatan limpa memiliki imunodefisiensi, dan berisiko lebih tinggi untuk infeksi oleh bakteri tertentu, dimana limpa normalnya akan membantu melawan. Orang dengan diabetes juga berisiko lebih tinggi untuk infeksi tertentu.

Dengan bertambahnya usia, sistem imun menjadi semakin kurang efektif. Jaringan sistem imun (terutama jaringan limfoid seperti timus) menyusut, dan jumlah serta aktivitas sel darah putih menurun.

Kondisi dan penyakit berikut dapat menyebabkan gangguan imunodefisiensi:

  • Ataxia-telangiectasia
  • Defisiensi komplemen
  • DiGeorge syndrome
  • Hypogammaglobulinemia
  • Job syndrome
  • Defek adhesi leukosit
  • Bruton disease
  • Wiskott-Aldrich syndrome

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana gangguan imunodefisiensi didiagnosis?

Jika dokter menduga Anda mungkin mengalami gangguan imunodefisiensi, dokter akan:

  • Menanyakan tentang riwayat medis Anda
  • Melakukan pemeriksaan fisik
  • Menentukan jumlah sel darah putih Anda
  • Menentukan jumlah sel T
  • Menentukan kadar imunoglobin.

Vaksin dapat menguji respon sistem imun dengan tes antibodi. Dokter akan memberi Anda vaksin, kemudian melakukan tes darah untuk melihat respons terhadap vaksin beberapa hari atau minggu kemudian.

Jika Anda tidak memiliki gangguan imunodefisiensi, sistem imun akan menghasilkan antibodi untuk melawan organisme pada vaksin. Anda dapat memiliki gangguan jika tes darah tidak menunjukkan antibodi.

Apa saja pengobatan untuk gangguan imunodefisiensi?

Perawatan untuk setiap gangguan imunodefisiensi akan tergantung pada kondisi tertentu. Contohnya, AIDS menyebabkan beberapa infeksi berbeda. Dokter akan memberikan obat untuk setiap infeksi. Anda juga dapat diberikan antiretroviral untuk mengatasi infeksi HIV jika memungkinkan.

Perawatan untuk gangguan imunodefisiensi umumnya meliputi antibiotik dan terapi imunoglobulin. Obat antiviral lain, amantadine dan acyclovir, atau obat yang disebut interferon digunakan untuk perawatan infeksi viral akibat gangguan imunodefisiensi.

Jika sumsum tulang Anda tidak menghasilkan cukup limfosit, dokter dapat melakukan transplantasi sumsum tulang (stem cell).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan imunodefisiensi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan imunodefisiensi:

  • Melakukan hubungan seks yang aman serta menghindari pertukaran cairan tubuh dapat membantu mencegah HIV/AIDS.
  • Gizi yang baik dapat mencegah imunodefisiensi diperoleh yang disebabkan oleh malnutrisi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 13, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017