Definisi

Apa itu floppy eyelid syndrome?

Floppy Eyelid Syndrome (FES) atau yang secara harfiah berarti sindrom kelopak mata terkulai, adalah kondisi di mana kelopak mata atas kehilangan elastisitas, sehingga ia menjadi kendur dan “terkulai”. Akibatnya, kelopak mata bagian atas jadi mudah melipat ke atas.

Seberapa umumkah floppy eyelid syndrome?

Floppy Eyelid Syndrome adalah kondisi medis yang cukup jarang. Semua orang dari usia 25-80 tahun bisa terkena kondisi ini, namun kebanyakan penderitanya berusia 40-50 tahun.

Meski baik pria maupun wanita bisa terkena, laki-laki lebih rentan mengalami sindrom kelopak mata terkulai dibanding wanita.

Gejala

Apa gejala floppy eyelid syndrome?

Ciri-ciri dan gejala floppy eyelid syndrome adalah:

  • Kelopak mata mudah dibalik/dilipat ke atas, kendur, dan terasa seperti karet
  • Mata merah setiap kali bangun tidur
  • Peradangan kornea kronis
  • Peradangan kronis pada jarangan di bawah kelopak mata atas (disebut juga superior palpebral conjunctiva)
  • Mengalami gejala obstructive sleep apnea, seperti mengantuk di siang hari, dan mendengkur saat tidur.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab floppy eyelid syndrome?

Penyebab floppy eyelid syndrome yang sudah diketahui adalah interaksi berlebihan antara kelopak mata dengan bantal, jika Anda sering tidur telungkup dengan wajah menekan ke bantal. Kebiasaan ini bisa mengurangi elastin, dan membuat kelopak mata kendur.

Elastin adalah protein di jaringan penghubung yang berfungsi menjaga bentuk dan struktur berbagai jaringan tubuh setelah meregang.

Obstructive sleep apnea tidak menyebabkan floppy eyelid syndrome secara langsung, namun kedua kondisi ini saling berhubungan.

Faktor pemicu

Siapa yang berisiko mengalami floppy eyelid syndrome?

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami floppy eyelid syndrome, yaitu:

  • Obesitas
  • Obstructive sleep apnea: ada hubungan yang erat antara kedua kondisi ini
  • Kebiasaan sering mengucek mata
  • Diabetes mellitus
  • Hipertensi
  • Hipertiroidisme
  • Tidur tengkurap
  • Down syndrome

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis floppy eyelid syndrome?

Floppy eyelid syndrome didiagnosis dengan beberapa metode berikut:

  • Pemeriksaan mata
  • Pemeriksaan kebiasaan tidur, misalnya posisi favorit saat tidur, ada atau tidaknya masalah tidur, apakah sering mengantuk di siang hari, dan apakah sering tidur mendengkur (ngorok)
  • Pemeriksaan riwayat medis termasuk ada tidaknya obstructive sleep apnea atau kondisi kesehatan lain

Banyak penyakit lain menunjukkan gejala yang sama. Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes untuk membedakan apalah gejala Anda disebabkan oleh floppy eyelid syndrome atau oleh kondisi lain.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

 

Bagaimana cara mengatasi floppy eyelid syndrome?

Berbagai cara mengatasi floppy eyelid syndrome antara lain adalah:

  • Mengatasi kondisi obstructive sleep apnea terlebih dahulu, jika ada
  • Menggunakan salep khusus mata sebelum tidur untuk melindungi permukaan okular
  • Mengetuk kelopak mata sebelum tidur untuk mencegah kelopak mata terlipat saat tidur
  • Menggunakan penutup mata saat tidur untuk mencegah konjungtiva dan exposure kornea saat tidur
  • Terkadang operasi dibutuhkan untuk memendekkan atau mengencangkan kelopak mata.

Pencegahan

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah floppy eyelid syndrome?

Beberapa hal berikut bisa dilakukan supaya Anda tidak mengalami floppy eyelid syndrome:

  • Menjalankan pola makan sehat sehingga mencegah obesitas
  • Tidur menyamping atau telentang untuk mencegah trauma mekanis pada mata akibat tidur tengkurap
  • Jika Anda memiliki obstructive sleep apnea, segera tangani

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 13, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 13, 2017